Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 44: Rencana Di Akademi



dengan menggunakan «Seventh Sense», aku melihat bahwa kapten Grams megalami cidera abdomen karena pukulan benda tumpul. karena otot-ototnya yang kuat dan terlatih, cidera abdomen yang dia derita tidak terlalu parah. beruntung aku bisa mengendalikan kekuatanku, jika aku tidak bisa mengendalikannya, meskipun aku menggunakan bagian punggung katana yang tumpul, aku yakin kalau organ dalamnya akan hancur.


aku melangkah maju dan meletakkan tangan kananku di bagian depan perutnya yang terluka, lalu gunakan «Recovery» untuk menyembuhkan cedera kapten Grams.


berbeda dengan yang di pakai oleh putri Sophia yang menimbulkan cahaya hijau, yang aku gunakan memiliki cahaya emas yang berkilauan. pertikel-pertikel cahaya emas itu berkumpul dari udara kosong dan memasuki bagian tubuh kapten Grams yang terluka.


tidak butuh waktu lama, sekitar 30 detik luka yang di derita kapten Grams sudah di pulihkan semuanya. tiba-tiba kapten Grams memuntahkan darah dan tepat mengenai tanganku.


Grams:"m,maaf kan saya putri"


Filia:"tidak masalah"


aku segera mengakhiri sihir pemulihan ku dan Ilma segera datang dan menyeka darah yang ada di tangan ku. selain di seka, aku menggunakan sihir air untuk membersihkannya. sebenarnya aku sudah mengira kalau akan ada muntahan darah. itu karena aku memang sengaja mengeluarkan darah sisa dari luka organ yang di terima kapten Grams.


aku mengeluarkannya supaya dia tidak mengalami penyumbatan karena pembekuan darah. jika darah sisa tidak di keluarkan, darah sisa itu akan mengendap di dalam tubuh dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.


Filia:"apakah anda sudah merasa lebih baik kapten?"


Grams:"saya sudah tidak apa-apa. sihir yang anda gunakan benar-benar sangat kuat".


saat aku sedang mengelap tanganku dari air dengan sapu tangan putih milikku, tiba-tiba aku merasa ada tangan lembut yang mengelus kepalaku. aku menoleh dan melihat sesuatu yang paling aku takutkan. senyum jahat ibu..


ibu tersenyum dengan wajah gelap dan terlihat sangat menyeramkan. aku tahu kalau aku pasti akan mendapat masalah lagi. entah kebetulan atau ibu memang selalu muncul saat aku melakukan sebuah kesalahan..


Filia:"i, ibu"


aku hanya menatap ibu dan tersenyum canggung. aku harap itu bukan hukuman. kalian tahu, hukumanku yang sebelumnya bahkan belum di cabut. aku tidak mau menerima hukuman saat aku sendiri sedang di hukum. kehidupan ini keras...


Harnas:"bukankah kamu mengatakan akan menahan diri sayang?"


ibu mengatakan hal itu sambil tersenyum, tapi aku mendengar nada ancaman yang jelas dalam suaranya.


Filia:"t, tapi s, saya sudah menahan diri"


Harnas:"ini bukan menahan diri!. kamu hampir menghancurkan gedung akademi, kamu melukai kapten Grams, dan bahkan kamu menyebabkan banyak kerusakan di gedung ini hanya dalam waktu kurang dari satu jam. ibu tidak tahu apa yang bisa terjadi jika kamu di biarkan tinggal di akademi ini tanpa pengawasan....."


setelah itu ibu menceramahi ku lebih dari lima menit dengan di saksikan oleh banyak orang di dalam ruangan. sebenarnya aku sedikit nostalgia saat ibu memarahiku. aku merasa seperti kembali ke masa lalu saat ibuku di bumi juga memarahiku karena menyelinap keluar rumah dan akhirnya aku harus terbaring di rumah sakit selama lebih dari satu bulan.


huh...


tiba-tiba ibu menghela nafas dan berlutut di depanku dengan satu kaki, satu tangan ada di atas kepalaku. ibu berlutut untuk menyesuaikan garis pandangnya denganku, lalu ibu tersenyum lembut.


Harnas:"ibu hanya tidak mau kalau suatu saat kamu akan melukai dirimu sendiri karena terlalu ceroboh"


Filia:"iya ibu, saya mengerti"


"s, sihir penyembuhan macam apa itu?"


Mrs. Elen bertanya dengan gugup. aku bahkan tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya. jika aku menjelaskan bahwa itu adalah evolusi selanjutnya dari Healing Magic, aku yakin mereka akan terkejut lagi. mungkin aku akan sedikit low profile.


Filia:"i, itu.."


Arsh:"Elen.."


saat aku bingung bagaimana menjawabnya, kepala sekolah menyebut nama Mrs. Elen dan seperti mengisyaratkan sesuatu dengan matanya. setelah melihat kepala sekolah, Mrs Elen langsung menutup mulutnya dan melangkah mundur. apa yang baru saja di isyaratkan kepala sekolah?.


Harnas:"melihatmu hari ini ibu jadi khawatir mengizinkanmu tinggal di asrama"


Filia:"ibu!"


Harnas:"atau ibu akan menemanimu di asrama?!"


penawaran ibu sungguh murah hati, tapi bukan itu yang aku inginkan. aku tidak keberatan tinggal bersama ibu, tapi jika aku tinggal bersama ibu, ini tidak akan ada bedanya dengan tinggal di rumah sendirian kan.


Filia:"tidak bisa. ibu ada tugas di istana kan?!"


Harnas:"meskipun dari akademi ke istana lebih jauh dibandingkan berangkat dari rumah, tapi itu masih bisa di lakukan"


Filia:"lalu bagaimana dengan ayah. apa ibu mau meninggalkan ayah sendirian di rumah?"


Harnas:"itu benar. ibu tidak bisa meninggalkan ayahmu sendiri di rumah. lalu bagaimana jika ibu menyuruh seseorang untuk mengawasi mu?"


aku merasa seperti tahanan rumah sekarang. bahkan saat di akademi aku harus di awasi?. aku mungkin harus mengucapkan selamat tinggal untuk kehidupan akademi yang aku nantikan.


Harnas:"tentu saja itu perlu. jika kamu tidak di awasi, kamu pasti akan melakukan hal-hal yang merepotkan"


apa maksudnya dengan merepotkan, dan mengapa yang lain mengangguk saat mendengarkan ibu. apa mereka semua menganggap ku sebagai mesin pembuat masalah?.


setelah berfikir selama beberapa saat, ibu menoleh dan melihat Ilma yang ada di belakangku. sepertinya ibu sedang merencanakan sesuatu.


Harnas:"Ilma tolong jaga Filia di akademi. pastikan dia tidak melakukan hal yang aneh"


Ilma:"saya akan melaksanakan sesuai perintah nyonya"


Ilma membungkuk dengan hormat dan menerima perintah dari ibu. kurasa tidak masalah jika Ilma yang menemaniku di akademi. malah mungkin akan lebih menyenangkan daripada sendiri. lagi pula di akademi tidak ada yang aku kenal dengan baik.


Harnas:"kamu tidak masalah kan, Arsh?"


tanya ibu ke kepala sekolah. sebenarnya di akademi ini di izinkan untuk membawa seorang pelayan jika ingin tinggal di asrama, tapi pelayan-pelayan itu tidak di izinkan untuk berkeliaran di lingkungan akademi, jadi bisa di katakan bahwa pekerjaan mereka hanya melayani tuannya saat ada di asrama.


ibu bertanya ke kepala sekolah karena Ilma akan selalu mengikutiku di akademi, untuk mengawasi ku.


Arsh:"tidak masalah. aku akan membuat pengecualian untuk nya. lagi pula dia juga anakku sendiri. aku tidak mau dia melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri".


sepertinya ada sesuatu yang informatif tadi, tapi biarlah, mungkin itu cuma perasaanku saja. karena semua tes sudah di lakukan, ibu mengajak kami untuk pulang terlebih dahulu, meninggalkan peserta yang lain yang sedang di beri bimbingan tambahan untuk memperbaiki kemampuan mereka. bukannya aku sombong, tapi kemampuan anak-anak itu memang berada di bawah standar.


aku kembali memasuki kereta kuda bersama dengan Felmina seperti saat berangkat, bedanya adalah, saat ini ibu menggantikan Sebas duduk di dalam kereta bersama ku dan Felmina.


aku duduk di sebelah kanan ibu dan memeluk pinggangnya yang lembut. aku menyandarkan kepalaku ke tubuhnya yang hangat. kurasa tidak masalah untuk bersikap seperti anak manja sesekali, lagi pula ibu selalu sibuk dan aku jarang bertemu.


Harnas:"ada apa?. tidak biasanya kamu bersikap manja seperti ini"


Filia:"tidak ada. saya hanya ingin melakukannya"


menerima jawabanku yang asal-asalan, ibu hanya tersenyum lembut dan mengelus kepalaku dengan penuh kasih.


Harnas:"bagaimana?, apa kamu mau membuat sebuah divisi?"


Filia:"saya belum tahu. tapi mungkin saja. saya masih belum mengetahui keadaan di setiap divisi, jika ada yang memuaskan, saya akan lebih memilih bergabung daripada membuatnya sendiri"


Felmina:"saya juga ingin pergi ke akademi bersama kakak"


Felmina yang sedari tadi diam tiba-tiba mengungkapkan sebuah keinginan. apa dia begitu menyukai seni bela diri hingga dia tidak sabar untuk ke akademi?.


Harnas:"sebentar lagi sayang. kamu harus menunggu sampai tahun depan untuk masuk"


itu benar, tahun depan Felmina akan masuk ke akademi. pasti akan menyenangkan pergi ke akademi bersama dengan Felmina.


Filia:"Felmina. divisi apa yang kamu sukai?"


mendengar pertanyaanku, Felmina nampak berfikir sedikit. bukankah seharusnya dia langsung memilih seni beladiri?


Felmina:"saya berfikir untuk masuk ke dalam divisi seni beladiri. tapi kak, menurut saya lebih baik kakak membuat organisasi sekolah daripada divisi yang baru"


tiba-tiba Felmina mengatakan itu, sepertinya itu bukan ide yang buruk untuk membuat sebuah organisasi di sekolah. bukankah di bumi dulu juga ada hal seperti ini.


untuk membuat divisi harus melalui banyak prosedur dan harus di setujui oleh sebagian besar guru pembimbing. namun, jika aku mau membuat sebuah kelompok belajar siswa, itu hanya memerlukan persetujuan oleh kepala sekolah. kelompok belajar siswa ini mirip dengan ekskul di bumi. sementara divisi, itu lebih cocok untuk di sebut sebagai pembagian jurusan di universitas.


sudah di putuskan. aku akan membuat sebuah organisasi di akademi dan menciptakan lingkungan akademi yang lebih nyaman untukku. meskipun terlihat baik, aku bisa melihat dari sikap anak-anak tadi, bahwa di akademi ini masih ada kesenjangan antara siswa biasa dan siswa yang berasal dari keluarga bangsawan.


aku tahu bahwa menghilangkan kesenjangan itu adalah hal yang mustahil, tapi aku bisa menciptakan sebuah kelompok belajar yang tidak membedakan asal mereka, sebuah kelompok yang di isi oleh siswa dari berbagai divisi dan latar belakang.


keputusan sudah di buat....


aku akan melakukannya....


(akhir dari chapter ini)


minta maaf ku. bulan ini mendekati akhir semester, jadi aku agak sibuk. aku benar-benar minta maaf karena terlambat update.


tapi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menyisihkan waktu.


ok. see you next time ;)