
Ini, ini yang aku cari. Ada kepastian bahwa akan ada reruntuhan lain di bawah bekas danau. Seketika, harapan yang tadinya hampir padam, sekarang aku bisa harapan itu kembali.
Dari waktu 12 Miliar tahun, aku tidak tahu apakah akan ada yang tersisa di reruntuhan itu, tapi setidaknya ada sedikit harapan. Aku hanya ingin bisa melihat seperti apa reruntuhan yang bisa membuat benda berharga seperti Eclipse Cannon.
Bagaimana mungkin aku akan rela menghabiskan waktu untuk menunggu. Tanpa pikir panjang, aku segera berlari ke tempat penggalian bersama dengan Efilias dan seorang peri terbang yang tingginya hanya sepuluh sentimeter. Namun, tubuhnya yang mungil tidak mempengaruhi kecepatannya karena dia terbang di udara.
Namanya adalah Leyfa. Dia adalah ras peri cahaya bulan. Ras peri cahaya bulan adalah ras yang cantik, namun mereka adalah ras yang di kutuk untuk memiliki umur yang pendek, berbeda dengan ras peri lain. Sangat sulit bagi Ras Moonlight Fairy yang memiliki Tier tinggi. Itu karena usia mereka sangat pendek yang tidak lebih dari 50 tahun. Jika mereka tidak mampu menerobos ke tier satu dalam usia itu, maka mereka akan segera mati, namun jika mereka bisa menerobos, mereka dapat melipat gandakan umur mereka dan akan terus seperti itu.
Jadi, dengan usia yang sangat pendek, mereka jarang bisa menerobos. Dan sekali menerobos, itu bukti bahwa mereka adalah bakat yang sangat luar biasa.
Dan Leyfa adalah salah satu bakat yang luar biasa itu. Dia bersedia mengikutiku waktu menjalankan quest dan akhirnya menjadi salah satu penghuni Moon Palace. Saat ini dia sudah menerobos ke tier tiga, dan tidak akan jauh Samapi dia menerobos ke tier empat.
Dia bukanlah familiar atau NPC yang aku dan para saudariku buat, tapi dia sudah memberikan sumpah setianya pada Moon Palace dan menjadi anggota Moon Palace dengan keinginannya sendiri. Meskipun dia bukanlah petarung yang kuat, tapi skill nya sangat membantu dalam hal support, sekaligus dia sangat menyukai belajar tentang ilmu metalurgi dan mineralogi.
Dengan cepat, kami tiba di tempat pengeboran. Tempat pengeboran ini hanya memiliki lubang berdiameter beberapa pulu sentimeter karena hanya di gunakan untuk mengambil sampel tanah di kedalaman.
Filia:"Apakah mungkin ada pintu masuk lain selain kita harus menggalinya sendiri?."
Menurut pendapatku, pasti akan ada pintu masuk ke kedalaman. Jika tidak, bagaimana penduduk kota ini bisa menemukan senjata yang begitu menakutkan. Kecuali... Kecuali bahwa mereka mendapatkan senjata itu dengan cara lain. Tapi aku lebih memilih yang pertama.
Apa alasannya?. Tidak ada. itu karena aku ingin percaya bahwa mereka mendapatkannya dari tempat ini. Singkatnya, ini hanya kepercayaan yang keras kepala, ok?!.
Leyfa:"Hmmm... Mungkin memang ada. Bagaimanapun, tempat ini dan di sekitarnya Kaya akan mineral berharga, jadi mungkin akan ada tambang yang menuju ke kedalaman tanah."
Itu masuk akal. Mungkin saja Memang ada lubang tambang yang mereka gali dan tanpa sengaja membuka lorong untuk masuk kepentingan bawah tanah itu, sehingga mereka bis mendapatkan senjata. Ini mungkin, dan bahkan kemungkinannya cukup besar.
Filia:"Periksa Lingkungan sekitar dalam cakupan yang lebih luas, setidaknya seribu kilometer dari kota, dan temukan sisa-sisa tambang itu atau tempat yang mencurigakan."
Meskipun itu dari ratusan ribu tahun yang lalu, tapi dengan pengetahuan dan teknologi Moon Palace, aku masih yakin untuk menemukan bekas galian tambang yang mungkin. Lagi pula tambang dengan kedalaman seperti itu tidak akan menghilang dengan mudah tanpa adanya pergeseran lempeng atau bencana besar yang membuat lubang tambang itu runtuh sepenuh.
Memang tidak akan menutup kemungkinan bahwa tambang itu akan runtuh dan benar-benar terkubur tanpa jejak karena berlalunya waktu. Tapi bayangkan, jika mereka mendapatkan harta berharga seperti senjata yang kuat di dalam lubang galian itu, apakah mereka akan membuat lubang tambang itu sangat rapuh dan ceroboh?. Jawabannya adalah tidak. Jika aku menjadi mereka, aku akan memperkuat lubang tambang untuk mencegah kecelakaan dan memperluasnya demi akses yang lebih mudah dan mungkin bisa mendapatkan harta yang lain.
Bahkan saluran air telah di perkuat menggunakan Panerite, bukankah seharusnya lubang yang berharga seperti itu di perkuat dengan material yang lebih baik lagi?. Dengan pemikiran itu, aku segera memberikan perintah supaya mereka mulai menyebarkan drone yang memiliki alat deteksi dan berbagai macam sensor untuk mencari sisa-sisa dari tambang itu.
Selama proses pencarian yang panik, kegiatan di reruntuhan ini tidak berhenti sama sekali. Banyak ditemukan sisa-sisa tulang belulang dan berbagai macam perhiasan logam yang terkubur di tempat ini di kedalaman beberapa meter di dalam tanah.
Melihat dari sisa-sisa tulang yang tidak beraturan dan dalam kondisi yang cacat ini, di perkirakan bahwa di kota ini pernah terjadi pembantaian.
Ratusan ribu tahun, tulang masih bertahan?. Tentu saja, melihat dari keadaan tulang ini, di perkirakan pemiliknya dulu telah mencapai Tier tiga ke atas, sehingga tulang belulangnya masih bisa bertahan hingga saat ini.
Namun, meskipun mereka dulu cukup kuat, tapi setelah kematian dalam waktu yang lama, tulang belulang mereka juga akan terdegradasi oleh berlalunya waktu. Jadi, tulang belulang ini sudah tidak bis lagi di gunakan sebagai material.
Filia:"Jadi, kota ini di tinggalkan secara paksa, atau semua orang-orang yang tinggal di sini telah mati karena suatu sebab?."
Efilias:"Menurut data yang di peroleh dan dari bekas kematian yang tidak normal, bisa di asumsikan demikian, Yang Mulia."
Filia:"Selidiki lebih lanjut penyebabnya."
Begitu banyak Tier tiga dan di atasnya yang mati di tempat ini. Kematian begitu banyak petarung kuat pasti di sebabkan oleh lawan yang kuat juga. Jika lawan itu masih hidup hingga saat ini, maka itu merupakan ancaman serius untukku dan Moon Palace.
Efilias:"Dimengerti, Yang Mulia."
.....
Beberapa jam kemudian, drone yang bertugas untuk menyisir pintu masuk ke dalam tanah telah kembali dan berhasil mengirimkan data yang relevan.
Benar-benar ada. Salah satu drone menemukan jaringan lorong bawah tanah yang telah terkubur di kedalaman sekitar 10m di dalam tanah. Jaringan lorong itu sangat panjang dan rumit, tapi drone hanya mampu memetakan sebagian saja dan tidak mampu untuk mengambil gambarnya secara penuh karena gelombang radar pencariannya terhalang oleh sesuatu.
Tapi itu bukan masalah, selama area itu di temukan, aku tinggal mengerahkan tenaga kerja untuk memeriksanya lebih lanjut.
Tenaga kerja saat ini tidak memenuhi syarat, jadi aku memerintahkan supaya area penggalian ini menjadi titik lubang cacing tetap. Dengan begitu, lubang cacing yang terbentuk akan lebih stabil dan kapal udara dapat berjalan bolak-balik dari Moon Palace ke reruntuhan tanpa halangan.
Dia buah kapal udara lagi telah tiba dengan membawa pekerja yang di pimpin oleh seorang Dwarf dan satu lagi di pimpin oleh seorang Beast dari suku tikus, tepatnya suku tikus mondok. Dua ras ini memang terkenal dalam pekerjaan menambang, jadi mereka adalah kandidat yang sangat tepat.
Dua kapal ini membawa sekitar 500 orang pekerja. Aku tidak bisa mengerahkan terlalu banyak pekerja penambangan, selain karena jumlah mereka terbatas, alasan yang lain karena sebagain besar penambang yang di miliki oleh Moon Palace telah di alokasikan kepada pak tua Gard untuk membantunya menambang ore di Padang rumput. (Chapter 66).
Selain tenaga kerja untuk menambang, aku juga memanggil lebih banyak tenaga kerja untuk menyelesaikan penggalian reruntuhan ini. Reruntuhan ini lebih luas dari kota di atasnya, maka dari itu, aku harus memindahkan banyak penduduk yang tinggal sekaligus membangunkan tempat hunian sementara. Tidak sulit untuk membangun hunian sementara, apa lagi di sekitar kota ini tersedia banyak sumber daya berupa kayu.
Jarak tempat yang di curigai sebagai lubang tambang itu berjarak sekitar seratus kilometer dari lokasi penggalian. Setelah sampai di tempat itu, tidak banyak membuang waktu, para penambang itu segera mengeluarkan alat-alat mereka dan segera bekerja.
Setelah beberapa saat melakukan penggalian, akhirnya lubang tambang itu berhasil di temukan. Seperti yang aku duga, meskipun mulut gua itu telah runtuh, tapi bagian dalamnya di perkuat.
Mulut tambang ini memiliki jejak tangan manusia yang jelas dengan banyak tiang-tiang penyangga yang terbuat dari batu dan logam. Batu ini merupakan jenis mineral yang sangat kuat dan di penuhi dengan rune sihir penguatan. Meskipun demikian, karena berlakunya waktu, jejak-jejak pelapukan juga mulai muncul.
Idrin:"Yang Mulia, tolong lihat ini."
Idrin dari ras tikus itu memanggilku sambil melihat sebuah tiang batu yang tingginya sekitar delapan meter. Saat aku mendekat, aku melihat empat bekas goresan dalam pada tiang itu.
Filia:"Ini, bekas cakaran?."
Idrin:"Benar, Yang Mulia."
Setelah penemuan bekas cakaran itu, lebih banyak penemuan juga di temukan, termasuk bangkai monster dan Animanid yang tersebar di sekitar gua. Dengan begini, dapat di simpulkan bahwa tempat ini pernah mengalami serangan binatang buas seperti di kota.
Banyak robot dan drone kecil yang di masukkan ke dalam gua untuk memetakan dan menjelajahi setiap lorong yang ada di gua ini. Seperti dugaan awal, lorong ini sangat panjang dan bercabang-cabang, juga sangat rumit. Perlu sedikit waktu untuk memetakan seluruh saluran lorong di tempat ini.
Idrin:"Yang Mulia, sepertinya bagian ini terblokir oleh sesuatu."
Dilihat dari kamera yang terpasang di drone, sebuah pintu batu besar menghalangi lorong yang di jelajahi. Di depan pintu batu itu terdapat banyak tumpukan sisa-sisa monster dan Animanid yang telah mati. Di perkirakan ada pertarungan di tempat ini.
Filia:"Hancurkan!."
Idrin:"Ya, Yang Mulia."
Setiap drone dan robot dalam ekspedisi ini telah dilengkapi menggunakan meriam kecil dan pemotong laser untuk kondisi yang tidak terduga. Jadi, mudah untuk memotong pintu batu itu.
Drone segera mengeksekusi perintah dariku dan membuat lubang di pintu batu itu menggunakan senjata laser. Setelah lubang di buat, ternyata pintu batu itu setebal lima pulu sentimeter dan terbuat dari batu yang sangat padat, kepadatannya hampir menyamai berlian di bumi, namun meskipun sangat padat, di hadapan senjata laser dari drone, itu hanya bagaikan tahu yang lembut.
Di balik pintu itu adalah lorong panjang yang sangat gelap. Banyak sisa-sisa Animanid yang tergeletak di dalamnya. Mayat-mayat itu mati dengan berbagai posisi, ada yang terbaring di lantai, ada juga yang bersandar di dinding gua. Karena tidak di temukan mayat monster, itu berarti orang-orang ini mati dengan sebab yang lain.
Sepertinya mereka bersembunyi dari serangan monster itu dan terjebak di dalam gua hingga mereka mati kehabisan oksigen dan bahan makanan. Singkatnya, mereka mati kelaparan.
Lorong itu semakin lama semakin turun ke bawah tanah. Meskipun berkelok-kelok, tapi aku dapat merasakan bahwa lorong itu semakin jauh masuk ke dalam tanah.
Kurang dari setengah jam kemudian, drone telah masuk ke kedalaman seratus tujuh puluh lima meter dan tiba di sebuah lubang yang sangat luas dan cerah. Yang membuatku terkejut, lubang ini sangat terang dan banyak di tumbuhi oleh tanaman hijau, selayaknya hutan di dalam gua. Ya, hijau. Tanaman di dalamnya berwarna hijau seperti tanaman normal, berbeda dengan tanaman di dunia luar yang berwarna ungu atau warna gelap lainnya.
Drone mengambil gambar di atap gua yang setinggi sekitar 50m dan menemukan sumber cahaya di gua itu. Itu adalah semacam batu besar yang menghasilkan cahaya kuning keemasan seperti matahari.
Filia:"Segera bergerak ke tempat itu."
Melihat pemandangan ini, aku segera memimpin para kesatria dan beberapa orang lain untuk pergi ke tempat itu sambil mengawasi monitor drone. Drone terbang lebih tinggi di atas hutan dan melihat bahwa hutan itu sangat-sangat luas.
Tapi yang menjadi perhatian utama, di tengah hutan itu terdapat sepetak tanah kosong yang sangat luas dan ada sebuah kota yang luas di tengahnya. Kota itu memiliki dinding hitam melingkar seperti cincin yang mengelilingi kota itu dengan ketinggian sekitar 13m dan ketebalan 4-5m yang sangat kuat dan tidak terlalu mencolok karena tersembunyi di antara pohon-pohon besar yang memiliki ketinggian sekitar dua puluh meter atau lebih.
Drone bergerak ke arah kota itu, namun dalam sekejap, tiba-tiba drone itu kehilangan koneksi dan gambar di layar berubah menjadi kepingan salju.
Filia:"Sepertinya ada penghalang energi yang merusak drone."
Ini sangat menarik. Kota yang telah di tinggalkan dalam waktu selama itu masih bisa mensuplai energi bagi perisai pelindung kota hingga saat ini. Aku penasaran, energi macam apa yang mereka gunakan.
Bahkan Moon Palace tidak memiliki sumber energi semacam ini yang bisa bertahan begitu lama. Setidaknya, energi perisai pelindung yang ada di Moon Palace harus selalu di ganti setiap 10 tahun sekali. Dan setiap penggantian, setidaknya akan memakan biaya $40.000 yang benar-benar membakar uang.
Yah, tapi mengingat bahwa Moon Palace sendiri sangat luas dan perisai pelindungnya juga sangat canggih, jadi kehilangan energi sebesar itu sudah termasuk paling hemat. Namun meskipun Moon Palace hanya seluas kota ini, itu tetap tidak mungkin untuk mempertahankan energi sampai selama itu.
Kami akhirnya tiba di depan gua yang luas ini. Yang bis aku lihat di depan mataku hanyalah batang-batang pohon yang sangat besar. Selain dedaunan kering yang berserakan di lantai hutan, di hutan ini juga terlihat banyak semak dan berbagai jenis tanaman. Bahkan sekilas, aku bisa melihat beberapa jenis satwa, bisa di katakan bahwa hutan bawah tanah ini telah membentuk ekosistem yang lengkap dan kompleks. Sungguh tidak terbayangkan bahwa hal seperti ini akan terjadi.
Bukan berarti aku belum pernah melihat hal seperti ini di Alterion, tapi ini adalah pertama kalinya aku menemukan lingkungan seperti ini di Helheim.
Filia:"Bergerak!."
Aku memimpin dan segera memasuki hutan. Ada drone lain yang akan memandu jalan kami menuju ke reruntuhan, jadi aku tidak perlu khawatir akan tersesat.
aku tidak mau mengambil resiko untuk berjalan di antara sampah hutan yang padat ini. Aku takut jika tanpa sengaja menginjak binatang berbisa yang tersembunyi di antara sampah dedaunan kering, Jadi aku dan kesatria hanya melompat di antara cabang-cabang pohon untuk sampai di tempat tujuan.
Terbang?. Yah, aku memikirkannya, tapi aku menyadari bahwa di hutan ini memiliki larangan terbang untuk makhluk hidup asing. Sistem ini mirip dengan yang ada di Moon Palace, selain yang sudah terdaftar, yang lain akan di larang terbang oleh aturan.
Dengan adanya larangan itu, aku hanya bisa melompat di antara pohon-pohon yang tinggi ini. Tentu saja dengan kelincahan dan kekuatan mental ku, hal ini sangat mudah untuk aku lakukan.
Saat aku memfokuskan semua perhatianku untuk berlari, tiba-tiba sebuah bayangan besar melintasi dengan cepat ke arahku. Kekuatan mentalku keluar dan aku sudah menyadarinya sejak awal, tapi aku tidak peduli dengan itu.
Namun, sebelum bayangan besar itu menyentuhku, sebuah kilatan biru perak melintas dari bagian belakang ku.
Bang...!
Sebuah tombak panjang melintas sangat cepat dan langsung menusuk binatang itu. Bayangan hitam itu tertusuk dan ikut terlempar bersama tombak ke sebuah batang pohon besar dan membuat suara tabrakan yang sangat keras karena gaya inersia yang di sebabkan oleh kecepatan gerak tombak yang di lemparkan.
Pohon besar itu hancur bersama dengan cipratan darah dan raungan menggema yang menakutkan. Setelah debu mengendap, terlihat bahwa seekor harimau besar setinggi lima meter atau lebih berwarna hitam dengan garis-garis ungu sedang terbaring mati di tumpukan serpihan kayu dengan sebuah tombak biru di bagian tengah tubuhnya.
Seorang kesatria biru segera melompat ke mayat binatang itu dan mengambil tombak yang tertancap di mayat binatang dan ikut kembali ke barisan untuk melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan, ada beberapa kali monster menyerang, tapi tanpa terkecuali, semuanya di bunuh oleh kesatria yang mengawalku di belakang.
Tidak lama kemudian, aku memimpin pasukan dan tiba di depan gerbang besar kota bawah tanah ini. Meskipun kota ini memiliki pelindung energi, tapi pelindung energi di kota ini hanya berada di atas kota membentuk sebuah kubah untuk melindungi kota dari serangan udara. Karena itu, bagian bawah kota hanya di lindungi oleh tembok kota yang kokoh ini.
Filia:"Pindahkan pekerja di reruntuhan ke kota ini, dan biarkan mereka melakukan penelitian."
"Ya, Yang Mulia."
Seorang kesatria menanggapi perintahku dan segera berbalik untuk menyampaikan perintahku ke permukaan. Komunikasi tidak dapat di buka di ruang bawah tanah ini, seakan ada sebuah perisai yang melindungi transmisi sinyal komunikasi dari dalam dan luar area gua.
Sebelum para pekerja itu datang, aku masuk ke dalam kota melalui pintu gerbang besar yang terbuka. Banyak bekas goresan dan benturan pada pintu besi setebal dua meter itu, yang membuktikan bahwa pintu ini telah melalui pertarungan yang berat.
Saat memasuki kota, bangunan dan fasilitas di dalamnya telah banyak yang rusak karena di angkat oleh akar pohon. Namun, meskipun banyak bangunan yang rusak, tapi aku masih bisa merasakan keagungan dari kota ini.
Aku bisa yakin, bahwa di masa jayanya, kota ini pasti sangat luar biasa...
Ya, sangat luar biasa...
(Akhir dari chapter ini)