Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 32: Felmina (2)



BANG..!!!!


dentuman keras terdengar dan debu mengepul ke udara. aku melihat bahwa wajah nyonya rumah yang tadi tampak marah tiba-tiba berubah menjadi panik dan ketakutan. dia langsung berubah menjadi seberkas cahaya dan melompat ke arah kepulan debu yang mulai mengendap. aku dapat membayangkan betapa kuat serangan itu, bahkan dinding dan lantai menjadi retak di mana-mana.


Harnas:"sayang... apa kamu baik-baik saja?!"


"ibu?"


apa?. ibu..?. jika gadis itu memanggil nyonya rumah dengan sebutan ibu, berarti dia adalah sang tokoh antagonis.kan?!.


Harnas:"maafkan ibu... ibu tidak sengaja meluncurkan serangan ke arahmu"


wajah Duke Rosefield pun menjadi sangat ketakutan dan dengan segera dia menghampiri nyonya rumah dan sang antagonis. tuan Duke mencoba untuk meraih sang antagonis, tapi


plak...


nyonya rumah menampar tangan tuan Duke yang berusaha menjangkau sang antagonis. suara tamparan itu terdengar sangat keras hingga Suaranya bergema di seluruh ruangan.


Harnas:"jangan pernah menyentuh nya dasar sampah"


kemarahan di wajah nyonya rumah masih belum mereda sama sekali. aku melihat tangan tuan Duke yang memerah karena tamparan keras, aku menghampirinya dan mencoba untuk melihat luka yang di alami tuan Duke.


sang antagonis, Filia Rosefield, dia menatapku dengan agak aneh dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu. aku merasa sedikit aneh saat ini, di dalam novel di sebutkan bahwa sang antagonis memiliki rambut pirang yang indah, tapi saat ini dia memiliki rambut putih dengan kilau seperti pelangi yang sangat indah. bahkan matanya berkilau tujuh warna seperti permata yang paling berharga. meskipun ini berbeda dari yang di deskripsikan dalam novel, tapi aku dapat yakin bahwa gadis yang sangat cantik ini adalah Filia Rosefield, sang antagonis.


Harnas:"huh... aku akan membawa Filia pulang ke Holy Kingdom dan tinggal bersama dengan orang tuaku"


nyonya rumah tampak menghela nafas dan menyembunyikan ekspresi nya. karena aku tidak pandai dalam menilai seseorang, maka aku tidak tahu kilatan cahaya apa yang ada di matanya saat ini. apakah itu kemarahan?. apakah itu kesedihan?. apa itu aku tidak dapat mengetahuinya.


Rovell:"tunggu... aku.."


aku juga memperhatikan tuan Duke. sepertinya tuan Duke ingin mengatakan sesuatu tapi di tengah dia menghentikan kata-katanya dan nampak ragu-ragu untuk melanjutkan.


sang antagonis melepaskan diri dari nyonya rumah dan berjalan melewati mereka.


Filia:"sebaiknya ayah dan ibu membicarakannya terlebih dahulu. saya akan pergi ke taman belakang terlebih dahulu untuk memberi ayah dan ibu waktu berbicara. Ilma bawa anak itu!"


watak yang tegas dan bijaksana itu cukup berbeda dengan yang tertulis di novel, tapi aku juga sangat senang akhirnya bisa bertemu dengannya. dia akan di takdirkan sebagai wanita licik, tidak, tidak, dia akan di takdirkan sebagai wanita cerdas tapi hidupnya akan sengsara karena di khianati oleh orang-orang menjijikkan itu.


dia melewatiku dan hanya melirikku dari sudut matanya. seorang gadis pelayan datang ke arahku lalu tersenyum dan berkata...


"tolong ikuti saya nona"


Felmina:"b, baik"


apa yang akan di lakukan sang antagonis kepadaku?. apakah dia akan menyakitiku?. tidak, ini tidak mungkin.


aku mengikuti gadis pelayan itu menuju sebuah taman yang sangat luas dengan berbagai macam jenis bunga. ada sebuah gazebo yang indah disana, tapi jika kamu memperhatikan seorang gadis yang duduk di kursi dengan anggun itu, maka keindahan taman ini akan terlihat melamun dan tampak kusam jika di bandingkan dengannya.


sang antagonis tampak memikirkan sesuatu sambil menyesap teh. akhirnya dia menghela nafas dan memandangku.


Filia:"siapa namamu?"


dia bertanya padaku dengan tatapan tajam. aku merasa bahwa aku adalah seekor tikus yang di tatap oleh seekor ular besar yang ingin memangsaku. jika aku mengatakannya, dia benar-benar sempurna sebagai seorang tokoh antagonis. tatapan itu adalah tatapan yang menakutkan dan mengintimidasi.


Felmina "s,saya Felmina Rosefield"


saat aku menjawabnya, dia nampak seperti mengetahui sesuatu dan tatapannya menjadi lebih menakutkan dari sebelumnya. dia memang sangat cantik, tapi saat marah dia benar-benar menakutkan.


Filia:"apa hubungan mu dengan ayah ku?"


Felmina:"tuan Rosefield sangat baik kepada keluarga saya. setelah ayah saya meninggal tuan Rosefield mengadopsi saya dan memberikan nama Rosefield"


aku hanya bisa menjawabnya dengan jujur tanpa menyembunyikan apapun. aku juga merasa bahwa jika aku tidak memperjelas masalah ini, maka hubungan keluarga Rosefield akan semakin renggang. yang lebih menakutkan adalah, saat kamu di perlakukan dengan dingin oleh keluarga mu. aku pernah merasakannya sekali dan tidak ingin merasakannya lagi.


dia terus bertanya tentang pertanyaan-pertanyaan lainnya dan lama kelamaan tatapannya melembut. sekarang dia kembali seperti semula. tenang dan menawan seperti layaknya putri seorang bangsawan.


sang antagonis mendengarkan ceritaku dengan tenang tanpa perubahan ekspresi. sambil mendengarkan ceritaku, terkadang dia meminum teh yang di sediakan oleh gadis maid itu. setelah aku selesai bercerita, sang antagonis berdiri dan menghampiriku, setiap gerakan yang dia lakukan seperti mengandung ritme tertentu yang akan membuat orang-orang terpesona karenanya, meskipun dia masih sangat muda. aku heran, kenapa sang pangeran Doranggo Empire menyia-nyiakan seorang dewi dan lebih memilih sang protagonis?.


dia terus mendekat ke arahku, aku tidak tahu apa yang ingin dia lakukan kepadaku. apa dia akan melakukan sesuatu terhadapku?.. aku hanya bisa menundukkan kepala dan menunggu nasib yang akan menimpa diriku.


Filia:"apa aku seperti penjahat?. jangan takut, sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Rosefield dan kamu sekarang adalah adikku"


tapi, kata-kata hangat tersampaikan ke telingaku di ikuti oleh sentuhan hangat di atas kepala. saat aku mengangkat kepalaku dan memperhatikannya, dia tersenyum sangat manis, dengan senyumnya, warna dunia seakan lenyap dan menjadi monokrom. aku sedikit terpesona dengan senyumannya.


Felmina:"n, nona Filia?"


Filia:"jangan memanggilku Nona!. sekarang kamu adalah adikku, jadi panggil dengan sebutan kakak!"


dia sangat baik, bahkan aku bisa merasakan sentuhan keakraban dan kenyamanan karena kata-katanya. apakah ini yang di sebut antagonis jahat?. jika tidak dirusak oleh pangeran menjijikkan itu aku yakin bahwa Filia akan menjadi seorang ratu yang sangat baik. aku harus memberikan kutukan yang kejam kepada penulis yang membuat Filia menjadi tokoh jahat.


yang paling mengejutkanku adalah, bahwa dia menyuruhku untuk memanggilnya sebagi kakak. apa dia sudah mengakui ku?. apakah kesalah pahamannya sudah terselesaikan?.


Felmina:"k, kakak."


aku mencoba untuk memanggilnya kakak, tapi mungkin karena kurang terbiasa, aku menjadi tergagap.


aku memperhatikannya dan melihat wajahnya yang tersenyum bahagia. dia nampak senang saat di panggil dengan sebutan kakak.


Felmina:"k,kakak"


Filia:"lagi!"


Felmina:"kakak"


Filia:"lagi..!"


Felmina:"kakak.!!"


dia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan kakak secara berulang-ulang. semakin aku memanggilnya dengan sebutan kakak, semakin berkembang pula senyumnya. aku memang tidak pandai dalam membaca suasana hati seseorang, tapi saat ini aku bisa dengan jelas merasakan kebahagiannya.


sang antagonis, tidak.... kakak memelukku dengan lembut. pelukannya begitu hangat dan seperti mampu melelehkan hati seseorang.


Filia:"mulai sekarang kakak mu ini akan melindungi mu!"


mendengar apa yang dikatakannya, jantungku berdetak kencang. perasaan ini, ini adalah perasaan yang tidak pernah aku rasakan. ini adalah perasaan memiliki sebuah keluarga. dulu tidak pernah ada yang mengucapkan kata-kata itu kepadaku. ayahku yang seorang pemabuk dan penjudi, ibuku yang tidak pernah memperhatikanku, bahkan kerabat yang melihatku seperti hama. aku merasa seperti tidak pernah memiliki Keluarga, tapi saat ini, perasaan yang di berikan kakak kepadaku seperti mampu menghapuskan segala kabut dihatiku selama ini.


aku selalu mencari arti dari sebuah keluarga. apa itu kasih sayang?. apa itu keluarga?. dan jawaban yang aku tahu hanya satu, 'itu adalah hal yang tidak pernah aku rasakan'.


Felmina:"t, terima kasih"


tanpa sadar, segala keluh kesah ku berubah menjadi air mata yang mengalir. akhirnya aku menemukan kasih sayang yang selama ini aku cari. aku benar-benar bersyukur karena telah di berikan kesempatan untuk merasakannya. aku juga pernah menemukan kasih sayang dari ayahku di dunia ini, tapi takdir merenggutnya dariku, aku menjadi putus asa dan sangat sedih saat itu. dan sekarang aku menemukannya lagi.


Filia:"jangan menangis!. nanti jika ada yang melihat, mereka akan mengira kalau aku mengganggumu!"


Felmina:"ma..maaf kakak"


aku segera melepaskan pelukanku dan mengusap air mata yang membasahi pipiku. aku menunjukkan sesuatu yang memalukan di depan kakak ku, apa dia akan menganggap ku sebagai anak yang cengeng?. saat aku melihatnya lagi, dia hanya melihatku sambil tersenyum lembut dan sangat menawan.


Filia:"baiklah. sekarang duduklah!"


aku duduk atas perintah dari kakak, gadis pelayan itu juga menuangkan teh untukku sambil tersenyum lembut. jika aku tidak salah nama dari pelayan ini adalah Ilma, di dalam novel dia selalu mendukung kakak, bahkan setelah kakak di tusuk oleh adik tirinya, Ilma berusaha untuk membunuh adik tiri itu sebagai pembalasan dendam, meski pada akhirnya dia yang di eksekusi oleh penjaga yang datang.


aku memakan kue yang tadi di keluarkan kakak entah dari mana. kue ini sangat lezat, jauh lebih lezat dari yang pernah aku rasakan. aku juga tidak menduga bahwa di dunia ini akan ada makanan yang enak seperti ini.


setelah beberapa percakapan, tuan dan nyonya Rosefield muncul. mereka bergabung dengan pembicaraan kami. di dalam percakapan itu aku mengetahui kenapa kakak berubah seperti itu. tenyata dia mengalami sebuah kecelakaan yang merubah hidupnya. di dalam novel sepertinya juga di jelaskan bahwa setelah kecelakaan, sang antagonis mengalami lupa ingatan dan merubahnya menjadi karakter yang sangat ambisius.


di tengah-tengah percakapan, tuan dan nyonya Rosefield memintaku untuk memanggil mereka dengan sebutan ayah dan ibu. yah, walaupun awalnya agak canggung, tapi aku juga bahagia karena mereka menganggap ku sebagai anggota keluarga.


tanpa di sadari, hari sudah mulai gelap dan kami berpindah tempat ke dalam mansion. saat malam menjelang, ada tamu yang tidak pernah kami harapkan. mereka adalah putra mahkota dan sang raja, mereka mengatakan bahwa mereka datang hanya untuk menyambutku. apa-apaan barisan yang menakutkan ini. seorang Duke, putra mahkota, Marshal dan juga raja. ini adalah barisan yang menakutkan, ini penuh dengan petinggi sebuah negara.


di sini kedudukan ku adalah yang paling lemah sebagai seorang anak angkat Duke, sementara kakak, jika kita menghitung identitasnya yang lain, dia akan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. di dalam novel aslinya bahkan kekaisaran akan lenyap karena memprovokasi nya. jadi bisa di bayangkan betapa menakutkannya itu.


saat semakin malam, putra mahkota memainkan piano yang merdu, meskipun aku tidak tahu lagu yang di mainkan nya sih. setelah selesai, banyak yang memberinya tepuk tangan.


saat itu juga, aku mengetahui bahwa kakak sangat baik dengan musik. aku mengetahui bahwa kakak mahir dalam biola, tapi yang mengejutkanku, kakak ingin mencoba bermain piano saat ini?!. kakak duduk dan mencoba menyentuh tuts piano.


perlahan jari-jari tangannya mulai menari dengan lincah dan gesit untuk menekan setiap tuts yang tepat hingga menghasilkan alunan musik yang membuat hati seseorang bergetar.


aku tidak tahu dimana, tapi aku sepertinya pernah mendengar lagu ini. seperti yang aku duga, saat lagu selesai di nyanyikan, kakak mengatakan asal-usul dari lagu tersebut. apakah ini lagu dari bumi?. meskipun aku tidak terlalu baik soal seni musik, tetapi aku dapat yakin bahwa nama dan judul yang di sebutkan oleh kakak berasal dari bumi. apakah kakak juga seorang reinkarnator?.


apa itu benar?. jika itu benar, itu dapat menjelaskan perubahan yang menyimpang dari cerita novel yang seharusnya. itu bagus, itu berarti bahwa nasib kakak akan berubah dan kemungkinannya akan lebih besar untuk menghindari flag kehancuran itu.


malam semakin larut dan aku mulai mengantuk. kakak menyeret ku ke kamarnya untuk menemaninya tidur. tempat tidur yang hangat dan empuk langsung membelai setiap inci tubuhku, membuatku merasa nyaman dan tanpa sadar aku mulai menutup mata dan tidur.


saat aku terbangun, aku mendapati bahwa matahari sudah cukup tinggi di langit, menunjukkan bahwa hari sudah siang. aku memperhatikan sekitar dan menyadari, bahwa kakak sudah tidak ada di kamar. mungkin kakak sudah bangun duluan.


tok...tok...tok...


"permisi!, bolehkah saya masuk?".


suara ketukan pintu terdengar bersama dengan suara seorang wanita dari luar pintu. saat aku menyuruhnya masuk, ternyata yang datang adalah seorang maid perempuan. dia membantuku untuk membersihkan diri dan merias wajah. sangat memalukan untuk mandi dengan di bantu oleh orang lain, meskipun aku bertubuh kecil saat ini, tapi dulunya aku adalah seorang siswi dewasa. kau tahu?!. saat di meja rias, aku melihat sebuah wadah kaca seukuran telapak tangan orang dewasa dan berisi banyak bola-bola berwarna coklat di dalamnya.


Felmina:"apa ini?"


aku bertanya kepada maid yang berdiri di belakang yang sedang menyisir rambutku.


"putri berpesan, bahwa ini adalah hadiah untuk nona. putri memberitahu saya bahwa namanya adalah coklat, ini di berikan khusus untuk nona. putri sendirilah yang membuatnya secara pribadi"


coklat!!. apa di dunia ini ada coklat?. tapi, jika kakak yang membuatnya, aku bisa yakin bahwa kakak adalah seorang reinkarnator yang sama dengan ku.


aku membuka wadah kaca itu dan mencoba coklatnya. saat coklat menyentuh lidahku, rasa manis dan pahit coklat yang sangat nikmat mulai memenuhi setiap inci dari mulutku. ini adalah coklat terenak yang pernah aku rasakan dalam hidupku.


Felmina:"ini sangat enak. aku tidak mengira bahwa kakak juga akan sangat berbakat dalam hal memasak"


"itu benar, putri jugalah yang mengajari koki di mansion cara memasak yang benar. putri benar-benar luar biasa".


aku juga setuju dengan kata-kata maid itu. pandai bermain musik, pandai memasak, cantik, dan latar belakang yang kuat. aku bisa menyebutnya dengan kata-kata 'sungguh sempurna'.


(akhir dari chapter ini)


catatan: meskipun Felmina dan Filia adalah dua reinkarnator, mereka berasal dari zaman yang berbeda. Felmina (Anastasia) berasal dari abad ke 21 pada tahun 2019. sementara Filia, dia berasal dari abad ke 22 pada tahun 2141. itulah kenapa Filia tidak mengetahui bahwa dia di pindahkan ke dalam sebuah novel, karena novel itu di terbitkan pada tahun 2019, terpaut 122 tahun.


jika ada salah ketik tolong beri tahu author di kolom komentar ya. ok, see you next time ;)