
Rovell:"jika kalian sudah selesai, aku dan ibumu akan menunggu di bawah. sudah hampir waktunya makan malam"
Filia:"iya ayah"
ayah dan ibu pergi meninggalkan ruangan bersama-sama. mereka bahkan tidak mempedulikan pintu yang hampir hancur menjadi terak itu. aku yakin jika pintu itu harganya cukup mahal.
sambil menunggu waktu makan malam, aku menyisir rambut Felmina di depan meja rias milikku. akhirnya waktu makan malam tiba, kami berempat turun ke lantai satu dan langsung pergi ke ruang makan.
aku langsung duduk dan Felmina juga duduk di sebelahku. di depanku ada ibu, dan ayah di ujung meja seperti seorang penengah.
makanan dan minuman segera di hidangkan dengan rapi di atas meja. seperti biasa, kami menyantap makanan sambil membicarakan beberapa hal tentang keseharian kami.
Harnas:"sepertinya kekaisaran mulai melakukan pergerakan"
Rovell:"apa mereka ingin memulai ekspansi lagi?"
Harnas:"aku tidak yakin, tapi aku sudah memperkuat wilayah perbatasan".
kekaisaran yang di maksud ibu adalah Doranggo Empire yang memang sering melakukan serangan skala kecil di perbatasan. pertempuran besar terakhir antara kekaisaran dan kerajaan sepertinya terjadi 6 tahun lalu, dan perang itu menyebabkan paman dari ayahku gugur dalam perang.
kerajaan berhasil merebut satu kota dari kekaisaran, tapi kekaisaran juga berhasil merebut satu kota di wilayah selatan milik kerajaan. bisa di katakan bahwa dalam perang itu, kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian.
Rovell:"ini mungkin adalah persiapan untuk serangan musim gugur"
Harnas:"mungkin!. lagi pula sebentar lagi akan musim gugur. menjadi Marshal benar-benar merepotkan. aku kehilangan banyak waktu bersama dengan anak-anakku"
Rovell:"itu benar. sebentar lagi Filia juga akan pergi ke akademi"
Harnas:"tapi jarak ke akademi juga tidak terlalu jauh. Filia bisa pulang pergi dengan mudah"
Filia:"um... ibu, sebenarnya saya berencana untuk tinggal di asrama"
meskipun ibu bilang tidak terlalu jauh, itu masih memakan waktu sekitar dua jam. dua jam menaiki kereta kuda?!. lupakan saja, aku tidak mau menikmati sakit pinggang karena kereta kuda.
Harnas:"Apa!!!. tidak boleh. bagaimana ibu bisa bertemu jika kamu tinggal di asrama?!"
Filia:"ibu bisa berkunjung kan"
Harnas:"tapi, tapi_"
Rovell:"yah. jika itu keputusanmu.... maka lakukan saja"
ayah memang selalu memanjakan ku, sementara ibu.... dia terlalu overprotektif setelah kecelakaan itu. jika sampai ibu tahu bahwa Filia yang asli telah tiada....
huh.... cepat atau lambat aku harus menjelaskan beberapa hal. meskipun mereka tidak mempermasalahkan tindakan anehku selama ini, tapi mereka pasti akan merasa tidak nyaman di hatinya.
Filia:"um... ayah, ibu. saya ingin mengatakan sesuatu"
tak....
suara benturan pisau dengan piring bergema dan semua orang menghentikan tindakan mereka. aku memperhatikan bahwa suara benturan itu berasal dari ibu. tangannya masih memegang pisau kecil untuk mengiris daging di piring dengan pose yang sama, seperti tiba-tiba membeku.
suasana menjadi hening seketika dan ibu masih menunduk tanpa memperhatikanku. entah ini perasaanku saja, atau memang tiba-tiba menjadi suasana yang tegang dan agak canggung.
Rovell:"huh.... apa yang ingin kamu katakan?!"
ayah tersenyum dengan agak enggan. apa mereka sudah tahu apa yang ingin aku katakan?.
Filia:"ibu..."
Harnas:"huh... iya sayang"
setelah menghembuskan nafas panjang. ibu mengangkat kepalanya dan meletakkan pisau yang ada di tangannya. ibu menatapku dengan senyum lembut, tapi aku masih bisa melihat kilatan kekhawatiran di matanya.
Filia:"mungkin ayah dan ibu merasa aneh dengan perubahanku akhir-akhir ini"
aku berhenti dan menatap ayah dan ibu. entah kenapa suasana hening ini membuatku merasa jauh lebih gugup dan pikiranku menjadi penuh kekhawatiran. bagaimana jika mereka tidak mau menerimaku lagi?, bagaimana jika mereka menganggap ku Monster?. yang paling menakutkan adalah, bagaimana jika ayah dan ibu menjadi sedih?..meskipun begitu, aku harus menjelaskan apa yang terjadi, setidaknya aku harus sedikit mengarang cerita supaya ayah dan ibu tidak terlalu sedih.
Filia:"menurut kalian apakah seorang gadis kecil yang lemah tanpa bisa sihir atau ilmu beladiri bisa selamat dari kecelakaan seperti itu?"
ibu mulai menundukkan kepalanya dan aku bisa melihat butiran air mata yang perlahan menetes ke bawah. sekuat apapun ibu, dia masihlah seorang wanita. aku juga paham akan itu semua.
jawabannya sudah jelas. ibu juga mengetahui jawabannya. tidak mungkin akan selamat dari cedera seperti itu. hanya di lihat dari sisa gaunku yang waktu itu, bisa di bayangkan betapa parah luka yang di derita Filia sebelumnya.
Filia:"ya. itu tidak mungkin bisa selamat"
suasana yang hening sekarang ada sedikit kesedihan di udara. aku mendengar beberapa pelayan di sekitar menangis dengan pelan.
Filia:"aku tidak selamat pada waktu itu, aku tahu bahwa aku sudah mati. waktu itu, aku datang ke sebuah ruangan putih yang indah. disana, aku melihat tiga perempuan cantik yang sangat baik hati. mereka mengajariku sihir dan memberiku banyak alat ajaib. salah satu dari mereka memakai gaun hitam gelap dengan rambut putih yang panjang, yang satu memakai gaun putih bersulam emas dan berambut emas, sementara yang lain memakai gaun ungu dengan banyak bintang yang berkedip seperti langit malam. masing-masing dari mereka memiliki banyak sayap di punggungnya dan juga memegang tongkat yang sesuai dengan warna gaun mereka. mereka mengajariku banyak hal, setelah waktu yang lama, aku tiba-tiba terbangun dengan banyak jejak darah di tubuhku"
Harnas:"apa!. sayang. apa kamu tahu nama mereka?"
ibu menghapus air matanya dan berdiri dengan cepat dan dengan bersemangat bertanya padaku.
Filia:"nama mereka... kalau tidak salah «Strasia», «Sirena», dan «Seraria»"
Rovell:"ini, ini adalah berkah yang sangat besar"
Harnas:"aku sangat bersyukur. berkah agung ini datang ke anakku tersayang"
ibu langsung pergi mengitari meja dan memelukku dengan erat. suasana menyedihkan langsung di gantikan dengan suasana yang bahagia luar biasa. pelayan yang tadi menangis sedih, kini mereka menangis bahagia.
Rovell:"ternyata anakku mendapatkan berkah dari ketiga pelindung suci"
pelindung suci?. aku hanya menceritakan kisah saat aku berada di Alterion saat menerima quest dari tiga peri kembar saat mengumpulkan «Twelve Constellation Armor». tapi, apa itu tiga pelindung suci?.
Filia:"ayah. apa itu tiga pelindung suci?"
Harnas:"tiga pelindung suci adalah tiga Dewi yang dihormati oleh ras kita, ras Elf"
Rovell:"yah. ras Elf seperti ibumu biasanya akan mengadakan tiga festival utama untuk menghormati ketiga pelindung suci"
tunggu!!!... sepertinya ada informasi penting yang baru. ras Elf?, apa ibu ras Elf?. meskipun aku bisa melihat status seseorang, aku tidak bisa melihat ras ataupun nama (sebelum berkenalan) aku hanya bisa melihat kekuatan dan statistik kekuatan mereka.
Filia:"apa ibu ras Elf?. bukankah seharusnya ras Elf memiliki telinga runcing yang panjang?"
Harnas:"apa kamu kira ibumu ini keledai?"
ibu mencubit pipiku dengan tidak puas. menurut yang aku tahu, bahkan di Alterion, mereka menggambarkan Elf dengan telinga runcing yang panjang dan biasanya tinggal di hutan.
Rovell:"hahaha.... darimana kamu mendengarnya?. ras yang miliki telinga runcing dan panjang di sebut Fairy dan mereka biasanya tinggal di hutan, bisa terbang dengan sayap kecil, dan tubuh mereka berukuran kecil. sementara Elf di bedakan dengan warna rambutnya"
aku terus mendengarkan penjelasan dari ayah dan mencoba memahami semua informasi baru yang aku dapatkan. menurut apa yang di jelaskan ayah, Elf memiliki wujud yang sama dengan manusia, yang membedakan adalah warna rambutnya. ayah mengatakan bahwa warna merah, putih, hijau, dan biru adalah milik Elf. tidak ada manusia yang bisa memiliki warna rambut seperti itu. hanya satu deskripsi yang cocok dengan elf yang pernah aku tahu, yakni setiap elf akan memiliki wajah yang cantik dan tampan. mereka juga di takdirkan untuk menjadi kecantikan dan keindahan dunia.
aku harus kembali ke bumi dan memukul orang yang memberikan informasi salah ini kepadaku. yah. aku tahu bahwa itu hanya ilustrasi dan berbeda dengan kenyataan. setelah aku melihat kenyataan yang sesungguhnya, ini benar-benar berbeda.
Rovell:"setelah penerimaan siswa di akademi kita harus merayakan pesta besar untuk Filia sekaligus menyambut Felmina"
Harnas:"benar sayang!. kita harus mengundang seluruh bangsawan negeri ini dan merayakan kebahagiaan"
antusiame yang luar biasa ini terlalu berlebihan. apakah perlu pesta sebesar itu?
Rovell:"tapi kita tidak bisa mengatakan kalau ini karena Filia kita mendapatkan berkah"
Harnas:"benar. ini bisa menyebabkan kekacauan. hmm...oh benar. apa yang perlu di khawatirkan, bukankah ini waktu yang tepat untuk perayaan ulangtahun Filia yang ke sembilan?!"
Rovell:"ah... itu dia. kita akan mengadakan pestanya bulan depan, bersama dengan pesta ulang tahun Filia"
mereka terlalu bersemangat. sudah lupakan saja. aku tidak akan bisa menghentikan antusiame mereka. perubahan dari suasana yang semula suram menjadi berapi-api dan penuh semangat ini benar-benar di luar kendaliku.
Rovell:"oh benar.... mengenai akademi, kerajaan telah memutuskan peraturan baru"
tiba-tiba semuanya berhenti dan memperhatikan apa yang ingin di sampaikan oleh ayah. ayah adalah salah satu petinggi yang mengurus politik, berbeda dengan ibu yang mengurus kemiliteran.
Harnas:"apa itu?"
Rovell:"telah di putuskan bahwa semua siswa baru wajib mengikuti tes sebelum masuk ke akademi. mereka yang menerima surat undangan akan mengikutinya besok, sementara yang tidak mendapatkan surat undangan dapat mengikutinya lusa. raja akan mengirimkan surat pemberitahuan ke seluruh ibu kota malam ini"
(akhir dari chapter ini)