
Kakek dan nenek dari Rosefield Dukedom tiba beberapa hari yang lalu untuk menghadiri pernikahan ayah dan ibu. Mereka sangat terkejut saat melihat perubahanku. Perubahanku memang cukup besar di bandingkan sebelumnya, jadi wajar jika mereka terkejut.
Selain aku, ayah dan mama juga banyak berubah setelah mereka menjadi ras yang lebih tinggi. Dia selalu tersenyum kepadaku.
Kakek terlihat seperti seorang lelaki berusia empat puluhan tahun dengan beberapa keriput halus di wajahnya. Meskipun demikian, kakek masih terlihat tampan dan berwibawa.
Untuk nenek, dia adalah seorang wanita tinggi dengan rambut coklat kemerahan. Dia terlihat lebih muda dari kakek. Posturnya sangat anggun dan tenang yang menunjukkan identitasnya sebagai bangsawan. Nenek dulunya adalah putri ke dua dari rumah bangsawan Viscount, jadi karakter dan sikapnya telah terbentuk sejak awal.
Sebenarnya kakek dan nenek memberitahuku tentang kekhawatiran mereka saat kami sedang berbicara. Kakek dan nenek sangat puas dengan mama. Meskipun mama hanya melahirkan anak perempuan, sama sekali tidak ada ketidakpuasan dari kakek dan nenek.
Mereka bahkan menganggap ku seperti harta mereka. Bukan berarti di dunia ini tidak ada praktik Patriarkal. Banyak bangsawan lain menganggap bahwa seorang wanita yang tidak bisa melahirkan anak laki-laki adalah sampah. Mereka menganggap bahwa anak perempuan hanyalah alat politik bagi mereka, tapi kakek dan nenek tidak mempedulikan hal itu. Mereka tidak keberatan jika House of Rosefield di warisi oleh seorang perempuan. Tapi, mereka tiba-tiba menerima kabar bahwa aku harus mewarisi Holy Kingdom dan mama tidak mungkin melahirkan anak kedua sehingga kakek dan nenek khawatir tentang pewaris House of Rosefield.
Mereka mengkhawatirkan hal itu untuk waktu yang lama. Mereka tidak menyuruh ayah untuk menikah dengan istri lain karena takut membuat mama merasa sedih. Akhirnya dilema mereka berdua berhasil terselesaikan setelah ayah memutuskan untuk menikah lagi atas saran dari mama.
Entah apakah semua orang tua seperti ini, tapi kakek dan nenek sangat senang berbicara banyak hal denganku. Mereka sangat enggan membiarkanku pergi.
Jika aku ingat, kakek dan nenekku di bumi, dulu.ereka juga seperti ini. Tapi interaksi kami akan terbatas karena kesehatanku yang sangat buruk.
Selama beberapa hari ini, nenek membantu mama untuk mengatur persiapan pernikahan, sementara kakek, tidak ada yang bisa di lakukan.
Saat hari pernikahan tiba, ayah memakai jubah bangsawan berwarna hitam dengan jubah merah di lengan kirinya. Pakaiannya terlihat mewah dengan banyaknornamen emas yang melengkapi pakaiannya.
Hari ini, mama tidak ada di mansion karena dia harus pergi ke rumah ibu untuk menemaninya. Di tempat ini, saat hari pernikahan, pengantin laki-laki harus menjemput pengantin perempuan di rumahnya.
Ayah menunggangi kuda perang putih yang sangat gagah. Kuda putih itu memiliki Surai yang panjang dan rapi. Rombongan ayah di ikuti oleh anggota keluarga dan kesatria menuju ke rumah ibu.
Aku juga termasuk dalam rombongan ayah. Aku menaiki kereta pegasus bersama dengan nenek dan kakek. Untuk menghormati acara ini, kereta Pegasus tidak boleh terbang dan hanya berjalan di jalur darat.
Sampai di rumah ibu, kami di sambut oleh barisan kesatria keluarga. Rumah ibu adalah mansion berlantai tiga yang cukup besar dengan dinding berwarna krem. Di halaman rumah ibu terdapat banyak rangkaian bunga dan kesatria keluarga yang menyambut.
Ayah turun dari kuda dan menunggu ibu..Tak seberapa lama kemudian, mama keluar dengan menggandeng tangan ibu. Ibu mengenakan gaun pengantin bergaya Baroque berlengan panjang berwarna putih dengan ornamen kristal ungu di beberapa bagian.
Dia memiliki senyum lembut yang hangat dengan pancaran kebahagiaan di matanya yang berwarna ungu kecubung. Cara berjalan yang anggun dan postur tubuh yang menarik, di lengkapi perhiasan perak ungu, membuat ibu terlihat sangat menawan.
Di samping ibu, mama mengenakan gaun merah kombinasi hitam dengan rambut perak yang di sanggul. Telinganya yang panjang dan runcing di hiasi oleh perhiasan perak khas yang di buat khusus untuk para elf. Perhiasan itu adalah yang aku buat. Selain memberikan aura yang menyenangkan ke sekitar, perhiasan itu juga merupakan item perlindungan.
Mama dan ibu berjalan ke arah ayah. Saat mereka sudah mendekat, ayah menyingkir ke samping dan membuka kereta kuda yang sejak tadi terparkir di belakangnya. Kereta kuda itu berwarna hitam dengan ornamen emas. Di belakang kereta terdapat lambang timbangan dan rantai emas yang menunjukkan identitas aula hukum.
Mama membawa ibu masuk ke dalam kereta kuda dan ayah menutup pintu kereta. Ayah tidak di izinkan masuk ke dalam kereta kuda yang sama dengan ibu sebelum menikah, jadi ayah hanya bisa pergi ke aula hukum dengan mengendarai kuda perangnya.
Aula hukum adalah lembaga pemerintahan yang bertugas sebagai penegak hukum, hakim, pelayan masyarakat serta bangsawan, termasuk melayani pernikahan. Catatan pernikahan akan di catat dalam buku besar kerajaan dan di simpan sebagai arsip penting.
Karena di negara ini membebaskan warganya untuk menganut keyakinan apapun, jadi pernikahan tidak di lakukan dengan tatacara dari salah satu keyakinan yang ada di masyarakat, melainkan sesuai dengan aturan negara. Jadi, tidak peduli keyakinan apapun yang di anut, cara pernikahannya adalah sama.
Dalam acara pernikahan, hanya keluarga dan orang terdekat yang menghadirinya. Meskipun paman adalah orang yang dekat dengan ayah, tapi karena identitasnya sebagai raja, paman tidak perlu hadir secara langsung dalam acara pernikahan ini, tapi paman akan hadir di pesta pernikahan yang di lakukan pada malam hari.
Akhirnya rombongan tiba di depan sebuah bangunan besar yang sangat luas. Di gerbang bangunan itu terdapat lambang rantai emas dan timbangan yang menjadi lambang dari aula hukum.
Saat aku masuk, ruangan yang di gunakan untuk acara pernikahan sangat luas dan mewah. Ruangan ini berbentuk melingkar dengan atap membulat. Di tengah ruangan terdapat lampu gantung kristal yang sangat besar.
Kursi di ruangan ini juga di atur secara melingkar seperti ruang persidangan. di tengah terdapat dua altar yang terpisah dengan jarak sekitar satu meter. Di altar pertama, ayah berdiri di sana bersama dengan kakek, sementara di altar kedua adalah tempat ibu dan Mama dengan posisi yang saling berhadapan dengan ayah dan kakek. Kedua altar itu di hubungi oleh sebuah jalur yang berada di tengah.
Di posisi hakim, seorang lelaki tua duduk dengan senyum di wajahnya. Dia terlihat seperti pria tua berumur enam puluh atau tujuh puluh tahun dengan rambut putih yang rapi dan terawat. Pakaiannya anggun seperti pria bangsawan yang terpelajar.
Aku duduk di salah satu kursi terdepan di belakang ayah bersama dengan nenek dan anggota keluarga Rosefield lainnya. Di barisan kursi di belakang ibu, di sana adalah tempat duduk untuk anggota keluarga mempelai wanita. Satu lagi barisan tempat duduk di dekat hakim adalah untuk tamu undangan dan orang yang mewakili kerajaan.
"Hari ini, 12 Agustus, 1876 Era kemenangan besar, seluruh kerajaan akan menyaksikan bersatunya dua orang yang saling mencintai. Duke Rosefield, Rovell Von Rosefield akan bersumpah kepada Count Ars Guillotine atas persetujuan dari Duccess Harnas Zilveren dan seluruh anggota keluarga dari kedua belah pihak."
Rovell:"Saya bersumpah dan berjanji untuk menghargai dan menyayangi Count Ars Guillotine untuk selamanya."
Harnas:"Aku mengakui sumpah dan janjimu atas nama istri pertama House of Rosefield. Untukmu, Count Ars Guillotine, apakah kamu menerima sumpah dan janjinya?."
Arsh:"Saya menerima sumpah dan janjinya. Dan saya menjanjikan hal yang sama kepada Duke of Rosefield."
Prok... Prok... Prok...!!
Seluruh aula di penuhi dengan suara tepuk tangan yang bergemuruh.
Mama mengandeng tangan ini untuk pergi ke altar pernikahan ayah melalui jalur penghubung yang ada di tengah. Kakek dan ibu sama-sama menyerahkan tangan mereka berdua untuk saling bergandengan tangan.
Ayah memakaikan sebuah cincin di tangan ibu, begitu pula sebaliknya.
"Dengan saksi dan persetujuan semua pihak, kerajaan telah mengesahkan pernikahan Duke Rovell Von Rosefield dan Count Ars Guillotine. Mulai saat ini dan seterusnya, mereka adalah pasangan suami dan istri yang sah."
Semua orang kembali bertepuk tangan sangat meriah. Serangkaian upacara pernikahan telah berakhir. Ayah membawa ibu ke sebuah kereta putih dengan lambang keluarga Rosefield. Kereta putih itu menuju ke Mansion of Rosefield dengan di iringi oleh banyak orang.
Aku duduk di kereta pegasus bersama dengan mama, nenek, dan kakek. Mereka bertiga juga ikut bahagia atas pernikahan ini.
.....
Di malam hari, pesta pernikahan di adakan di Mansion of Rosefield dengan di hadiri oleh para bangsawan dan tamu undangan. Mulai dari sore, tamu mulai berdatangan dengan kereta kuda mereka. Bukan hanya di mansion, tapi seluruh kota juga merayakannya. Ayah membiayai semua pesta di ibu kota pada hari ini hingga besok pagi. Jadi, semua orang bisa makan dan minum apapun di seluruh ibu kota tanpa mengeluarkan biaya.
Gerbang Mansion penuh dengan kereta dari berbagai keluarga bangsawan. Kepala pelayan keluarga harus menyambut para tamu yang datang untuk menghadiri pesta pernikahan. Ruang pesta perlahan menjadi ramai dan aku harus menyapa banyak tamu hingga pipiku kaku karena harus selalu tersenyum.
Tapi ini lebih baik daripada terjebak dengan para pelayan itu yang membuatku menjadi boneka dandanan. Dari kemarin, aku tidak tahu berapa banyak gaun yang mereka ingin aku coba. Mengingat hal itu, hatiku merinding dan tulang punggungku terasa dingin.
Ibu turun dari lantai dua. Malam ini, mama mengenalkan gaun merah yang sederhana tanpa banyak pernak-pernik di atasnya. Di kedua tangan, mama memakai sarung tangan panjang merah gelap.
Mama tersenyum dan menyambut para tamu, terutama para wanita bangsawan yang hadir ke pesta malam ini. Selain orang-orang dewasa,pesta malam ini juga di hadiri oleh banyak anak bangsawan karena malam ini, selain pesta pernikahan ayah dan ibu, malam ini juga merangkap sebagai pesta ulang tahunku yang ke sembilan.
Saat malam mulai tiba, keluarga Kerajaan tiba. Paman dan Ratu tiba bersama. Selain mereka berdua, pangeran Elion dan putri Sophia juga menghadiri pesta malam ini.
Pesta malam ini berlangsung sangat meriah. Di pertengahan acara adalah proses penyerahan hadiah.
Aku dan mama maju menemui ayah dan ibu yang sedang menerima ucapan dan hadiah dari para tamu.
Harnas:"Rovell, Arsh, ini adalah hadiah dariku untuk kalian berdua."
Mama menyerahkan sebuah kotak kayu yang di atasnya terukir banyak ukiran bunga. Ayah dan ibu menerima hadiah itu dengan sangat bahagia.
Sekarang adalah giliranku untuk memberikan hadiah kepada ayah dan ibu. Aku mengajak mereka pergi ke sebuah meja besar di salah satu sisi ruangan. Di tempat ini berjejer banyak meja yang di atasnya terdapat berbagai macam makanan dan minuman.
Hanya satu meja di tengah yang di kosongkan tanpa ada apapun di atasnya. Dengan lambaian tangan, sebuah kue besar bertingkat lima muncul di atas meja. Kue itu besar dan permukaannya di lapisi menggunakan fondant putih bersih. Untuk memperindah tampilan kue, kue itu juga di hiasi dengan butter cream berwarna emas yang terbuat dari madu emas sebagai pengganti gula, sehingga butter cream yang aku pakai memiliki warna kuning emas yang indah.
Di bagian paling atas, terdapat statue ayah dan ibu yang terbuat dari coklat. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuat statue coklat itu semirip mungkin dengan aslinya, dan alhasil, itu tidak mengecewakanku. Perlu satu hari penuh bagiku untuk membuat kue pernikahan ini.
Arsh:"Sayang, apa ini?."
Filia:"Ini adalah kue pernikahan yang khusus aku buat untuk ayah dan ibu."
Sambil menjelaskan kepada mereka, aku menyerahkan pisau kaca kepada ibu supaya dia bisa memotong kuenya.
Ayah dan ibu maju dan memotong kue lapisan pertama. Pisau kaca itu masuk ke dalam kue dengan sangat mudah yang membuktikan kelembutan dari kuenya. Saat kue terpotong, aroma kue vanila dan stroberi langsung menyembur memenuhi ruangan. Aroma vanila yang lembut dan harum di sertai dengan aroma stroberi yang manis dan segar, membuat orang-orang di sekitar menelan air liur tanpa sadar.
Ibu mengambil sendok perak dan menyuapi ayah.
Rovell:"Ini... Ini sangat enak dan lembut. Buah di dalamnya manis dan segar. Ini benar-benar enak."
Arsh:"Benarkah?."
Rovell:"Cobalah."
Ayah juga mengambil sendok dan menyuapi ibu. Mereka berdua menikmati kue itu dengan wajah berseri-seri.
Aku juga maju dan memotong kue. Potongan kue yang aku potong di serahkan kepada mama.
Filia:"Mama, biarkan aku yang menyuapi mu."
Harnas:"Ok."
Mama menunduk dan membuka mulutnya. Ekspresinya menjadi semakin cerah dengan pipi yang sedikit memerah.
Harnas:"Ini sangat enak. Cake yang lembut dan buah yang asam manis menyegarkan,berpadu di dalam mulut. Ini manis, tapi tidak membosankan."
Selesai anggota keluarga, sekarang waktunya bagi para tamu untuk m nikmati hidangan pesta yang di sediakan. Hidangan malam ini hidangan yang di sediakan adalah semua jenis hidangan yang resepnya berasal dariku.
Memakan waktu hampir satu minggu penuh hanya untuk mengajari Jors dan yang lainnya untuk memasak semua jenis masakan ini.
Marieta:"Ini benar-benar lezat. Hidangan kerajaan tidak bisa menandingi hidangan ini. Terutama kue yang lembut ini."
Leonis:"Aku lebih menyukai hidangan yang di sebut udang pedas ini. Benar-benar lezat."
"Ya. Ini lezat."
"..."
Banyak tanggapan dari para tamu yang memuji hidangan yang di sediakan. Rasa rempah dan bumbu yang sangat bervariasi memang merupakan hal yang sangat baru di dunia ini. Selain itu, cara memasak dan meracik bumbu juga sangat penting untuk membuat rasa masakan yang sesuai dengan selera.
Aku tidak tahu kapan, tapi mama mendaftarkan semua masakan ini atas namamu di guild pekerja dan telah di setujui oleh Aula Hukum. Jika ada yang memasak atau meniru resep ini tanpa izin dariku, maka orang itu bisa mendapatkan hukuman dan denda dengan jumlah tertentu.
Pesta berakhir pada tengah malam. Setelah para tamu pergi, sekarang adalah giliran para pelayan untuk berpesta dan ikut menikmati hari yang bahagia ini. Mereka sudah lelah bekerja, sekarang adalah giliran mereka bersantai dan melepaskan beban mereka.
Dalam acara ini, aku tidak ikut serta. Aku dan Mama tidur di kamar yang sama. Karena mamam tidur di kamar yang sama denganku, aku tidak bisa melakukan apapun malam ini. Jadi, aku hanya beristirahat dengan jujur di kamar.
.....
Ilma:"Putri, mereka memiliki pergerakan."
Saat aku baru saja membuka mata, tiba-tiba suara Ilma terdengar di kepalaku. Aku langsung tahu apa yang di maksud oleh Ilma. Aku memerintahkan Ilma untuk mengawasi orang-orang mencurigakan yang pernah aku temui di Rumah Coklat waktu itu.
Mereka membicarakan tentang dewa. Itu membuatku sangat penasaran. Akhirnya aku meminta Ilma untuk melakukan interogasi kepada orang-orang itu dan meminta mereka untuk membocorkan semuanya. Selain itu, orang-orang itu sekarang merupakan mata-mata yang menyusup ke organisasi itu dan memantau pergerakan organisasi.
Aku menunggu cukup lama berita tentang mereka. Namun saat aku mendapatkan berita, itu selalu berita yang tidak berharga samasekali. Akhirnya beberapa waktu yang lalu ada berita tentang rencana kebangkitan dewa. Dan hari ini, mereka mulai bergerak.
Ini menarik. Aku ingin tahu apakah dewa yang mereka maksud adalah dewa sungguhan, atau itu hanya makhluk yang sedikit lebih kuat dari mereka. Jika itu yang pertama, itu akan sangat menarik untuk di ketahui. Jika itu yang kedua, maka tidak ada salahnya untuk tahu.
Aku hanya khawatir jika dewa yang mereka maksud itu akan menjadi ancaman bagiku.
(Akhir dari chapter ini.)
Menemukan salah ketik dan kata yang tidak sesuai, bisa langsung di laporkan kepadaku Melalui kolom komentar.