
Di sepanjang perjalanan, aku bertemu banyak monster terbang yang sangat ganas. Sampai saat ini, aku menyadari bahwa meskipun banyak, monster yang membentuk gelombang ini antara Tier zero hingga Tier dua. Dengan begini, aku bisa menebak bahwa mungkin monster yang memimpin hanya berada di Tier tiga atau paling banyak Tier empat.
Akhirnya di kejauhan, aku melihat pemandangan yang sangat aneh. Sebidang tanah yang sangat luas tanpa salju sedikitpun di atasnya. Tanah itu begitu tandus seperti tanah yang terkena kekeringan selama bertahun-tahun dengan permukaannya yang di penuhi banyak retakan dalam.
Salju di sekitarnya meleleh dan menguap menjadi kabut putih, membuat visi menjadi sangat terbatas. Tidak ada seekor monster pun di dalam area tandus ini. Monster-monster itu hanya mengelilingi tanah tandus tanpa berani masuk. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku bisa merasakan mana tipe api yang sangat kuat di tempat ini. Mana api di tempat ini jauh lebih kuat daripada di area gunung berapi dan bahkan hampir sebanding dengan tanah bintang aus.
Perlu di ketahui, tanah bintang aus adalah area tanah yang selalu disinari cahaya bintang murni dan biasanya terdapat di sebuah planet yang tanpa atmosfer dan selalu mendapatkan cahaya serta radiasi bintang yang sangat ekstrim, sehingga mana tipe api di sana menjadi sangat melimpah.
Jika itu merupakan planet tandus yang dekat dengan bintang, aku tidak akan terlalu terkejut, tapi ini adalah planet kehidupan yang memiliki atmosfer yang melindunginya. Bagaimana mungkin ada tanah bintang aus di tempat ini?!.
Saat aku memasuki area tanah tandus, aku bisa merasakan suhu udara panas yang jauh melampaui area lain. Suhu udara di tempat ini sangat tidak relevan jika di sebut suhu pada musim dingin, seakan aku tiba-tiba memasuki pertengahan musim panas. Bahkan, tanah yang aku injak seperti wajan yang di panaskan di atas kompor.
Entah seberapa jauh aku berjalan, suhu semakin meningkat. Saat itu pula, aku melihat sebuah danau. Danau itu tidak seperti yang kalian harapkan. Danau itu berisi lava yang berpijar panas dan mendidih.
Ada pulau-pulau kecil berwarna merah di kejauhan. Aku tidak tahu bahan apa yang membentuk pulau-pulau kecil itu, tapi aku bisa melihat permukaannya yang halus dan keras, seperti perisai baja. Saat aku tiba di tepi danau, pulau-pulau kecil itu mulai mendekat ke arah pantai.
Baru kemudian aku tahu bahwa sesuatu yang mengapung itu bukanlah pulau, melainkan lima ekor monster berbentuk kepiting yang berwarna merah dan setinggi empat meter atau lebih.
Seluruh tubuh di lapisi dengan eksoskeleton merah tebal yang berkilau seperti permukaan baja. Mereka memiliki lima pasang kaki dengan dua pasang kaki yang di modifikasi menjadi dua capit besar yang terlihat kuat, sementara empat pasang kaki lainnya menyerupai tombak yang tajam dengan kilau logam merah.
Tidak perlu menebak. Mereka menghampiriku, pasti bukan untuk mengundangku minum teh. Sebelum benar-benar dekat, salah satu dari mereka menyemprotkan lava panas ke arahku dari mulutnya.
Sizelll... Desis....!
Aku menghindar semprotan lava itu dan terbang menjauh untuk menjaga jarak. Aku tidak akan ceroboh untuk mendekati monster yang tidak aku kenal. Terlebih lagi, monster itu memiliki kekuatan yang hampir setara denganku. Saat lava itu menyentuh tanah, aku bisa mendengar suara mendesis dari tanah yang terkorosi.
Saat inilah aku menyadari, bahwa yang mereka semprotkan bukanlah lava panas, melainkan asam yang memiliki warna seperti lava pijar yang panas. Asap putih yang di timbulkan dari interaksi antara asam dan tanah itu juga sangat beracun.
Hanya sedikit menghirup, aku bisa mencium aroma yang sangat tajam dan langsung memberikan sensasi terbakar di tenggorokan. Menyadari hal itu, aku langsung mengisolasi pernapasanku supaya tidak menghirup kabut asam itu.
Ini merepotkan. Aku tidak mengenali monster itu, jadi aku tidak tahu seperti apa serangan yang mereka miliki.
«Omniscient Eye»
...---------------...
Race: «Zerg»
Tipe: Parasiter.
Species: Crab.
Tier: Meteorite (Tier 3)
Description: Makhluk ekstraterestrial yang pernah menjadi momok dan bencana bagi peradaban manusia di seluruh Altera. Zerg tipe ini merupakan parasit yang akan menumpangkan telur mereka ke telur makhluk ekstraterestrial yang lain dan menyerap nutrisi inang demi perkembangan mereka sendiri. Crab dewasa memiliki cangkang eksoskeleton yang sangat tebal dan keras seperti baja bintang. Sama seperti spesies zerg yang lain, mereka dapat berkembang biak dengan sangat cepat dalam jumlah besar dan akhirnya memakan seluruh energi di tempat mereka menetas.
...----------------...
Aku tidak perlu membaca deskripsi di bawahnya, hanya mendengar kata Zerg dan Ekstraterestrial sudah bisa membuatku yakin bahwa aku harus membunuh mereka. Mungkin di dunia ini tidak ada yang mengetahui zerg lebih baik daripada aku.
Salah satu member Moon Palace, sister Affinis telah mentransplantasikan jantung Zerg Queen yang di temukan di sebuah reruntuhan kuno ke tubuhnya sehingga dia memiliki sebagian besar kemampuan dari Zerg Queen dan dapat memerintah zerg.
Makhluk rakus itu di katakan tersebar di seluruh kuadran dan menelan semua sumber daya untuk perkembangan ras mereka. Tapi di masa lalu, sepertinya mereka telah berperang dengan para Alterian dan akhirnya ratu mereka terbunuh. Setelah ratu mereka terbunuh, Zerg mulai tersebar tanpa pemimpin. Dengan begitu, para dewa kuno berhasil memusnahkan sebagian besar dari mereka.
Tapi karena karakteristik ras Zerg yang memiliki kemampuan adaptasi dan perkembang biakan yang sangat cepat, dewa kuno tidak bisa memusnahkan mereka sepenuhnya meskipun mengejar ke seluruh kuadran.
Namun karena jumlah mereka sudah sangat di kurangi dan hampir di musnahkan, mereka akan kecil kemungkinan melahirkan ratu yang baru. Maka dari itu, setelah perang pertama dengan dewa kuno, Zerg menjadi sangat jarang dilihat. Hanya kadang-kadang saat para pemain menjelajahi luar angkasa, mereka akan sesekali melihat Zerg. Namun karena mereka tidak memiliki ratu, pemikiran mereka juga hanya terbatas pada pemikiran seekor binatang buas dengan kecerdasan rendah.
Kenapa aku hampir tidak mengenali Zerg ini?. Ras Zerg memiliki banyak spesies dan tubuh setiap spesies dapat berbeda-beda tergantung lingkungan mereka tumbuh demi beradaptasi dan memaksimalkan penyerapan energi di lingkungan tersebut.
Seperti contoh adalah spesies kepiting ini, bentuk mereka juga akan berbeda antara yang menetas di lingkungan es dan lingkungan panas seperti ini. Itulah kenapa Zerg sangat sulit untuk di deteksi jika sedang berada di sebuah planet kehidupan. Banyak pemain yang salah mengira bahwa mereka hanyalah binatang buas biasa dan membuat pemain bodoh itu kembali ke kota aman setelah kematian.
Sial, apa yang harus aku lakukan?!. Zerg ini tumbuh di lingkungan panas ekstrim. Api Phoenix di tubuhku hanya akan memiliki efek minimum kepada Zerg itu.
«Twelve constellation armor:Taurus»
Armor emas Leo di tubuhku telah berganti menjadi armor Taurus yang memiliki gauntlet besar berbentuk kepala banteng...
Armor Taurus di peruntukkan bagi petarung tinju jarak dekat, jadi desain armor ini memiliki keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Aku memilih armor ini karena memiliki serangan tumpul yang sangat kuat di bandingkan armor lainnya.
Kenapa aku memilih armor dengan serangan tumpul, itu karena cangkang monster ini sangat keras. Akan sangat sulit untuk menembusnya menggunakan serangan senjata tajam. Dan lagi, aku ingin pertarungan yang menyenangkan dengan monster ini.
Aku menghindar serangan asam Zerg yang lain dan langsung melompat ke punggung salah satu dari mereka. Aura emas dan putih perak menyelimuti kedua tanganku. Setelah aura yang menyelimuti tanganku cukup padat, aku membombardir cangkang keras dari Zerg itu dengan kekuatan penuh.
Dentang... Dentang...!
Setiap pukulanku mendarat, akan ada suara seperti dua logam karas yang berbenturan satu sama lain. Meskipun Zerg ini masih pada masa remaja, tapi mereka sudah memiliki pertahanan yang sangat kuat. Pantas saja saat dewasa mereka dapat memiliki pertahanan yang lebih keras daripada baja bintang.
Saat aku ingin melancarkan pukulan yang lain, tiba-tiba ada angin keras dari sebelah kiriku. Aku langsung melompat dan menghindari capit raksasa dari monster kepiting itu yang hampir mengenaiku. Namun saat masih di udara, tiga semburan asam merah di tembakkan ke arahku dengan sangat cepat.
Aku hanya bisa mengompresi udara di bawah kakiku dan menjadikannya tumpuan supaya aku bisa menghindari serangan dadakan.
Aku kembali mengumpulkan aura di sekitar tanganku. Tidak seperti sebelumnya yang melompat ke arah kepiting dengan sangat ceroboh, aku membuka sayap di punggungku dan terbang ke arah Zerg.
Aku harus bermanuver dengan baik untuk menghindari tembakan asam dari mereka. Yang membuatku sangat terkejut, tiba-tiba seekor Zerg muncul di depanku dan mengayunkan capitnya yang besar. Menghadapi serangan mendadak itu, aku hampir lengah dan kehilangan keseimbangan.
Zerg adalah makhluk ekstraterestrial yang hidup di kekosongan. Tentu saja mereka memiliki kemampuan terbang dan kecepatan yang sangat luar biasa. Aku kembali menyeimbangkan diri sebelum satu tembakan asam mengenaiku.
Dengan adanya sayap Phoenix, aku bisa bermanuver lebih baik di udara. Aku mempercepat penerbangan ku dan meninggalkan gelombang sonik di belakang. Bagian paling aman untuk menyerang monster tipe kepiting adalah di punggungnya. Tapi, bagian punggung juga merupakan bagian yang paling keras dan sulit di hancurkan.
«Martial Arts: High Frequency Punch»
Bang...!
Aku mendaratkan pukulan tangan kanan sekeras yang aku bisa. Dengan pukulan ini, keempat pasangan kaki Zerg tidak bisa menahan dampaknya dan akhirnya jatuh ke tanah. Aura yang menyelimuti tanganku tersebar ke seluruh cangkang luar Zerg dan membuat retakan di permukaan cangkang. Pukulan ini dapat merubah energi internal menjadi aura yang akan memberikan getaran berfrekwensi tinggi sehingga mengganggu konfigurasi dari ikatan atom pada benda padat. Dengan begitu, pertahanan Zerg dapat di lemahkan. Kemudian setelah pertahanan Zerg menjadi lebih lemah, energi internal akan menyusup dan menghancurkan cangkang.
«BoxingTechnique: Internal blast»
Tangan kiriku juga menindak lanjuti dengan pukulan lain. Kali ini, aura yang melapisi tanganku meresap di antara celah retakan dan...
Bang...
Cangkang luar dari Zerg itu hancur berkeping-keping. Meskipun hancur, tapi ini sama sekali bukan luka fatal pada Zerg. Zerg memiliki cangkang berlapis dan di antara setiap lapisan akan ada ruang hampa udara yang dapat mengisolasi suhu di luar angkasa. Perlu di ketahui, suhu di luar angkasa dapat mendekati nol mutlak, yang akan membunuh sel dari makhluk berbasis karbon yang tidak memiliki pertahanan.
Menyelesaikan serangkaian pukulan, aku langsung mundur dan menghindari serangan dari keempat Zerg yang lain. Karena pukulan yang keras dan getaran yang menganggu sistem syaraf sederhana dari Zerg, Zerg yang terkena pukulan itu tidak bisa aktif untuk sementara.
Bagaimana bisa aku melepaskan kesempatan yang baik ini?!!. Segera, bayangan banteng besar yang terbentuk dari cahaya bintang mulai mengembun di belakangku.
Mana internal dari tubuhku di pasok ke arah bayangan banteng ilusif itu sehingga ada banyak benang emas yang menghubungkan tubuhku dan bayangan banteng.
«Meteor Destroyer Punch»
Setelah injeksi mana internal menjadi jenuh, bayangan banteng itu berteriak ke arah langit dan berlari ke arah Zerg yang terluka di tanah. Sebelum Zerg itu bisa berdiri, bayangan banteng besar langsung menabraknya dari atas seperti meteor yang menghantam bumi.
Bang....!
Dampak tabrakan itu menghasilkan gelombang kejut yang sangat kuat sehingga bekas tabrakannya menjadi kawah yang cukup luas.
Di dasar kawah tabrakan, aku melihat tubuh kepiting yang hancur dan rata di tanah. Jika bukan karena cangkang luar yang telah di hancurkan, mungkin pukulan itu hanya bisa melukainya dengan parah, tapi tidak bisa membunuhnya.
Mati..!
Satu mati, empat ekor lagi...!
Aku tidak bisa untuk tidak menjadi lebih bersemangat. Aku ingin melakukan pukulan itu lagi, tapi tidak mungkin pukulan yang sama akan menghasilkan efek yang sama dua kali. Meskipun Zerg tanpa ratu hanya seperti binatang dengan kecerdasan rendah, tapi mereka masih memiliki insting bahaya tertentu yang tertanam di gen mereka.
Seperti yang aku duga, saat aku ingin kembali memukul salah satu dari mereka dengan pukulan yang sama, perisai energi merah terbentuk di atas cangkang kepiting itu. Itu bukan perisai energi biasa, tapi perisai energi yang memiliki serangan balik sehingga membuat tanganku mati rasa dan respon syarafku menjadi lebih lambat untuk sementara.
Saat itulah, salah satu kepiting mengayunkan capit besarnya ke arahku dengan sangat cepat. Aku bisa memprediksi gerakan dari capit itu, tapi karena respon tubuhku yang terlambat, pukulan itu tepat mengenai armor perut bagian kiriku, membuatku terlempar ke atas danau lava yang berpijar dengan suhu tinggi.
Sebelum aku mendarat di danau magma, aku melapisi seluruh tubuhku dengan api Phoenix untuk mencegah terluka oleh lava panas.
Bang.... Splash...!
Sebuah ombak batuan cair langsung menggulung dengan ketinggian beberapa meter ke arah tengah danau karena dampak dari benturan.
Akh...!
Dampak benturan yang sangat keras itu juga mengguncang organ dalamku sehingga aku memuntahkan seteguk darah. Seluruh tubuhku sangat sakit seperti baru saja di tabrak dengan kendaraan.
Setelah dampak menghilang, aku mencoba berdiri dan menstabilkan kakiku yang gemetar. Aku tidak takut, tapi kepalaku sedikit pusing setelah benturan.
Aku menutupi perut bagian kiriku dengan tangan, darah merah menyelinap dari celah-celah jariku. Armor perut bagian kiriku telah rusak.
Inilah salah satu yang mengerikan dari makhluk kosmik. Mereka memiliki serangan yang mengandung radiasi dan mencegah pembekuan darah pada luka. Jika tidak segera di obati, maka korban akan mati karena pendarahan.
Aku segera mengeluarkan potion tingkat tinggi dari storage dan meminumnya untuk menyembuhkan luka. Aku tidak menggunakan sihir penyembuhan karena sihir penyembuhan tidak mampu menghilangkan radiasi dalam tubuh. Radiasi itu bukan hanya untuk mencegah pembekuan darah, tapi juga menghambat respon syaraf dan menyebabkan keterlambatan reaksi terhadap serangan. Hal itu akan sangat fatal dalam sebuah pertarungan berintensitas tinggi.
Aku hanya perlu meremas botol potion dengan keras hingga hancur. Setelah botol hancur, cahaya hijau menyelimutiku dan menyembuhkan luka yang ada di tubuhku. Namun aku memperhatikan, bahwa di permukaan magma di sekitarku, tiba-tiba muncul api merah kehitaman
Api itu sangat aneh, api Phoenix yang membentuk sayap dapat di bakar oleh api merah kehitaman itu. Aku segera memotong sayapku dan menghilangkan api putih yang menyelimuti tubuh untuk mencegah api merah hitam itu terus merambat.
Sayapku terkondensasi dari api, jadi aku bisa membuatnya lagi. Tapi karena sayap itu juga bagian dari tubuhku, aku juga merasakan sakit dari sayap yang terpotong serta mendapatkan kerusakan.
Tidak, tidak bisa terus seperti ini. Aku akan kalah cepat atau lambat jika aku terus bertarung dengan cara ini. Terlebih lagi, aku merasa bahwa ada yang lebih berbahaya di belakang...
(Akhir dari chapter ini)
Kemarin aku tidak bisa update karena orang tuaku menyeretku untuk berbelanja kebutuhan hari raya. Aku sangat lelah... Aku berangkat jam dua siang dan pulang di waktu buka...