
Pergi dari kafetaria, aku pergi menemui ibu. Ibu masih mengerjakan banyak berkas di mejanya seperti biasa. Tapi aku melihat hal yang berbeda.
Meskipun bekerja, tangan kanan ibu terus memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Ibu mengunyah benda itu dengan bahagia hingga pipinya menggembung seperti tupai.
Filia:"Ibu, apa yang ibu lakukan?."
Ibu mendongak dan melihatku masuk. Seharusnya aku mengetuk pintu terlebih dahulu, tapi karena pintu ke ruangan ibu terbuka dan aku melihat ibu sedang sibuk, jadi aku langsung masuk.
Arsh:"Ah, sayang, sejak kapan kamu ada di sini?."
Filia:"Baru saja. Apa yang ibu lakukan sekarang?."
Arsh:"Tidak ada. Ibu hanya memeriksa beberapa berkas siswa baru."
Pekerjaan ibu terlihat sangat banyak karena ibu juga melihat aplikasi rencana akademi untuk beberapa bulan ke depan. Yah, aku tidak bisa menyalahkan ibu untuk bekerja keras. Lagi pula, sebentar lagi adalah musim sosial dan ibu akan menghadiri banyak acara bangsawan. Selain itu, ibu juga akan segera menikah, jadi mungkin ibu ingin menyelesaikan pekerjaan untuk beberapa bulan ke depan supaya pekerjaannya tidak menumpuk.
Pekerjaan yang di atur ibu saat ini hanyalah arah perkembangan akademi di masa depan, sementara sisanya akan di serahkan kepada komite siswa untuk di urus.
Hem?.
Aku merasa ada seseorang yang melihatku. Saat aku menoleh dan melihat keluar jendela, aku tidak melihat seorangpun. Aku hanya melihat atap sebuah bangunan akademi di kejauhan dan tidak melihat hal yang mencurigakan.
Arsh:"Sayang, ada apa?."
Mungkin tindakanku yang menoleh secara tiba-tiba menarik perhatian ibu. Aku tidak langsung menjawab pertanyaan ibu, tapi masih melihat ke tempat itu sambil menyebarkan kekuatan mentalku ke seluruh akademi, tapi aku benar-benar tidak melihat hal yang mencurigakan.
Apakah aku salah?.
Tidak, tidak mungkin. Insting dari Tier empat tidak mungkin salah. Tapi, aku tidak melihat siapapun, apakah dia pergi begitu cepat?. Tapi karena aku tidak merasakan niat jahat, jadi aku akan membiarkannya saja untuk saat ini.
Arsh:"Filia?."
Filia:"Ibu, tidak ada. Aku hanya melihat bahwa langit hari ini sangat indah."
Arsh:"O, oh... Kamu benar."
Meskipun ibu terlihat curiga, tapi ibu tidak bertanya lebih banyak dan melanjutkan pekerjaannya.
Filia:"Ibu, apakah ibu suka coklat itu?."
Arsh:"Ya. Aku mendengar bahwa makanan ini bisa mengembalikan suasana hati yang buruk, jadi aku membelinya karena banyak pekerjaan untuk menjaga suasana hatiku."
Ibu menjawab ku sambil tersenyum. Dia terlihat menyukai coklat itu. Mungkin aku akan memberikannya coklat saat hari pernikahannya. Ini sepertinya agak tidak biasa, tapi aku tidak tahu apa yang ingin aku berikan kepada ibu.
Aku tinggal di ruangan ibu untuk beberapa saat. Karena aku tidak ingin terlalu mengganggu pekerjaannya, jadi aku pergi bersama Ilma.
Hari ini komite siswa akan membahas sesuatu, jadi aku pergi keruang komite untuk ikut dalam pembahasan. Sebenarnya tidak banyak yang di bahas. Kami hanya membahas tindakan yang akan di lakukan pada esok hari karena besok, para siswa yang telah mengambil liburan musim dingin akan kembali ke akademi.
Komite siswa harus melakukan tindakan pengamanan yang ketat untuk mencegah material atau benda terlarang diseludupkan masuk ke kawasan akademi. Hal ini biasanya akan di lakukan oleh para instruktur, tapi karena komite siswa telah di bentuk, maka tugas ini akan di ambil alih oleh komite siswa.
.....
Di keesokan harinya, akademi menjadi lebih ramai lagi. Ada empat baris antrian panjang siswa yang menunggu pemeriksaan di depan gerbang akademi. Para siswa tidak terlalu terkejut dengan hal ini karena berita tentang komite siswa sudah menyebar, apalagi setelah pertandingan tantangan waktu itu.
Dan jika ada siswa yang tidak mendapatkan berita itu, mereka akan tahu segera setelah sampai di ibu kota karena berita itu masih sering di bicarakan.
Ada setidaknya ratusan ribu siswa di akademi ini karena ini adalah satu-satunya akademi di negeri ini. Tentu saja ada beberapa sekolah lain di beberapa kota besar, hanya saja pengajaran mereka kurang lengkap, jadi kebanyakan orang akan memilih menyerahkan anak mereka ke akademi ini jika anak mereka memenuhi syarat.
Suasana akademi menjadi lebih ceria karena banyak teman yang berpisah karena harus kembali ke keluarga mereka selama musim dingin. Saat mereka bertemu kembali, mereka akan melupakan kerinduan mereka satu sama lain, jadi suasana akademi menjadi sangat ramai dan ceria.
Selain saling bercerita tentang kegiatan mereka selama musim dingin, banyak siswa juga membicarakan tentang pesta. Lagi pula ini sudah mendekati musim sosial, jadi akan ada banyak keluarga bangsawan yang mengadakan pesta besar dengan berbagai tujuan.
Meskipun kebanyakan pesta adalah untuk menebus pesta mereka yang tertunda selama musim dingin. Selain ratu,tidak ada keluarga bangsawan lain yang mengadakan pesta di musim dingin karena tamu yang dapat di undang terlalu terbatas. Bagaimanapun, tujuan utama dari pesta mereka adalah untuk bersosialisasi dan mencari hubungan, jadi wajar jika mereka menunda pesta yang seharusnya di adakan di musim dingin untuk di adakan di musim semi.
Aku tidak terlalu menaruh banyak perhatian tentang hal itu. Bagiku, selain pernikahan ayah dan ibu, semua pesta hanyalah sia-sia. Musim ini, keluarga Rosefield akan mengadakan dua pesta. Selain pernikahan, juga akan ada pesta untuk ulang tahunku yang ke sembilan.
Aku terus berjalan-jalan di akademi dan memeriksa pekerjaan komite siswa. Ada beberapa kesulitan saat mereka memeriksa para siswa. Beberapa anak bangsawan menolak untuk di periksa dan membuat beberapa keributan kecil.
Selain itu, komite siswa merampas banyak barang bawaan siswa yang seharusnya tidak di izinkan di bawa ke akademi. Jika itu hanya benda-benda biasa, aku tidak terlalu peduli. Tapi kebanyakan benda yang di sita adalah material penelitian yang berbahaya dan perlu penangan khusus.
Selain itu, ada beberapa anak bangsawan yang membawa tongkat sihir kelas militer ke akademi yang sebenarnya hal itu tidak di perbolehkan tanpa izin khusus dari instruktur. Jadi untuk sementara tongkat itu harus di sita sampai mereka mendapatkan izin dari instruktur.
Pada sore hari, akhirnya tugas komite siswa telah selesai. Perlahan, aku juga akan memperkenalkan sistem poin di akademi untuk mendongkrak kinerja siswa dalam pembelajaran, atau penelitian.
Kadang siswa dari keluarga kaya akan memanfaatkan keluarga mereka untuk membeli banyak persediaan di akademi yang membuat sumber daya menjadi tidak merata antara siswa antara yang akaya dan miskin. Dengan sistem poin, uang dari luar akademi tidak berlaku. Mereka hanya bisa melakukan transaksi apapun menggunakan poin yang mereka peroleh dari kerja mereka sendiri, sehingga siswa kaya dan miskin dapat membeli sumber daya akademi dengan kerja keras mereka.
Sebenarnya masih banyak manfaat dari rencana ini, tapi yang jelas, rencana ini hanya untuk memaksimalkan kinerja siswa. Namun sistem ini akan menuai banyak protes dari para siswa bangsawan akan kehilangan keunggulan mereka sebagai keluarga kaya yang bisa mendapatkan lebih banyak sumber daya daripada siswa keluarga miskin. Maka dari itu, aku akan memperkenalkan sistem poin ini secara perlahan.
Aku sudah membicarakan hal ini saat pertemuan kemarin, jadi tinggal menunggu implementasi saja.
Setelah aku memeriksa bahwa pekerjaan komite siswa berjalan lancar, aku kembali ke kamar. Setelah malam tiba, aku hanya menyelinap kembali ke dalam hutan untuk mencari Exp.
Namun, setelah aku menjadi Tier empat, exp menjadi jauh lebih sulit untuk aku dapatkan. Monster di bawah Tier dua hampir tidak memberikan pengalaman padaku. Setelah sekian lama, aku hanya mengumpulkan 1,6% exp. Jika aku terus level up dengan cara ini, aku tidak tahu tahun berapa aku bisa naik level.
Aku hanya bisa mendesah tak berdaya setelah mengetahui fakta ini. Bagaimanapun, sulit untuk menemukan monster kelas atas di daratan saat ini. Mungkin ada, jika aku masuk ke hutan yang lebih dalam. Tapi itu hanya akan buang-buang waktu jika aku tidak tahu tempat pasti dimana mereka berada.
Meskipun tidak ada monster yang kuat, tapi hutan menjadi lebih ramai meskipun di malam hari karena monster yang hibernasi mulai terbangun dan mulai berburu di hutan. Aku bisa melihat lebih banyak satwa liar yang tidak pernah aku temui secara langsung di kehidupanku yang sebelumnya.
Aku juga mendapatkan sebuah kejutan besar. Aku bertemu dengan seekor monster kucing yang sangat lucu. Tingginya sekitar empat meter dengan taring yang panjang dan bulu lebat berwarna coklat kemerahan yang menyatu dengan bayangan hutan.
Seperti karnivora pada umumnya, kocing itu berburu berbagai mangsa termasuk manusia. Tapi makanan utama mereka berasal dari berburu banteng hutan. Aku ingin membawanya pulang, tapi itu akan membuat semua orang takut, jadi aku melupakan ide itu dan membiarkannya tetap bebas.
Kucing kecil?. Di daratan utam atidak ada binatang peliharaan kecil seperti yang terlihat di internet. Bahkan binatang terkecil seperti semut, akan memiliki ukuran telapak tangan orang dewasa di daratan ini. Jadi, jika mau menemukan binatang peliharaan kecil, akan sangat sulit atau bahkan mustahil.
.....
Dua hari kemudian, suasana kota menjadi lebih bersemangat. Kereta kuda mewah mulai memasuki ibu kota dan membuat kota menjadi meriah. Saat musim sosial, para bangsawan akan datang ke ibu kota untuk menghadiri banyak pesta atau mengadakan pesta.
Meskipun mereka adalah bangsawan dari wilayah yang jauh, mereka akan datang ke ibu kota. Semua keluarga bangsawan memiliki mansion di ibu kota, hanya saja mereka jarang tinggal di ibu kota karena mereka tidak memiliki tugas di sana. Jika mereka tidak memiliki kepentingan dan terus tinggal di ibu kota, sementara tugas di wilayah mereka di abaikan, mereka akan di hina dan di rendahkan oleh bangsawan lain, berbeda dengan ayah dan mama yang memang harus tinggal di ibu kota karena pekerjaan mereka di istana.
Hari ini aku juga harus segera kembali ke Mansion of Rosefield karena sebentar lagi adalah hari pernikahan ayah dan ibu. Aku sudah menyiapkan hadiah untuk mereka berdua, jadi aku bisa melihat persiapan di rumah dengan tenang sekarang.
"Ini kereta kuda yang ditarik oleh monster."
"Benar. Aku tidak tahu keluarga mana yang begitu mewah."
"Bukankah kuda terbang hanya di miliki oleh Kesatria Bintang Templar dari Teokrasi?."
...
Aku mengabaikan percakapan mereka dan berjalan menuju kereta kuda bersama Ilma. Begitu aku dan Ilma masuk, kusir segera mengendalikan pegasus untuk berjalan keluar dari gerbang akademi.
Sampai di luar gerbang, keenam Pegasus yang menarik kereta kuda mengeluarkan suara ringkikan dan mulai melebarkan sayapnya yang megah. Debu biru berkilau tersebar dan menghilang di udara tanpa jejak. Kereta berlari lirih sejauh beberapa meter dan akhirnya melesat ke udara, membuat jejak debu biru berkilau yang panjang di langit. Aku bisa melihat orang-orang di bawahku menjadi lebih kecil.
Banyak orang yang mendongak untuk melihat kereta kuda yang terbang di angkasa. Kereta dengan cepat melalui seluruh kereta dan tiba di area bangsawan. Banyak kereta bangsawan yang keluar masuk ke area bangsawan.
Untuk menunjukkan kesopanan, aku memberikan perintah supaya kereta mendarat di luar area bangsawan dan melanjutkan perjalanan ke Mansion dengan perjalanan darat.
Kesatria yang menjaga gerbang area bangsawan terkejut saat melihat kereta yang tiba-tiba mendarat dari langit. Seperti biasa, aku harus memperkenalkan diriku dan memberikan tanda identitas supaya di izinkan masuk. Meskipun mereka sudah mengenaliku, tapi ini adalah prosedur, jadi aku harus melakukannya. Lagi pula itu tidak lama dan tidak terlalu merepotkan, jadi lakukan saja.
Orang-orang yang belum memasuki gerbang area bangsawan melihat keretaku. Sekali lagi, kereta kuda milikku menjadi pusat perhatian. Yah, aku juga tidak terlalu keberatan selama mereka tidak membuatku kesal.
Kereta kuda pergi ke arah Mansion Rosefield dengan perjalanan darat. Bagaimanapun pegasus adalah binatang buas bangsawan dengan darah kerajaan binatang buas, jadi tempramen dan cara berjalannya juga sangat anggun. Banyak kereta kuda yang membuka jendela untuk melihat kereta kudaku.
Wajah-wajah orang-orang itu di penuhi kagum, tapi juga itu dan serakah. Aku bisa menebak kepribadian mereka hanya dari sorot matanya. Aku tidak mau terlalu memperhatikan mereka, dan aku membiarkan kereta kuda terus berjalan ke arah Mansion.
Di gerbang Mansion of Rosefield, banyak orang yang sibuk berlalu-lalang. Mereka adalah pekerja yang sedang sibuk menyiapkan seluruh keperluan untuk pernikahan ayah dan ibu.
Saat kereta kudaku semakin mendekat, mereka berhenti dan menatap kereta dengan wajah yang luar biasa. Para kesatria yang menjaga gerbang segera berkumpul dan membungkuk ke arah kereta kuda.
"Selamat datang, Putri!."
Aku menanggapi sambutan mereka dengan cara mengangguk dari dalam kereta. Kereta kuda terus masuk dan berhenti di depan Mansion. Saat aku turun, banyak yang menyapaku. Aku hanya mengangguk dan terus berjalan. Banyak pelayan yang sangat sibuk dengan berbagai tugas mereka masing-masing. Beberapa pelayan yang pulang ke kampung halaman mereka juga sudah kembali, jadi pelayan di rumah terlihat lebih banyak dari sebelumnya.
Felmina:"Kakak!."
Rurui:"Putri."
Felmina dan Rurui turun dengan cepat dari lantai dua dan langsung menemuiku.
Filia:"Apa yang kamu lakukan dengan berlari?!."
Aku hanya khawatir jika dia terjatuh atau menabrak seseorang yang akan membuatnya terluka.
Felmina:"Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu kakak."
Dia datang ke pelukanku. Aku mengusap kepalanya dan bertanya dimana ayah.
Felmina:"Ayah sedang mengukur baju. Sementara ibu, mereka berdua memilih perhiasan."
Aku mengangguk dan meminta Felmina untuk menunjukkan dimana ibu dan Mama berada. Pakaian wanita jauh lebih rumit, jadi gaun pengantin ini sudah di kerjakan sejak tiga bulan yang lalu. Tapi karena ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dia belum sempat mengukur baju, jadi hari ini ayah mengukur pakaian pernikahannya. Yah, meskipun aku yakin bahwa tidak ada banyak perubahan dari saat ayah menikah dengan mama.
Saat aku pergi menemui mama, dia dan ibu sedang sangat serius memperhatikan deretan kotak perhiasan yang di letakkan di depannya. Mereka berdua di dampingi oleh seorang lelaki tua berkacamata dan seorang wanita muda yang mengenakan pakaian rapi.
Mereka berbicara dengan mama dan ibu tentang perhiasan dan memperkenalkan semua perhiasan yang tersedia. Mereka berdua adalah desainer perhiasan dari toko terkenal di ibu kota yang sering mengurus perhiasan bagi para bangsawan kelas atas.
Filia:"Mama, ibu."
Harnas:"Oh Filia. Kamu sudah kembali?".
Filia:"Baru saja."
Aku mendatangi mereka berdua. Perhiasan dia tas meja memiliki bentuk dan warna yang beragam.
Arsh:"Sayang, bagaimana menurutmu?."
Ibu memperlihatkan sebuah anting berwarna emas dengan permata merah di tengahnya. Itu bagus, tapi seperti ada yang kurang.
Aku melihat lagi dan akhirnya pandanganku jatuh pada set perhiasan berwarna perak dengan permata ungu di atasnya. Menurutku itu akan sangat sesuai dengan gaun putih ibu dan rambutnya yang berwarna keunguan.
Warnanya bagus, tapi desainnya terlalu rumit dan tidak cocok untuk kepribadian ibu. Jadi ini masih belum sesuai.
Aku melihat ke arah kedua orang dari toko perhiasan itu dan menanyakan apakah mereka memiliki perhiasan lain dengan warna yang sama. Alhasil, mereka mengatakan bahwa mereka masih memilikinya. Wanita berpakaian rapi itu adalah anak dari pemilik toko perhiasan dan bersiap untuk mewarisi bisnis ayahnya, jadi dia masih belajar saat ini.
Pemilik toko perhiasan segera menyuruh anaknya untuk mengambil kotak perhiasan yang di tinggalkan di kereta. Beberapa saat kemudia, wanita itu kembali bersama beberapa orang yang membawa beberapa kotak perhiasan. Ada setidaknya sepuluh kotak perhiasan berukuran besar.
Aku melihat usi dari kotak-kotak itu dan akhirnya memilih salah satu.
Filia:"Ibu, bagaimana dengan yang ini?."
Meskipun aku merasa bahwa desainnya sangat cocok, tapi karena ini adalah acara ibu, jadi aku harus menanyakan pendapatnya terlebih dahulu.
Ibu dan Mama hanya mengangguk dan menyetujui perhiasan yang aku pilih. Meskipun mereka jarang terlibat dengan hal seperti mode dan fashion, mereka tetap tahu dan selalu mengikuti perkembangan mode. Bagiamana pun, mereka berdua adalah wanita bangsawan, jadi pengetahuan mode dan fashion adalah hal yang paling mendasar untuk di ketahui.
Desain perhiasan ini sederhana, tapi memiliki gaya anggun tersendiri. Beberapa sudut memiliki pola tegas yang menggambarkan sifat ibu.
Aku harus segera meninggalkan mereka berdua dan pergi menemui ayah. Kebetulan, saat aku keluar dari dalam ruangan, aku langsung bertemu ayah yang sudah selesai mengukur pakaian.
Karena tidak ada yang bisa aku lakukan, dan ayah juga tidak punya apa-apa, jadi kami berdua duduk bersama di ruang tamu sambil berbicara banyak hal. Yang membuatku sedikit malu, ayah meletakanku di pangkuannya dan banyak orang yang berlalu-lalang melirikku. Aku sangat malu...
Bagaimanapun, aku adalah seorang wanita dewasa, di perlakuka. seperti ini benar-benar membuatku malu. Tapi ayah menolak untuk melepaskan ku dan aku hanya bisa menerima tanpa daya.
.....
Sepuluh hari berlalu. Hari ini adalah hari pernikahan ayah dan ibu....
(Akhir dari chapter ini.)
Ada terlalu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Maafkan aku atas keterlambatannya...