Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 161: Eksplorasi.



Reruntuhan menjadi lebih berantakan karena pertarungan tadi. Banyak bangunan dan sisa peninggalan yang hancur atau di kotori oleh darah monster yang mati.


Filia:"Beristirahatlah."


Aku meminta mereka untuk beristirahat saat ini setelah mereka bertarung dengan para monster. Meskipun kelelahan seperti itu tidak berarti, tapi melihat betapa besarnya ukuran kota dan hutan ini yang harus di eksplorasi, tidak mungkin tenaga kerja yang ada saat ini akan cukup, jadi aku juga membutuhkan waktu sebelum tenaga kerja tambahan tiba.


Hingga saat itu, aku lebih baik mengistirahatkan mereka supaya mereka tetap dalam keadaan yang paling sempurna saat melakukan penjelajahan. Lagi pula, reruntuhan kuno ini, aku tidak tahu apa yang akan tersimpan di dalamnya. Lebih baik berhati-hati daripada merugi.


Rubidea:"Emmm... Yang Mulia, apakah saya sedikit berlebihan?."


Rubidea melihat kondisi reruntuhan yang sebagian besar telah di acak-acak oleh pertarungannya dan bertanya kepadaku dengan suara yang sedikit canggung.


Filia:"Mengingat bahwa itu adalah dirimu, maka kerusakan ini sangat kecil."


Rubidea:"S, saya mengerti. Saya akan lebih menahan diri di lain waktu."


Filia:"Jangan pikirkan itu. Saat ini, aku ingin kamu tetap mengawasi sekitar selama yang lain beristirahat. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di reruntuhan ini."


Rubidea:"Dimengerti, Yang Mulia."


Melihat yang lain beristirahat dan membersihkan beberapa sisa monster yang masih mengotori situs ini, aku hanya bisa duduk di atap sebuah bangunan dan memperhatikan tindakan mereka. Aku menoleh dan melihat cincin kedua kota ini yang membatasi bagian kota luar dan kota dalam. Aku merasakan perasaan sedikit tertekan dari tempat itu, tapi aku tidak yakin tekanan macam apa ini.


Itulah sebabnya aku harus sangat berhati-hati. Aku masih menunggu pasukan yang akan di bawa Arkne sebentar lagi dari atas. Titik gate yang akan di lalui kapal udara berada di luar tambang, jadi perlu waktu beberapa saat sebelum mereka tiba.


Bukan berarti aku tidak ingin membuat titik gate di dalam ruangan bawah tanah ini, tapi di ruangan bawah tanah ini segala bentuk teleportasi dan gate dilarang. Jadi, aku tidak bisa membuat lubang cacing di dalam ruang bawah tanah ini.


Tidak lama kemudian, pasukan yang di pimpin oleh Arkne telah tiba. Pasukan itu merupakan pasukan dengan armor perak dengan ornamen emas. Jika di perhatikan dengan cermat, pasukan itu sangat berbeda dari pasukan perak yang biasanya menjaga kota. desain armor mereka memiliki ukiran yang lebih rumit dengan tambahan batu energi berwarna merah di bagian dadanya.


Mereka adalah Moon Profound Phoenix Legion, pasukan yang langsung berada di bawah perintah Arkne dan pasukan utama Moon Palace. Di antara mereka ada banyak komandan yang kuat dan berada di Tier empat.


Jumlah seluruh pasukan yang di bawa oleh Arkne hanya sekitar seribu orang, tapi kekuatan tempur mereka sudah cukup untuk meratakan seluruh pasukan Xuan Ming jika memang aku menginginkannya. Apalagi mereka semua di bekali oleh item Super Rare paling rendah, dan beberapa komandan di lengkapi dengan Item epic khusus NPC yang aku dan para saudari harus mengeluarkan banyak uang demi membelinya.


Itulah kenapa NPC akan lebih cepat berkembang daripada player. Selain tantangan promosi mereka ke tier selanjutnya lebih mudah, berbagai item dari sampah hingga Legendary diperjualbelikan secara bebas oleh pedagang NPC. Tentu saja untuk item kelas tinggi seperti rare dan di atasnya persediaannya terbatas dan harga yang termurah saja bisa senilai dengan baterai bahan bakar pesawat ruang angkasa Level 1 di dunia nyata.


(Sekitar 100 poin atau sama dengan 100.000 USD)


Berbeda dengan player yang harus membuat atau mencari item melalui quest dan Raid di dungeon. Itupun harus dengan drop rate yang sangat rendah. Singkatnya, selama kamu mengeluarkan uang, kamu dapat melengkapi NPC milikmu dengan peralatan tingkat atas.


Melihat para kesatria yang di pimpin oleh Arkne telah berbaris rapi, aku hanya mengeluarkan perintah supaya mereka membantu penjelajahan di sekitar reruntuhan dan menjelajahi hutan untuk melihat seberapa luas hutan itu sekaligus mencari tahu apa yang tersembunyi di balik lebatnya pepohonan.


Semua orang langsung pergi ke pekerjaan mereka masing-masing d gan membawa berbagai peralatan yang di perlukan. Beberapa orang di tugaskan untuk membersihkan sisa-sisa bangkai monster itu dan mencari item drop yang mereka tinggalkan.


Daripada bosan melihat para peneliti itu yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, aku melompat dari atap gedung dan datang ke kota bagian dalam yang di pisahkan oleh tembok besar yang tinggi.


Untuk beberapa saat, aku mengintari tembok itu untuk mencari pintu masuknya. Pintu masuk ke kota bagian dalam tertutup rapat dengan gerbang logam yang sangat berat. Setelah sekian lama di tinggalkan, pintu gerbang logam hitam ini masih terlihat sangat baru tanpa bekas karat sedikitpun. Ini membuktikan bahwa bahan yang di gunakan untuk membuat pintu ini bukanlah bahan yang asal-asalan.


Aku berjalan ke arah pintu itu dan mengalirkan kekuatanku ke dalam pedang.


Swoss... Dentang...!


Slash...


Aku menebas sekuat tenaga ke arah pintu gerbang itu dengan kekuatan yang besar, tapi yang tidak aku duga, kekuatan serangan ku justru terpantul kembali ke arahku. Aku merasakan sakit yang tajam dan hangat di lengan kanan ku. Setelah aku melihatnya, ternyata tangan kananku berdarah karena terkena tebasanku sendiri. Jika aku tidak memiliki refleks yang cepat, mungkin tebasan itu akan mengenai tepat di tubuhku.


Sungguh, kekuatan pertahanan yang kuat...


Ini merupakan bahan penelitian yang sangat bagus. Aku segera menginstruksikan beberapa orang untuk meneliti meterial ini yang mungkin bisa bermanfaat untuk Moon Palace di masa depan.


Aku kembali mengelilingi tembok kota cincin ke dua ini. Di tembok ini, terdapat empat pintu keluar yang masing-masing menghadap ke arah keempat mata angin. Yang aku periksa sebelumnya adalah pintu selatan, jadi sekarang aku menuju ke pintu barat yang terbuka.


Pintu logam tebal ini telah terkoyak dan di hancurkan hingga menjadi potongan-potongan besi tua. Aku tidak bisa membayangkan kekuatan macam apa yang menghancurkannya hingga seperti ini.


Saat aku mendekat dan melihatnya lebih teliti, aku menyadari bahwa kehancuran di pintu itu di sebabkan oleh cakaran dan hantaman dari kekuatan kasar. Aku tidak bisa memastikan kekuatan monster yang melakukan ini karena aku belum menentukan batas atas kekuatan yang dapat di tahan oleh pintu logam ini.


Biarkan saja yang lainnya menyelidiki hal ini sementara aku terus masuk ke kota bagian dalam untuk melihat kondisinya. Kota bagian dalam juga sangat berantakan dengan banyak bangunan yang telah hancur menjadi reruntuhan yang lengkap. Bahkan bangunan utama di tengah kota telah runtuh karena sebab yang belum di ketahui.


Banyak tulang-tulang monster dan manusia di tanah yang berserakan dengan kondisi yang sangat mengenaskan, termasuk tulang belulang yang masih memiliki armor logam yang sangat usang di tubuhnya dengan banyak bekas pertempuran yang masih terlihat sangat jelas.


Jumlah tulang-tulang Animanid di kota ini jauh lebih sedikit daripada penduduk yang seharusnya ada. Mungkin sisanya yang masih selamat pindah ke tempat lain atau mereka juga mati, hanya saja mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup kuat, sehingga tulang-belulang mereka telah menjadi abu karena usia.


Dari kondisi kota dan sisa-sisa makhluk hidup yang di temukan di tempat ini, sudah bisa menggambarkan seberapa ganas serangan dari Abyssal Demon yang pernah terjadi di tempat ini.


Aku terus berjalan menuju ke tengah kota. Di sebuah sisi kota terdapat lapangan kosong dengan banyak kawah dan puing-puing, menunjukkan bahwa ini merupakan Medan perang di dalam kota. Saat aku mendekat, ada aura yang sangat mengerikan dan kacau di tempat ini. Suasana mana yang ada di sekitar lapangan ini sangat kacau dan bercampur aduk bagaikan air lumpur.


Aura mengerikan seperti ini bahkan memberikan tekanan yang besar pada tubuhku, aku mengira bahwa karena aura inilah banyak Demonik Beast tidak berani mendekati kota bagian dalam.


Aku tidak melanjutkan penjelajahan ku lebih lanjut. Bukan karena aku tidak mau tahu, tapi merasakan tekanan ini, aku tahu bahwa ini adalah area pertarungan dari para penguasa puncak yang cukup kuat. Aku tidak tahu seberapa kuat penguasa kota ini pada masa lalu. Tapi aku yakin bahwa penguasa kota ini dulu bukanlah orang yang mudah terprovokasi. Jadi, jika aku melakukan penjelajahan dengan ceroboh di tempat ini, mungkin aku akan tanpa sengaja mengaktifkan mekanisme pertahanan di kota ini, jadi sebaiknya aku menunggu penyelidikan dari bawahanku terlebih dahulu sebelum melanjutkan penjelajahan ku di kota ini.


Sambil menunggu hasil penyelidikan yang pasti dari bawahanku, aku naik ke dinding kota dan melihat keadaannya. Seperti yang aku duga di awal. Banyak bekas tempat meriam yang telah di lepas. Hanya beberapa buah meriam rusak yang di tinggalkan.


Saat aku masih sangat penasaran dengan tembok kota ini dan menjelajahi, aku melihat sesuatu yang sangat tidak biasa. Aku melihat bangunan tiga lantai yang cukup besar dengan banyak kerusakan di dindingnya.


Yang membuatku sangat tertarik dengan rumah itu adalah dari desainnya. Desain rumah itu jauh berbeda dengan yang ada di sekitarnya.


Aku benar-benar sangat penasaran, jadi aku tanpa sadar melangkah ke arah bangunan itu dan melihat sekeliling. Bangunan itu memiliki halaman yang sangat luas dan di kelilingi oleh pagar yang telah rusak parah. Ada sebuah monumen batu besar di halaman rumah itu.


Aku terus mendekat dan melihat monumen batu yang tertutup lumut dan debu. Saat aku mengusap lumut yang menutupi, aku bisa melihat beberapa karakter huruf yang terukir dengan jelas di atasnya.


Ini benar-benar mengejutkanku. Aku sudah banyak menerima kejutan setelah datang ke dunia ini, tapi aku tidak menduga bahwa kejutan saat ini menjadi sangat besar. Kejutan yang aku maksud adalah tulisan yang tertera di atas monumen batu setinggi dua meter ini.


Di reruntuhan ini, semuanya di ukir menggunakan huruf kuno, tapi tulisan ini di tulis menggunakan huruf alphabet moderen, sangat jauh berbeda dengan bangunan asli kota ini.


Di atasnya tertulis sebuah kalimat «Perfection» yang di tulis secara vertikal.


Perfection...


Itu bukanlah hanya sebuah kata, tapi itu adalah sebuah nama. Tepatnya itu adalah nama sebuah guild super yang menempati peringkat ke delapan dari seratus super guild teratas.


Awalnya tidak ada yang mengenal guild itu, tapi suatu hari, tiba-tiba nama guild itu menjadi sangat terkenal karena bertarung dengan super guild «Aquila» peringkat ke sepuluh dan berhasil memenangkan. Semenjak saat itu, nama perfection menjadi terkenal.


Namun tidak berhenti di sana, perfection guild kembali bertarung dengan guild tingkat sembilan dan berhasil menang juga, meskipun hampir di hancurkan.


Mereka adalah guild yang tiba-tiba tidak terkenal muncul dan mengguncang seluruh Alterion karena mereka berhasil menggeser salah satu super guild dalam daftar peringkat yang selama ini tidak pernah berubah.


Karena memperebutkan hak kelola sebuah dungeon, mereka juga berperang dengan Guild peringkat ke delapan dan membuat guild tingkat ke delapan tidak bis mendapat keuntungan apapun dalam perang itu (seri).


Namun satu kesalahan yang mereka buat dan menghancurkan catatan ganas mereka, yakni mereka mendapatkan sebuah kota hitam misterius yang di dalamnya berisi sebuah kepingan jiwa yang sangat menakutkan dan jahat.


Tidak ada yang tahu apa kepingan jiwa itu, tapi yang jelas kepingan jiwa itu sangat kuat. Mungkin yang lain tidak tahu, tapi aku tahu dengan jelas apa kepingan jiwa itu.


Karena aku tidak mengatakan kegunaannya dan menawar dengan keras kepala, mungkin mereka menduga bahwa jiwa itu pasti memiliki kegunaan tertentu yang sangat penting, jadi mereka menolak semua tawaran yang aku usulkan.


Apa boleh buat, aku dan ke empat saudari harus terpaksa bergerak dan mengotori tangan kami untuk mendapatkan item itu.


Alhasil, Moon Palace yang beranggotakan lima orang dan Perfection yang memiliki member guild lebih dari seratus ribu harus berperang.


Dari segi jumlah member, kami memang kalah, tapi untuk kekuatan tempur tingkat atas, kami jauh melampaui mereka. Dan jangan lupa, bahwa Moon Palace memiliki jutaan NPC dan ratusan NPC tingkat tinggi. Jadi dengan NPC yang di miliki Moon Palace, kami langsung unggul dalam jumlah dan sangat unggul untuk petarung tingkat atas.


Meskipun mereka memiliki banyak member, mereka hanya memiliki dua Tier Anam, sementara aku dan para saudari merupakan Tier enam yang bonafid, belum lagi dengan di tambah lima NPC Tier enam Moon Palace. Jadi, setidaknya kami punya sepuluh orang God Tier.


Dengan begitu dapat di bayangkan seberapa tragis pertarungan itu bagi mereka yang baru naik daun. Bagaimanapun mereka hanyalah guild yang berada di urutan ke delapan, sementara Moon Palace adalah guild yang berada di peringkat ke tiga.


Tentu saja perang berhasil kami menangkan dan Pecahan jiwa itu juga berhasil aku rebut. Tapi kami tidak akan pernah berhenti sampai di situ...


Sejak hari itu, kami terus memburu seluruh member guild mereka baik di ladang ataupun di kota aman dengan menyewa Dark Player. Tentu saja pembunuhan untuk ratusan ribu member semacam itu hampir mustahil bagi kami berlima, jadi kami memasang harga buronan untuk seluruh anggota guild mereka. Semenjak saat itu, banyak pemain mereka yang putus asa dan keluar dari guild itu atau memulai akun yang baru untuk menghindari perburuan dari pemain lain.


Meskipun perburuan anggota Perfection sangat ganas, tapi kami sama sekali tidak bisa menyingkirkan semuanya. Dan aku sangat kagum pada mereka saat itu karena meskipun kami berusaha memotong rumput, mereka masih bisa mempertahankan posisi mereka di daftar peringkat ke delapan.


Sekarang aku tahu kenapa mereka bisa naik dengan sangat cepat dan sangat sulit untuk di tumbangkan. Itu mungkin karena mereka menemukan tempat ini yang bisa di gunakan untuk memupuk kekuatan tingkat lalu mereka merahasiakannya supaya mereka bisa memonopoli tempat ini...


Sungguh licik... Heh... tapi kalian tetap berakhir.


Sambil bernostalgia dengan masa lalu, aku terus maju berjalan dan masuk ke dalam bangunan besar tiga lantai itu. Sama seperti eksteriornya, bagian interior bangunan ini juga sudah hancur berantakan, hanya menyisakan bangunan yang berantakan. Tapi tentu saja bukan hanya rumah kosong, bagaimanapun, bangunan ini dulunya adalah markas utama dari sebuah super guild.


Aku menduga bahwa ada gudang guild di salah satu tempat di bangunan ini, lagi pula, dulu ini adalah salah satu markas dari super guild. Jadi, tidak mungkin markas seperti itu hanya berupa bangunan kosong. Apalagi, markas ini merupakan tempat yang sangat penting bagi mereka. Tanpa pikir panjang, aku langsung memanggil lebih banyak orang untuk menggeledah seluruh bangunan di setiap incinya.


Seperti yang di harapkan, salah satu orangku berhasil menemukan sesuatu di sebuah ruang bawah tanah. Di ruang bawah tanah itu terdapat sebuah pintu logam besar yang di tutupi oleh rune dan formasi penyegelan.


Sebagai ahli rune, aku bisa melihat bahwa formasi rune ini mulai melemah karena banyak sirkuit sihirnya yang telah rusak.


Arkne:"Yang Mulia, dengan kekuatan formasi seperti ini, orang-orang kami setidaknya membutuhkan waktu dua atau tiga hari untuk membukanya."


Filia:"Aku tahu. Aku akan tinggal di tempat ini dan ikut memecahkan formasi perlindungan ini."


Arkne:"Iya, Yang Mulia."


Untuk mengidentifikasi dan memecahkan formasi formasi segel seperti ini aku harus mencari celah yang ada di setiap sirkuit sihirnya. Ini sama dengan mencari bug atau kekurangan dalam sebuah program firewall dan memanfaatkan hal tersebut untuk menyusupkan virus ke dalamnya sehingga akan merusak firewall tersebut dan memberikan kita akses ke perangkat yang di lindungi oleh firewall.


Meskipun terdengar mudah, ini mungkin akan memerlukan waktu lama. Bayangkan, mencari sebuah celah dalam program di antara ribuan data program yang saling terkait.


Namun dengan bantuan dari Runer Master Moon Palace, aku yakin bahwa aku bisa memecahkan susunan formasi ini dalam waktu singkat.


.....


Dua hari telah berlalu. Dengan bantuan dari Runer Master untuk memecahkan formasi segel ini, aku berhasil mengidentifikasinya sekaligus memecahkan segel ini.


Sungguh, aku tidak menduga bahwa guild itu memiliki Runer Master yang cukup mampu untuk membuat formasi serumit ini.


Arkne:"Yang Mulia, saya akan membukanya. Tolong anda untuk menjaga jarak."


Filia:"Aku mengerti. Hati-hati."


Aku melihat Arkne mengangguk dengan pelindung lengkap seluruh tubuh. Membuka sebuah ruang penyimpanan sebuah guild bukanlah hal yang sederhana. Formasi penyegel seperti itu hanyalah rintangan awal, rintangan yang sesungguhnya baru akan di mulai setelah pintu terbuka. Itu bisa dalam bentuk jebakan atau memicu formasi tertentu.


Arkne menuliskan sebuah rune panjang dan membentuknya menjadi sebuah sirkuit lalu menghubungkannya dengan rangkaian formasi sihir penyegelan. Sesaat setelah itu, seluruh formasi mulai bersinar dengan warna merah api.


Filia:"Pasang perisai sihir!."


Aku berteriak dan memperingatkan semua orang. Hanya dalam sekejap mata setelah peringatan ku, semua rune dalam formasi itu menyala dengan sangat cerah, lalu...


Boom...!!


Sebuah ledakan besar mengguncang tanah dan membuat reruntuhan guild ini hancur tertiup oleh gelombang kejut dan panas dari ledakan.


Setelah asap dan debu mengendap, aku membuka mata dan melihat empat orang kesatria yang membuka perisai sihir dan menghalangi tepat di depanku. Perisai mereka retak dan bahkan ada yang hancur karena dampak dari ledakan itu.


Jika bukan karena formasi ini telah melemah setelah miliaran tahun berlalu, maka dampak dari ledakan ini akan cukup untuk meniup hampir setengah kota menjadi debu terbang.


Setelah ledakan itu, pintu telah terbuka dan memperlihatkan sebuah lorong panjang yang cerah di baliknya. Di sepanjang dinding lorong itu di hiasi dengan relief binatang dan berbagai makhluk lain yang rumit dan terlihat seperti menceritakan sebuah peristiwa tertentu.


Arkne melangkah pertama dan masuk ke dalam lorong itu. Tidak ada yang terjadi setelah Arkne memasuki lorong.


Namun, setelah semua orang memasuki lorong, seluruh lantai lorong menyala dengan garis-garis rune berwarna biru yang sangat cerah hingga hampir membutakan mata.


Tanpa sadar, aku menutup mata untuk menghalau cahaya yang menyilaukan itu. Begitu aku membuka mata, aku dan yang lainnya sudah berada di sebuah ruang melingkar yang sangat luas dengan pencahayaan yang cerah. Seluruh ruangan ini berwarna abu-abu perak seakan terbuat dari logam. Di seluruh dinding ruangan melingkar ini di hiasi oleh relief yang sama seperti yang ada pada lorong di awal.


Formasi teleportasi?. Tidak, bukan. Ini bukan teleportasi, tapi sebuah transformasi ruang. Kami masih berada di lorong yang sama, hanya saja bentuk lorong ini telah berubah menjadi ruangan melingkar yang sangat luas.


Arkne:"Yang Mulia, berlindung di belakang saya."


Arkne dan empat kesatria membuat sebuah formasi dan melingkariku di bagian tengah. Setiap kesatria berjarak dua meter dalam kondisi yang sangat waspada terhadap segala serangan yang mungkin muncul kapan saja.


Aku melihat dinding logam yang penuh dengan relief itu mulai bergolak mengeluarkan gelembung-gelembung kecil seakan itu adalah air yang mendidih. Sesaat kemudian, dinding itu meleleh dan jatuh ke tanah dengan cairan kental abu-abu perak.


Cairan abu-abu itu seperti slime logam yang terus bergerak-gerak. Ratusan gumpalan cairan itu mulai memadat dan membentuk berbagai sosok kesatria abu-abu perak setinggi tiga meter dengan berbagai senjata.


Filia:"Ini Nanite Fighter, hati-hati!."


"Ya!."


Nanite Fighter adalah robot petarung yang tersusun dari sejumlah besar robot nano. Mereka sangat sulit untuk di kalahkan karena meskipun mereka di potong atau di ledakkan, robot nano akan terus menyusun ulang petarung nano sesuai program yang telah di cetak dalam memori mereka.


Untuk menghancurkan mereka sangat sulit. Kita harus menghancurkan inti yang ada di dalam tubuhnya. Inti itu mengandung program dan juga sebagai penyedia energi bagi petarung nano. Jadi, selama inti itu dihancurkan, maka robot nano itu juga akan hancur dengan sendirinya.


Ini sangat merepotkan...


(Akhir dari chapter ini)


Lanjut besok.


Runer Master: Adalah orang yang ahli dalam rune dan penerapannya.


Rune: Huruf-huruf yang terpisah dan dapat di susun membentuk kalimat.


Sirkuit: Garis mana yang di bentuk menggunakan rune yang telah di susun membentuk sebuah kalimat.


Formasi: Gabungan dari beberapa atau banyak sirkuit yang di susun dan di gambar dalam bentuk dan tata letak tertentu dalam sebuah bidang untuk memberikan fungsi tertentu.