
sepertinya perasaan ku benar. begitu aku memasuki ruangan, aku mendapati tatapan yang menakutkan dari ayah dan ibu. terutama ibu.
aku segera pergi ke salah satu tempat duduk. aku duduk tepat di sebelah Felmina. ugh... aku agak gugup.
Felmina:"apa kakak membuat masalah lagi?"
setelah aku duduk, aku mendengar suara Felmina yang bertanya kepadaku dengan suara lembut agak berbisik. bagaimana aku mengatakannya?, aku bahkan tidak ingat melakukan sesuatu.
Filia:"i, ibu..."
Harnas:"apa kamu tahu apa yang kamu lakukan?"
jelas aku sudah membuat kesalahan, tapi apa?. seseorang, tolong beritahu aku. jika aku mengingat dengan benar, sepertinya aku tidak melakukan apapun akhir-akhir ini. kecuali...
Filia:"a, apa ini tentang Golem?"
Harnas:"jadi kamu menyadarinya. ibu memberikanmu izin untuk melatih tubuhmu, tapi tidak dengan mencoba bunuh diri..."
ugh.... itu kata-kata yang kejam. aku tidak mencoba bunuh diri, ok!, aku hanya mencoba refleks dan kelincahan ku. memang Golem itu memiliki level yang lebih tinggi dariku, dan tubuhnya juga lebih kuat, tapi aku memiliki pengalaman bertarung yang jauh lebih tinggi. jadi aku tidak menganggap bahwa itu adalah hal yang berbahaya.
percuma jika aku menjelaskan hal itu, jadi aku hanya mendengarkan Omelan ibu dan ayah selama lebih dari setengah waktu makan. entah kenapa rasa makannya terasa hambar di mulutku. aku melihat nenek yang duduk di samping Felmina yang sedang menikmati makannya sambil tersenyum. aku yakin kalau nenek yang mengatakan hal itu kepada ibu.
Rovell:"mulai besok ayah dan ibu tidak akan berada di rumah, jadi kamu harus menjaga dirimu dengan baik, jangan melakukan hal yang membahayakan dirimu lagi"
Filia:"baik ayah, tapi kemana ayah dan ibu akan pergi?"
Harnas:"tidak ada, kami hanya akan tinggal di istana untuk menangani beberapa hal saja"
aku tahu bahwa ayah dan ibu sengaja menyembunyikan sesuatu.
Filia:"apa ini... soal perang?"
hanya itulah alasan yang aku temukan. sebentar lagi adalah musim dingin, jadi sepertinya kekaisaran akan meluncurkan perang musiman.
perang musiman terjadi saat menjelang musim dingin. perang ini bertujuan untuk merebut dan menjarah gudang persediaan yang ada di kota-kota perbatasan. biasanya gudang-gudang itu berisi hasil panen untuk persediaan musim dingin. mungkin mirip dengan lumbung.
mereka menjarah gudang-gudang demi menambah persediaan mereka sendiri. karena di dunia ini teknologi masih sangat terbelakang, jadi saat musim dingin petani tidak akan bisa panen dan tanaman yang di tanam tidak akan tumbuh di tanah yang membeku.
hal ini menyebabkan rakyat dan pasukan yang menjaga perbatasan rentan mengalami kelaparan karena kurangnya pasokan. bukan berarti mereka tidak memiliki lumbung sendiri, tapi di wilayah perbatasan milik kekaisaran terkenal dengan tanah yang tandus dan hasil pertanian yang buruk. buruknya wilayah perbatasan milik kekaisaran di karenakan wilayah itu merupakan wilayah pertambangan, berbeda dengan wilayah perbatasan kerajaan yang merupakan kawasan pertanian. hanya di batasi oleh sungai, tapi memiliki kontras yang besar antara wilayah kerajaan dan kekaisaran di perbatasan.
kekaisaran juga memiliki lumbung utama, tapi di musim dingin, dimana salju menutupi jalan akan sangat sulit untuk melakukan pengiriman dengan kereta kuda, jadi pilihan satu-satunya dari kekaisaran adalah untuk menjarah lumbung-lumbung rakyat yang ada di perbatasan.
Harnas:"apa kamu mengetahuinya?"
Filia:"karena sekarang hampir menjelang musim dingin, jadi saya menebak alasannya"
Rovell:"anakku memang luar biasa. hahaha...."
Harnas:"kamu jangan khawatir, meskipun itu di katakan perang, tapi sebenarnya itu hanyalah bentrokan skala kecil"
Filia:"meskipun itu hanya bentrokan skala kecil, tapi itu masih terdapat kemungkinan untuk terluka dan bahkan terbunuh, jadi ayah dan ibu harus menjaga diri dengan baik"
aku sedikit khawatir. meskipun perang itu adalah bentrokan skala kecil, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan adanya korban jiwa, kan?!.
Rovell:"ayah dan ibu akan berhati-hati, jangan khawatir!"
Harnas:"iya, kamu juga harus menjaga diri selama ayah dan ibu tidak ada di rumah, jangan melakukan hal-hal yang berbahaya lagi. selain itu ibu juga harus meminta maaf karena besok tidak dapat mengantarmu ke akademi di hari pertamamu"
kami bercakap-cakap cukup lama, bahkan ayah dan ibu mungkin berangkat ke istana lebih siang. aku hanya tidak tahu apa yang bisa aku lakukan di rumah, aku hanya menatap langit di kejauhan dari balkon kamarku yang tepat menghadap ke taman sambil meminum secangkir teh.
langit biru yang indah, awan putih yang seperti kapas mengambang di birunya langit. Sepoi angin sejuk dengan hangatnya cahaya mentari, merangsang setiap pori-pori kulitku. pemandangan yang indah, yang mampu menenangkan jiwa yang lelah.
aku mengalihkan perhatianku ke taman yang indah penuh dengan rerumputan hijau dan bunga yang berwarna-warni. kupu-kupu dan lebah mengintai setiap bunga dengan riang. bunga-bunga itu sedikit berayun karena angin yang lembut, menyebarkan aroma harum yang memikat serangga di sekitarnya.
melihat lebih jauh, di sana ada sebuah gazebo yang cukup besar. di gazebo, aku melihat nenek yang sedang duduk dengan tenang sambil menikmati teh. saat ini nenek di temani oleh seorang pelayan yang ikut bersama nenek dari Holy Kingdom.
melihat ini semua, tiba-tiba aku jadi ingin melukis, tapi di mansion sepertinya tidak memiliki peralatan melukis. apa aku sebaiknya pergi ke kota dan membeli beberapa, ya?!. lagi pula hari ini aku tidak memiliki rencana apapun.
Ilma kembali menuangkan teh ke dalam cangkirku yang sudah kosong tanpa aku sadari. di tengah pemikiran ku, tiba-tiba ada suara pintu di ketuk.
setelah Ilma membuka pintu dan mengizinkannya masuk, aku melihat Sebas yang berpakaian butler seperti biasa. di datang menghampiriku, lalu menyapa dengan hormat. Sebas menyerahkan sebuah makalah yang setebal beberapa halaman. mungkin sekitar sepuluh halaman A4.
saat aku membacanya, isinya mengenai pembangunan dan beberapa masalah yang di hadapi. nampaknya pembangunan berjalan dengan lancar, hanya saja mereka sedang kebingungan untuk menentukan perabot seperti apa yang akan di pasang, jadi mereka membutuhkan saranku untuk hal seperti itu.
sepertinya aku memang harus pergi ke kota untuk melihat hasil renovasinya. selain itu aku juga penasaran dengan keadaan anak-anak itu. aku yang membawa mereka, jadi aku juga harus memegang tanggung jawab untuk mereka. aku tidak mau menelantarkan mereka.
sampai renovasinya selesai, anak-anak itu harus tinggal di penginapan sambil menerima pelatihan dari pembantu yang aku sewa dari guild pekerja.
ternyata tanpa aku sadari, aku sudah menjadi orang yang sibuk dalam sekejap mata. tadi aku mengeluh karena tidak ada yang bisa di lakukan, tapi sekarang tiba-tiba ada begitu banyak agenda dalam satu hari.
Filia:"Ilma, segera persiapkan kereta, kita akan segera pergi ke kota"
Ilma:"baik putri. apakah putri ingin mengajak nona Felmina atau hanya pergi sendiri?"
itu benar. sepertinya akan lebih menyenangkan jika aku mengajak Felmina ikut pergi ke kota.
Filia:"iya, aku akan mengajak Felmina juga"
Ilma:"baik putri, kalau begitu hamba akan memberi tahu nona muda"
Filia:"um... kamu bisa pergi!"
Ilma:"saya permisi"
Ilma segera berbalik dan menghilang di balik pintu. aku kembali memperhatikan nenek yang sedang menikmati minum tehnya. nenek melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arahku.
perlahan, nenek berdiri dengan lembut dan terbang ke arahku, meninggalkan pelayan pribadinya yang tercengang di belakang. nenek mendarat dengan lembut di hadapanku.
gaun hijau dan rambut hijaunya yang indah, di padukan dengan pemandangan latar yang indah, nenek benar-benar mirip dengan seorang peri yang cantik. kulitnya halus seperti porselen, dan matanya hijau berkilau bagaikan zamrud. sangat indah.
pulih dari kekagumanku, aku memberikan salam yang sopan kepada nenekku. nenek duduk dan berbicara kepadaku. sambil menunggu Ilma, aku mengobrol dengan nenek yang terlihat seperti gadis di awal dua puluh tahun.
kemudian Ilma datang dan melaporkan hasil pekerjaannya kepadaku.
Filia:"terima kasih atas kerja kerasnya"
Ilma:"tidak putri, hal seperti ini memang sudah seharusnya saya kerjakan"
Trainee:"apa kamu mau pergi ke suatu tempat...?"
(akhir dari chapter ini)
ok, see you next time :)