Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 166: Kembali.



Ini... Aku benar-benar tidak menduganya. Aku mengira bahwa para dewa Tier enam itu pergi ke suatu tempat yang lain, tapi ternyata mereka semua berakhir seperti ini. Aku sendiri pernah menjadi Tier enam dan merasakan seperti apa itu kekuatan Tier enam.


Karena aku tahu seberapa kuat Tier enam, aku tidak bisa menebak kekuatan macam apa itu The Void yang bahkan sejumlah besar Tier enam tidak mampu menghadapinya dan harus mengorbankan begitu banyak hal demi menyegelnya.


Aku juga menyadari bahwa apa yang aku ketahui hanya sebatas dalam game. Sekarang, aku ragu apakah dunia ini adalah dunia yang sama dengan Alterion yang aku ketahui.


Yang lebih penting, sekarang aku tinggal di dunia ini. Aku tidak tahu bahaya macam apa yang sedang bersembunyi di balik bayang-bayang. Di dunia ini, aku memiliki keluarga, teman, dan orang-orang yang baik kepadaku, aku harus bisa melindungi mereka.


Aku tidak tahu apakah yang di sebut The Void itu masih hidup dan apakah ada kesempatan untuk membebaskan diri, dan aku juga tidak tahu apakah ada bahaya yang lebih besar daripada The Void. Namun, aku tahu bahwa saat ini kekuatanku tidak cukup. Aku harus memperkuat diriku untuk melindungi apa yang berharga bagiku.


Jika ada yang menghalangi ambisiku, tidak peduli siapa dia, aku pasti akan menghancurkannya.


Aku langsung berteleportasi ke puncak salah satu menara Moon Palace. Langit terlihat sangat biru dengan awan yang mengambang. Di luar perisai pelindung Moon Palace, langit yang sesungguhnya adalah langit merah darah yang suram. Aku memandang ke kejauhan, melihat langit dan membayangkan dunia yang tidak terbatas di seluruh Altera.


Rahasia macam apa yang belum aku ketahui, misteri apa yang ada, dan ancaman sebesar apa yang mengintai, aku tidak tahu, tapi aku pasti akan mengetahuinya.


Swoss...


Di tengah lamunanku, aku mendengar suara angin yang terbelah. Saat aku melihat ke arah suara itu, aku melihat seekor burung kecil yang cantik dengan kilatan petir di sekujur tubuhnya. Saat aku mengulurkan tanganku, burung itu hinggap dengan senang hati.


Filia:"Falcon, kamu kembali?."


Falcon:"Iya tuan. Tugas saya untuk menjaga wilayah tambang sudah di gantikan oleh kesatria yang anda kirim."


Filia:"Ya, selamat datang kembali."


Falcon:"Terima kasih Tuan."


Aku memandangi Falcon yang menggunakan wujud kecilnya. Kecuali beberapa bagian bulu yang berwarna emas dan kilatan listrik sesekali yang berkelebat di tubuhnya, Falcon hampir tidak ada bedanya dengan burung Falcon normal.


Falcon:"Tuan, ada apa?. Sepertinya tuan sedang memikirkan sesuatu."


Filia:"Itu..."


Aku menceritakan semuanya kepada Falcon. Meskipun mungkin ceritaku cukup panjang, tapi Falcon mendengarkan dengan tenang dan tidak menyela.


"Yang Mulia."


Setelah aku menceritakan semua kekhawatiranku, tiba-tiba ada sebuah suara yang datang dari belakangku. Aku berbalik dan melihat siluet humanoid yang di selimuti oleh cahaya putih hingga menutupi sosoknya.


Selene:"Tidak peduli seberapa besar pengorbanan, kami akan selalu melindungi anda, Yang Mulia. Tubuh, jiwa, kekuatan, dan kesetiaan kami telah kami berikan kepada anda."


Aku menatap Selene yang bersumpah sambil berlutut. Aku tidak tahu kapan dia datang, tapi aku yakin dia mendengar apa yang aku khawatirkan. Aku hanya bisa tersenyum dan melangkah maju untuk memeluknya. Meskipun dia sedang berlutut tingginya hampir sama denganku yang sedang berdiri.


Filia:"Jangan khawatir, ini hanya tebakanku. Bahaya yang aku sebutkan mungkin hanya kekhawatiranku saja, jangan khawatir. Meskipun bahaya itu mungkin ada, tapi itu belum ada saat ini. Ini adalah waktu bagi kita untuk menjadi lebih kuat."


Selene:"Baik, Yang Mulia."


Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajah Selene yang di tutupi oleh cahaya putih. Perlahan, cahaya putih itu menyebar dan menunjukkan wajahnya yang sangat lembut dan indah.


Mata putih bersih dengan pupil berwarna biru safir, sangat berkilau dan indah. Memancarkan daya tarik yang sangat kuat dan kepolosan yang tidak terbantahkan. Rambutnya berwarna putih halus seperti sutra panjang dengan hiasan rambut emas yang cantik. Kulitnya begitu halus dan putih tanpa celah sedikitpun.


.....


[Dialah yang menjadi perwujudan dari cahaya bulan yang paling murni. Dia sang perawan suci yang memandang segala sesuatu dengan merendahkan. Matanya menunjukan kepolosan gadis suci dan murni, seperti embun pagi yang tak ternoda, berkilau memantulkan cahaya yang mulia.


Dia lembut dan indah bagai cahaya bulan di malam hari. Namun, keindahannya hanyalah sebuah bencana. Seperti titah dari sang dewa, siapa yang mendambakan keindahannya, hanya akan sia-sia.


Dia adalah keindahan yang tidak bisa di raih, seperti manusia yang mendambakan bulan, mereka akan bernasib sama seperti Li Bai.]


.....


Deskripsi yang tertulis benar-benar menggambarkan apa itu sosok Selene. Tapi, layaknya bulan, hanya sisi terang lah yang dapat di lihat, sementara di balik itu ada sisi gelap yang menghadap jauh ke kekosongan tak terbatas.


Filia:"Selene, kita sudah memiliki pijakan awal di dunia ini. Selanjutnya, aku akan menyerahkan semuanya padamu. Buat semuanya berkembang dan buat Moon Palace menjadi lebih kuat."


Ada ekspresi yang membingungkan di wajah Selene setelah di mendengarkan permintaanku.


Selene:"Yang Mulia, apakah anda akan pergi?."


Filia:"Jangan khawatir, aku hanya akan kembali ke daratan utama. Aku bisa kembali ke tempat ini kapan saja. Lagi pula, aku memiliki keluarga di daratan utama, jadi aku tidak bisa meninggalkan mereka terlalu lama."


Selene mengangguk dan matanya menjadi lebih berkilau. Cahaya perih kembali menyelimuti seluruh tubuhnya dan menyembunyikan sosoknya yang indah.


Selene:"Saya mengerti, Yang Mulia. Serahkan semuanya pada saya."


Filia:"Itu bagus."


Selene:"Yang Mulia, jika anda memiliki keluarga di daratan utama, bukankah lebih baik anda segera mendaftarkan mereka di Moon Palace?."


Mendengar apa yang di katakan Selene, aku juga tersadar. Ada bahaya yang tidak di ketahui yang mungkin bisa mengancam mereka kapan saja. Dengan mendaftarkan mereka ke database Moon Palace, maka keamanan mereka bis terjamin.


Sama seperti NPC, jika data mereka ada di database Moon Palace, data itu akan terus tersimpan. Kecuali ada serangan tingkat tinggi yang mampu menghapus data mereka di database Moon Palace, maka mereka dapat di bangkitkan kapan saja setelah kematian.


Bukan berarti yang tidak terdaftar tidak dapat di bangkitkan, tapi jika mereka tidak terdaftar, jiwa mereka akan mengalami kerusakan parah setelah kematian, dan bahkan bisa terhapus kapan saja. Delma data mereka ada di Moon Palace, ada kemungkinan lebih besar untuk menyelamatkan jiwa mereka.


Dengan begini, aku tidak akan terlalu khawatir tentang keselamatan mereka. Setelah kembali, aku akan langsung mendaftarkan data mereka ke database Moon Palace.


Filia:"Ya, apa yang kamu katakan memang benar. Saat aku kembali ke daratan utama, aku akan segera mendaftarkan data mereka."


.....


Aku memang berencana kembali ke daratan utama, tapi masih ada beberapa hal yang perlu aku urus secara pribadi. Aku mengatur arah perkembangan Moon Palace selanjutnya dan beberapa pengaturan untuk wilayah Moon Palace di Helheim.


Dari awal aku kembali ke Helheim hingga saat ini, aku sudah menghabiskan waktu lebih dari tiga ratus hari. Setelah semuanya cukup stabil, aku akan segera kembali ke daratan utama.


Aku menyerahkan semua pekerjaan yang tersisa pada Selene dan yang lainnya, lalu langsung berteleportasi ke daratan utama.


Dengan kilatan cahaya, aku sudah berpindah tempat. Tempat ini adalah kamarku. Tepat di sebelahku, aku melihat seorang gadis kecil yang sangat mirip denganku. Jika orang lain melihatnya, mereka tidak akan menyadari bahwa gadis itu bukanlah aku.


Saat aku muncul, gadis itu segera berlari ke arahku dan memelukku dengan erat.


Frey:"Tuan...!"


Filia:"Kerja keras untukmu, Frey."


Aku tahu bahwa perjalananku ke Helheim kali ini akan memakan waktu yang cukup lama, jadi aku meminta Frey untuk menggantikan ku sementara.


Frey:"Oke desu~"


Sebuah bola cahaya keluar dari 'Filia' dan melayang di udara. Setelah bola cahaya itu keluar, tubuh 'Filia' berubah menjadi segumpal tanah liat putih. Tubuh 'Filia' itu hanyalah tanah liat ajaib yang menyerupai diriku. Meskipun sangat mirip denganku, tapi boneka tanah liat itu tidak memiliki pemikiran sendiri, jadi Frey tinggal di daratan utama untuk mengontrol boneka tanah liat itu supaya lebih menyerupai diriku.


Aku segera menyingkirkan tanah liat itu dan berbaring di tempat tidur. Selama hari-hari ini aku terus membuat pengaturan tanpa bisa istirahat dengan tenang.


Langit abu-abu di luar jendela masih sangat indah. Meskipun ada simulasi langit biru yang cerah di Moon Palace, tapi hal yang nyata selalu lebih baik.


Tok... Tok...


"Putri..."


Saat aku sedang memandangi langit di luar jendela, tiba-tiba ada sebuah suara ketukan di pintu terdengar sambil di iringi oleh suara Ilma yang memanggilku.


Filia:"Masuk."


Ilma masuk sambil membawa sebuah kotak. Aku kenal kotak itu. Itu adalah kotak yang khusus di sediakan oleh toko coklat yang pernah aku buat. Hanya ada satu alasan untuk mengirimkan coklat kepadaku.


Ilma:"Saya mendapatkan titipan dari toko yang harus saya sampaikan kepada anda, Putri."


Filia:"Ya, bawa kemari."


Aku segera mengambil kotak coklat itu dari tangan Ilma. Di dalam kotak terdapat lima batang coklat berbentuk prisma dengan ukuran sekali gigit. Di atas setiap coklat terdapat pola yang indah dan rumit. Jika orang yang tidak mengetahui rune, mereka akan mengira bahwa pola di atasnya hanyalah sebuah hiasan, tapi sebenarnya pola itu merupakan rangkaian rune yang saling terkait.


Ilma:"Putri, apakah anda akan menghadiri kelas?."


Filia:"Tidak hari ini. Aku ingin beristirahat."


Ilma:"Baik, kalau begitu saya permisi."


Ilma membungkuk dan segera meninggalkan ruangan. Setelah Ilma pergi, aku meletakkan kotak coklat itu di atas meja. Frey melayang ke arahku dan masuk ke tubuhku.


Ingatan yang di dapatkan Frey selama waktu ini akan segera bergabung denganku dan begitu pula sebaliknya. Dengan begitu, aku bis mengetahui apa yang terjadi selam aku pergi dan Frey juga akan mengetahui apa yang aku lakukan. Tentu saja aku dapat menghalangi Frey supaya tidak mengetahui ingatanku, tapi aku rasa akan lebih baik jika dia mengetahuinya.


Fray;"Sepertinya anda membuat langkah besar kali ini, Tuan."


Filia:"Ya. Ini adalah langkah awal. Saat ini tujuan kita adalah untuk memperkuat seluruh Moon Palace. Untuk itu, aku ingin mengumpulkan seluruh relik dan peninggalan dari Alterion yang tersisa di dunia ini."


Dari ingatan Frey aku juga tahu beberapa hal yang terjadi belakangan ini. Selama bulan ini, Frey meminimalkan kontak dengan orang lain dan sangat jarang menghadiri kelas untuk mencegah kecurigaan orang lain. Meskipun Frey mengetahui seperti apa aku, tapi dia hanya pengetahuan dangkal tentang 'Filia' dan tentu akan memiliki banyak ketidaksamaan.


Jadi, supaya mencegah orang lain menyadari sesuatu, dia meminimalkan kontak dengan orang lain. Lagi pula 'Filia' yang memiliki tubuh lemah dan selalu sakit saat musim dingin.


Bahkan Ibu Arsh juga beberapa kali datang untuk menjenguk karena mengira bahwa aku sakit di musim dingin. Tentu saja dia sangat sibuk, jadi tidak setiap hari bisa datang. Terutama saat aku tidak ada, ibu menggantikan ku untuk mengurus komite siswa.


Selama aku pergi, Frey juga membuat beberapa perubahan pada komite siswa dan membaginya menjadi beberapa kelompok dengan tugas masing-masing.


Sebenarnya itu juga rencanaku, aku hanya menyampaikan beberapa rencana pada Frey sebelum pergi dan dia mengimplementasikannya. Selama sebulan ini, semuanya juga berjalan dengan baik, meskipun ada beberapa kendala dalam komite. Bagaimanapun, itu adalah hal baru, jadi wajar jika ada beberapa ketidak sesuaian di awal.


Setelah aku dan Frey berbagai ingatan, aku mulai menyusun batangan coklat menjadi sebuah formasi kecil di atas meja. Setelah formasi di susun, layar biru transparan besar segera muncul di udara. Tampilannya hampir mirip dengan komputer lengkap dengan papan ketik virtual yang indah.


Di layar di sajikan beberapa berkas laporan dan juga rekaman. Ini adalah rekaman dari beberapa pelanggan yang sedikit mencurigakan atau pelanggan yang membicarakan informasi penting tertentu.


Di Chocolate House yang aku bangun, terdapat tiga lantai. Lantai pertama ruang makan normal yang menyediakan berbagai manisan dan makanan lain. Di lantai pertama juga terdapat banyak patung coklat besar yang indah dalam lemari kaca yang aku sediakan di awal.


Sementara di lantai dua merupakan lantai yang berisi banyak ruangan pribadi bagi para pelanggan. Setiap ruangan di desain sangat elegan karena di khususkan untuk pelanggan kalangan atas. Setiap ruang di lantai dua juga memiliki formasi kedap suara yang dapat melindungi privasi dari pelanggan.


Di katakan seperti itu, tapi sebenarnya, setiap ruangan di lantai dua memiliki pengawasan tertentu untuk melihat dan menguping pembicaraan para pelanggan. Bagaimanapun, lantai dua di desain sangat cocok untuk membicarakan hal-hal penting. Jadi, itulah yang aku incar sejak awal.


Pelanggan yang makan di lantai dua tentu memiliki beberapa informasi yang penting.


Sejak Chocolate House di bangun, saat ini namanya sudah di kenal di seluruh ibu kota. Bahkan setelah musim dingin, akan ada pembukaan toko baru di salah satu kota utama untuk memperluas cabang dan memperluas jaringan informasi ku.


Aku membuka sebuah file yang di dalamnya terdapat percakapan dan rekaman gambar dari sebuah ruangan di lantai dua. Di dalam ruangan terdiri dari lima orang. Dua orang berpakaian bangsawan sementara tiga lainnya memakai jubah hitam dengan wajah yang tertutup. Todak peduli bagaimana kalian memikirkannya, pakaian mereka jelas sangat mencurigakan.


Dalam percakapan itu, mereka nampaknya membicarakan tentang suatu rencana yang di sebut "Bangkitnya Malam Yang Abadi". Aku tidak tahu apa itu, tapi menurut isi pembicaraan itu, rencana mereka berhubungan dengan dewa jahat tertentu yang menjadi legenda di negeri ini.


Apakah ini sekte sesat atau sesuatu?. Aku tidak tahu, tapi satu hal yang benar-benar membuatku penasaran.


Dewa.


Kata-kata ini sangat sensitif untuk orang sepertiku. Apakah itu benar-benar berhubungan dengan Tier enam tertentu?!. Tidak peduli apa, hal ini perlu lebih di perhatikan lebih lanjut. Terutama saat mendengar nama rencana mereka, aku tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik.


Aku segera mengirimkan surat kepada Shadow yang bertugas di Chocolate House untuk menyelidiki lebih lanjut tentang masalah ini. Jangan sampai ada kelalaian.


Aku juga memeriksa beberapa file lain. Kebanyakan dari mereka adalah bangsawan dengan berbagai intrik mereka. Ada juga beberapa petualang keras atas yang menemukan dungeon atau reruntuhan di tempat-tempat tertentu.


Dungeon seperti itu merupakan tempat yang sangat cocok bagiku untuk leveling. Saat ini, level ku sudah cukup untuk naik ke tier empat, tapi kekuatan fisikku masih belum mencukupi. Naik ke tier empat bukan hanya sekedar menerobos, tapi juga perlu fisik yang kuat. Kalau tidak, mungkin avatar akan meledak dan gagal mencapai Tier empat.


Setelah gagal mencapai Tier empat, jiwa juga akan terluka dan memerlukan jeda waktu tertentu untuk bisa kembali menantang Tier empat. Aku tidak mau itu terjadi yang akan sangat memperlambat perkembangan kekuatanku. Karena itu, aku perlu mempersiapkan sebaik mungkin.


Perlu waktu beberapa jam bagiku untuk melihat semua file yang ada. Setelah aku melihat semu file, aku menyadari bahwa hari sudah gelap. Aku menghilangkan formasi itu dan pergi ke tempat tidur untuk beristirahat. Aku terlalu lelah hari ini, apalagi setelah kembali dari Helheim.


Setelah berada di kondisi tegang selama itu dan akhirnya mendapatkan kedamaian saat ini, rasa lelah itu menjadi sangat kuat. Setelah memakan makan malam dari Ilma, aku pergi tidur tanpa membersihkan diri. Yah, Ilma juga melarang ku untuk pergi mandi.


Dia mengira bahwa tubuhku sedang tidak sehat, jadi dia tidak mengizinkanku mandi di malam hari dalam cuaca dingin.


Aku meringkuk di dalam selimut yang hangat dan perlahan menutup mataku dan tertidur.


Selamat malam...


(Akhir dari chapter ini).


Alterion: Nama game yang di mainkan Filia.


Altera. : Seluruh dunia Alterion di sebut sebagai Altera.


Alterian: Penduduk asli Altera, atau NPC.


Ekspander: Sebutan untuk pemain dari para Alterian.


Dalam Alterion, daratan/benua merupakan istilah yang di gunakan untuk menyebut sebuah planet tertentu. Daratan utama sendiri merupakan planet yang sangat besar (30x Jupiter) tempat bertemunya semua player Tier tiga ke atas.


Itu saja untuk hari ini....