
suara retakan itu menarik perhatianku. aku melihat retakan halus di permukaan cangkang kepompong giok itu terus menyebar hingga pada akhirnya hancur dan menjadi partikel cahaya. aku melihat seorang wanita cantik yang melayang ke udara dengan mata tertutup. cahaya yang menutupi tubuhnya membuat wanita itu terlihat agung dan suci.
partikel cahaya yang melayang di sekitarnya berkumpul dengan cepat ke tubuhnya. cahaya itu membentuk sebuah gaun hijau yang membalut kulitnya yang putih dan halus seperti pahatan yang sangat mengagumkan.
Felmina:"ini... nenek?"
yah, aku tahu keterkejutan itu. terutama melihat nenek. mungkin aku akan lebih baik memanggilnya sebagai kakak perempuan. saat ini penampilan nenek setidaknya seperti seorang wanita berusia di awal dua puluhan.bahkan mungkin jika nenek berdiri di samping ibu, banyak orang yang akan mengira bahwa mereka berdua adalah saudara perempuan.
setelah semua partikel cahaya itu membentuk gaun dan menghilang. nenek perlahan membuka kelopak matanya, menampakkan mata hijau murni seperti zamrud. ada kilatan api hijau di pupilnya yang sesekali berkelebat.
Filia:"nenek. selamat atas keberhasilannya."
Ilma:"selamat, Yang Mulia.!"
nenek berhenti melayang dan menghampiri kami. dia tersenyum lembut seperti kakak perempuan yang baik. ohh... aku tidak tega untuk memanggilnya nenek.
Trainee:"meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku merasa baik. oh ya, bagaimana dengan keadaanmu?."
Filia:"saya baik-baik saja."
Felmina:"nenek...!!"
Felmina langsung memeluk nenek dengan wajah bahagia. sepertinya hubungan keluarga menjadi lebih baik, dan Felmina sudah bisa terbiasa dengan keluarga barunya.
menanggapi Felmina yang tiba-tiba memeluknya, nenek tersenyum dan mengelus rambut coklat Felmina dengan penuh kasih sayang. sambil memeluk Felmina, nenek menatapku dan bertanya.
Trainee:"sayang, bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi?."
Ummm... ini agak merepotkan. aku tidak tahu harus mulai menjelaskan kepada nenek.
Filia:"Ummm... nenek. bagaimana kalau nenek mencoba ini...!"
aku menyerahkan embrio kepada nenek. dengan menggunakan embrio, nenek akan lebih mengerti tentang apa yang terjadi. karena akan panjang jika aku menjelaskannya.
Trainee:"apa ini?."
Filia:"ini embrio. benda ini kan membantu nenek. nenek tinggal meneteskan darah ke atasnya."
nenek melihat embrio itu dengan penuh rasa penasaran. tanpa pikir panjang, nenek langsung membuat luka kecil di ujung jarinya dan meneteskan darah merah ke atas embrio. sama seperti yang terjadi pada Felmina dan Ilma saat menggunakannya. setelah proses pengakuan embrio selesai, nenek nampak merenungkan sesuatu. bagi orang lain seperti itu, tapi aku tahu kalau nenek sedang mendengarkan penjelasan singkat dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada embrio.
Trainee:"ini sangat menarik. kekuatan dan kemampuan tubuhku dapat di sajikan dalam bentuk angka yang membuatnya lebih mudah untuk di ketahui. ini juga bisa memberikan metode latihan. huh.... ini alat sihir yang sangat maju."
Filia:"itu memang benar, tapi embrio hanya bisa memberikan bantuan secara terbatas pada kemampuan tuan rumah. jadi, semakin kuat nenek, bantuan yang di berikan akan semakin besar."
Trainee:"ya, aku akan mempelajarinya secara perlahan. terima kasih, sayang...!"
kami berbicara cukup banyak saat ini. nenek juga terkejut karena dia menjadi high elf. dia tidak pernah menyangka bahwa keberuntungan seperti itu benar-benar dapat terjadi. setelah menjadi high elf, nenek bisa memperpanjang masa hidupnya hingga beberapa ribu tahun ke depan. setidaknya itu yang di katakan nenek menurut perasaannya.
untukku, aku tidak tahu apakah umurku menjadi lebih panjang. lagi pula di Alterion tidak ada konsep seperti itu. dan lagi, aku tidak bisa menebak hanya dari vitalitas yang aku rasakan pada tubuh ini. vitalitas pada anak-anak masih sangat kuat, jadi akan sulit untuk menebaknya.
yang aku maksud umur disini hanya tebakan kasar dan tidak pasti. lagi pula aku bukan tuhan yang bisa mengetahui nasib manusia.
oh, benar. selagi ingat bahwa aku sudah Tier dua, mungkin aku bisa menyatukan bloodline ke tubuhku. sebelumnya aku memiliki bloodline Silver winged moon phoenix, tapi karena ini bukan akun ku, dan bahkan bukan tubuhku, jadi di tubuh ini hanya ada gabungan dari darah manusia normal dengan darah Moon Elf.
darah elf memang tidak bisa menyatu dengan darah yang lain, tapi jangan lupa bahwa darah manusia fleksibel dan dapat menjadi penengah di antara perseteruan darah. terlebih lagi, darah elf yang aku miliki sangat tipis dan tingkatannya terlalu rendah. berbeda dengan Silver winged moon phoenix bloodline yang merupakan darah dari divine beast kuno. salah satu suku binatang divine agung pada masa awal. bayangkan saja, binatang yang di anggap sebagai dewa pada masa awal sebelum masa dewa-dewa kuno, dimana Tier enam dewa dapat di temukan di manapun. seberapa kuat makhluk itu semasa hidupnya.
meskipun bloodline seperti ini sangat langka, tapi juga bukan satu-satunya. seperti bloodline dragon god of chaos yang dimiliki oleh ketua guild God Return atau sky destroyer tiger bloodline yang dimiliki oleh ketua guild Tiger Leap, yang merupakan seorang wanita berdarah panas. aku benci wanita itu.
dari sekian banyak lawan yang pernah aku hadapi, selain Tier enam. dia adalah musuh yang sangat sulit. aku dari Tier empat bisa mengalahkan Tier lima dan bahkan Tier enam, tentu saja dengan bantuan NPC. tapi, saat melawannya, aku tidak pernah mendapatkan kemenangan dan kekalahan. bisa di katakan bahwa kami imbang dalam PvP. kami berdua adalah rival abadi dalam permainan.
lupakan saja. aku menjadi sedikit emosional saat mengingat masa lalu. kami berbicara banyak dan nenek mengajukan beberapa pertanyaan kepadaku tentang sesuatu yang masih kurang dia mengerti.
Filia:"mungkin untuk merayakan keberhasilan nenek, kita perlu membuat pesta."
Felmina:"pesta?. ini bagus...!"
Trainee:"ya, itu ide yang bagus."
karena semuanya setuju, jadi kita lakukan saja. lagi pula kelihatan akan menyenangkan untuk membuat pesta dan mengundang orang terdekat. yah, aku tidak mengharapkan pesta besar. cukup dengan para penghuni di mansion ini saja yang menghadiri pesta.
Filia:"Ilma, siapkan semua keperluan untuk pesta."
Filia:"tidak perlu undangan. cukup dengan para penghuni di mansion ini."
aku tidak ingin mengundang orang luar dalam merayakan hal ini. selain ini merupakan masalah yang sensitif, aku tidak ingin terlalu repot. untuk mengadakan pesta, kita perlu memikirkan dengan matang tentang siapa yang akan kita undang. kita tidak bisa sembarangan mengundang bangsawan. setiap bangsawan akan terbagi menjadi fraksi-fraksi yang saling bertentangan. jika kita mengundang para bangsawan itu tanpa maksud yang jelas, para bangsawan lain akan berspekulasi bahwa keluarga Rosefield akan merencanakan sesuatu. lagi pula sebagian besar kekuatan militer ada di tangan keluarga Rosefield. mungkin saja mereka mengira bahwa keluarga Rosefield akan memberontak ataupun ingin berurusan dengan fraksi tertentu. semua hal itu hanya akan menyebabkan masalah bagi keluarga Rosefield.
Ilma:"saya mengerti."
Filia:"tunggu...!"
saat Ilma ingin keluar dari ruangan, aku tiba-tiba memikirkan sesuatu.
Filia:"kamu bisa mengundang pangeran dan putri untuk hadir. selain itu, aku ingin kamu juga mengundang beberapa anak ini."
aku mengatakan itu sambil menulis beberapa kata di sebuah kertas di mejaku.
Ilma:"baik."
setelah menerima daftar nama itu, Ilma pergi untuk mempersiapkan segala hal yang di perlukan. di dalam ruangan itu hanya menyisakan aku dan dan nenek serta Felmina.
Filia:"nenek, maaf karena hanya bisa mengadakan pesta kecil. jika di Holy Kingdom tidak apa-apa, tapi disini... masalah ini tidak bisa di ungkapkan sembarangan atau hanya akan mengundang masalah bagi kita."
Trainee:"tidak apa-apa, sayang. nenek mengerti. baiklah, nenek akan pergi ke bawah dan melihat persiapannya."
Felmina:"saya juga mau membantu."
aku juga berdiri dari tempat duduk dan ingin mengikuti mereka, tapi tiba-tiba Felmina berbalik ke arahku dan menghentikan ku.
Felmina:"kakak tidak boleh membantu. kakak harus beristirahat dengan baik setelah menjaga formasi dan tidak istirahat selama tiga hari ini."
mendengar itu, mata nenek berkilat dan melihat gambar merah di tempat tidur dan lantai. seperti mendapatkan pemahaman. yang tiba-tiba. nenek langsung melangkah ke arahku dan menggendongku dengan gaya tuan putri. tentu saja aku terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba.
Filia:"n, nenek...?"
nenek membawaku keluar kamar dan pergi ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. kamar nenek juga sangat luas dan rapi. terutama interior yang sederhana dan elegan. sungguh sangat cocok untuk nenek. akhirnya, nenek meletakkan ku di tempat tidur yang lembut dan hangat. nenek menyelimutiku dengan selimut dan mengelus kepalaku.
Trainee:"kamu sudah kesulitan dalam beberapa hari ini. sekarang kamu hanya perlu beristirahat dan tidak memikirkan apapun. kamu dilarang untuk melakukan hal lain sebelum beristirahat,, tau nenek akan memberimu hukuman."
mendengar hal itu, hatiku menghangat dan merasa sangat senang. meskipun aku tidak lelah sama sekali, tapi tidak ada salahnya untuk mengikuti kata-kata nenek.
Filia:"saya mengerti...!"
nenek mengangguk dan tersenyum. akhirnya, nenek pergi bersama dengan Felmina. setelah melihat pintu tertutup, aku merasakan kehadiran nenek dan Felmina yang telah menuruni tangga. ya, sepertinya sudah aman.
Filia:"Clay"
gumpalan putih keluar dari udara tipis dan jatuh ke lantai di samping tempat tidurku. gumpalan pulih itu terlihat seperti tanah liat dan terus bergerak tanpa bentuk yang pasti. ini merupakan item yang sangat hambar. tidak memiliki banyak fungsi dan tidak banyak berguna. satu-satunya kemampuan yang dimiliki oleh item ini adalah merubah wujud. sama seperti tanah merah yang dapat diubah menjadi berbagai macam bentuk.
Filia:"duplikat...!"
duplikat adalah perintah tanah liat itu supaya berubah bentuk menjadi terlihat sama dengan pemiliknya. mendengar perintah itu, gumpalan tanah itu bergoyang dan perlahan membentuk wujud humanoid yang mirip denganku. warna tubuhnya segera berubah dan menyesuaikan dengan apa yang dia tiru.
melihat penampilannya setelah berubah, ini benar-benar mirip denganku. hanya saja dia tidak memiliki efektivitas tempur apapun. matanya juga terlihat kusam seperti patung mati.
aku turun dari tempat tidur dan memberikan perintah kepada boneka tiruan diriku untuk tidur di ranjang dan menggantikan ku. terlihat bagus..akan sulit mengetahui bahwa itu hanyalah boneka tanah liat.
Filia:"«Teleportation»
karena tidak merasa lelah, lebih baik aku pergi dan menyelesaikan beberapa hal. salah satunya adalah menyatukan bloodline. waktu persiapan pesta akan memakan waktu cukup lama, jadi selama waktu ini, aku bisa menyerap garis darah dan memperkuat diriku lebih jauh lagi.
segera, lingkaran sihir ungu muncul di bawah kaki ku. lingkaran sihir itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan menutupi tubuhku. setelah cahaya itu berlalu, pemandangan di depanku segera berubah.
Arkne:"anda kembali, Yang Mulia.!"
Upirina:"selamat datang kembali, Yang Mulia."
(akhir dari chapter ini)
aku jarang update karena aku harus update beberapa Novel lain. jika kalian tertarik, kalian bisa memeriksa dan membacanya... ok, see you next time.