Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 194: Aroma Konspirasi.



Saat aku kembali membuka mata, aku sudah kembali ke kamarku. Aku tidak menduga bahwa hanya dalam waktu satu bulan, Moon Palace bisa menemukan kehidupan cerdas di dunia itu. Yah menyebutnya sebagai dunia memang kurang tepat karena itu hanya sebuah ruang yang menempel pada Erasion, dan hanya di batasi oleh selaput ruang yang sangat tipis.


Syarat sebuah dunia adalah dia memiliki pelindung ruang yang mandiri, jadi tempat itu benar-benar tidak memenuhi syarat untuk di sebut sebagai sebuah dunia.


Aku menoleh dan melihat langit di luar yang masih kelabu. Salju putih yang lembut perlahan melayang dan menari bersama angin dingin di luar jendela. Tidak ada daun hijau yang melambai karena angin. Hanya ada suara gemerisik dari dahan-dahan pohon gundul yang saling bergesekan secara perlahan.


Suara burung yang biasanya bersemangat pun menghilang seperti sebuah ilusi, menyisakan sebuah dunia putih dan kelabu yang sepi seperti lukisan monokrom di sudut ruang.


Musim dingin di dunia ini terjadi hampir satu setengah kali lipat lebih lama daripada di bumi. Jika rotasi dan revolusi daratan utama tidak lebih cepat daripada dunia yang lain, waktu musim dingin akan menjadi sangat lama karena ukurannya yang sangat besar. Dengan ukuran seperti itu, Erasion memiliki waktu dua puluh empat jam sehari yang sama seperti bumi, jadi bisa di bayangkan seberapa cepat rotasinya.


Aku turun ke lantai pertama dan duduk di ruang tamu. Hari ini Ilma sedang menjalankan sebuah misi dari embrio. Aku tidak tahu misi apa yang harus dia jalani karena dia sudah pergi dari tadi malam.


Filia:"Bisakah kamu membuatkanku secangkir teh?."


Aku berkata kepada seorang pelayan. Jika sang majikan tidak sedang di temani oleh pelayan pribadinya, maka pelayan yang melihat harus mengikuti tuan untuk memenuhi kebutuhannya kecuali tuan tidak menginginkan adanya pelayan di sekitarnya karena alasan tertentu.


"Saya akan segera menyiapkannya. Tolong tunggu Putri."


Aku mengangguk dan membiarkan pelayan itu pergi membuat teh. Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan di rumah. Aku ingin kembali ke akademi dan melakukan sesuatu.


Harnas:"Sayang."


Tiba-tiba ibu memanggilku. Aku melihat ibu baru saja masuk dari luar ruangan sambil membawa pedangnya seperti biasa. Ibu pergi ke istana sejak kemarin untuk melakukan beberapa pekerjaan dan menyelidiki keanehan kekaisaran. Kekaisaran menyerang lebih intens daripada biasanya. Seakan kekaisaran sedang sangat terburu-buru untuk menyerang kerajaan.


Filia:"Ibu, selamat datang."


Ibu mengangguk dan duduk di sebelahku sambil mengusap kepalaku. Ini sebenarnya sangat nyaman saat tangan ibu mengusap kepalaku.


Filia:"Ibu, bagiamana dengan penyelidikannya?."


Tidak ada yang ibu rahasiakan dariku. Bahkan jika itu adalah rahasia kerajaan, selama ibu tahu dan aku bertanya, ibu tidak akan pernah menyembunyikannya dariku. Bahkan kadang aku heran, bagaimana orang yang tidak kompeten dalam menjaga rahasia seperti ibu bisa di percaya untuk membicarakan hal-hal rahasia oleh raja.


Harnas:"Huh... Mata-mata mengatakan bahwa prajurit kekaisaran telah di siapkan di perbatasan."


Filia:"Apakah ibu akan pergi ke Medan perang lagi?."


Harnas:"Tidak. Itu tidak perlu. Tapi jika kondisi memburuk, ibu harus siap untuk pergi kapan saja. Selain itu, ibu juga harus mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi perang yang bisa terjadi kapan saja."


Filia:"Yah, itu pasti melelahkan."


Harnas:"Itu memang melelahkan. Tapi, ibu ingin melakukan yang terbaik sebelum ibu mengundurkan diri sebagai Marshal."


Filia:"Masih ada enam tahun, ibu bisa melakukan sangat banyak hal. Terutama dengan kekuatan ibu saat ini."


Harnas:"Ini semua berkat kamu, sayang."


Ibu memelukku dan menaruh kepalaku di pangkuannya yang lembut sambil mengelus rambutku. Aku bisa mencium aroma ibu yang wangi seperti bunga dari dekat yang membuatku nyaman. Ini bukan aroma bunga yang tajam, tapi ini adalah aroma bunga yang samar dan sangat lembut.


Ibu terlihat seperti wanita yang lembut, tapi sebenarnya ibu adalah orang yang sangat keras kepala dan pekerja keras. Bisa di lihat bahwa selama setengah bulan ini, ibu sangat jarang berada di rumah karena harus mengerjakan banyak pekerjaan.


Ibu akan di copot dari kemiliteran enam tahun lagi, tepat saat aku berusia lima belas tahun. Bukan karena kinerjanya yang buruk, tapi karena aku akan di angkat sebagai Putri mahkota dari Holy Kingdom yang akan mewarisi takhta di masa depan.


Dengan hubunganku dan ibu, maka ibu tidak dapat di izinkan untuk memegang kekuasaan atas militer negara. Karena itu, ibu harus meninggalkan posisinya sebagai Marshal. Di masa lalu, ibu bisa menjadi Marshal karena sudah menikah dengan ayah dan sudah memisahkan diri dari Holy Kingdom. Namun karena aku akan mewarisi takhta Holy Kingdom, ibu harus kembali mengambil posisinya sebagai Putri Kerajaan Holy Kingdom yang melahirkan seorang pewaris.


Filia:"Kerja keras untukmu, Ibu."


Harnas:"Tidak juga. Hanya urusan militer, aku bisa menyelesaikannya dengan mudah. Justru yang membuatku bekerja keras adalah kamu."


Ibu mengatakan itu secara perlahan dengan senyum lembut di wajahnya. Jika orang luar melihat ini, mungkin mereka akan mengira bahwa ibu adalah kakak Perempuanku dan akan segera memberikan surat lamaran untuknya.


Tapi aku bingung dengan apa yang di katakan ibu. Aku yang membuatnya bekerja keras?. Apakah aku melakukan sesuatu?. Seingatku, akhir-akhir ini aku hanya bermain-main di Mansion atau berburu monster di malam hari tanpa ada yang tahu, bagaimana aku bisa membuat ibu kesulitan?.


Aku menatap ibu dengan bingung. Ibu juga menyadari tatapanku, lalu dia mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Aku melihat sekitar sepuluh surat yang memiliki lilin perekat dengan lambang keluarga yang berbeda di atasnya.


Melihat surat-surat itu, aku bangun dan melihatnya.


Filia:"Ibu, apa ini?."


Harnas:"Ini surat lamaran untukmu hari ini."


Filia:"Hari ini?."


Harnas:"Kamu akan mendapatkan surat seperti ini hampir setiap hari. Ini membuatku dan Rovell bekerja keras untuk menolaknya. Tapi para bangsawan itu benar-benar keras kepala. Mereka mengirimkan surat secara berulang-ulang bahkan sudah banyak yang di bakar oleh ayahmu."


Aku mengenali setiap lambang keluarga yang tertera pada stempel lilin di setiap suratnya. Dari sepuluh surat ini yang terendah setidaknya berasal dari bangsawan setingkat Count.


Filia:"Ayah tidak membakar surat-surat ini. Apakah ada yang istimewa dari mereka?."


Mendengar pertanyaan ku, ibu bersandar dengan malas di kursi sambil memeluk pedangnya. Dia menatapku dengan tersenyum.


Harnas:"Tidak juga. Tidak ada yang istimewa dari mereka selain pangkat yang lebih tinggi."


Filia:"Tapi ayah mempertahankan surat ini, apakah karena ayah menyukai mereka?."


Harnas:"Hahahaha...."


Ibu hanya tertawa dengan tidak dapat di andalkan. Sebelum ibu selesai tertawa, pelayan itu kembali lagi dengan membawa set perlengkapan minum teh lengkap dengan camilan.


Sambil melihat ibu yang masih tertawa, aku meminum teh yang telah di tuangkan oleh pelayan itu. Pelayan itu juga menatapku sambil tersenyum. Sebenarnya apa yang terjadi?. Apakah aku mengatakan sesuatu yang lucu?.


Harnas:"Kamu tidak tahu betapa inginnya Rovell membawa pasukan ke rumah para bangsawan itu karena mengirim surat untuk mengambil harta kecilnya. Bagaimana mungkin dia menyukainya?!."


Filia:"Lalu?."


Harnas:"Ibu sengaja menyembunyikan surat ini dari ayahmu. Ibu hanya ingin melihat kamu membuat keputusan sendiri."


Filia:"Ternyata seperti itu. Sepertinya ibu sangat senang menjadikanku mainan."


Harnas:"Bagaimana mungkin. Kamu adalah bayi kecil ibu yang manis."


Aku mengabaikan ibu yang memelukku dan mengusapku seperti boneka dan fokus membuka salah satu surat. Yah isinya hanya permintaan pernikahan seperti biasa. Tidak ada yang spesial dari hal-hal itu selain beberapa keuntungan yang mereka siapkan. Daripada pernikahan, sebenarnya ini mirip seperti pertukaran keuntungan politik. Hal-hal ini benar-benar membuatku jijik. Pantas saja ayah ingin segera membawa pasukan ke rumah para bangsawan itu.


Aku tidak perlu membaca semua surat karena aku yakin bahwa isinya sembilan puluh persen sama kecuali keuntungan yang di janjikan.


Filia:"Keluarga Marquis Margreve, tidak layak di perhitungkan.


Harnas:"Oh, kenapa?. Mereka keluarga yang cukup kuat dan anak pertama Mereka agak tampan."


Filia:"Anak pertama Marquis Margreve sepuluh tahun lebih tua dariku. Selain itu, Mereka memiliki hubungan politik dengan kekaisaran dan di duga menyeludupkan banyak hal termasuk beberapa benda terlarang ke dan dari kekaisaran. Meskipun dari luar terlihat bersih dan menyangkal semua tuduhan itu, tapi mereka masih mencurigakan. Marquis Margreve di katakan sebagai anak kedua dari House of Margreve dan itu benar. Dia mewarisi posisi ayahnya setelah putra pertama Marquis Margreve sebelumnya meninggal dengan tidak dapat di jelaskan. Tapi yang tidak di ketahui oleh orang luar adalah bahwa Marquis Margreve merupakan anak tidak sah dari Marquis Margreve sebelumnya dan putri angkat dari kekaisaran."


Harnas:"Oh, ya ampun. Ini sangat menarik. Aku tidak menduga bahwa kamu mengetahui hal itu. Sebenarnya berita itu hanya simpang siur, tapi jika itu benar maka sepertinya House of Margreve patut untuk di waspadai."


Aku hanya mengatakan hal yang aku ketahui dari hasil penyelidikan Shadow. Aku tidak menduga bahwa hal itu ternyata belum di ketahui secara pasti oleh ibu. Saat ini ibu melihatku dengan mata yang sangat tertarik.


Felmina datang dari lantai dua bersama dengan Rurui dan seorang wanita bangsawan dengan gaun sederhana berwarna coklat.


Harnas:"Terima kasih untuk hari ini Baroness Suisen."


Suisen:"Suatu kehormatan bagi saya untuk membagi ilmu dengan anggota keluarga Rosefield."


Wanita itu membungkuk dan menerima rasa terima kasih ibu dengan rendah hati. Dia adalah guru les dari Felmina untuk mengajari Felmina tentang banyak hal mengenai bangsawan. Bukan karena ibu tidak mampu mencarikan guru yang lebih baik untuk mengajari Felmina, tapi ibu dan baroness Suisen sudah kenal lama dan dapat di percaya. Selain itu, baroness Suisen juga terkenal dengan tata krama dan pengetahuan yang baik. Setidaknya, kemampuannya tidak akan di pandang rendah oleh keluarga bangsawan kelas atas.


Suisen:"Jika demikian, saya mohon untuk undur diri."


Harnas:"Jangan buru-buru. Istirahatlah sebentar."


Suisen:"Mungkin tidak layak bagi saya un_"


Harnas:"Omong kosong apa. Duduk saja."


Suisen:"Jika anda memaksa, saya permisi."


Akhirnya baroness duduk di kursi seberang kami dengan wajah yang penuh senyum. Dia bisa menyembunyikan kegugupannya dengan sangat baik dan mampu tetap tenang di hadapan bangsawan lain. Pantas saja dia termasuk populer di kalangan sosial.


Melihat bahwa orang yang duduk bertambah, pelayan itu dengan sigap menuangkan teh yang ada di teko untuk orang lain.


Karena aku dan ibu duduk di sebuah sofa panjang yang muat untuk tiga sampai empat orang, jadi Felmina juga duduk di sebelahku sambil menyesap teh yang ada di atas meja.


Felmina:"Ibu terlihat sangat senang, apa yang begitu membahagiakan?."


Ibu yang menyesap teh mendengar pertanyaan Felmina. Dia mengusap kepala Felmina sambil tersenyum.


Harnas:"Tidak ada. Ibu hanya membahas tentang pertunangan Filia."


Felmina:"Kakak... Apakah kakak akan bertunangan?."


Felmina terlihat terkejut. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang membuatnya begitu terkejut. Bukankah sangat wajar untuk memiliki seorang tunangan. Bahkan di bumi yang dulu memiliki seorang tunangan di usia muda adalah hal yang wajar.


Sepertinya kalau tidak salah ingat, aku dulu juga pernah memiliki tunangan. Tapi karena kondisiku yang sangat lemah, dia tidak di izinkan untuk menemuiku. Aku hanya sekali melihatnya, setelah itu aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku bahkan melupakan keberadaan orang itu hingga hari ini.


Harnas:"Baiklah sayang. Jadi, apa lagi yang kamu ketahui?."


Ibu menanyakan tentang House of Margreve. Sebenarnya tidak terlalu banyak yang aku ketahui. Bukan karena aku tidak mendapatkan informasinya, tapi kerena sebelumnya aku tidak terlalu peduli dengan hal itu.


Filia:"Tidak banyak. Ini hanya sebagi tebakanku. Sepertinya House of Margreve mendapatkan banyak bantuan dari Kekaisaran. Marquis Margreve ingin selalu berada di sisi baik Kekaisaran supaya dia bisa mendapatkan posisi yang stabil di kerajaan dengan bantuan kekaisaran. Dan juga, Kekaisaran ingin memiliki suara di dalam kerajaan dengan memanfaatkan Marquis Margreve."


Rovell:"Jika mereka saling membutuhkan, kenapa Marquis harus begitu menyenangkan Kekaisaran, bukankah sudah cukup hanya dengan memberikan keuntungan bagi Kekaisaran?."


Tiba-tiba ayah muncul dan memeluk leher ibu dari belakang. Aku sudah menyadari kedatangan ayah semenjak ayah memasuki gerbang Mansion. Hanya ibu yang sedikit terkejut karena di peluk oleh ayah secara tiba-tiba. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa bahwa ayah menjadi lebih lengket dengan ibu.


Filia:"Ini adalah permainan psikologis. Kekaisaran berperilaku seakan mereka tidak membutuhkan keberadaan Marquis Margreve. Dengan begitu, House of Margreve akan bekerja lebih keras untuk menyenangkan Kekaisaran yang akan membuat House of Margreve bisa di kendalikan oleh kekaisaran dengan mudah."


Rovell:"Jadi, apakah Marquis tidak menyadari hal itu?."


Filia:"Bagaimana mungkin seorang konspirator seperti Marquis Margreve tidak menyadari keinginan kekaisaran."


Harnas:"Lalu, kenapa mereka tidak keluar dari pengaruh Kekaisaran setelah mereka mendapatkan posisi sekarang ini, bukankah kekaisaran tidak akan bisa memaksa Marquis Margreve untuk mematuhinya?. Apakah dia begitu patuh dengan ibunya?."


Filia:"Mana mungkin. Marquis Margreve memiliki ambisi yang lebih besar. Dia ingin memiliki mayoritas suara di parlemen. Dengan ambisi seperti itu, dia masih membutuhkan bantuan kekaisaran untuk mencapainya. Dia ingin lepas, tapi karena ambisinya, dia tidak bisa melakukannya. Jadi, dia mencari jalan keluar lain."


Aku berhenti dan menyesap tehku. Aku merasa terlalu lama berbicara tidak akan baik untuk tenggorokanku. Ayah dan ibu memiliki pemikiran setelah sampai pada bagian ini. Ini memang hanya tebakanku, tapi setelah aku memikirkannya sedikit lebih, aku mencium aroma konspirasi yang lebih besar.


Felmina:"Jadi kak, apakah menurutmu jalan keluar ini ada hubungannya dengan pertunangan itu."


Aku tersenyum sambil melihat Felmina. Dia sepertinya menyadari sesuatu. Tapi dia tidak terlalu jelas dan hanya memiliki tebakan samar di hatinya.


Filia:"Ya."


Aku meletakkan cangkir teh dan melanjutkan.


Filia:"Jika mereka memiliki pertunangan denganku, mereka akan tetap mendapatkan bantuan dari Kekaisaran sekaligus membatasi kontrol kekaisaran atas dirinya sendiri."


Suisen:"Maaf jika saya ikut campur. Tapi, bagaimana mereka bisa menyembunyikan gerakan seperti itu tanpa diketahui oleh kekaisaran?."


Filia:"Mereka tidak perlu menyembunyikannya. Aku yakin kekaisaran juga ingin supaya House of Rosefield terikat dengan kelompok mereka. Cara termudah untuk mengikat kita adalah dengan pertunangan denganku."


Harnas:"Lalu, bukankah Kekaisaran membuat lubang untuk diri mereka sendiri dengan membiarkan pertunangan antara House of Rosefield dan House of Margreve?."


Ibu mungkin sudah menebak sesuatu. Tapi dia tidak bisa menghubungkan semuanya karena masih ada kepingan puzzle yang hilang sehingga sedikit membingungkan bagi ibu. Ibu tidak sepertiku yang memiliki Shadow untuk menyelidiki hal-hal secara rahasia.


Mungkin jika nenek berada disini, dia akan mengetahuinya. Bahkan mungkin nenek sudah mengetahuinya secara samar sejak lama.


Filia:"Itu benar. Jika demikian, maka tujuan kekaisaran bukanlah untuk mengikat kita, tapi mereka ingin menyingkirkanku."


Bang...!!


Rovell:"Apa!!... Beraninya mereka memikirkan hal itu!."


Aura dingin dan membunuh langsung menyembur dari tubuh ayah dan memenuhi seluruh ruangan. Semua pelayan di sekitar mansion menjadi lemas dan gemetar karena ketakutan.


Aku hanya bisa menekan aura membunuh ayah dengan auraku sendiri supaya tidak mempengaruhi orang-orang di mansion.


Filia:"Ayah. Tenanglah."


Rovell:"Baik, aku sudah tenang."


Ayah menarik nafas panjang dan duduk di kursi dengan tidak sabar. Wajahnya masih angkat gelap dan menakutkan.


Harnas:"Jika mereka ingin menyingkirkamu, pasti karena mereka akan memiliki keuntungan besar setelah melakukannya, bukan?."


Filia:"Tepat sekali. Keuntungan mereka akan sangat besar. Dan aku merasa bahwa Marquis Margreve tidak menyadari niat Kekaisaran. Dengan menyingkirkanku, maka Kekaisaran tidak perlu khawatir lagi."


Rovell:"Apa maksudmu?."


Ayah bertanya kepadaku dengan sangat curiga. Aura di sekitar tubuhnya menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Dia memikirkan sesuatu yang membuatnya sangat tidak senang dan cenderung marah.


Filia:"Doranggo Empire, Regalia kingdom, House of Rosefield dan Holy Kingdom."


Aku hanya menyebutkan hal itu dan semua orang di ruangan itu seakan menyadari sesuatu. Semuanya nampak terpaku dengan pikiran kosong, tapi sebenarnya pikiran mereka bergerak jauh lebih cepat dari biasanya.


Kekaisaran, aku pasti akan membalas dendam...


(Akhir dari chapter ini.)


Aku sengaja menghentikannya sampai disini supaya kalian bisa bermain tebak-tebakan tentang apa keuntungan kekaisaran....