
sebenarnya tujuanku keluar dari istana adalah untuk melihat pemandangan asing yang belum pernah aku lihat ini. bahkan langit disini berwarna biru yang cerah. entah kenapa pemandangan seperti ini meskipun asing, tapi dapat membuatku merasa nyaman.
Aneria:"bolehkah kami berjalan-jalan di kota?"
Galerina:"tentu saja, tapi ada beberapa tempat yang terlarang untuk di kunjungi".
Aneria:"oh, apakah begitu!?".
Galerina:"itu benar, tapi jika anda ingin berkeliling, saya akan dengan senang hati sebagai pemandu"
meskipun dia bilang akan menjadi pemandu, tapi kami hanya di biarkan berjalan sesuka hati. sebenarnya meskipun banyak sekali bangunan raksasa, di tempat ini terlalu sepi. selain dari beberapa kelompok kesatria dan raungan naga di udara yang beberapa kali bertemu, tidak ada orang lain disini. nampak dari pemandangan ini, kota ini seakan kosong.
Aneria:"apakah kota ini punya nama?"
Galerina:"Silver Moon"
Aneria:"apa artinya?"
Galerina:"bulan perak"
itu nama yang bagus. dengan membayangkan bulan memiliki warna perak, itu pasti sangat indah.
.....
setelah berjalan cukup lama, aku sama sekali tidak menemukan warga biasa yang berjalan ataupun keluar masuk bangunan-bangunan megah itu. bahkan saat di istana, semuanya seakan sepi.
Aneria:"anu... bukankah kota ini agak terlalu sepi?"
aku dengan ragu-ragu bertanya kepada maid Galerina yang sejak tadi berjalan dengan diam-diam di belakangku seperti bayangan.
Galerina:"mungkin anda merasa seperti itu karena tempat ini terlalu luas"
setelah mendengar jawabannya, aku mulai menyadari. sejak tadi aku bahkan belum sampai di dinding tebal yang terlihat di kejauhan.
Aneria:"seberapa luas tempat ini?"
Galerina:"karena kota ini menempati 70% dari seluruh pulau terbang, jadi luasnya sekitar 8.786.654 Km² yang di bagi menjadi tujuh area. setiap area dibatasi oleh dinding besar yang anda lihat di kejauhan"
seberapa luas itu!!. dengan sederet angka-angka yang bahkan bisa membuat kepalaku pusing, maid ini menjawabnya dengan sempurna tanpa berfikir sedikitpun. dengan luas seperti itu, bahkan jika beberapa ratus ribu orang tinggal di sana, bahkan itu tidak cukup untuk mengisi sudut kota, kan!?.
Galerina:"di bagian paling luar dinding pembatas terdapat hutan yang mengelilingi seluruh kota. di hutan itu terdapat berbagai macam monster dan perangkap sihir serta miasma yang mematikan, jadi jika saya boleh menyarankan, sebaiknya anda tidak berjalan keluar kota tanpa pemberitahuan"
tidak, bahkan aku tidak mau memikirkannya. jika mereka saja menyebutnya monster, seberapa menakutkannya itu!?. hanya memikirkannya membuat bulu kuduk berdiri dengan hawa dingin.
Aneria:"kenapa sebegitu berbahayanya?. bukankah dengan kekuatan Yang Mulia Filia akan mudah untuk membersihkan monster-monster itu?"
mendengar pertanyaanku, maid itu tertawa kecil sambil menutup mulutnya.
Galerina:"sebenarnya hal itu sengaja di buat oleh Yang Mulia. hutan itu sebenarnya adalah sebuah dungeon yang melindungi Moon Palace, bahkan seluruh kota ini merupakan labirin yang digunakan sebagai lapisan pelindung Moon Palace"
itu menjelaskan semuanya. dengan jalan-jalan yang rumit dan bangunan-bangunan yang menghalangi pandangan, akan lebih mudah untuk tersesat. jika sebuah pasukan menyerang dan memasuki kota, mereka akan terpisah-pisah oleh bangunan serta jalan-jalan ini dan membuat pasukan itu akan mudah di musnahkan atau di sergap yang membuat mereka tidak mungkin untuk menyerang ke istana. dengan pertahanan seperti itu akan mustahil menembus pertahanan kota. tapi yang membuatku heran, dengan kekuatan yang dimiliki, persenjataan, dan pasukan, mereka masih membutuhkan pertahanan seperti ini. sebenarnya musuh seperti apa yang mereka hadapi!?.
aku terus berjalan dan melihat pemandangan yang belum pernah aku lihat ini. semakin aku mendengarkan penjelasan dan melihat struktur kota, aku semakin kagum dan kagum. entah berapa banyak biaya dan tenaga yang harus di keluarkan hanya untuk memiliki seperseribu dari kota ini. mungkin suatu saat aku bisa belajar satu atau dua hal dan menerapkannya di Dragonis Kingdom. hanya memiliki sepersekian persen saja, aku yakin akan dapat membawa perkembangan yang luar biasa bagi kerajaan ku. mungkin keputusan yang aku ambil tidak sepenuhnya buruk, tapi aku juga harus mempertimbangkan bagaimana Yang Mulia Filia akan memperlakukan kerajaan kami, lagi pula kami sama sekali tidak akan mampu menentang mereka.
aku hanya berharap supaya semuanya tidak berakhir terlalu buruk. meskipun aku harus mengambil cara terkotor dan paling hina, aku harus menjadi penguasa seperti yang di inginkan Yang Mulia Filia demi melindungi rakyatku. bahkan... bahkan jika aku harus mengotori tanganku dengan darah yang sama, aku akan melakukannya. inilah dosa yang harus aku tanggung.
karena terlalu tenggelam dalam pikiran dan terlalaikan oleh pemandangan yang aku lihat, tanpa sadar aku sudah sampai di gerbang besar yang menjadi jalan keluar masuk dari area yang di batasi dinding. dengan melewati gerbang, aku melihat pemandangan kota yang lebih luar biasa. saat ini aku sedang berada di area ke dua yang berbatasan langsung dengan area pertama dan ketiga. di depan gerbang area ke dua menuju ke area ketiga terdapat tangga menurun yang sangat panjang. mungkin ribuan anak tangga. anak tangga itu sepanjang puluhan meter yang di bagi menjadi dua sisi. di tengah sebagai pemisah tangga sebelah kanan dan kiri terdapat jalur halus yang mungkin digunakan sebagai jalur kereta kuda.
dari depan gerbang ini, aku bisa dengan jelas melihat pemandangan area ke tiga yang posisinya lebih rendah daripada area ke dua. luas, benar-benar luas. aku tidak bisa melihat ujung dari kota ini. aku hanya bisa melihat lapis demi lapis dinding besar yang membatasi setiap area.
Galerina:"maaf, sebentar lagi akan mulai gelap, apakah anda akan kembali ke istana atau mencari tempat lain untuk menginap?"
saat aku sedang mengagumi pemandangan ini, aku dikagetkan oleh pertanyaan tiba-tiba dari Galerina. aku memperhatikan bahwa langit yang semula biru telah menjadi merah. mungkin karena aku terbiasa dengan langit merah jadi aku tidak terlalu memperhatikan.
Aneria:"apa itu?"
Galerina:"saat hari mulai gelap, itu pertanda malam akan datang. saat malam, cahaya akan menghilang dan di gantikan oleh kegelapan. di waktu gelap itulah kebanyakan akan kembali ke rumah masing-masing dan mulai beristirahat dari kegiatan mereka"
Galerina memberiku penjelasan tentang apa itu malam. jujur saja, aku tidak tahu hal itu. di tempatku tidak ada konsep malam atau waktu untuk beristirahat.
Galerina:"tidak. cahaya akan kembali di keesokan harinya setelah pagi menjelang"
aku benar-benar tidak tahu dengan konsep dunia ini. sebenarnya untuk apa hal-hal itu terjadi..?
Aneria:"ini benar-benar baru bagiku. aku belum pernah melihat dunia seperti ini"
Galerina:"sebenarnya ini masih di dunia yang sama dengan anda, hanya saja tempat ini memiliki kubah pelindung khusus yang mengisolasi dari dunia luar. selain untuk melindungi tempat ini dari penyerbu, kubah pelindung juga bisa di gunakan untuk memanipulasi musim ataupun datangnya siang dan malam di tempat ini"
Aneria:"lalu, apakah jika saatnya musim kemarau, tempat ini bisa di ubah menjadi musim hujan, dan yang di sebut siang atau malam dapat di manipulasi?"
Galerina:"itu benar. siang, malam, musim, suhu. semuanya dapat di manipulasi oleh yang mulia di tempat ini".
sungguh, bukankah jika seperti itu Yang Mulia Filia setara dengan dewa?. ini, ini...
Aneria:"l, lalu kenapa Yang Mulia Filia membuat tempat ini menjadi gelap?, bukankah akan lebih indah jika selalu terang?"
Galerina:"karena itu semua adalah siklus. Yang Mulia mengatakan bahwa itu semua memiliki manfaat sendiri. Yang Mulia mengatakan bahwa malam dan musim tidak boleh di manipulasi sesuka hati dan melanggar siklus alami. selain itu, menurut Yang Mulia, malam adalah berkah pemberian Tuhan supaya Makhluk hidup dapat menemukan waktu istirahat yang sempurna"
mendengar penjelasannya, sepertinya Yang Mulia Filia juga masih mempercayai Tuhannya sendiri. yah, terlalu berat untuk membahas hal seperti itu. keyakinan dan kepercayaan seseorang selalu berbeda dan memiliki jalurnya masing-masing. lupakan saja. untuk saat ini sebaiknya aku mencari penginapan atau sesuatu. bukannya aku tidak mau di istana, tapi melihat istana yang begitu besar, aku ragu untuk tidak tersesat ke ruangan terlarang atau sesuatu. akan sangat berbahaya jika aku masuk ke tempat-tempat seperti itu.
Aneria:"bisakah kamu menunjukkan tempat yang tepat untuk beristirahat?"
Galerina:"anda bisa memilih bangunan manapun di seluruh kota. tentu saja ada beberapa tempat yang di kecualikan"
pada akhirnya aku memilih sebuah rumah yang lebih kecil daripada bangunan-bangunan yang menjulang ke langit. meskipun ini lebih kecil, tapi ini setinggi tiga lantai dengan arsitektur memanjang dan memiliki halaman yang luas dengan berbagai macam bunga dan rerumputan hijau yang menyegarkan. dindingnya berwana putih dengan atap abu-abu, atau biru??. karena hal yang di sebut malam mulai datang, warna atapnya kurang jelas. (bayangkan saja sebuah rumah bangsawan dengan arsitektur Victoria)
saat aku masuk, aku melihat berbagai macam perabotan berkelas tinggi sekaligus memberikan kesan indah. interior di dominasi oleh warna putih dan emas serta merah. pegangan tangganya berkilau seperti terbuat dari emas. ini lebih seperti aula istana daripada rumah.
"um, permisi"
Galerina:"iya?, adakah yang bisa saya bantu?"
"adakah kandang kuda atau sejenisnya untuk kami beristirahat?"
Galerina:"kandang kuda?. apakah tempat ini tidak sebaik kandang kuda?"
"t, tidak, bukan seperti itu. t, tapi kami tidak terbiasa tinggal di rumah bangsawan"
aku melihat seorang kesatria, namanya Lurst. aku tidak bisa menyalahkannya. pada umumnya, kesatria atau pengawal yang berkunjung ke suatu negara sebagai pengawal tuannya, mereka biasanya akan tidur di luar atau di gudang. mereka tidak mungkin di izinkan untuk tidur di dalam rumah bangsawan, tentu saja dengan beberapa pengecualian. jadi menurutku wajar saja jika dia menanyakan hal itu, tapi semenjak datang ke tempat ini, sepertinya akal sehat di tempat ini berbeda dari yang kami ketahui.
Galerina:"maaf tuan. kami tidak memiliki kandang kuda, tapi jika memang tuan lebih memilih tinggal di tempat seperti itu, kami memiliki beberapa kandang Demonik Beast pemakan daging. apakah tuan mau saya antarkan?"
Galerina menjawab pertanyaan itu dengan senyum yang manis, tapi di balik senyuman itu seperti ada bayangan yang menyeramkan terutama dengan apa yang diucapkannya.
"tidak...!!"
semua kesatria menjawab secara bersamaan. meskipun kami tidak tahu seperti apa itu Demonik Beast, tapi dari namanya saja sudah menakutkan.
.....
pada akhirnya para kesatria itu memilih beberapa ruangan di lantai satu dan aku di lantai dua bersama Lusi yang tinggal di ruang sebelah. meskipun aku yakin tempat ini aman, tapi Lusi bersikeras untuk menjagaku.
saat aku memasuki ruangan kamarku, pemandangan kamar aristokrat kelas atas langsung tersaji. karpet merah berbulu yang lembut, tempat tidur besar, dan tirai merah dengan sulaman emas yang mewah di tempat tidur. meskipun seorang putri, tapi kamar ini setidaknya satu tingkat lebih baik daripada kamarku di istana. aku segera membersihkan diri dan mengganti pakaianku dengan pakaian yang ada di dalam lemari. lemari itu besar dan penuh dengan pakaian indah. tentu saja aku berani memakainya setelah mendapatkan izin.
selesai semua itu, aku berbaring di tempat tidur yang empuk dan nyaman. sambil berbaring, aku mulai memikirkan banyak hal, terutama mengenai tempat misterius ini dan Yang Mulia Filia.
dengan kecerdasan Yang Mulia Filia dan pengetahuannya, apakah mungkin Yang Mulia membuat kesalahan dengan membuat janji dengan orang sepertiku. sebagai penguasa sebuah negara, Yang Mulia Filia pasti tahu bahwa posisi putri seperti itu memiliki wewenang kecil dan bahkan mungkin tidak dapat memenuhi janji seperti itu.
tidak akan mungkin Yang Mulia Filia membuat kesalahan kecil seperti ini yang akan merugikan dirinya, kecuali...
(akhir dari chapter ini)
aku mulai membaik. terima kasih dukungannya, jangan bosan-bosan nunggu update selanjutnya.
see you next time.