Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 222: Mental Explosion.



Aku kira segel itu sudah waktunya terlepas, tapi saat aku menunggu lebih lama, tidak ada gerakan lebih lanjut dari peti mati itu. Apakah monster yang terbunuh belum cukup?.


Yah, tidak masalah. Mungkin aku harus menunggu sedikit lagi. Setidaknya ada sisi baiknya, yaitu aku bisa lebih mempersiapkan diri lagi. Dari Alterion aku belajar bahwa tidak peduli seberapa lemah lawanmu, kamu harus mempersiapkan sebaik mungkin.


Kita tidak tahu senjata tersembunyi apa yang mungkin mereka miliki, jadi lebih baik bersiap. Tidak jarang di Alterion pemain tingkat rendah akan memiliki item tingkat atas yang dapat mengalahkan pemain lain yang jauh lebih kuat. Sebagai contoh, mungkin seorang pemain Tier dua memiliki gulungan kuno tingkat tiga atau empat yang dapat mengeluarkan serangan penuh Tier empat. Menghadapi hal seperti itu, Jika lawannya tidak bersiap, lawannya bisa saja langsung terbunuh atau terluka parah.


Selain itu, sambil menunggu bos bangkit, ada hal yang menurutku sangat menarik, yaitu kemampuan ibu.


Di Medan perang, ibu sangat ditakuti oleh musuhnya karena serangan yang di miliki oleh ibu tidak pernah bisa di hindari dan hanya bisa di tahan. Itu karena ibu memiliki kemampuan magnet dan gravitasi, sehingga saat berhadapan dengan lawan di Medan perang, ibu bisa membuat pedangnya menjadi pusat gravitasi atau Medan magnet sehingga musuh yang mengenakan zirah logam akan langsung di tarik ke arah pedang. Dengan begitu, bukan serangan ibu yang membaca arah lawan, tapi lawan yang menghampiri serangan ibu.


Dalam Medan perang yang sangat kacau dan penuh senjata logam di mana-mana, maka kemampuan ibu adalah teror nyata bagi musuh. Seperti saat ini, ada banyak pisau pendek dan logam lainnya yang melayang di sekitar ibu sebagai pelindungnya.


Saat ibu melancarkan serangan, monster yang mencoba menghindari serangannya akan langsung ditarik ke jalur serangan ibu, sehingga tubuh Munster itu akan terpotong. Seekor monster seperti goblin setinggi satu meter dengan cakar tajam berusaha menyerang ibu dari samping, namun tiba-tiba sebuah plat logam menghalangi serang monster itu. Saat monster itu ingin mundur, beberapa batang logam tajam langsung menusuk tubuh monster, membuat monster itu mati saat itu juga.


Ini sangat menarik. Jika ibu menjadi Tier satu, maka kemampuannya akan meningkat dua kali lipat lebih kuat dan pasti akan berubah menjadi kemampuan tipe ruang. Perlu di ketahui, gravitasi yang di kuasai ibu adalah dengan membengkokkan ruang secara langsung, bukan membengkokkan ruang karena masa yang besar. Dengan kata lain, ibu saat ini sudah menguasai dasar untuk kemampuan ruang.


Ruang dan waktu adalah kemampuan yang sangat langka dan sangat sulit untuk di kuasai, namun ibu sepertinya sudah mampu menguasai hal itu secara langsung, seakan kemampuan itu adalah bakat ibu. Di seluruh Alterion, hanya sedikit ras yang memiliki bakat ruang sejak lahir, salah satunya adalah Void walker yang sangat misterius.


Tidak banyak yang aku ketahui tentang Void Walker. Lagi pula, mereka adalah ras yang sangat misterius dan sulit di temui. Hanya beberapa kali aku pernah berdagang dengan mereka. Jadi, aku tidak bisa menjelaskan lebih banyak tentang seperti apa Void Walker itu.


Namun, sepertinya ibu tidak memiliki karakteristik dari mereka. Jadi, mungkin ibu memiliki kemampuan itu secara alami, atau karena suatu hal. Dan meskipun mungkin leluhurnya merupakan ras yang mampu merasakan ruang, tapi mungkin itu adalah ras yang tidak aku kenal.


Arsh:"Awas...!."


Seorang kesatria terpukul oleh monster dan terjatuh ke tanah. Ibu hanya merentangkan tangannya dan sebuah riak ungu muncul di tangannya. Kesatria yang akan di injak oleh monster itu langsung terbang ke arah telapak tangan ibu karena pengaruh kemampuan magnet yang bekerja pada armor logam yang di kenakan eh kesatria itu. Selain kemampuan bertarung yang mumpuni, ibu juga memiliki tubuh yang kuat, sehingga begitu tubuh kesatria itu sampai di tangannya, ibu langsung melempar kesatria itu ke belakang seperti lempar kantong sampah.


Pertarungan terus berlanjut hingga beberapa jam, membuat orang-orang yang bertarung menjadi kelelahan. Nafas ibu sudah menjadi berat, dia mampu menahan pertarungan dengan intensitas tinggi selama ini karena ramuan yang dia bawa dan pertolongan dari para cleric di belakang. Namun keadaan seperti itu tidak bisa berlanjut lebih lama, bagaimanapun tubuh makhluk hidup memiliki batas tersendiri, apalagi cleric di belakang juga sudah mencapai batasnya.


Selama pertarungan itu, rantai yang mengikat peti itu jatuh satu persatu, namun jumlah monster yang menyerang masih sangat banyak. Tidak berlebihan untuk menyebut bahwa ini adalah banjir monster.


Meskipun kesatria dari istana di kerahkan, tapi tekanan pada para tentara masih sangat berat. Selain karena jumlah monster yang banyak, Medan perang di tengah kota yang rumit seperti ini juga sangat merepotkan karena para kesatria dan prajurit tidak bisa bekerja sama dengan efektif. Namun sisi baiknya, mereka yang kelelahan atau terluka bisa di ungsikan ke tempat aman dengan cepat. Selain itu, Medan kota juga memiliki banyak tempat persembunyian untuk para penyihir atau pemanah.


Di depan Mansion of Rosefield juga banyak monster yang berdatangan dari segala penjuru. Para pelayan dan kesatria penjaga bertarung dengan monster-monster itu tanpa takut. Seperti yang pernah aku katakan, baik itu pelayan atau penjaga kebun, semua yang bekerja di mansion of Rosefield semuanya di bekali dengan kemampuan tempur tertentu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang merupakan mantan anggota pasukan elit atau kesatria dari divisi tertentu.


Mayat monster menjadi semakin menumpuk di seluruh kota. Bau darah dari monster itu sangat buruk. Tidak seperti darah normal, bau darah monster itu samar-samar seperti nanah bercampur dengan aroma ikan busuk.


Duarr....


Kilat merah menyambar di antara awan, membuat suara gemuruh yang sangat keras. Ratusan kilat petir menyambar peti mati itu, seakan mereka ingin menghancurkan peti mati itu beserta isinya. Namun, menghadapi kilat yang sebanyak itu, peti mati itu sama sekali tidak meninggalkan bekas kecuali asap putih samar yang langsung di sebarkan oleh angin.


Tidak. Ini terlalu lama. Aku tidak bisa membiarkan alur ini terus berlanjut seperti ini. Melihat tingkat pembunuhan monster yang rendah dan korban manusia yang tinggi, ini hanya pertarungan untuk kerugian. Meskipun manusia akan menang, tapi ini juga akan menimbulkan banyak korban.


Aku menyebarkan mentalku ke seluruh kota. Dengan waktu ini, aku rasa mereka semua sudah cukup membunuh monster dan kekuatan mereka sudah meningkat empat atau lima level. Untuk mama, dia sudah memiliki exp 60% level 209, sementara ayah, dia sudah memiliki 10% level 210. Dia mendapatkan lebih banyak exp karena membunuh monster Tier pertama di tambah banyak monster tingkat rendah. Dan untuk ibu, ibu sudah memiliki level 198 (zero) yang sebentar lagi dapat mencoba promosi menjadi great knight (Tier 1) seperti mama.


Karena semuanya berjalan sesuai rencana ku untuk meningkatkan kekuatan manusia di ibu kota Regalia, maka sudah waktunya aku menyelesaikan sisanya.


Di telapak tanganku muncul segumpal api putih keperakan dengan kilatan listrik emas di permukaannya. Segumpal api itu mulai berputar dan memadat, membentuk sebuah objek menyerupai topeng.


Sebuah topeng putih keperakan mengapung dengan tenang di atas telapak tanganku. Topeng ini sangat halus tanpa lubang mata ataupun bentuk struktur wajah lainnya, ini hanya topeng halus dengan banyak pola emas yang sangat rumit dan indah di atasnya.


Tidak ada tujuan khusus dari topeng ini, aku hanya tidak ingin orang lain melihat ekspresi wajahku saat sedang bertarung.


(Dalam pertarungan Filia sering tertawa lepas atau tersenyum karena menikmati pertarungan. Jadi, dia sering memakai topeng dalam pertarungan, baik sekarang atau di Alterion karena sebenarnya dia agak malu dengan penampilannya itu.)


Filia:"Twelve constellation armor, the virgin «Virgo»."


Bentuk armor ini hampir lengkap setelah kekuatanku meningkat menjadi Tier empat. Saat aku menjadi Tier lima, armor akan menjadi bentuk terlengkap dan terkuatnya.


Api putih keperakan membakar di punggungku, membentuk empat buah sayap putih perak yang lebar dengan rune emas yang sangat rumit.


Perlahan, kakiku terangkat dari tanah dan aku melayang puluhan meter di atas kota. Pemandangan di bawahku sangat kacau dan berantakan, penuh dengan cipratan darah dan mayat dari kedua belah pihak. Tidak ada sedikitpun fluktuasi di hatiku saat melihat hal ini. Aku tidak merasa kasihan atau sedih saat melihat banyak korban, aku hanya sedikit tidak sabar. Aku melepaskan tanganku saat ini karena merasa bahwa menunggu mereka membunuh cukup monster untuk membuka peti mati terasa terlalu lama, jadi aku akan melakukannya sendiri.


«Mental Explosion»


Sosok bayangan emas bersayap setinggi lima meter muncul menyelimutimu. Fitur wajah sosok itu sangat mirip dengan wajahku sendiri, hanya saja sosok itu lebih besar dan agak transparan. Meskipun demikian, sosok emas sangat mencolok di langit yang gelap dan suram.


Begitu bayangan jiwa muncul, monster yang ada di bawah menjerit dan berhenti menyerang. Mereka berteriak ke arahku dengan wujud menjijikkan mereka, seakan mereka merasa terancam. Banyak monster terbang yang menuju ke arahku dari kejauhan.


Bayangan biru samar muncul di atas kepala setiap monster sejauh lima ratus meter dengan tubuhku sebagai pusatnya. Bayangan biru itu menyerupai wujud monsternya, jadi mudah mengetahui bahwa itu adalah bayangan jiwa dari monster.


Saat aku mengangkat tanganku, bayangan emas besar yang menyelimuti tubuhku juga mengikuti gerakanku. Monster yang merasakan bahaya langsung mencoba untuk lari menjauh, namun itu sudah terlambat. Gang-gang sempit di dalam kota dan jumlah monster yang padat sangat menghambat jalur retreat merek dan justru membuat kerusuhan diantara monster.


Melihat hal itu, aku hanya tersenyum dan melambaikan tanganku. Paku emas tiba-tiba muncul di atas bayangan jiwa setiap monster. Tidak peduli seperti apa gerakan monster itu, bayangan emas akan tetap berada di atas kepala mereka, seakan ada penghubung di antara keduanya.


Tanpa suara, setiap paku emas transparan langsung menusuk ke arah bayangan jiwa biru dengan sangat cepat. Paku emas transparan itu menembus ke dalam jiwa dan menghancurkannya. Suara kaca yang retak terdengar di setiap sudut tempat dalam kisaran radius yang telah aku tentukan.


Monster yang jiwanya dihancurkan langsung jatuh ke tanah tanpa suara, tubuhnya perlahan menjadi debu yang tersebar dan tertiup oleh angin dingin. Tiba-tiba seluruh kota menjadi sunyi. Baik monster yang ketakutan atau mata terkejut dari semua orang, mereka semua menatap lurus ke arahku.


Setelah beberapa saat, tiba-tiba sebuah teriakan membangunkan manusia yang tertegun.


"Dewi bulan...!!"


"Pelindung para petualang...!


"Hidup sang Dewi...!."


"..."


Entah siapa yang memulai teriakan itu, tiba-tiba teriakan yang sama mulai bergema di seluruh kota, terutama di antara para petualang. Prajurit dan kesatria yang bingung mulai bertanya kepada para petualang apa yang mereka maksud. Aku bisa melihat beberapa petualang akan menjelaskan kepada para prajurit itu tentang Dewi bulan yang sama sekali tidak aku pahami. Pemandangan seperti itu terjadi di banyak tempat dan aku tidak terlalu peduli.


Aku hanya mengalihkan perhatianku ke arah peti mati itu. Partikel aneh yang melayang langsung pergi ke arah peti mati dan di serap oleh peti mati itu.


Crak...!


Tring...!


Akhirnya rantai terakhir yang mengikat peti mati itu hancur dan jatuh kemudian menghilang menjadi partikel merah.


Kraaaak...!


Tutup peti mati terbuka secara perlahan, membawa suara berderit yang panjang. Seluruh kota yang bersorak menjadi sunyi, dan teriakan manusia yang seperti banjir di gantikan oleh Auman monster yang tersisa.


Sebuah tangan pucat putih seperti tangan mayat terulur secara perlahan dari dalam peti mati. Tangan itu meraih pinggiran peti mati dan membantu tubuh utama untuk berdiri.


Apakah akhirnya keluar?...


(Akhir dari chapter ini)


Renovasi rumah selesai dan aku bisa menjadi sedikit rajin lagi dalam update. Maaf Karena lama tidak update.