
dinding kota itu setinggi lebih dari lima meter dan sangat tebal. aku tidak tahu bahan apa yang digunakan untuk membuat dinding ini, tapi aku yakin bahwa dinding ini tidak dicat, dan lagi, apa di masa ini sudah ada cat tembok?.
aku dan yang lainnya tiba di gerbang masuk yang sangat besar, bahkan menjulang tinggi leherku benar-benar sakit karena mendongak.
terdapat beberapa orang dengan penjaga dengan baju besi dan pedang di pinggang nya, baju besi itu terlihat biasa saja dan sederhana daripada yang dikenakan kesatria yang di bawa oleh ibu.
penjaga di gerbang di tugaskan untuk memeriksa orang yang ingin masuk ke dalam capital city. pemeriksaan terutama di tunjukkan kepada pendatang baru dan para pedagang, untuk menghindari penyeludupan barang terlarang dan mata-mata dari negara musuh.
pada dasarnya metode ini memang tidak terlalu efektif jika digunakan untuk mata-mata, tapi setidaknya ini akan menjadi lapisan tipis keamanan sebuah negara.
saat kami datang, kami harus mengantri selama beberapa menit karena masih ada beberapa orang yang datang ke kota dengan berbagai tujuan.
setelah orang di depan kami berhasil memasuki kota, sekarang adalah giliran kami untuk masuk. aku sudah sangat tidak sabar. aku ingin tahu kota seperti apa itu Regulus. sebagai jiwa gamers, petualangan sudah merasuk ke dalam tulang-tulang ku. tapi meski begitu tidak ada niatan bagiku untuk menjadi seorang petualang.
penjaga gerbang membungkuk dengan hormat kepada ibuku dan pasukannya. sebenarnya sebagai seorang Marshal, ibu ku seharusnya tidak perlu mengantri, tapi karena rasa tanggung jawab, ibu lebih memilih untuk menunggu selama beberapa saat dan tidak mencoba memotong antrian karena keegoisan.
mungkin ini terkait dengan doktrin sebagai seorang kesatria, melindungi, mendahulukan, dan kesetiaan yang dimilikinya.
kami melangkah ke dalam gerbang. yang ku lihat adalah pemandangan indah, bersih dan tertata. bahkan mungkin kota-kota modern akan kalah dengan keindahan tempat ini. lagipula disini sepertinya belum ada sampah plastik.
walaupun ini terlihat seperti era abad pertengahan, tapi sangat-sangat berbeda dengan yang aku tahu. pada masa abad pertengahan di bumi, kotoran dan sampah akan terlihat di berbagai sudut jalanan karena kesadaran akan kebersihan masih sangat minim. disini berbeda, sepertinya kesadaran masyarakat di sini akan kebersihan sudah sangat tinggi dan dapat di sandingkan dengan orang-orang dari masa ku.
kami berjalan di sepanjang jalan utama yang lebar sekitar dua belas meter atau lebih. pemandangan yang aku lihat benar-benar indah. ditambah dengan dinding rumah-rumah yang berwarna putih bersih dengan atap berwarna merah seperti tanah yang di bakar menambah kesan bahwa yang aku datangi adlah kawasan perumahan modern, walaupun arsitektur nya masih seperti bangunan Eropa di abad pertengahan.
kota ini sangat besar hingga di bagi menjadi empat distrik dan satu wilayah khusus. pertama adalah distrik perumahan yang terletak paling dekat dengan tembok kota, dan mengelilingi seluruh capital city bersama dengan distrik ke dua yakni distrik perdagangan.
yang ke tiga adalah akademi, terletak di kota bagian dalam, di sebelah barat. meski bukan wilayah khusus, tidak semua orang akan di biarkan masuk dengan bebas. hal ini demi melindungi para siswanya. di dalam Regalia Royal academy, kebanyakan adalah anak para bangsawan, jadi keamanan harus di perketat.
yang ke empat adalah distrik bangsawan. terletak di pusat kota. distrik bangsawan adalah tempat di mana para bangsawan tinggal, tapi tidak semua bangsawan berhak tinggal di dalam distrik bangsawan. jika ingin tinggal setidaknya memegang kedudukan sebagai seorang Viscount atau di atasnya.
dan terakhir adalah wilayah khusus. wilayah khusus ini diperuntukkan sebagai wilayah istana, tanpa kepentingan dan izin, bahkan jangan berharap untuk berdiri di gerbang istana kecuali kamu ingin di tembus dengan anak panah.
dengan pemandangan indah yang menyertaiku, aku bahkan tidak ingat betapa lelahnya berkuda. terus melihat ke kiri dan ke kanan, banyak orang dan kereta kuda dengan berbagai ukuran yang lalu-lalang.
kami terus melaju di sepanjang jalan, sampai kami tiba di sebuah gerbang putih besar yang bahkan jauh lebih indah daripada yang aku lihat di awal. gerbang ini menunjukkan bahwa kamu akan memasuki distrik bangsawan.
karena kota ini seperti di bangun di bukit, semakin dalam kamu masuk maka akan semakin tinggi pula posisimu. di puncak yang tertinggi adalah istana. terdapat tiga bangunan terbesar di seluruh kota. yang pertama adalah istana, yang ke dua adalah akademi, dan yang ke tiga adalah tempat orang-orang menyembah dewa.
di dalam distrik bangsawan semuanya lebih indah dari pada yang aku lihat di luar tadi. jalannya di aspal menggunakan ubin putih bersih, tanaman hijau di pinggirnya yang di pangkas dengan rapi di sepanjang jalan terdapat banyak patung yang terbuat dari marmer.
pasukan berpisah di luar gerbang wilayah bangsawan, sekarang hanya tersisa aku dan ibu yang menunggang kuda menuju kediaman terbesar di dalam distrik bangsawan. terdapat pagar besar dengan kesatria yang menjaga di depan rumah. jarak antara pagar dan rumah itu sendiri sejauh lebih dari lima ratus meter, dipisahkan oleh taman yang indah. hanya untuk seluruh halaman, kamu bisa membuat nya menjadi lapangan golf berukuran besar.
kami mengikuti jalan setapak yang lebar di halaman depan. jalan ini juga di lapisi dengan batu bata putih seperti mutiara, di sisi kanan dan kiri terdapat banyak patung dan tanaman hijau. di lihat dari kejauhan, dinding rumah ku terlihat putih dan bersih dan atapnya berwarna biru, persis seperti apa yang aku sukai.
jika tidak ada peta sistem aku pasti akan tersesat di dalam rumah. benar-benar penuh fantasi, aku tahu bahwa abad pertengahan di bumi itu jauh dari apa yang di gambarkan di berbagai manga dan film. tapi di sini benar-benar mewujudkan apa yang biasa terdapat dalam manga dan novel.
kuda kami berhenti di depan rumah, ah, tidak. aku akan menyebutnya mansion sekarang, seorang kesatria menghampiri dan memegang tali kuda dengan hormat seperti memegang emas. ibu langsung turun dan menurunkan ku dengan senyum. aku mengira bahwa ibu akan meletakkan ku ke tanah, tapi yang tidak ku duga adalah bahwa ibu menggendongku seperti anak kecil.
Filia: ibu... aku bukan anak kecil lagi"
sebelumnya karena tubuhku yang kecil, aku mengira bahwa tubuh ini berusia tujuh atau delapan tahun, tapi ternyata tubuh ini berusia sembilan tahun, kurasa akan sulit bagi tubuh ini akan tumbuh tinggi, aku lebih percaya bahwa tubuh ini memiliki karakteristik loli. meski tubuh ini akan tumbuh seperti gadis kecil, aku hanya berharap bahwa di beberapa bagian akan tumbuh dengan baik.
Harnas:"apa yang kamu katakan sayang. kamu akan tetap menjadi gadis kecilku, dan sebentar lagi kamu akan memasuki akademi, ibu pasti akan kesepian"
Filia:"masih ada ayah yang akan menemani mu Bu"
sambil bercakap-cakap, ibu membawaku ke dalam mansion. di dalam nya sangat luas, ada beberapa maid yang menyambut kami.
aku di bawa ke kamarku dan membersihkan diri. ada dua orang maid yang akan membantuku membersihkan diri, awalnya memang memalukan, tapi karena aku sadar bahwa tubuhku masih anak-anak jadi tidak apa-apa. tidak, itu hanya untuk menghibur diriku sendiri, sebenarnya itu tetap memalukan, oke!
di dunia ini sudah mengenal adanya kamar mandi. tapi kamar mandi di sini lebih mirip dengan pemandian air panas mewah dengan empat patung singa yang menyemburkan air hangat alami dari dalam mulutnya, luas kolam pemandian nya sekitar empat atau lima meter dan kedalaman sekitar setengah meter.
awalnya setelah mandi, para maid itu akan membantuku berganti pakaian, tapi aku menolaknya. aku tidak terbiasa dengan pelayanan seperti ini. aku hanya masuk ke dalam kamarku dan berganti piyama kucing berbulu lalu beristirahat hingga makan malam di siapkan.
tok...tok....
Harnas:"sayang. ibu akan masuk'
tanpa menunggu jawabanku, ibu langsung menerobos masuk. dia sudah berganti ke pakaian biasa, um... gaun biasanya dan berjalan ke arahku.
Harnas:"ya ampun..... sayang kamu imut sekali"
melihat ku dengan piyama kucing ibu langsung melompat dan menerkam ku.
Filia:"benarkah, terima kasih"
Harnas:"dari mana kamu mendapat kan baju ini?, bahan bulunya sangat halus hampir seperti bulu berkualitas tinggi"
gawat, aku lupa bahwa ini di dunia lain. cepat cari alasan, berfikir, berfikir.
Filia:"ini... saya sendiri yang menjahitnya,"
aku harap dengan alasan ini ibu tidak akan bertanya lebih banyak. sebenarnya piyama ini aku dapatkan saat di level awal. ini adalah set pakaian kelinci, seharusnya begitu, tapi aku malah mendapatkan pakaian kucing yang bisa di pakai hingga level 20. dan sekarang aku sudah level 200 jadi aku tidak pernah menggunakannya lagi.
Harnas:"benarkah? kamu bisa menjahit?"
Filia:"iya"
lagian aku tidak berbohong, di dunia nyata dan di dalam game aku bisa menjahit. di dunia nyata aku biasanya melakukan banyak hal untuk menghabiskan waktu. jika di dalam game, aku mendapatkan kemampuan menjahit, dan sekarang sudah level max.
Harnas:"anakku memang hebat. kalau begitu, bisakah kamu menjahitkan untuk ibu lain kali"
Filia:"tentu saja "
aku akan dengan senang hati menjahitkan nya untuk ibuku di dunia ini. oh. ngomong-ngomong kenapa ibu memelukku lebih erat. aku berbaring di tempat tidur di bawah pelukan ibuku.
Filia:"ibu...."
saat aku memanggilnya, ibu mengeratkan pelukannya dan berkata perlahan.
Harnas:"aku takut, aku merasa bahwa jika aku melepaskan mu, ibu akan kehilanganmu selamanya. jadi biarkan ibu menemanimu"
Filia:"ibu. aku tidak akan meninggalkanmu"
mungkin ini adalah insting dari seorang ibu, di tambah dengan hatinya yang bergelombang karena mendengar ku dalam bahaya.
dia memang sudah tidak ada, tapi sekarang aku akan menggantikannya. kasih sayang yang ibu tunjukkan benar-benar tulus, mirip dengan ibuku di bumi.
ibu perlahan tertidur, mungkin karena hatinya sudah mendapatkan ketenangan, jadi perasaan lelahnya akan terlihat saat ini. aku memberikan ciuman kecil di pipinya dan perlahan menutup mataku.
(akhir dari chapter ini. tunggu next update ya :)