Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 133: Hadiah, Siap...!



Langkah selanjutnya yang paling penting adalah membuat konfigurasi antara Magic Stone dan Mana Vessel pada senjata. Yah, lebih tepat menyebutnya untuk membuat sirkuit sihir untuk menghubungkan semua komponen supaya dapat bekerja dengan sempurna.


Ini sama seperti meletakkan rangkaian kabel sebagai penghubung lampu dengan sumber daya. Jika rangkaian listriknya salah, tentu saja lampu itu tidak akan menyala seperti yang seharusnya, atau bahkan akan terjadi korsleting listrik. Beruntung jika tongkatnya tidak bekerja, tapi bagaimana jika tongkatnya meledak. Tidak akan lucu jika aku akan dikira mencoba melakukan pembunuhan kepada sang Ratu, kan?!!.


Aku mengeluarkan pena berwarna emas dan sebotol tinta transparan. Tinta ini merupakan tinta khusus yang di ekstraksi dari inti monster.


Aku mencelupkan pena itu ke dalam tinta dan menuangkan mana sekaligus kekuatan mental ke dalam pena itu. Saat ujung pena menyentuh permukaan tongkat, ujung pena itu akan mengeluarkan cahaya berwarna emas mengikuti bekas yang di buat oleh ujung pena. Cahaya itu hanya berlangsung sesaat lalu menghilang dan terserap ke dalam tongkat.


Aku tidak asal dalam pembuatan sirkuit mana ini. Setiap garis dan pola yang saling berhubung memiliki makna tersendiri, seperti alur tembaga pada papan sirkuit. Dengan adanya garis-garis ini, tongkat sihir itu telah berubah menjadi katalisator mana, atau jika lebih mudah, itu sebenarnya sama dengan papan sirkuit. Hanya saja, yang di topang oleh papan sirkuit ini adalah komponen magis berupa kristal sihir. Setelah seluruh garis dan simbol saling terhubung dan berfungsi dengan baik, aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya untuk membuatku menjadi lebih rileks.


«Enchant: Start»


Lingkaran sihir berlapis transparan hijau tiba-tiba muncul di hadapanku. Lingkaran sihir itu memiliki bintang berujung enam di tengahnya dengan banyak rune misterius yang tidak di pahami oleh orang biasa.


Aku menempelkan tanganku pada permukaan rune dan tiba-tiba muncul layar transparan hijau di atas lingkaran sihir.


Inilah salah satu proses yang harus di lakukan setelah sirkuit sihir di buat, yaitu proses enchantment yang mirip seperti memasukkan program pada komputer untuk memberikan perintah atau supaya komputer melakukan fungsi tertentu. Aku kembali menggunakan pena itu untuk menulis di atas papan hijau transparan itu, tapi kali ini aku tidak menggunakan tinta, melainkan murni dari kekuatan mental ku.


Proses ini cukup sederhana, aku hanya perlu menulis fungsi dasar dari senjata yang ingin aku buat. Meskipun demikian, fungsi yang aku tulis akan berubah saat tongkat itu selesai. Akan ada penyesuaian antara bahan, kualitas, dan tingkatan senjata dengan fungsi yang kamu tulis. Semakin tinggi kualitas, maka akan semakin banyak juga fungsi yang dapat di install.


Akhirnya setelah kerja keras ku, aku berhasil menyelesaikan tongkat ini. Papan hijau transparan yang tadinya kosong, sekarang memiliki banyak kata-kata yang memiliki susunan tertentu.


Perlu aku katakan bahwa program di bumi sudah sangat mudah. Jika pada masa lalu manusia perlu menuliskan banyak kode program lalu komputer akan menerjemahkannya menjadi suatu tindakan atau perintah. Sekarang itu berbeda. Manusia hanya perlu menuliskan kalimat dalam urutan tertentu dan komputer akan secara otomatis memecah kata-kata itu menjadi bahasa pemrograman secara mandiri. Jadi, karena di Alterion berdasarkan cara pemrograman seperti itu, sekarang meskipun sudah berubah menjadi dunia nyata, tapi cara melakukannya tidak berubah sedikitpun.


«Enchant: Done»


«Install»


Saat aku selesai menginstal program yang telah di buat, layar hijau itu menghilang ke dalam tongkat bersama dengan lingkaran sihirnya. Tongkat segera mengeluarkan cahaya putih keemasan yang menyilaukan. Setelah cahaya mereda, aku melihat bahwa tubuh tongkat yang awalnya berwarna perak menjadi putih susu seperti batu giok putih dengan ornamen burung Phoenix berwarna emas.


Aku merasa sangat puas dengan kemampuan menempaku. Aku segera melihat atribut dari tongkat sihir ini.


 -----------------------------------


«_» (Epic)


Atribut:


Mana: +1000


INT. : +130


Crit. : 50%


Efek:


Spell Casting ganda: Dapat melancarkan dua sihir yang berbeda pada saat yang bersamaan.


Melebihi Batas: Dapat melancarkan sihir yang lebih tinggi 3 LV dari kastor.


Pelindung: Memberikan perisai sihir kepada kastor yang dapat melindungi serangan jarak jauh sebesar 1000 damage. (CD:12h setelah perisai dihancurkan)


Efek khusus (pasif):


Pemulihan Otomatis: Memulihkan cidera Castor secara otomatis dan mengembalikan HP Castor ke keadaan penuh. (CD:24 h)


Pengisian: Secara otomatis memulihkan Mana kastor sebesar 2%/5s.


Nirvana: Secara otomatis memulihkan tongkat dari kerusakan.


Skill:


Fenghuang: Melancarkan dua serangan api berbentuk Phoenix yang akan memberikan 3000 damage pada area berbentuk kipas seluas 20 meter. (CD:12h).


Phoenix Breath: Mengeluarkan suhu panas yang membakar area berbentuk lingkaran berdiameter 3m dengan kastor sebagai pusatnya. Memberikan damage kepada semua yang ada di area itu sebesar 1000 damage. (Durasi: 3s). (CD:3h).


Phoenix Rage: Membuat banjir lava panas dalam area berbentuk kipas dan akan menyapu apa saja yang ada di depannya dan akan memberikan damage sebesar 500-1000 secara terus menerus selama 3m pada semua yang ada di area efek. (CD:3h)


Syarat penggunaan:


INT: 100.


Dex: 70.


MP :100.


Lv. : 120+.


 __________________________


Melihat atribut Magic Staff yang berhasil aku buat, aku merasa sedikit puas. Tidak sia-sia semua kelelahan ku dalam berjuang untuk membuatnya.


Aku tidak menamai tongkat ini. Aku ingin nama tongkat ini di serahkan kepada ratu untuk menamainya sendiri. Lagi pula ini hadiah ulang tahunnya.


Aku mengambil waktu sebentar untuk mengisi kembali kekuatan mental ku. Saat aku duduk dan beristirahat, Ilma membawakan kain bersih kering untuk mengelap beberapa butir keringat yang mengembun di dahiku.


Filia:"Terima kasih, Ilma."


Saat itulah banyak siswa yang berkumpul di sekitarku dan memandangku dengan wajah penasaran.


Rendal:"K, ketua. apa itu tadi?."


Rendal bertanya kepadaku dengan mata kebingungan dan ada beberapa harapan dalam kilau mata itu, tapi semuanya di dominasi oleh mata yang berkilau karena keinginan.


Filia:"Bukankah itu menempa?."


Aku menjawab pertanyaan itu dengan retoris. Aku belum tahu seperti apa proses menempa di dunia ini, jadi aku tidak tahu kenapa dia menanyakan hal yang sudah jelas seperti itu.


Rendal:"Saya tahu, tapi itu sangat berbeda dari biasanya."


Rendal:"Putri tadi membuat tongkat sihir, kan?!."


Filia:"Iya."


Rendal:"Biasanya jika membuat tongkat sihir dari kayu, para pengrajin akan mengukir batang kayu itu dengan tangan, bukan memukul dengan palu. Kemudian, setelah selesai, itu akan di lapisi menggunakan cairan logam dan di pasangkan komponen oleh penempa. Tahap terakhir; kita akan melakukan Enchant untuk menyatukan semuanya. Tapi, cara ketua sangat berbeda. Bisakah tolong untuk memberikan sedikit pengetahuan kepada saya?."


Filia:"Yah itu sangat berbeda. Cara kalian membuat tongkat itu seperti menaruh lapisan emas pada batu. Jadi, meskipun itu terlihat seperti emas, harganya akan selalu kalah dengan emas murni. Berbeda dengan caraku membuat tongkat . Aku bukan hanya melapisi batang kayu di bagian luarnya, tapi juga menggunakan logam untuk secara langsung merubah struktur dan sifat dari kayu. Jika kalian memukul kayu biasa, kayu itu akan hancur, tapi jika digabungkan dengan logam, kayu itu akan bisa di tempa menjadi bentuk apapun selayaknya logam sungguhan. Terutama jika kita menggunakan logam sihir, maka sifat konduktor mana pada kayu akan meningkatkan pesat. Plus, ketahanan pada tongkat juga akan meningkat."


Jika mengikuti cara mereka membuat tongkat, itu hanya akan menghasilkan senjata sihir kelas rendah. Terutama saat pembuatan tongkat. Dengan cara mengukir menggunakan pisau atau alat yang lain, itu mungkin akan memotong pembuluh mana pada kayu, yang pada akhirnya akan menghambat penyaluran mana dan alhasil, itu akan memperlambat terjadinya fenomena magis.


Rendal:"Tapi, kita biasanya menggunakan logam isolator sebagai lapisan luar supaya mana dalam tongkat tidak mengalami kebocoran. Tapi, saya merasa bahwa semua logam yang anda gunakan merupakan konduktor mana. Bukankah itu akan membuat penggunaan mana menjadi lebih boros?."


Untuk pertanyaan itu, aku memikirkannya untuk sesaat sampai aku menemukan alasannya.


Filia:"Apa kamu tahu kenapa menggunakan lapisan luar berupa isolator mana?."


Rendal:"Itu untuk mengisolasi mana supaya tidak terjadi kebocoran dan menghemat penggunaan mana."


Filia:"Lalu, apakah kamu tahu kenapa bisa terjadi kebocoran?."


Rendal:"Itu..., Itu karena terbuat dari kayu dan kayu tidak bisa menjaga mana tetap ada di dalam karena mana akan bocor melalui pori-pori pada kayu, mungkin?!."


Aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang tidak yakin dengan jawabannya sendiri. Mungkin seperti itulah mereka di ajari. Yah, lagi pula mereka tahu cara membuat senjata sihir dan lainnya dari peninggalan peradaban kuno.


Filia:"itu tidak sepenuhnya benar. Meskipun itu memang untuk mengisolasi mana, tapi itu bukan untuk mengisolasi mana yang bocor dari pori-pori kayu."


Ilma:"Putri, teh anda."


Filia:"Terima kasih."


penjelasan ku terpotong oleh Ilma yang menyerahkan teh. Waktunya sangat tepat. Karena suhu yang panas dari api dan penjelasan yang panjang, aku perlu untuk membasahi tenggorokanku yang agak kering.


Aku menyesap seteguk teh dan melembabkan tenggorokanku. Setelah merasa nyaman untuk bicara lagi, aku kembali menjelaskan kepada mereka.


Filia:"Sebenarnya pori-pori pada kayu tidak berperan besar dalam kebocoran mana. Yang sebenarnya ingin mereka tutupi adalah kebocoran yang di sebabkan oleh pembuluh mana yang terpotong. Pembuluh mana merupakan tempat dimana mana akan berjalan, seperti darah dalam pembuluh darah. Jika pembuluh darah pecah, itu akan menyebabkan pendarahan bahkan sampai kehabisan darah. Sama dengan pembuluh mana yang akan membuang mana pengguna ke udara jika pembuluh mana itu terpotong akibat dari proses mengukir batang kayu."


Rendal:"Lalu, bagaiman dengan anda yang menggunakan konduktor mana?."


Filia:"Meskipun menggunakan caraku menempa tadi, aku juga tidak bisa menghindari pembuluh mana yang terpotong yang terekspos keluar. Jadi, aku menggunakan logam yang sifatnya menyerap mana eksternal di udara dan menghubungkannya dengan pori-pori yang terekspos ke luar tadi. Dengan begitu, percampuran antara mana internal dan eksternal akan menghasilkan sihir yang lebih kuat, tapi akan mengurangi penggunaan mana kastor."


Cara kerjanya mirip dengan mesin kendaraan berbasis bensin pada masa lalu. Bensin akan terbakar di dalam mesin dengan bantuan oksigen. Semakin banyak oksigen, semakin irit penggunaan bahan bakar pada kendaraan.


Ini sangat mirip. Dengan menggabungkan mana eksternal di udara sebagai oksigen yang di salurkan melalui pori-pori yang bocor dan mana internal dari kastor sebagai bensin, maka efeknya akan mirip dengan yang aku jelaskan tadi. Singkatnya, itu adalah setengah usaha dengan hasil dua kali lipat.


srek... srek... srek...


Aku mendengar suara alat tulis yang menggores kertas. Saat aku mendongak ke yang lain, mereka sudah menyiapkan catatan dengan sangat serius.


"M, maaf..."


aku melihat seorang anak laki-laki dengan usia yang terlihat cukup dewasa, mungkin 11-12 tahun. Dia mengangkat tangan tinggi-tinggi dengan sebatang pensil yang masih terjepit di antara jarinya.


Filia:"Ya. Ada yang bisa saya bantu?."


Entah kenapa tiba-tiba anak itu menjadi malu-malu, tapi masih ada api semangat di matanya. Anak itu menghirup nafas panjang dan melihatku lagi dengan tatapan tegas.


"Saya hanya ingin mengajukan pertanyaan. Anda tadi menyebutkan pembuluh mana pada kayu. Lalu, bagaimana dengan pembuatan pedang sihir yang sepenuhnya dari logam."


Ya, logam memang harus di tempa dan tidak mungkin pembuluh mana itu tidak akan pecah. Bahkan dalam proses menempa, pembuluh mana akan selalu berantakan karena pelipatan dari logam yang di tempa.


Filia:"Itu, kita biasanya membuat pembuluh mana buatan yang di sebut sebagai rune."


Kami terus melakukan sesi tanya jawab untuk beberapa saat lagi. Aku ingin segera menyelesaikan hal ini dan melanjutkan untuk pembuatan jubah penyihir. Jadi, aku mengambil inisiatif untuk menghentikan sesi ini dan melanjutkan pekerjaanku. Aku merasa jika sesi tanya jawab ini dilanjutkan, maka tidak akan cukup waktu untuk hari ini.


(ya.... jari-jari ku mulai lelah mengetik >.<)


Aku melanjutkan dan mulai memilah bahan-bahan yang aku siapkan tadi. Proses pembuatan jubah penyihir tidak serumit pembuatan senjata sihir yang di tempa. Dalam pembuatan jubah penyihir, kita hanya perlu memiliki kemampuan menjahit yang cukup tinggi.


Aku mengambil bulu rusa merah dan memotongnya memanjang seperti bentuk jubah. Untuk bulu rubah salju berlian, aku menggunakannya sebagai kerah bulu.


Aku hanya perlu menjahit dan menyatukan semuanya menggunakan benang sutra emas tadi. Bagian dalam dari jubah itu juga aku lapisi menggunakan lapisan kain khusu yang dapat menahan serang sampai batas tertentu.


Setelah itu, aku juga perlu menginstal program seperti yang aku lakukan pada tongkat tadi. Dengan semua proses ini, pembuatan jubah bisa di katakan selesai.


Sama seperti yang aku jelaskan di awal. Mana akan mengalir melalui pembuluh mana. Tapi, dalam buku ini, pembuluh mana hanya berada pada lapisan kulit binatang tipis di bawah buku. Oleh karena itu, pembuluh mana pada jubah ini tergolong tidak lengkap.


Untuk itu, aku perlu membuat rune dari bahan yang dapat mengalirkan mana dengan baik di jubah ini. Bahan pembuatan rune seperti itu biasanya berupa cairan atau darah monster, tapi karena ini jubah, aku tidak bisa melakukan itu. Jadi aku memilih bahan alternatif berupa benang sutra emas tadi.


Aku membuat sulaman burung Phoenix emas di bagian belakang jubah itu. Sulaman Phoenix itu merupakan perpaduan dari berbagai garis-garis halus. Hasil dari sulaman ini menciptakan pola burung Phoenix yang indah, tapi juga sangat rumit.


Ini bukanlah garis-garis biasa, tapi ini adalah garis-garis rune yang aku susun membentuk burung Phoenix. Anggap saja ini kaligrafi rune.


Setelah semua proses selesai, aku berhasil membuat sebuah jubah merah oranye panas yang sangat mencerminkan kebangsawanan. Dengan penambahan motif sulaman di punggungnya, itu menyebabkan orang yang memakai jubah ini akan terlihat lebih anggun dan berwibawa. Yah aku membuat jubah penyihir ini menggunakan referensi dari jubah kerajaan ratu dari negara timur pada masa lampau.


Akhirnya setelah hari menjelang sore, aku berhasil menyelesaikan semua proses pembuatan kedua benda ini. Aku segera memasukkan kedua benda ini ke dalam dua buah kotak yang berbeda, lalu membungkusnya dengan kain satin merah yang telah aku persiapkan sebelumnya. Di atas kain satin itu terdapat sulaman lambang keluarga Rosefield dari benang emas.


Merasa puas dengan hasilnya, aku langsung menyimpan kedua kotak yang sudah rapi ini ke dalam storage.


Aku duduk sambil meminum teh untuk menyegarkan dahaga setelah kelelahan selama seharian. Bukan hanya kemampuan fisik yang di konsumsi, tapi juga kekuatan mental yang terus di gunakan seperti membakar minyak selama proses penempaan dan produksi.


Yah, setidaknya aku lega setelah semuanya selesai. Selanjutnya, besok aku hanya perlu menghadiri pesta ulang tahun ratu.


^^^(akhir dari chapter ini)^^^


Menemukan kesalahan dan memiliki saran, jangan lupa untuk menggerakkan jari kalian dan mengetik semuanya di kolom komentar. Ok, see you next time ;)