
di dalam ruangan yang terang dan indah, berhiaskan dengan ubin putih dan sofa indah dengan ukiran di beberapa bagiannya.
ruangannya terkesan klasik dan mewah benar-benar layak menjadi ruang VIP. aku tidak mengira bahwa istilah VIP ada di dunia ini, mungkin dunia ini memiliki sejarah yang lebih dalam dari yang aku kira. mungkin dulu pernah ada orang lain dari dunia yang sama dengan ku yang membawa istilah itu ke dunia ini.
segera setelah aku duduk di sofa, suara pintu berderak terbuka segera terdengar bersama dengan beberapa langkah kaki yang tergesa-gesa. disana masuk seorang wanita dengan pakaian resepsionis tapi lebih baik dari yang di meja depan dengan rambut coklat panjang dan berkaca mata. dia membawa pena bulu di tangan kanan dan kertas catatan dengan papan di tangan sebelah kirinya.
di belakangnya ada seorang pelayan wanita yang membawa poci set berwarna putih porselen dengan gambar bunga mawar di atasnya. dari poci itu sudah tercium aroma teh yang familiar, ini adalah teh melati.
pelayan:"silahkan tehnya"
pelayan itu menuangkan teh dengan sopan dan menyuguhkannya di hadapan ku dan Ilma. aroma teh segera menusuk hidung dan membuat lebih rileks. dari dulu aku selalu menyukai berbagai jenis teh, aku berharap di dunia ini akan terdapat variasi teh yang belum pernah aku rasakan.
"saya adalah Lidia, ketua guild perdagangan ini. sebelumnya maaf karena telah membuat putri menunggu"
Filia:"tidak masalah. aku datang kesini untuk membeli sebuah bangunan yang layak"
Lidia:"tentu. saya sudah menyiapkan daftarnya. silahkan dilihat"
Lidia adalah gadis yang masih muda mungkin pertengahan dua puluhan dan dia memiliki wajah yang cantik dan ramah.
pelayan yang tadi menyuguhkan teh berjalan ke meja di dekat jendela dan mengambil tumpukan kertas yang cukup tinggi lalu meletakkannya di atas meja.
Lidia:"ini adalah daftarnya"
ugh... dengan daftar sebanyak ini perlu waktu seharian penuh untuk memeriksanya satu persatu, aku tidak akan punya waktu sebanyak itu kau tahu!. lagipula aku terlalu malas untuk memeriksa ratusan kertas di atas meja.
Filia:"bisakah nona Lidia merekomendasikan yang cocok?"
aku hanya bisa menggunakan cara ini. melihat tumpukan kertas itu benar-benar menghilangkan mood ku.
Lidia:"kriteria bangunan seperti apa yang di inginkan putri ini?"
Filia:"bangunan dengan tiga lantai yang memiliki halaman luas dan ruang tamu yang luas. oh...juga, yang tidak terlalu dekat dengan jalan utama, aku mau tempat yang cukup tenang"
Lidia:"hm... kriteria yang di berikan putri ini agak sulit. saya tidak yakin bisa menemukannya di sini"
Lidia berbicara sambil terus memilah-milah setiap lembar kertas yang ada di atas meja. ini mengagumkan, dia bisa memilah kertas-kertas itu dengan cepat. apa dia sudah menghafal semua kertas ini?.
tak lama, Lidia mengangkat kepalanya dan memegangi alisnya yang berkerut.
Lidia:"saya menemukan satu. ini berada di kawasan distrik bangsawan. rumah ini dulunya bekas seorang Baron tapi di tinggalkan setelah terjadi kebakaran besar dan menewaskan banyak penghuni di dalamnya. setelah kebakaran itu, mansion tersebut di bangun kembali dan di jual"
uwah... latar belakang tempat itu menakutkan dan lagi, jika aku mau membuatnya menjadi sebuah toko coklat, aku tidak bisa membuatnya di wilayah distrik bangsawan. aku mau membuat toko yang dapat di jangkau bahkan oleh rakyat biasa. jika aku membangunnya di distrik bangsawan, maka rakyat biasa tidak akan bisa masuk ke wilayah distrik bangsawan dengan bebas, dan lagi jika mereka masuk aku ragu bahwa mereka akan nyaman saat bersama para bangsawan.
meskipun pejabat negeri ini dapat di percaya dan peduli terhadap Rakyat bukan berarti bahwa tidak akan ada bangsawan yang menganggap rendah orang-orang biasa itu terutama generasi kedua para bangsawan.
Filia:"aku tidak mau jika bangunannya ada di distrik bangsawan. huh... bagaimana dengan tanah? apakah ada tanah yang cukup luas untuk digunakan membangun bangunan seperti yang aku inginkan?"
Lidia:"um..biar saya periksa sebentar"
Lidia melambaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada pelayan perempuan itu supaya mengambil beberapa berkas di bawah laci meja tempat dia tadi mengambil daftar bangunan.
pelayan itu mengambil tumpukan kertas yang jelas jauh lebih sedikit daripada daftar bangunan.
Lidia:"ini adalah daftar tanah yang baru-baru ini saya terima. seingat saya ada yang memenuhi ekspektasi tuan putri"
dengan serius, Lidia terus membolak-balik beberapa kertas sebelum akhirnya mengambil sebuah kertas dengan denah tanah dan beberapa deskripsi di atasnya.
Lidia menyerahkan kertas itu dengan wajah yang bahagia, menyodorkannya ke arahku yang duduk berhadapan dengannya. aku melepas tudungku, memperlihatkan sosok ku.
saat aku melihat deskripsi di kertas ini, aku cukup puas. jika hanya luasnya saja yang kurang maka desain bangunannya dapat di sesuaikan. meskipun kurang dalam segi ukuran, kekurangan itu tidak terlalu besar.
tanah ini merupakan bekas peternakan di pinggir kota dan tidak terlalu dekat dengan jalan utama.tetapi karena suatu alasan, peternakan itu mengalami kebangkrutan dan akhirnya pemiliknya menjual semua peliharaan beserta tanahnya untuk digunakan membeli rumah di distrik perdagangan.
Filia:"baiklah. saya puas dengan tanah ini. jadi nona Lidia bisa tolong sebutkan harganya?..um..nona Lidia?"
Lidia:"ugh...anu...iya,iya...ada apa putri?"
sepertinya Lidia melamun dan tidak mendengarkan ucapanku sama sekali. sebenarnya apa yang membuatnya melamun seperti itu?.
Filia:"bisakah nona Lidia menyebutkan harganya?. saya akan membeli tanah ini"
Lidia:"tentu... menurut harga awal yang di setujui oleh pemilik tanahnya, harganya sekitar 100 Small Gold Coin ditambah dengan biaya pemrosesan surat kepemilikan maka akan ditambah 20 Silver Coin"
aku tidak tahu apakah harga ini mahal atau tidak karena ini pertama kalinya aku melakukan transaksi jual-beli tanah di dunia ini. aku melirik Ilma dan sepertinya dia juga tidak mengetahui nya. tapi karena kita tidak kekurangan uang jadi, beli saja.
Filia:"baiklah. apa ini cukup?"
aku mengeluarkan dua koin perak Alterion yang setara dengan dua Platinum Coin dan meletakkannya di atas meja. ekspresi Ilma dan Lidia termasuk pelayan itu sangat terkejut.
Lidia:"ini... ini terlalu banyak"
Filia:"tidak masalah. sebagai gantinya aku mau di antarkan untuk melihat-lihat lokasinya terlebih dahulu. jika tidak memuaskan makan transaksi ini akan dibatalkan"
Lidia:"baik. saya mengerti"
sebagai seorang pengusaha, Lidia tidak ragu terlalu lama untuk menerima uang tersebut dan mulai bersiap untuk mengantarkan kami ke lokasi tanah yang akan di jual.
kami bertiga berangkat menggunakan kereta kuda yang di sediakan oleh guild perdagangan. meskipun kereta ini tidak semewah milik keluarga Rosefield tapi ini cukup nyaman dan mungkin juga karena di sebabkan oleh jalan
ibu kota yang terawat dengan baik.
sekitar satu jam kemudian kami tiba di lokasi tanah yang di jual. memang tanahnya cukup luas dan tidak terlalu dekat dengan jalan utama. ini sangat bagus, lingkungan yang tenang dan asri dengan beberapa pohon besar dan rerumputan hijau, ini benar-benar seperti yang aku harapkan.
Lidia:"jika putri ingin membangun bangunan, saya bisa memperkenalkan kepada beberapa tukang yang dapat di andalkan"
Filia:"terimakasih. tapi itu tidak di perlukan"
aku melangkah maju dan meletakkan telapak tangan ku di permukaan tanah.
Filia:"«Instant Construction»"
lingkaran sihir raksasa berwarna kuning langsung menyala. tanah yang semula dipenuhi rerumputan hijau perlahan berdiri sebuah bangunan yang terbentuk secara perlahan. meskipun bangunan itu dibangun disana masih menyisakan halaman yang luas dan beberapa pohon besar yang dibiarkan di halaman. selain itu, ada beberapa pohon baru yang tumbuh dan beberapa pohon yang semula mulai berubah dan tertata rapi.
karena tanah itu sudah rata, jadi sangat mudah untuk membangun bangunan di atasnya. selain membangun bangunan, di sekeliling batas tanah itu juga muncul pagar beton dan mengelilingi halaman yang luas.
sekitar tiga belas menit kemudian mulai berdiri bangunan besar tiga lantai yang terlihat indah dengan gaya Eropa klasik dan beberapa bangku batu di bagian luarnya, tepatnya di bawah pohon-pohon besar yang rindang.
selain menggunakan «Instant Construction» aku juga menggunakan «Plant Growth and Arrangement» untuk mengatur dan menyesuaikan tanaman di sekitar sekaligus merapikannya. dengan kekuatanku saat ini, melakukan sihir skala menengah ini seperti tidak menkonsumsi mana sama sekali.
selesai melakukan semua itu, aku mengangkat tangan ku dan berbalik melihat Ilma dan Lidia, disana aku melihat dua tiga orang termasuk kusir kereta kuda yang menata kosong sambil membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut.
(akhir dari chapter ini)