Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 188: Masuk Hutan Monster.



Yang muncul adalah seorang anak laki-laki dengan pedang di pinggangnya. Di sebelahnya ada dua pengawal berarmor perak yang terlihat sangat sombong.


Anak laki-laki itu memiliki senyum menyebalkan di wajahnya dengan wajah berbintik yang jelek. Rambutnya keriting, dan hidungnya pesek agak besar, hampir terlihat seperti kentang. Dia adalah pangeran kedua Etienne Empire. Sejak dulu, pangeran itu selalu mengejar Liez dan ingin melamarnya. Tapi karena sikapnya yang buruk, Liez membencinya. Meskipun begitu, pangeran itu tidak menyerah dan terus mengganggu Liez sepanjang waktu.


Suasana hati Liez dan Lusian menjadi sangat buruk saat ini. Bahkan Lusian lupa untuk menyapa kakak seniornya.


"Oh, siapa ini. Ternyata pangeran ketiga. Saya kira anda tidak berani ikut ekplorasi ini dan lebih memilih bersembunyi..."


Kata-katanya sangat sarkastik dan menyebalkan. Pangeran itu selalu ingin membandingkan dirinya dengan Lusian entah kenapa. Tapi, dia adalah pangeran yang biasa saja jika di bandingkan dengan Lusian yang sudah berbakat sejak lahir.


Lusian:"Kakak senior, kebetulan bertemu. Saya ingin bertanya sesuatu tentang akademi."


"Oh, tentu saja. Untuk calon adik junior ku yang berbakat, aku akan dengan senang hati menjawabnya."


Lusian:"Kalau begitu, bisakah kita pergi ke tempat yang lain?."


"Tentu silahkan pimpin jalan."


Lusian senang mendengarnya dan mengajak Liez untuk ikut bersama mereka. Sebenarnya tidak ada yang mau dia tanyakan, dia hanya ingin menghindari wabah itu dan menjauh sejauh mungkin.


Dia tidak memperhatikan pangeran yang marah karena diabaikan itu dan terus memimpin untuk pergi ke salah satu sudut. Yang tidak di perhatikan Lusian, ada seorang wanita pembawa barang yang memperhatikannya dari jauh. Wanita itu memiliki wajah yang kotor dan rambut yang tidak terawat. Wajahnya menunjukkan senyum yang membuat taring putih kecilnya terlihat.


"Hey cepat angkat barangnya...!"


Mendengar bentakan dari seorang kesatria, wanita itu menyembunyikan senyumannya dan kembali mengangkat barang ke kereta. Tidak ada yang memperhatikan bahwa matanya menjadi sangat dingin dan kejam.


Lusian membawa mereka berdua ke salah satu sudut dan menghela nafas lega.


Lusian:"Criss senior, maaf menyeretmu dalam hal ini."


Criss:"Hahaha... Tidak apa-apa, tapi kamu harus membayarku."


Lusian:"Tentu saja. Jika aku bisa, aku akan melakukan apapun."


Criss:"Kalau begitu, traktir aku dengan makanan yang enak."


Lusian:"Ok."


Mereka berdua berbicara dengan sangat bahagia. Meskipun belum secara resmi masuk ke akademi, tapi Criss dan Lusian sama-sama akrab. Terutama karena kepribadian mereka berdua yang ramah dan mudah bergaul.


Liez:"Tunggu Lusian, kenapa kamu ada di sini?."


Liez memotong pembicaraan mereka berdua dan bertanya kepada Lusian dengan khawatir. Dia tidak menduga bahwa adik kecilnya akan terlibat dalam hal yang berbahaya seperti ini.


Lusian menjelaskan alasan kenapa dia ada di sini pada saudara perempuannya. Lusian tahu, jika dia tidak menjelaskan semuanya pada saudara perempuannya, saudara perempuannya tidak akan pernah berhenti bertanya.


Liez:"Kalau begitu, sekarang kamu bisa kembali. Aku sudah ikut dalam ekplorasi ini, jadi tidak ada alasan lagi bagimu untuk terlibat."


Lusian:"Kak, jangan khawatir. Ada kakek dan nenek buyut bersamaku, jadi aku akan aman."


Liez:"Tapi.."


Criss:"Tidak perlu khawatir. Meskipun dia belum resmi masuk akademi, tapi dia sudah di anggap sebagai siswa. Di tambah dengan bakatnya, para instruktur juga akan ikut melindunginya."


Lusian dan Criss harus berusaha keras selama beberapa saat untuk menyakinkan Liez supaya dia tidak perlu khawatir lagi.


Liez:"Ok. Tapi kamu harus selalu berada di samping kakek dan nenek buyut."


Lusian:"Jangan khawatir kakak."


Pangeran dari Etienne Empire merasa sangat marah karena di abaikan. Dia dengan marah berjalan ke arah Lusian dan yang lainnya bersama dengan pengawalnya, berniat untuk membuat masalah.


Bruk...!!


Namun sebelum dia sampai di tempat Lusian dan yang lainnya, pangeran Etienne Empire terjatuh karena ada yang menabraknya.


"Sialan, apa yang kamu lakukan!!."


Kedua pengawalnya segera berteriak kepada orang yang menabrak pangeran hingga terjatuh. Orang yang menabrak pangeran adalah seorang wanita pembawa barang dengan pakaian usang yang tadi memperhatikan Lusian.


"M, maaf, maaf Yang Mulia pangeran, s, saya_"


Brug...!


Ahh...!


Sebelum pembawa barang itu menyelesaikan permintaan maafnya, dia langsung tersungkur ke tanah karena di tendang oleh salah satu pengawal pangeran itu. Perlu di ketahui, seorang kesatria menggunakan sepatu boots yang di lapisi oleh plat besi, jadi bisa di bayangkan betapa menderitanya pembawa barang itu setelah di tendang.


"Budak rendahan sepertimu, berani sekali menabrak pangeran...!"


Pengawal itu terus menendang dan mencaci pembawa barang itu dengan kata-kata kasar dan kejam. Melihat pemandangan seperti itu, pangeran itu hanya tersenyum meremehkan dan nampak menikmati penderitaan pembawa barang yang terus di tendang.


Pembawa barang itu memuntahkan darah dan merintih kesakitan. Orang-orang yang melihat pemandangan itu hanya bisa diam, bahkan ada yang menertawakan pembawa barang itu.


Swos...!!


Sebuah tebasan pedang bulan sabit menghampiri dada prajurit itu dengan sangat cepat.


Bang... Ahhh...!


Kesatria pengawal itu tiba-tiba terlempar ke belakang dan jatuh ke tanah. Semua orang terkejut dengan hal itu. Lusian menghampiri gadis pembawa barang itu dan membantunya berdiri. Di sebelahnya ada Criss yang baru saja menyarungkan pedangnya yang dia gunakan untuk memukul kesatria pengawal itu.


"Apa yang kamu lakukan, apakah kamu mencari masalah dengan keluarga Kerajaan?."


Liez:"Bajingan sampah sepertimu, berani mengatakan sesuatu pada kami?."


Liez sudah lama menahannya. Kali ini, dia benar-benar melepaskan penghinaannya dan rasa kesalnya pada pangeran sampah itu.


Lusian:"Ini, minumlah...!"


Melihat pembawa barang itu masih merintih kesakitan sambil memegangi perutnya yang di tendang berulang-ulang oleh Kesatria itu, Lusian langsung memberinya sebuah botol kaca yang berisi cairan hijau muda di dalamnya.


Mungkin karena cederanya yang parah, pembawa barang itu tidak menanggapi dan hanya merintih di sana. Liez yang melihat ini, dia langsung merebut botol kaca itu dan meminumkannya ke gadis pembawa barang.


Sesaat kemudian, memar dan luka yang terlibat pada wajah gadis itu mulai di sembuhkan secara perlahan, wajahnya yang terlihat kesakitan juga sudah mulai mereda.


Saat pembawa barang itu benar-benar sembuh, dia menatap Liez dan yang lainnya dengan pandangan bersyukur. Dia langsung berdiri dari tanah dan mengucapkan terima kasih secara terus-menerus.


Criss:"Tidak apa-apa, ini hanya hal kecil."


Lusian:"Itu benar. Lain kali kamu harus berhati-hati."


"S, saya mengerti. Terima kasih."


Seusai mengatakan itu, pembawa barang itu kembali mengangkat sebuah karung berat yang terjatuh ke tanah lalu pergi ke sebuah kereta barang.


"Humph.... Apakah sekarang pangeran yang berbakat menyukai seorang budak..."


"Ini pasti akan menjadi cerita yang indah, pangeran."


Pangeran dan dua pengawalnya berbicara sinis kepada Lusian dan yang lainnya. Terutama kesatria yang di jatuhkan ke tanah itu, dia memiliki wajah yang sangat menjijikkan saat menatap Lusian dan teman-temannya.


"Aku sudah tidak tertarik lagi disini. Ayo kita pergi."


"Baik Pangeran"x2.


Mereka bertiga pergi dan meninggalkan kelompok Lusian yang memiliki wajah mendung di belakang.


Criss:"Sudahlah, ayo pergi. Aku ingin menemui instruktur, apakah kalian akan ikut?."


Liez:"Maaf Criss Senior, saya harus pergi dengan adik saya untuk bertemu kakek dan nenek buyut."


Criss:"Ok kalau begitu, sampai jumpa lagi."


Criss pergi dan melambaikan tangan kepada mereka berdua. Melihatnya pergi, Lusian dan Liez juga pergi bersama ke arah kakek dan nenek buyut nya yang sedang berbicara dengan beberapa tetua dari negara lain untuk mendapat informasi.


Ada sekitar dua belas tetua yang berkumpul termasuk kakek dan nenek buyut. Mereka membahas sesuatu sambil berdiri dan terlihat serius. Sebelum mereka sempat menyapa, para tetua itu saling memberikan hormat dan pergi ke kelompok mereka masing-masing.


Selesai membahas beberapa hal dengan tetua lain, Eleina dan Lowen juga pergi ke rombongannya. Saat mereka berbalik, mereka melihat Lusian dan Liez yang juga berjalan ke arah mereka.


Liez:"Kakek buyut, nenek buyut."


Lowen:"Hmm... Segera persiapkan diri kalian, kita akan segera meninggalkan kota."


Lusian:"Begitu buru-buru?."


Eleina:"Ya. Semua orang khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Karena itu, semuanya ingin mempercepat ekplorasi dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."


Lowen:"Semua orang memutuskan untuk setidaknya tiba di pinggir hutan sebelum gelap."


Lusian:"Aku mengerti."


Liez:"Kalau begitu, saya akan kembali ke rombongan."


Melihat saudarinya yang akan pergi, Lusian menghentikannya.


Lusian:"Kak, kamu harus berhati-hati."


Liez:"Ya. Kamu jangan khawatir, ada wakil dekan yang akan melindungi kami."


Mendengar bahwa wakil dekan juga ikut dalam eksplorasi ini, Lusian sedikit di yakinkan. Meskipun wakil dekan dari Sky Sword Academy tidak sekuat kakek dan nenek buyutnya, tapi wakil dekan sudah sampai pada tingkat Transformation, jadi tidak ada masalah besar untuk melindungi saudarinya.


Lowen:"Jangan khawatir. Sky Sword Academy dan Sky Domination Academy akan berjalan bersama kita. Jadi, kita akan bertemu lagi dengan mereka."


Eleina:"Juga, wakil dekan Sky Domination Academy dan instruktur Gozales juga ikut, Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan."


Eleina mendekat dan menepuk pundak Lusian sambil tersenyum untuk memberinya ketenangan. Lusian telah di yakinkan oleh kakek dan neneknya. Instruktur Gozales dan Wakil dekan dari Sky Domination Academy juga sangat kuat. Mereka adalah sedikit dari pejuang tingkat Arcangel yang ada di benua ini. Bahkan jika semua benua di gabung, mereka berdua juga akan mendapatkan peringkat. Lagi pula, Arcangel sama langkanya dengan orang yang memenangkan lotre.


Semua pasukan mulai sibuk dan bersiap untuk berangkat. Setelah semua persiapan selesai, kereta dari semua kelompok mulai berbaris di gerbang kota perbatasan. Pemandangan ini bisa di katakan sangat semarak di kota perbatasan antara wilayah manusia dan wilayah monster yang biasanya sangat sepi dan jarang pengunjung.


Kereta terdepan di pimpin oleh kereta dari kelompok Ambergris Empire yang merupakan negara terkuat saat ini di seluruh benua. Sebenarnya tidak ada ketentuan kereta siapa yang akan pergi di bagian mana, tapi tanpa sadar semua pasukan akan memberikan ruang terdepan untuk kekaisaran Ambergris. Bahkan kelima akademi super tidak mau berurusan dengan mereka.


Tanpa keuntungan yang pasti, orang-orang enggan untuk berurusan dengan orang-orang gila dari Ambergris Empire itu.


.....


Seperti yang di tebak, mereka semua tiba di pinggir hutan tepat saat matahari tenggelam. Dari puncak bukit, pilar cahaya itu terlihat lebih jelas dan mempesona. Semua binatang buas dan monster di hutan ini tampak sangat tenang dan tidak sepanik saat pilar cahaya itu pertama kali muncul. Bahkan bisa di katakan bahwa hutan ini menjadi sangat sunyi.


Semua pasukan mulai mempersiapkan kemah dan api unggun untuk menghangatkan diri. Hanya satu api unggun besar di tengah kemah yang di nyalakan sebagai tempat berkumpulnya semua pasukan untuk membahas tindakan tindak lanjut yang akan mereka lakukan setelah memasuki hutan. Dan beberapa api unggun kecil untuk menghangatkan makanan.


Pasukan-pasukan besar itu mulai membentuk kelompok masing-masing dengan kepentingan dan rencana yang sama. Kelompok yang saling bermusuhan mereka juga menjauhi musuh mereka dan membentuk kerja sama lain dengan sekutu mereka.


Meskipun saat ini terlihat harmonis di luar, tapi sebenarnya bagian dalam penuh dengan api. Bisa di bayangkan betapa sulitnya untuk menyatukan pemikiran dari banyak kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda. Jadi, tidak bisa di pungkiri bahwa bagian dalam tim ekplorasi ini akan sedikit renggang.


Saat malam tiba, setiap pasukan akan menempatkan orang untuk berjaga malam. Terutama untuk berjaga-jaga dari monster yang mungkin keluar untuk berburu di malam hari. Dengan berbagai bahaya yang mengintai, malam terasa sangat panjang.


Hingga matahari perlahan muncul, ketegangan di hati orang-orang bisa sedikit mereda. Mereka semua mulai menyiapkan sarapan dan bersiap untuk segera memasuki hutan monster yang sangat jarang di sentuh oleh manusia.


Bukan hanya mereka, tapi para pembawa barang juga mulai bersiap dengan barang bawaan mereka. Kereta kuda tidak bisa memasuki hutan, maka dari itu, barang keperluan semua orang akan di bawa oleh sejumlah orang pembawa barang.


Liez:"Lusian, apa kamu sudah siap?."


Liez berjalan masuk ke tenda Lusian yang sedang mempersiapkan diri.


Lusian:"Ya, aku sudah siap."


Kali ini Lusian mengenakan armor perak yang berkilau dengan sebilah long sword di pinggangnya. Penampilannya yang muda dan dengan senyum cerah, membuatnya terlihat seperti kesatria muda yang energik.


Tiga kekuatan termasuk Sky Sword Academy dan Sky Domination Academy berkumpul dengan kelompok kekaisaran Linchen untuk memasuki hutan bersama. Banyak kelompok lain yang terdiri dari berbagai kekuatan yang masuk ke dalam hutan melalui jalur yang berbeda. Selain bahaya, hutan ini juga menyimpan sejumlah besar harta Karun, baik harta Karun peninggalan kuno ataupun harta Karun alam, jadi banyak kekuatan yang enggan untuk beramai-ramai memasuki hutan supaya keuntungan mereka tidak terbagi. Mereka hanya memasuki hutan dengan sekutu mereka yang telah mencapai kesepakatan tertentu.


Berbagai kekuatan tidak saling menggangu, selain mencari tahu asal dari pilar cahaya merah itu, mereka juga fokus pada tujuan masing-masing.


Kelompok Lusian hanya terdiri dari dua puluh lima orang termasuk empat pembawa barang dan enam orang kesatria. Begitu memasuki hutan, Lusian merasa bahwa hutan ini menjadi lebih menakutkan dari saat terakhir kali dia datang untuk berburu. Lagi pula kali ini mereka akan pergi ke Padang rumput yang berada di sisi lain hutan, jadi mungkin ini hanya perasaanya yang tercampur dengan rasa gugup.


Karena keberadaan dari orang-orang kuat, tidak ada binatang buas tingkat rendah yang mau mendekati kelompok Lusian dan yang lainnya. Meskipun perjalanan mereka lancar hingga saat ini, tapi tidak ada dari mereka yang berani mengendurkan kewaspadaannya.


Lowen:"Aku merasa bahwa hutan ini menjadi aneh."


Eleina:"Ya. Hutan ini sangat sepi. terlalu sepi hingga menjadi mencurigakan."


Matahari hampir tenggelam lagi saat ini. Mereka sudah memasuki hutan begitu dalam, tapi mereka masih belum menemukan seekor monster pun. Ini sangat aneh untuk hutan monster, dimana monster merajalela.


Lowen:"Oke, malam ini kita akan berkemah di tempat ini."


"Iya."


Para pembawa barang langsung menurunkan barang bawaan mereka setelah membawanya selama seharian. Setelah tenda di dirikan, mereka mulai menyalakan api untuk mengusir serangga dan menghangatkan makanan yang mereka bawa.


Dengan cara bepergian seperti ini, perlu waktu hingga lima belas hari untuk sampai ke sisi lain hutan dan melihat Padang rumput.


Liez:"Entah kenapa udara di hutan ini lebih dingin daripada di luar."


Lowen:"Tidak. Seharusnya tidak sedingin ini."


Mendengar itu, sengaja atau tidak sengaja, Liez mendekatkan dirinya ke instruktur karena merasa takut. Liez bukan wanita yang penakut, tapi di hutan monster ini, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.


Grosaa... Grosa...


Mendengar suara semak-semak yang bergemerisik, Semua orang langsung waspada.


"Oh, ternyata kalian."


Mereka lega dan sedikit melepaskan kewaspadaan mereka setelah melihat bahwa yang datang adalah orang-orang dari Ambergris Empire dan Etienne Empire. Saat ini, Barbrosa, pangeran dari Etienne Empire melihat Lusian dan yang lainnya dengan wajah yang sangat menyebalkan.


"Salam untuk para tetua."


Tidak seperti pangeran Barbrosa yang sombong, pangeran Julius dari Ambergris Empire membungkuk dan memberikan penghormatan sopan kepada Eleina dan yang lainnya.


Selain mereka, ada sekitar sebelas orang kesatria dari kedua kelompok, dan empat orang yang berpakaian santai. Satu di antara ke empat orang itu adalah seorang wanita tua dengan wajah keriput tapi memiliki senyum yang baik di wajahnya. Di kening bagian kirinya terdapat pola merah yang rumit yang di katakan sebagai totem.


Liez:"Julius, apa yang terjadi padamu. Kamu terlihat sangat lelah?."


Julius memang sedikit terengah-engah dan pakaiannya sedikit berantakan. Karena mereka berdua adalah teman lama, jadi Liez sama sekali tidak memiliki sopan santu padanya.


Julius:"Oh, ternyata nona Liez. Tidak ada, saya baru saja bertemu dengan sekelompok jakal. Meskipun yang terkuat hanya tingkat General Knight, tapi jumlah mereka yang banyak membuatnya menjadi sangat merepotkan. Apalagi, kakek buyut dan nenek menyuruhku untuk melawan mereka sendiri."


"Humph... Jika kami terus membantumu, kapan kamu akan tumbuh."


Wanita tua itu langsung memberikan mata tidak puas pada Julius. Cucu ini adalah yang dia sayangi. Dia hanya ingin melatih Julius menjadi pejuang yang kuat.


Mendengar neneknya, Julius hanya bisa menghela nafas tanpa daya. Di Kekaisaran, siapa yang tidak tahu bahwa neneknya sangat keras kepala.


Eleina:"Itu benar. Kalian, bergabunglah dengan kami."


Eleina juga menyetujui kata-kata wanita tua itu. Mereka juga kenalan lama, jadi Eleina tidak keberatan untuk mengajak mereka bergabung.


"Oh, leluhur El. Saya merasa sangat terhormat mendapat undangan dari anda."


Meskipun wanita itu mencapai tingkat Angel, tapi di depan seorang God of War, dia hanya orang kecil. Terutama bahwa Eleina merupakan orang dari generasi yang sama dengan pamannya.


"Eleina, kamu masih terlihat cantik seperti biasa."


Seorang lelaki tua sekitar empat puluh tahun berbicara pada Eleina dengan senyum di wajahnya.


Lowen:"Doglas, jangan buat pikiran tentang istriku."


Melihat orang yang berbicara, Lowen sangat tidak puas. Mereka adalah saingan di masa lalu dan saat ini, tingkat kekuatan mereka sama. Salama bertahun-tahun, mereka terus bersaing dalam segala hal. Tapi, hasilnya mereka berdua dapat mengimbangi satu sama lain kecuali bahwa Lowen berhasil mendapatkan Eleina sebagai istrinya dan mengalahkan Doglas yang juga menyukai Eleina.


Doglas:"Kamu omong kosong."


Beruntung bahwa istrinya tidak ikut dalam kegiatan ini. Jika tidak, dia pasti akan di pukul oleh istrinya.


Mereka terus mengucapkan banyak basa-basi sambil menunggu tenda mereka di dirikan. Dalam lingkaran ini, orang-orang dari Etienne Empire hampir tidak ikut campur selain kedua tetua yang ikut berdiskusi dengan yang lain. Akhirnya, semua orang memutuskan untuk pergi bersama, apalagi mereka telah menemukan beberapa monster tingkat Transformation.


Meskipun tingkat itu bisa di kalahkan dengan mudah oleh mereka, tapi ini belum separuh hutan. Dengan ini, dapat di pastikan bahwa di kedalaman hutan akan menjadi lebih berbahaya. Akan lebih aman jika semuanya pergi bersama.


.....


Matahari sedikit redup karena terhalang oleh payung pohon. Di bawah bayang-bayang pohon yang rimbun, sekitar empat puluh orang berjalan menyusuri hutan dan terus masuk lebih dalam.


"Ahhh...!"


Tiba-tiba ada teriakan di baris belakang tim. Lusian dan yang lainnya yang mendengar itu, mereka segera menolah ke belakang dengan waspada dan melihat apa yang terjadi.


Seorang kesatria dari Etienne Empire menendang seorang wanita pembawa barang. Itu adalah wanita yang sama yang di tendang saat tanpa sengaja menabrak Barbrosa. Barbrosa masih menyimpan dendam pada pembawa barang itu, jadi dia sengaja membuat kesalahan bagi pembawa barang itu dan menyalahkannya.


"Kamu berani merusakkan pedang pangeran, Kamu..."


Lusian:"Hentikan!!."


Sebelum kesatria itu kembali menendang, Lusian sudah menghentikannya dan membantu pembawa barang itu berdiri. Lusian merebut pedang yang patah yang dipegang oleh Barbrosa. Setelah beberapa pemeriksaan, Lusian tahu bahwa itu hanyalah akal licik dari Barbrosa untuk menyalahkan pembawa barang ini.


Tanpa banyak bicara, Lusian melemparkan pedang yang patah itu kembali ke Barbrosa dan meninggalkannya.


Setelah kejadian kecil itu, mereka kembali melanjutkan perjalanannya untuk melewati hutan.


Lowen:"Berhenti."


Tiba-tiba Lowen menghentikan rombongan. Perasaan bahaya membuat bulu kuduknya merinding. Merasakan hal itu, dia melihat ke kanan dan ke kiri, membuat semua orang menjadi sangat waspada. Bukan hanya Lowen, Doglas juga merasakannya. Karena mereka berdua adalah yan terkuat, mereka segera mengatur yang lain untuk membentuk formasi bertahan.


Mereka meminta supaya Druma dan Eleina untuk melindungi yang lain.


Ahhh...!


Dari baris belakang tiba-tiba seorang kesatria berteriak. Kakinya di lilit dan di seret oleh sulur hijau yang panjang. Di sulur hijau itu terdapat duri berwarna merah yang sangat tajam.


Seorang tetua dari Etienne Empire yang melihat itu, dia langsung pergi ke arah sulur itu dan berusaha memotongnya dengan pedang.


Namun sulur itu tidak terpotong. Sulur yang terlihat lembut dan lentur itu ternyata sangat sulit untuk di potong. Melihat hal itu, tetua itu langsung menarik kembali pedangnya dan melapisi pedangnya dengan mana untuk memotong sulur.


Sebelum pedang itu jatuh ke sulur, sulur lain bergerak sangat cepat dan mengayun seperti cambuk ke arah orang itu. Bagaimanapun dia merupakan salah seorang pejuang berpangkat tinggi, jadi refleks tubuhnya juga sangat baik. Melihat serangan itu, dia langsung melompat ke udara dan menghindari sulur.


Sebuah pohon besar setinggi lebih dari sebelas meter langsung terpotong sangat rapi oleh sulur itu. Pemandangan itu sangat mengejutkan.


Pohon-pohon di hutan ini sangat kuat dan sulit untuk di potong. Tapi sulur itu bisa memotong pohon besar dengan sangat rapi, bisa di bayangkan betapa kuat sapuan dari sulur itu.


Tetua itu juga terkejut dan langsung mengambil jarak. Dia hanya bisa melihat kesatria itu di seret ke kedalaman hutan.


Ahhhh....!!


Suasana hening untuk sementara, tapi tiba-tiba seorang kesatria dari Etienne Empire kembali di seret oleh sulur hijau itu dan menghilang di kedalaman hutan.


Doglas:"Semua membentuk lingkaran."


Mereka semua membentuk formasi melingkar untuk berjaga-jaga dari serangan sulur itu. Mereka tidak tahu darimana sulur itu menyerang, jadi mereka hanya bisa menunggu sulur itu kembali muncul dengan gugup.


Eleina:"Lowen, seberapa kuat sulur itu?."


Lowen:"Dari aura energinya, itu mungkin setara dengan Pope, atau bahkan lebih tinggi."


Doglas:"Sial... Bagaimana monster tingkat itu bisa muncul di tempat ini...!!."


Di lingkungan hutan seperti ini, sangat tidak menguntungkan bagi mereka. Serangan menyelinap dari sulur itu sangat menakutkan dan tidak bisa di prediksi.


Ini benar-benar situasi yang sangat buruk...


(Akhir dari chapter ini.)


Jika tidak ada yang terjadi, aku akan update lagi besok.


Ada pendapat dan saran atau pertanyaan kalian bisa mengatakannya di kolom komentar. Aku akan sangat senang menanggapinya....