
sambutan hormat dari komandan Arkne menyadarkan aku dari perasaan linglung. setelah menyadarinya, aku memimpin kesatria yang lain untuk berlutut dengan hormat. kekuatan dan posisi dari Yang Mulia Filia pantas untuk mendapatkan penghormatan yang tinggi.
"angkat kepala kalian..!"
meskipun suara memerintah itu terdengar kekanak-kanakan, tapi suara itu juga memancarkan aura yang sulit untuk di tolak. jika kamu mendengarnya, kamu akan secara refleks mengikuti perintahnya. bahkan suara yang sederhana masih mengandung keagungan dari seorang penguasa. sungguh, dia adalah penguasa yang sesungguhnya. perasaan seperti itu entah kenapa muncul dari hatiku.
Filia:"apa kalian tahu alasan kenapa aku memanggil kalian?"
mata itu menatap ku dengan pandangan yang tegas dan tajam. matanya indah, tapi mata itu memberikan perasaan bahwa semua kebohongan akan terlihat dan tidak bisa di tutupi.
Aneria:"saya mengerti"
Filia:"kalau begitu, apakah kalian punya pembelaan?"
sikap yang tidak angkuh tapi mendominasi. dia memberikan kesempatan kepada kami untuk menjelaskan semuanya. itu membuktikan bahwa selain dari penguasa yang layak, dia juga merupakan seorang penguasa yang adil. dia tidak hanya mengambil keputusan dari Satu sudut pandang, tapi dia ingin melihat dari kedua sisi sebelum mengambil keputusan.
Aneria:"sebenarnya..."
aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. aku menceritakan segalanya, penolakan Duke, dan aku yang memiliki kedudukan seorang putri, tapi aku tidak memiliki wewenang yang pasti. aku meminta maaf kepada Yang Mulia Filia karena dengan cerobohnya mengambil keputusan yang bahkan aku belum yakin akan kepastian untuk memberikan apa yang aku janjikan.
Filia:"menjanjikan sesuatu yang berada diluar kekuasaanmu. aku harus mengatakan bahwa kamu cukup berani"
Aneria:"s, saya benar-benar minta maaf Yang Mulia Filia"
Arkne:"Makhluk rendahan...!!. apa kamu pikir permintaan maaf dapat menggantikan segalanya"
teriakan marah terdengar dari komandan Arkne yang telah berpindah ke sisi Yang Mulia Filia. jika aku jujur, mendengar suaranya yang penuh amarah benar-benar membuatku takut. aku melihat jubah Yang Mulia Filia dimana lengan sebelah kirinya kosong. pengorbanan seperti itu, aku, aku bahkan tidak tahu bagaimana menggantinya.
bahkan jika aku berhasil membujuk orang-orang itu untuk menyetujui Yang Mulia Filia memasuki reruntuhan, tapi apakah hal itu dapat menggantikan kerugian itu. dalam pertempuran ini, kami hanya kehilangan satu kota, tapi jika monster itu tidak di kalahkan mungkin kami akan kehilangan segalanya.
Aneria:"t, tidak..."
Filia:"jika kamu sadar bahwa permintaan maaf tidaklah cukup, lalu apa yang dapat kamu berikan?"
Aneria:"s, saya tidak tahu"
Arkne:"Yang Mulia, izinkan saya untuk memberikan hukuman pada mereka..!!!"
Filia:"hukuman macam apa yang akan kamu berikan pada mereka...?"
Arkne:"tentu saja menyiksa mereka lalu membiarkannya mati secara perlahan. kematian langsung terlalu indah untuk mereka"
Filia:"tekan kekejamanmu itu dan kembalikan rasionalitas mu, Arkne!. menghukum dan mengeksekusi mereka, apa menurutmu nyawa mereka sebanding dengan yang telah aku keluarkan!?"
aku mendengarkan percakapan Yang Mulia Filia dan Komandan Arkne yang semakin lama membuat hatiku semakin tenggelam kedalam jurang keputusasaan.
Arkne:"tidak Yang Mulia. nyawa dari makhluk-makhluk rendah ini, bahkan jika ada jutaan dari mereka, mereka tidak akan sanggup menggantikan kerugian kita. kalau begitu, izinkan saya untuk melenyapkan negeri itu tanpa meninggalkan kehidupan"
Aneria:"TIDAK..!!!. tolong jangan libatkan yang lain. ini semua kesalahan saya, mereka tidak bersalah. saya akan_"
hahahaha.....
Filia:"lucu, lucu sekali. mereka tidak bersalah?. apakah kamu lupa bahwa mereka mencoba menyingkirkan kami!?"
tawa ironis terdengar dari Yang Mulia Filia yang sedang duduk di atas tahta. aku tahu, aku tahu bahwa para petinggi negara itu akan mencoba mengirimkan pasukan dan menyingkirkan Yang Mulia Filia, tapi bukan berarti semuanya memiliki pemikiran yang sama. apalagi banyak orang-orang yang tidak mengetahui masalah itu.
aku tahu meskipun seluruh pasukan dikerahkan, bahkan tidak dapat mengalahkan salah satu dari orang-orang yang berada di bawah Yang Mulia Filia, tapi dengan memberikan ancaman seperti itu kepada penguasa suatu negara, terlebih lagi negara yang kuat seperti ini, itu sama saja dengan meragukan kehormatan dan harga diri mereka. dengan kejadian seperti itu akan sangat wajar jika mereka mendeklarasikan perang pada negara kami.
Yang Mulia Filia berdiri dari takhta dan perlahan menuruni tangga menuju ke arahku sambil menyeret gaunnya yang indah dan memberikan momentum besar.
Filia:"sejak dulu aku tidak akan pernah memberi ampun kepada siapapun yang berani memberikan ancaman kepadaku ataupun keluargaku. siapapun yang pernah melakukan itu, mereka tidak akan hidup cukup lama untuk menceritakannya kepada orang lain, baik sebuah kelompok atau sebuah negara"
arti di balik kata-katanya sudah sangat jelas. siapapun yang berani menentang mereka akan dimusnahkan. aku sendiri sangat memahami cara-cara dari kerajaan yang kuat memperlakukan kerajaan yang lemah.
aku hanya bisa dengan kosong menatap Yang Mulia Filia yang mendekat dan memegang pundak ku. ini semua, ini semua adalah salahku. aku telah menyeret negaraku sendiri dalam sebuah bencana besar yang tidak mungkin kami hadapi.
Filia:"tapi..."
sebuah kata, "tapi". satu kata yang sederhana itu menyalakan sedikit cahaya harapan yang telah padam oleh keputusasaan. apakah ini, apakah ini harapan?.
Filia:"tapi aku lebih suka memanfaatkan sesuatu yang berguna. daripada menghancurkan dan membuat pembantaian yang hanya sementara, aku lebih suka memanfaatkan mereka. apakah anda punya cara, "Putri Aneria"...?"
aku menoleh dan menatap Yang Mulia Filia dengan tidak percaya. saat aku menatapnya, senyum manis itu muncul dalam bidang pandang ku. meskipun itu adalah senyum manis, aku tahu dari nada bicaranya bahwa Yang Mulia Filia hanya memberikan satu pilihan padaku. satu pilihan dan tidak bisa mundur.
Aneria:"k, kami dapat bekerja seperti budak dibawah anda Yang Mulia"
plak..!!
setelah mendengar ucapanku, Yang Mulia Filia menepuk tangannya seperti mendapatkan ide yang bagus dan senyum brilian semakin berkembang di sudut mulutnya. senyumnya membentuk busur yang indah dan terlihat menawan, tapi di balik senyum dan wajahnya yang sangat menawan, aku merasakan kelicikan dan sedikit aura kekejaman.
Aneria:"s, saya menyerah"
hanya itu satu-satunya jalan yang di sediakan untuk kami lewati. jika aku memilih bertarung, aku sudah dapat melihat siapa yang akan dimusnahkan.
Filia:"bagus sekali, tapi bagaimana kamu dapat mewakili keinginan dari seluruh negeri?"
Aneria:"i, ini... s, saya saat ini memang tidak dapat melakukannya, tapi jika saya menjadi penguasa negara, saya..."
Filia:"sepertinya aku tidak berlebihan melihatmu. aku yakin kamu adalah seorang putri yang cerdas, jadi karena kamu telah mengusulkannya, secara otomatis kamu tahu caranya".
Aneria:"s, saya tahu. t, tapi saya masih memiliki sebuah masalah".
Filia:"katakan!"
Aneria:"saat ini posisi putra mahkota dipegang oleh adik saya. Putra Mahkota, Uliminus"
Yang Mulia Filia kembali berjalan menuju singgasana nya tanpa menoleh ke arahku. setelah mengambil posisi dan duduk, Yang Mulia Filia menatap kami dengan senyumnya yang percaya diri.
Filia:"jangan khawatir. karena rencana itu cukup bagus, jadi secara ilmiah kami akan memberikan bantuan supaya kamu bisa menaiki takhta. bukankah begitu, Arkne..!?"
Arkne:"itu benar sekali Yang Mulia"
Filia:"nah, putri. sekarang buktikan bahwa kamu layak untuk aku gunakan, mengerti...!?"
Aneria:"b, baik. s, saya mengerti...!"
aku tidak tahu rencana seperti apa yang akan mereka lakukan, tapi menurut pendapatku, cara yang paling mudah untuk melakukannya adalah dengan menyingkirkan pewaris yang lain. jika memang begitu, maka Uliminus.... maaf, maafkan kakak.
Filia:"karena sudah diputuskan, untuk saat ini kamu dan anak buahmu bisa beristirahat di kastil ini atau pergi mencari rumah di kota"
Aneria:"terima kasih Yang Mulia"
kami memberi hormat dan siap untuk pergi, tapi sebelum kami bisa berbalik, kami dipanggil lagi. Yang Mulia Filia memberikan perintah pada seorang maid dengan rambut dan mata coklat.
maid itu maju dan memberikan hormat kepada kami. kata-katanya sopan dan lembut. dapat dilihat bahwa ini merupakan maid yang sudah berlatih dan memiliki banyak pengalaman.
"nama saya Galerina Marginat. mulai saat ini, saya akan melayani semua kebutuhan anda. mohon bantuannya"
Aneria:"saya juga mohon bantuannya"
Filia:"karena semuanya sudah terselesaikan, kalian bisa pergi"
Aneria:"saya permisi, Yang Mulia"
aku segera memimpin yang lain untuk pergi dari ruangan itu. selain kami, maid yang ditugaskan untuk melayaniku juga ikut bersama kami. aku yakin, selain melayani kebutuhanku, maid ini di tugaskan untuk mengawasi kami. kami menjauh dari ruang takhta dan melewati lorong dengan banyak pintu di setiap sisinya.
Aneria:"Galerina, bisakah kamu menunjukkan jalan keluar dari istana ini?"
karena aku asing dengan lingkungan disini, jadi aku hanya bisa bertanya kepada Gelerina yang selalu berjalan di sampingku dengan senyum yang lembut.
Galerina:"oh, apakah anda ingin berjalan-jalan di luar?"
Aneria:"itu benar. aku ingin melihat pemandangan yang ada di luar"
Galerina:"tapi jika anda mau keluar dengan berjalan kaki, setidaknya memerlukan waktu dua hari untuk keluar dari sini"
seberapa luas istana ini. meskipun bukan bagian terdalam, tapi sudah memakan waktu dua hari untuk keluar dari sini?. kenapa ada istana sebesar ini, dan apa yang mereka lakukan dengan semua ruangannya?. mungkin karena kekuatan ekonomi mereka terlalu besar. aku benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi.
Aneria:"lalu, bagaimana kita keluar dari sini?"
Galerina:"itu mudah. «Teleportation»"
tiba-tiba pandanganku menjadi tidak jelas. saat aku pandanganku kembali seperti semula, aku telah berada di bawah langit biru dan cahaya matahari putih yang menyilaukan. di belakang ku terdapat sebuah dinding putih yang tinggi dengan gerbang raksasa yang di jaga oleh kesatria. dalam sekejap kami langsung di pindahkan ke luar istana?, sihir macam apa ini!?.
seperti melihat kebingunganku, Galerina tersenyum dan menjelaskan.
Galerina:"karena tempat ini terlalu luas, kami di berikan izin untuk melakukan teleportasi di seluruh area kecuali area terlarang untuk mempersingkat waktu"
Aneria:"jadi seperti itu. sungguh, aku tidak bisa mengatakan apapun lagi...."
(akhir dari chapter ini)
maafkan aku. kondisiku tidak terlalu bagus saat ini. mungkin aku akan jarang update untuk Minggu ini, tapi jangan khawatir, aku akan mencoba sebisa mungkin untuk Update selanjutnya.
agh... aku harus beristirahat 🤒. see you next time...