Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 15: Guild Perdagangan



alunan melodi biola terus terdengar hingga hampir dua jam sebelum akhirnya berhenti. aku menghela nafas panjang dan tetap berdiri di tempat sambil tersenyum dan memandangi bulan walupun masih ada air mata yang perlahan menetes.


aku berbalik dan melihat bahwa di kedua sisi wajah Ilma juga terdapat bekas aliran air mata.


apakah dia juga menangis?. apa itu begitu menyedihkan?.


Filia:"Ilma?"


Ilma langsung berlari ke arahku dan memelukku dengan erat, menempelkan wajahku di dadanya yang belum berkembang.


Ilma:"apapun yang terjadi Ilma ini akan selalu bersama tuan putri"


Filia:"terima kasih"


tanpa di duga ucapan sederhana itu berhasil mengangkat simpul di hatiku. ini adalah kehidupan baru, aku hanya bisa menikmatinya dan menghargainya. Tuhan telah memberikanku kesempatan kedua.


Ilma:"apa pun itu putri"


semua keluh kesah di hatiku berubah menjadi rasa lelah yang menjalar di seluruh tubuhku di tambah dengan pelukan Ilma yang tubuhnya tidak jauh lebih besar dariku, rasa kantuk mulai menyerang setiap sel saraf dan entah kapan aku mulai menutup mata dan tertidur di dalam pelukannya.


.............


tanpa sadar pagi sudah tiba, perlahan aku mengangkat kelopak mataku yang masih enggan untuk terbuka. aku bangun dan melihat cahaya matahari yang menyusup di celah-celah tirai putih yang tipis.


perlahan aku turun dari ranjang besar ku yang hangat dan berjalan menuju meja rias dengan kaca di samping tempat tidur, agak jauh dari ranjang.


melihat kelopak mataku sepertinya tidak bengkak karena menangis semalam. aku merasa terlalu emosional saat melihat bulan.


tok...tok...tok...


"putri. apa anda sudah bangun?"


terdengar ketukan dari balik pintu besar sambil di ikuti dengan suara manis seorang gadis kecil.


Filia:"masuk!"


pintu besar itu di dorong terbuka secara perlahan, dengan langkah kaki yang lembut dan mantap, Ilma masuk dengan pakaian maid sambil membawa roti dan segelas susu di atas sebuah nampan perak berhias emas.


Ilma:"saya membawakan sarapan untuk anda putri!"


Filia:"kamu bisa meletakkannya di sana terlebih dahulu. tunggu aku membersihkan diri!".


Ilma berjalan mendekat dan meletakkan nampan di atas meja rias.


Ilma:"mari putri, biar hamba yang membantu membersihkan diri"


aku berjalan menuju ke arah kamar mandi dengan kolam pemandian air hangat yang biasa aku gunakan di ikuti oleh Ilma yang sudah melepas pakaian maid panjangnya dan berganti dengan pakaian maid yang lebih simpel dan pendek.


setelah mandi rasa malas dan kantuk yang tersisa tersapu bersih. sekarang adalah hari yang baru, waktunya menjalankan rencana untuk membantu anak-anak di wilayah kumuh.


dengan cepat tapi tetap anggun, aku memakan sarapan yang sudah di sediakan oleh Ilma kemudian berganti pakaian.


Filia:"Ilma. kamu ganti pakaian mu menjadi pakaian orang biasa!"


Ilma:"ada apa putri?"


Filia:"ganti saja!"


Ilma:"baik putri"


meskipun agak bingung, Ilma pergi untuk mengganti pakaian nya. setelah berganti aku mengajak Ilma ke taman belakang dan memberinya jubah hitam.


Filia:"pakai ini!"


tanpa banyak bertanya dia langsung mengenakan jubah hitam bertudung itu untuk menutupi seluruh orangnya. aku memerlukan bantuan Ilma yang mengetahui lebih banyak tentang kota ini.


Filia:"pegang tanganku!"


Ilma:"um.."


tangan Ilma sedikit lebih besar daripada milikku dan terasa agak kasar. mungkin karena dia sering melakukan pekerjaan dan membawa barang-barang.


Filia:" «Levitation»"


perlahan kami melayang ke udara menggunakan Levitation.


Ilma:"putri. ini...ini"


Filia:"tidak apa, jangan takut!".


aku mencengkeram telapak tangan Ilma dengan lebih erat untuk membuatnya lebih tenang. Ilma mengangguk dan menenangkan dirinya sendiri. itu wajar untuk takut, lagipula ini adalah pertama kalinya Ilma terbang kan?!. aku juga sedikit kagum karena dia bisa beradaptasi dengan cepat.


mungkin keadaan mentalnya yang kuat sehingga dia mampu beradaptasi dengan hal yang baru begitu cepat.


dengan «Air Control» aku mampu mengarahkan kemana harus terbang. kenapa tidak menggunakan sihir «Fly»?. sihir fly hanya mampu di gunakan untuk diri sendiri. jadi, jika aku mau membawa Ilma, aku harus mengangkat Ilma dengan tenaga ku. ini mirip dengan seekor burung yang membawa mangsa yang tidak bisa terbang di cakarnya sehingga akan menambah beban. selain itu juga aku harus memeluk Ilma supaya tidak bergelantungan di udara.


namun, jika aku menggunakan Levitation, Levitation dapat digunakan untuk target selain dari diri sendiri, jadi Ilma dapat terbang secara mandiri dan tidak perlu postur ambigu dengan berpelukan di udara meskipun harus tetap berpegangan tangan.


Ilma:"ini hebat sekali. saya merasa seperti seekor burung"


Filia:"iyakan.!".


sepertinya Ilma sangat menikmati waktu terbangnya. namun, gerbang bangsawan sudah terlihat di depan, jadi aku harus segera turun dan berjalan kaki menuju kota.


namun, sepertinya hari ini sedikit lebih ramai daripada kemarin. ada lebih banyak kereta dan orang yang berlalu lalang di jalan ibu kota.


Ilma:"tentu saja, menurut yang di katakan kakak An, satu Minggu dari sekarang akan ada pendaftaran masuk akademi kerajaan. jadi, banyak pedagang atau orang-orang dari seluruh penjuru negeri datang ke ibu kota untuk mendaftarkan anggota keluarga mereka."


Filia:"jadi begitu. pantas saja"


Ilma:"tunggu!"


Ilma menarik tangan ku dan berhenti secara mendadak. apa ada sesuatu yang berbahaya?. aku melihat sekeliling tapi tidak ada sesuatu yang aneh selain orang-orang dan para kesatria yang berlalu-lalang.


Filia:"ada apa?"


Ilma:"apa putri kemarin pergi ke kota?. dengan siapa?".


Filia:"ugh..anu, ini, kemarin dengan An. iya iya dengan An"


ahh... gawat, mulutku tanpa sadar membicarakan hal kemarin.


Ilma:"saya tidak mendengar hal itu dari kakak An. apakah putri...."


jangan memandangku dengan wajah menakutkan itu. aku, aku hanya bermain sebentar oke!.


Filia;"anu, maafkan aku"


Ilma:"menyelinap dan pergi ke kota sendirian itu sangat berbahaya oke!. bagaimana jika ada orang jahat yang ingin menculik atau menyakiti anda?!"


Filia:"aku mengerti"


Ilma:"lain kali anda tidak boleh melakukan hal yang berbahaya lagi. jika sampai tuan atau nyonya tahu..."


Filia:"baiklah.. tolong jangan beritahu mereka oke?!."


tidak... jangan memberitahu ayah dan ibu!!. aku bisa saja di kurung di dalam kamar atau selalu di ikuti oleh kesatria pengawal. itu akan menghilangkan kebebasan kecilku.


Ilma:"huh... sekarang saya akan selalu bersama tuan putri supaya tidak melakukan hal-hal yang berbahaya lagi"


Filia:"terima kasih Ilma"


Ilma:"baiklah, sekarang kemana tuan putri ingin pergi?".


oke. menurut rencana yang aku persiapkan adalah, pertama kali membeli sebuah toko atau sebidang tanah dan membangun tokonya sendiri.


Filia:"apa kamu tahu dimana tempat untuk membeli toko?"


Ilma:"eh... kalau itu.. sepertinya di guild perdagangan mereka menyediakan layanan jual beli tanah dan bangunan. apa putri mau melihatnya?"


Filia:"iya!".


seperti yang aku duga. Ilma memang selalu bisa di andalkan, hanya beberapa saat di ibukota dia sudah memperoleh lebih banyak informasi. kami berjalan di beberapa belokan dan sampai di sebuah bangunan besar dengan Dinding putih dan orang yang keluar masuk dari dalam.



ada berbagai macam jenis orang termasuk orang biasa dan para petualang dengan berbagai macam keperluan masing-masing.


Ilma membawaku masuk ke sebuah aula besar yang di hiasi dengan cukup bagus dan nyaman bagi pengunjung.



kami mendatangi seorang resepsionis perempuan yang duduk di belakang meja. mengambil kursi dan duduk menghadap resepsionis.


resepsionis:"halo... ada yang bisa saya bantu?"


sikap tersenyum dan profesional tanpa meremehkan meskipun yang datang adalah seorang gadis kecil.


Filia:"aku ingin melihat daftar toko yang di jual disini!"


resepsionis:"maaf, sebelum itu anda harus menunjukkan kartu tanda pengenal terlebih dahulu"


eh... kartu pengenal apa ini?.. aku bahkan tidak tahu. gawat, aku tidak mengira bahwa akan memerlukan kartu pengenal.


Ilma:"nona... tunjukkan Emblem kecil yang diberikan oleh nyonya. itu bisa jadi tanda pengenal"


di tengah kebingunganku, aku mendengar bisikan Ilma di telingaku. Emblem?. oh, aku ingat. bukankah ibu pernah memberiku Emblem dan mengingatkan bahwa aku harus selalu membawanya!. aku berpura-pura merogoh bagian dalam jubahku dan mengeluarkan emblem dari storage.


emblem itu berbentuk perisai berwarna merah berhiaskan emas dan batu permata red rose yang sangat langka dengan gambar singa emas di bagian tengahnya.



Filia:"apa saya bisa menggunakan ini?".


resepsionis itu terkejut saat melihat emblem itu, lalu dia mengambilnya dengan sangat hati-hati.


resepsionis:"t,tolong tunggu sebentar"


dia menempelkan emblem itu di sebuah piringan kristal. setelah emblem itu menempel, lingkaran cahaya emas terbentuk dan menunjukkan barisan tulisan yang melayang di udara.


resepsionis:"ini... mari ikut saya. saya akan mengantarkan anda ke ruang VIP"


aku hanya mengangguk dan mengikutinya bersama dengan Ilma ke ruang yang di sebut VIP itu.


(akhir dari chapter ini)


permintaan maaf ku. aku kira kemarin sore aku akan bisa update, tapi ternyata harus melakukan sesuatu di luar kota dengan orang tua dan baru kembali hari ini. aku sungguh meminta maaf.