
Trainee:"ya, saya tahu, tapi hidupnya masih bisa terselamatkan. saya harus tetap berterima kasih"
Leonis:"saya juga sangat menyesal dengan kejadian ini"
Trainee:"hmm... saya akan membawa Filia kembali terlebih dahulu"
dengan keadaan hati yang kacau, aku membawa Filia yang tidak sadarkan diri kembali ke mansion. saat aku melewati bagian resepsionis, aku melihat wajah-wajah yang masih memiliki ekspresi ketakutan terpampang jelas. selain itu juga ada beberapa orang yang mengenakan jubah penyihir yang masih memiliki sisa darah di sudut mulutnya, mereka mengalami sedikit luka dalam karena mana yang mengamuk. jika bukan karena isolasi oleh perisai cahaya emas dari raja Leonis, maka orang-orang ini akan mati sebagai patung es.
aku terus berjalan menuju pintu keluar dengan Felmina dan yang lainnya mengikuti di belakangku dengan panik. aku langsung membawanya memasuki kereta dengan di saksikan oleh banyak orang-orang dengan berbagai macam ekspresi.
Trainee:"segera kembali ke mansion dengan kecepatan penuh. kalian para kesatria, bawa bajingan itu dan interogasi dia, sisanya buka jalan dan kita kembali secepatnya"
"baik"
setelah Felmina masuk ke dalam kereta, aku memerintahkan ke dua kesatria untuk menginterogasi bangsawan dan pengikutnya. kami bisa menyerahkannya ke pasukan kerajaan, tapi kami tidak mau melakukannya, kami tidak akan pernah melepaskan masalah seperti ini begitu saja. kami akan mengejar masalah ini sebagai masalah Holy Kingdom, karena Filia merupakan pewaris sah dari takhta kerajaan. bangsawan dari suatu negara membuat seorang pewaris dari kerajaan lain mengalami hal seperti ini, hal ini dapat menimbulkan perang antara ke dua kerajaan, jadi raja Leonis juga tidak akan mengambil suara dalam hal ini. lagi pula kesatria yang di bawa raja Leonis adalah kesatria penjaga pribadinya, jadi mereka tidak memiliki kewajiban untuk membawa bangsawan itu.
setelah dua dari enam kesatria Rosefield membawa bangsawan dan pengikutnya pergi terlebih dahulu ke tempat interogasi di pinggir kota, empat sisanya langsung menunggangi kuda dan dengan cepat melaju mendahului kereta untuk membuka jalan. meskipun baru mengalami kejadian seperti ini dan wajah mereka masih pucat, mereka dapat dengan cepat mengeksekusi semua perintah yang aku berikan.
kereta kuda yang kami gunakan langsung melaju di jalan yang di buka oleh para kesatria. semua kereta kuda yang melaju di jalanan akan memberikan jalan seperti laut yang terbelah. mereka akan minggir di kedua sisi jalan. teriakan kesatria yang panik untuk menyingkir, membuat mereka tidak berani ragu sedikitpun. mereka hanya meminggirkan kereta kuda mereka dengan cepat di kedua sisi jalan sambil melihat kami yang melaju melewati mereka.
aku kembali memperhatikan Filia yang ada di pangkuanku. penampilannya yang kacau dan ada bekas darah dari sudut mulut dan dari matanya membuat hatiku hancur. cucuku, cucu satu-satunya yang aku miliki dengan darah yang sama, cucu yang selama ini ingin aku manjakan. penampilannya yang cantik sekarang terlihat seperti ini, hal ini benar-benar membuat hatiku seakan di cabik-cabik oleh pisau yang tak terhitung jumlahnya.
"nenek"
aku mendengar suara gadis kecil yang memanggilku, aku melihat Felmina yang duduk di depanku yang memilki wajah sedih dan khawatir.
Felmina:"n, nenek, apakah kakak akan baik-baik saja?"
sepertinya gadis kecil itu sangat mencemaskan keadaan Filia yang seperti ini. dia pasti sangat menyayangi kakaknya dengan tulus. bahkan setelah melihat Filia yang menakutkan seperti itu, dia tidak memiliki rasa takut atupun jijik terhadapnya, justru dia menjadi sangat cemas terhadap keadaan Filia.
Trainee:"nenek tidak tahu, tapi menilai dari keadaanya, nenek tidak dapat memastikannya. sepertinya lukanya akan baik-baik saja setelah di sembuhkan oleh raja Leonis. tapi untuk memastikan keadaannya, setelah sampai di mansion, nenek akan memanggil dokter terbaik untuk memeriksa keadaanya. maaf sayang, ini semua salah nenek karena tidak mampu melakukan apapun"
Felmina:"tidak, ini bukan salah nenek. nenek sudah berusaha keras bahkan sampai terluka separah ini. nenek juga memerlukan pengobatan sesegera mungkin"
setelah mendengar perkataan Felmina, aku tiba-tiba mengingat bahwa aku juga mengalami luka. aku melirik tanganku yang meneteskan darah karena kulit yang membeku menjadi retak dan mengelupas. tiba-tiba rasa sakit yang memilukan menembus ke jantungku. rasa sakit karena terluka dan rasa sakit karena dingin yang membekukan menyatu dan membuat sekujur tubuhku bergetar karena kesakitan. aku mengeratkan gigi untuk menahan rasa sakit yang seperti merobek ini.
Trainee:"t, tidak apa-apa. saat ini yang terpenting adalah keadaan Filia"
Felmina:"tapi nenek... "
Trainee:"tidak apa sayang"
melihat ekspresi khawatir gadis kecil itu, aku ingin sekali memeluknya dan mengusap kepalanya supaya dia tenang, tapi saat ini aku bahkan tidak mampu menggerakkan tanganku setelah menyadari rasa sakitnya. sejujurnya aku sangat beruntung karena hanya kulitku saja yang membeku, jika yang membeku adalah darahku, maka kerusakan di tubuhku akan sangat parah, bahkan mungkin aku akan mati karena kerusakan organ.
darah yang membeku selain dapat menyumbat pembuluh darah, juga dapat berubah menjadi serpihan-serpihan es kecil yang dapat merobek dan memotong pembuluh darah. ini sama seperti ribuan bahkan jutaan pisau yang sangat kecil mengalir di seluruh tubuh. mereka dapat merusak organ-organ dan menyebabkan kerusakan yang tak terkira di dalam tubuh, hingga akhirnya akan membunuh dari dalam karena kerusakan organ dan juga pendarahan hebat.
kereta terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke mansion, setelah sekitar satu setengah jam, kami tiba di mansion. aku dengan cepat memberikan perintah untuk membawa Filia masuk ke kamarnya dan segera memanggil dokter terbaik di ibu kota. aku segera mengikuti pelayan yang membawa Filia pergi ke kamarnya, aku tidak ingin meninggalkan cucuku yang sedang dalam keadaan seperti ini. aku ingin menemani dan menjaganya.
"dimana pasiennya?"
dia dengan panik melihat seluruh ruangan dan matanya jatuh pada Filia yang sedang terbaring tak berdaya di ranjang. sisa darah sudah di hilangkan dengan di lap menggunakan kain basah oleh pelayan. pakaiannya juga sudah di ganti dengan piyama yang nyaman dan longgar supaya dia tidak sesak ataupun pengap.
Trainee:"apa kamu dokter?"
"benar, nama saya Rudolf Driez, saya adalah dokter istana. yang mulia secara pribadi menugaskan saya untuk segera memeriksa kondisi tuan putri"
Trainee:"syukurlah, cepat periksa keadaannya"
aku segera berdiri dan mempersilahkan dokter itu untuk melakukan pemeriksaan terhadap Filia. dokter itu mengeluarkan sebuah tablet batu berwarna kuning transparan dan merapalkan sebuah mantra. setelah rapalan itu selesai, lingkaran sihir hijau menyala dari permukaan batu itu dan melayang ke udara, tepat di atas tubuh Filia. lingkaran sihir itu mengeluarkan partikel-partikel cahaya hijau yang masuk dan menembus tubuh Filia.
setelah dua atau tiga menit, partikel-partikel cahaya itu keluar dari tubuh Filia dan kembali masuk ke dalam lingkaran sihir. segera, lingkaran sihir itu juga kembali masuk ke dalam tablet batu, membuatnya bersinar dengan cahaya hijau.
aku juga pernah melihat dokter melakukan pemeriksaan di Holy Kingdom, secara keseluruhan cara mereka hampir sama, kecuali peralatan yang di gunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien. jika itu di Holy kingdom, mereka akan menggunakan kartu pemeriksaan. kartu itu berukuran 8,89 cm x 5,7 cm, jauh lebih kecil dari tablet batu persegi yang seukuran piring dengan tebal sekitar 2cm seperti yang di gunakan oleh dokter disini.
dengan cemas aku menunggu hasil pemeriksaan dari dokter itu. Felmina juga mengigit bibir bawahnya dari samping tempat tidur sambil memperhatikan dokter itu.
Trainee:"tenang saja, Filia pasti akan baik-baik saja. dia adalah gadis yang hebat"
aku menghampirinya dan berusaha untuk menghibur gadis kecil itu. meskipun aku berusaha untuk menghiburnya, tapi aku sendiri juga sangat cemas. aku berharap tidak akan terjadi suatu apapun. meskipun aku berharap seperti itu, jauh di lubuk hatiku, aku sudah tahu bahwa kondisinya jauh dari kata baik-baik saja.
Felmina:"itu benar, kakak adalah orang yang aku kagumi, dia pasti akan baik-baik saja, pasti!"
aku melihat sorot mata gadis kecil itu yang di penuhi oleh keyakinan dan kekeras kepalaan. dia terus bergumam untuk menyakinkan dirinya sendiri. mendengar gumaman nya, itu juga membuatku mengeratkan gigi dan berusaha untuk yakin, bahwa dia akan baik-baik saja.
saat cahaya yang di pancarkan oleh tablet batu itu meredup, tiba-tiba muncul berbagai macam karakter yang membentuk serangkaian kata-kata tentang informasi mengenai kondisi Filia saat ini. dokter itu membaca setiap rincian dengan sangat hati-hati. setelah membacanya selama beberapa saat, wajahnya semakin berkerut dan menjadi lebih serius. apakah sesuatu yang buruk?!, tidak, aku mohon, apapun selain sesuatu yang buruk.
aku terus berteriak di dalam hatiku untuk memohon sebuah keajaiban. apapun itu, informasi apapun asalkan bukan hal yang buruk. jika terjadi sesuatu, aku tidak akan bisa menampakkan wajahku di depan putriku lagi, bahkan aku akan menjadi orang yang berdosa karena tidak mampu untuk melindungi satu-satunya pewaris dari Holy Kingdom.
suasana di dalam ruangan begitu hening, bahkan mungkin jika ada jarum yang jatuh akan dapat di dengar. beberapa maid yang memegang baskom air dan kain yang memiliki noda darah, yang di gunakan untuk membersihkan tubuh Filia sebelumnya, mereka juga menunggu dengan wajah cemas yang sama seperti ku.
aku sudah tidak tahan lagi dengan ketegangan seperti ini, suasana seperti ini membuat hatiku menjadi semakin khawatir. segera setelah dokter itu selesai membaca data dari tablet batu, aku langsung maju dan bertanya padanya.
Trainee:"bagaimana keadaannya?"
mendengar pertanyaanku, dokter itu menatapku dengan mata yang sulit di jelaskan. dokter itu menghembuskan nafas berat dan menggelengkan kepalanya.
Rudolf:"kondisinya sangat parah, lebih dari 80% Mana Vessel nya mengalami kerusakan. akan menjadi sebuah keajaiban jika putri dapat menggunakan sihir, bahkan putri akan sangat beruntung bisa bangun dari tidurnya dalam waktu dekat ini. saya mohon maaf, saya tidak mampu untuk menyembuhkannya. bagaimanapun, kemampuan saya sebagai dokter sangat terbatas. sekali lagi, saya mohon maaf yang mulia"
(akhir dari chapter ini)
aku kelelahan....