
Felmina:"kakak bau...!!"
ugh... Felmina, sadarkah dirimu bahwa kata-kata itu menyakitiku!?. aku melihat Felmina yang menutup hidungnya dan sedikit menjauh dariku. kemudian aku memperhatikan bahwa ada cairan seperti keringat, tapi berwarna abu-abu dengan bau yang tidak sedap di seluruh tubuh dan membasahi pakaianku. ini benar-benar bau...
ini sangat memalukan... tanpa melihat dan berfikir, aku langsung melompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. kamar mandi ini masih berupa kolam yang cukup luas dengan air hangat yang terus bersirkulasi, jadi kebersihan dan suhunya tetap terjaga. aku segera melepas pakaianku dan membersihkan diriku dari cairan berbau menyengat tadi. karena aku merasa sudah bersih, aku pergi ke kolam untuk berendam sebentar dan menikmati kehangatan yang menyapa kulitku.
meskipun aku bisa membersihkan diriku dengan sihir, aku selalu merasa kurang nyaman tanpa mandi. terlebih lagi aku sudah berada di Helheim cukup lama tanpa mandi. jiwaku benar-benar tidak mau menerimanya...
aku berendam cukup lama, dan baru keluar dari kolam saat aku merasa sudah agak kepanasan. aku seperti tidak punya wajah untuk bertemu mereka setelah kejadian itu... kejadian seperti itu benar-benar melukai harga diri gadis ku, ok!. bayangkan saja, seorang penguasa Moon Palace yang di sebut sebagai Silver Phoenix menunjukkan hal yang memalukan seperti itu.
aku berpindah dan mengenakan handuk dari storage dan berjalan menuju tempat ganti. aku mengeringkan tubuhku dengan sihir dan segera berganti menjadi gaun biru langit dengan renda yang menawan. aku mengikat rambutku menjadi bentuk ekor kuda menggunakan pita yang warnanya senada dengan gaun yang aku kenakan. meskipun agak canggung, aku berjalan dan keluar dari kamar.
Filia:"maafkan kekasaran saya karena telah menunjukan hal yang memalukan"
aku membungkuk sedikit dan mengangkat kedua ujung rokku dengan ringan.
Trainee:"tidak apa-apa sayang. jangan terlalu kaku seperti itu, disini semuanya kelurga, jadi tidak perlu etiket berlebihan"
Filia:"iya, saya tahu"
nenek menghampiriku lalu memelukku. yah, meskipun itu nenek, tapi dengan penampilannya, aku seperti di peluk oleh kakak perempuan. baunya juga tidak seperti nenek-nenek, tapi lebih seperti wanita muda yang harum seperti menggunakan parfum yang mahal. aromanya bahkan lebih halus dan manis, tidak seperti parfum yang agak keras.
aku menikmati aroma dan kelembutan tangan nenek yang mengusap kepalaku. baru setelah beberapa saat nenek melepaskan pelukannya. aku melihat Felmina dengan senyum manisnya berjalan perlahan ke arahku, dan memelukku dengan erat, di belakangnya, ada maid yang mengangkat selimut dan membawanya keluar untuk di bersihkan.
Felmina:"aku sangat senang karena kakak sudah sembuh"
Filia:"iya".
aku mengusap rambut Felmina yang halus. yah, perasaan ini sangat menyenangkan. aku merasa seperti sedang mengelus seekor kucing kecil yang manja.
Filia:"oh ya, nenek. sepertinya sejak tadi saya tidak melihat Ilma"
Trainee:"dia sedang menangis di kamarnya"
ini mengejutkanku. apa yang terjadi dengan Ilma, apakah dia sakit?.
Filia:"apa yang terjadi?"
Trainee:"yah, dia menangis karena tidak di izinkan masuk ke dalam. sebenarnya saat kamu sedang tidak sadarkan diri, ada kekuatan aneh yang dapat membuat orang menjadi aneh. terutama Ilma, jika dia berada di dekatmu terlalu lama, dia akan merasakan sakit kepala, jadi demi keamanan kami sangat membatasi kunjungan ke kamar ini"
Filia:"saya mengerti"
aku menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi, dan penyebab dari fenomena itu. orang-orang biasa dengan mental yang tidak kuat, mereka akan menggila saat terkena korosi mental dari energi negatif dari jiwa pendendam. dan untuk Ilma, rasa sakit itu merupakan bentuk penolakan dari kekuatan mentalnya dan mencoba untuk menetralisir energi negatif yang mengkorosi kesadarannya. meskipun saat terkena serangan mental juga terasa sakit, tapi rasa sakit yang di timbulkan dari penolakan itu tidak memiliki efek negatif pada jiwa seseorang dalam kisaran tertentu. paling-paling orang itu akan pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit. cara kerjanya mirip dengan antibodi pada tubuh manusia. manusia akan sakit atau bahkan demam karena timbulnya reaksi tubuh untuk mengusir virus asing.
ini juga memiliki efek negatif mirip dengan demam. jika demam tidak segera di obati, itu dapat membahayakan. begitupun dengan ini, jika penolakan terlalu kuat, maka orang itu juga akan jatuh ke dalam koma yang berkepanjangan. bahkan mungkin tidak akan bisa bangun lagi. hal itu di sebabkan karena kerusakan saraf saat menerima rangsangan sakit yang berlebihan.
Trainee:"sekarang aku mengerti".
Rogis:"seperti yang di harapkan dari putri. dia benar-benar memiliki banyak pengetahuan"
Filia:"ugh.... itu, itu tidak seperti itu. hanya, hanya saja saya membacanya di beberapa buku"
nenek tersenyum dan menepuk kepalaku. kemudian dia menoleh dan melihat kepala sekolah Arsh yang sedang menunduk dan sedikit malu-malu. oke, aku tidak menyangka kepala sekolah yang terlihat seperti bos mafia bisa terlihat seperti seorang gadis kecil.
Filia:"Kepala sekolah?"
Arsh:"huh.... iya"
kepala sekolah menarik nafas panjang dan tersenyum. dia berjalan ke arahku, dan dengan ragu-ragu mengulurkan tangan untuk menyentuh pipiku. nenek telah mundur dan mengambil jarak dariku dan kepala sekolah.
kepala sekolah menunduk dan menyamakan ketinggiannya denganku. aku bisa melihat senyumnya yang lembut seperti seorang ibu.
Arsh:"syukurlah kamu baik-baik saja. jika Nana tahu keadaanmu, kurasa dia akan langsung meninggalkan pasukannya dan berlari pulang"
Nana adalah panggilan dari kepala sekolah untuk ibu. aku tidak tahu darimana asal panggilan itu, tapi dari tindakan saat aku melihat mereka berdua di akademi, sepertinya ibu dan kepala sekolah sudah sangat akrab. mereka seperti teman lama, atau bahkan saudara.
Trainee:"bukankah kamu sama saja. kamu langsung terburu-buru datang saat mendengar Filia terluka. kamu juga sudah beberapa hari tidak pergi ke akademi dan hanya menemani Filia dengan cemas"
Arsh:"ah... i, itu..."
kepala sekolah agak bingung setelah mendengar kata-kata itu dari nenek. kepala sekolah menemaniku?. ini sangat aneh, seingatku aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kepala sekolah.
aku benar-benar bingung. apa mungkin seorang guru akan sangat perhatian kepada siswanya?. dan lagi, bahkan kepala sekolah tidak pergi ke akademi?.
Trainee:"apanya yang aneh. Arsh juga adalah bagian dari keluarga kita"
tunggu-tunggu. apakah kepala sekolah masih memiliki darah yang sama. lalu siapa, saudari ayah, sepupu, atau kerabat jauh dari ayah dan ibu?. seperti menjawab kebingunganku, nenek memberikan jawaban.
Trainee:"mungkin daripada menyebutnya kepala sekolah, kamu lebih baik menyebutnya 'ibu'".
Arsh:"t, tidak... i, itu belum..."
ini, ibu!?... apa, apa yang sedang terjadi!?. seseorang, tolong beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi disini. aku melihat kepala sekolah Arsh yang tersipu dengan semburat merah di pipinya. kemudian, kepala sekolah menatapku dengan gugup seperti menantikan sesuatu. karena aku masih agak bingung untuk mencerna semua informasi, aku kembali melihat nenek untuk mencari konfirmasi.
Trainee:"yah, saat ini memang belum, tapi setelah musim dingin, Rovell akan mengadakan acara pernikahan dengan Arsh"
Filia:"bisakah nenek menjelaskannya lebih lanjut"
aku masih perlu tahu apa yang sesungguhnya terjadi, oke.
Trainee:"kamu tahu bukan, bahwa Harnas hanya bisa memiliki satu keturunan"
Filia:"saya tahu"
Trainee:"karena hanya bisa satu keturunan yaitu kamu. dan kamu akan mewarisi takhta Holy Kingdom, jadi jika kamu mewarisi takhta Holy Kingdom, maka keluarlah Duke Rosefield tidak akan memiliki penerus. itulah kenapa ayahmu harus menikah lagi".
aku kembali melihat kepala sekolah yang tatapannya tiba-tiba menjadi tegas.
Arsh:"apakah kamu mau menerimanya. jika kamu tidak, maka aku akan membatalkan semuanya"
ahhh.... aku malah merasa seperti orang yang sedang di lamar. sebenarnya aku tidak menolak, tapi aku hanya agak bingung dengan kejadian ini.
Filia:"s, saya... saya tidak masalah, tapi bagaimana dengan ibu?"
inilah yang paling aku khawatirkan. aku ingat saat ayah membawa Felmina. waktu itu ibu marah besar dan bahkan langsung mengirim serangan kepada ayah.
Arsh:"sebenarnya kami sudah membicarakan ini cukup lama, tapi penetapan acara pernikahannya baru di putuskan beberapa hari lalu. tepatnya saat Nana ke akademi. saat itu kami sedang membicarakan hari pernikahan, kemudian tiba-tiba ada kekacauan di akademi"
oh aku ingat. jadi itu alasan kenapa ibu berada di akademi saat sedang dalam tes pendaftaran. ternyata ibu sedang membicarakan masalah ini dengan kepala sekolah.
Filia:"kenapa saya baru tahu?"
Arsh:"itu, itu karena aku baru berani mengatakannya. sejujurnya aku takut jika kamu tidak mau menerimaku, jadi..."
tentu saja aku tidak ada masalah. selama tidak ada persimpangan antara ayah dan ibu, aku tidak keberatan. lagi pula aku memiliki kesan yang baik tentang kepala sekolah. selain itu, aku bisa merasakan kebaikan yang tulus dari kepala sekolah. aku yakin dia adalah orang yang baik.
Filia:"tentu saja saya tidak ada masalah.tapi.."
Arsh:"tapi?"
Filia:"tapi bagaimana dengan perasaan kepala sekolah sendiri, apakah kepala sekolah benar-benar tidak keberatan?. saya selalu merasa bahwa pernikahan ini hanya demi kepentingan sepihak, jadi apakah kepala sekolah benar-benar baik-baik saja dengan ini?"
Trainee:"kamu salah sayang. sebenarnya ayahmu dan Arsh adalah kekasih masa kecil. mereka juga adalah teman sepetualangan bersama dengan orang tua Felmina".
Arsh:"itu benar. sebenarnya aku menyukainya, tapi karena dulu aku tidak berani mengatakannya, Duke tidak menyadarinya. Kemudian Duke menikah dengan Nana, jadi aku hanya bisa menyerah saat itu. Siapa yang sangka bahwa Nana tiba-tiba menanyakan perasaanku kepada Duke dan menawarkan pernikahan. Aku tidak bisa bohong dengan perasaanku sendiri, jadi aku mengakui semuanya."
Trainee:"sebenarnya ayahmu juga masih menyukainya. jika bukan karena tradisi, dia akan menikahi keduanya"
kurasa ini adalah kebahagiaan ayah. aku tidak tahu keberuntungan langit macam apa yang di miliki nya hingga mendapatkan dua wanita kelas SSS. tradisi yang di maksud adalah, jika seseorang bangsawan menikahi putri keluarga kerajaan dari negara lain, maka dia tidak di izinkan menikahi istri lain tanpa sebuah alasan. jika itu di langgar tanpa persetujuan kedua belah pihak, hal itu dapat menyebabkan perang. itu karena di anggap menghina latar belakang dari sang putri. dan untuk ayah, selain memiliki alsan, itu juga di setujui oleh kedua belah pihak.
Filia:"tidak ada alasan untuk menolak. lalu, bisakah saya sekarang memanggil dengan sebutan 'ibu'?"
aku melihat kepala seko... ah, ibu yang tersenyum setelah melepaskan semua ketegangannya dan perlahan mulai mengalirkan air mata. dia memelukku erat sambil berkata di dekat telingaku.
Arsh:"iya, iya sayang"
suaranya sedikit bergetar karena sambil menangis bahagia. yah, asalkan semuanya bahagia....
(akhir dari chapter ini)
jika ada kesalahan tolong segera di laporkan. see you next time:)