Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 39: Pergi Ke Akademi



Filia:"jadi besok saya harus mengikuti pengujian?"


Rovell:"benar. tapi tidak perlu khawatir. dengan kemampuanmu, kamu akan lulus dengan mudah tanpa halangan apapun"


sebenarnya daripada khawatir aku lebih penasaran akan seperti apa tesnya. aku sedikit tidak sabar untuk melihat akademi keesokan harinya, tapi yang membuatku lebih bersemangat adalah, aku bisa mengetahui sihir apa saja yang ada di dunia ini.


mungkin juga aku akan mendapatkan teman baru atau bisa mempelajari beberapa hal yang aku belum tahu sebelumnya. pokoknya aku penuh dengan antisipasi tentang pergi ke akademi besok.


Felmina:"sepertinya kita tidak bisa latihan pagi bersama"


Filia:"maaf Felmina"


aku tidak bisa membiarkan Felmina kecewa karena tidak bisa ikut berlatih. dilihat dari kemarin, sepertinya Felmina sangat bersemangat untuk mempelajari seni beladiri. aku harus memikirkan sesuatu untuk menghiburnya.


Filia:"tapi kamu masih bisa menginap di kamarku malam ini. dan mungkin besok pagi kamu bisa ikut ke akademi dan melihat seni beladiri dari orang lain saat tes berlangsung".


Felmina:"benarkah?"


Filia:"tentu saja"


sepertinya Felmina menjadi bersemangat setelah aku mengajaknya pergi ke akademi. sayangnya Felmina masih belum cukup umur untuk masuk ke akademi. mungkin dia bisa masuk akademi di tahun depan.


akhirnya kami selesai makan malam dan kembali ke urusan masing-masing. aku membawa Felmina pergi ke kamar dan mengganti pakaian dengan pakaian tidur. awalnya Felmina hanya memiliki pakaian tidur biasa di sini, tapi aku memberinya piyama tidur berbentuk binatang, lebih tepatnya seekor kelinci putih yang lucu, sementara aku mengenakan piyama kucing yang biasanya aku pakai.


Felmina:"Wow. pakaian ini lucu sekali"


Filia:"tentu saja. ini pakaian yang aku buat, tentu saja lucu"


pakaian kelinci memang aku yang membuatnya, ini merupakan versi yang lebih rendah daripada piyama kucing, biasanya kalau menjualnya kepada para pemain pemula saat di Alterion, aku bisa mendapatkan exp dari perdagangan.


kami berdua berdiri di depan cermin besar di ruangan. cermin ini setinggi 1-1.5 meter dan lebar sekitar 80-85 centimeter. biasanya cermin ini di gunakan untuk bercermin saat berganti gaun atau pakaian.


Ilma:"nona dan putri imut sekali!"


Rurui:"itu benar"


perlu aku akui bahwa penampilan yang dimiliki Filia itu memang mengagumkan, dan Felmina juga tidak kalah. malam semakin larut dan Ilma serta Rurui meninggalkan kamarku. karena Felmina sudah nampak mengantuk, aku mengajaknya untuk tidur. uwahh..... wajahnya lucu sekali saat tidur, ditambah dengan piyama kelinci, ini, ini sungguh sempurna.


aku menyodok pipinya yang sedikit gemuk karena lemak bayi. setelah puas, aku menutup mataku dan tertidur dengan penuh harap sambil menantikan esok hari.


.....


aku bangun dan merenggangkan tubuhku yang kaku setelah tidur. aku berjalan dan menghampiri jendela besar yang menghadap ke taman, lalu membuka tirainya. meskipun matahari belum terbit, tapi di luar jendela sudah terang. mungkin sekitar beberapa menit lagi matahari akan terbit.


tok...tok...tok...


"putri saya Ilma. apakah putri sudah bangun?"


saat aku sedang melamun menatap taman dari jendela, suara ketukan pintu diikuti dengan suara perempuan yang agak kekanak-kanakan terdengar.


Filia:"ya. aku sudah bangun. kamu bisa masuk Ilma"


pintu perlahan terbuka. ternyata bukan cuma Ilma yang masuk, tetapi Rurui juga mengikuti di belakangnya.


Ilma:"saya akan membantu putri membersihkan diri"


Filia:"oke"


saat aku akan pergi ke kamar mandi, aku melihat Rurui membangunkan Felmina dengan lembut.


Felmina:"um?.. selamat pagi"


mungkin karena baru bangun tidur. Felmina nampak kebingungan dan setelah dia sadar sepenuhnya, dia mengucapkan selamat pagi sambil mengucek matanya yang masih malas untuk terbuka.


Felmina di bawa oleh Rurui pergi ke kamarnya sendiri untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. hari ini dia akan pergi bersamaku ke akademi.


selesai membersihkan diri, kami berkumpul lagi di ruang makan. nampaknya hari ini hanya aku dan Felmina yang akan sarapan. aku mengetahui dari An, bahwa ayah dan ibu mendapatkan panggilan mendadak dari istana, dan segera pergi pagi-pagi sekali.


aku tidak tahu ada masalah apa, tapi mungkin ini adalah masalah yang berkaitan dengan yang di katakan ibu kemarin, tentang pergerakan kekaisaran.


saat aku dan Felmina selesai sarapan, Sebastian datang dengan membawakan beberapa laporan tentang tugas yang aku percayakan padanya, tapi karena waktunya sudah agak siang dan kami harus segera pergi ke akademi. nanti saja aku akan membacanya di perjalanan.


aku dan Felmina memasuki sebuah kereta kuda putih dengan lambang keluarga Rosefield di bagian belakangnya. kereta kuda itu cukup besar untuk dinaiki enam orang dewasa sekaligus tanpa berdesakan. saking besarnya, perlu enam kuda yang di gunakan untuk menjalankan kereta. sementara Ilma dan Rurui menaiki kereta kuda yang lebih sederhana, yang di tarik menggunakan dua kuda.


selain Ilma dan Rurui, Eden dan lima kesatria yang lain juga ikut termasuk George yang waktu itu aku pukuli. mereka menaiki kuda perang merah kecoklatan.


aku merasa bahwa barisan ini terlalu mewah kan?!. apa bangsawan selalu menyukai hal seperti ini?.


di dalam kereta yang kami naiki, selain aku dan Felmina, juga ada Sebastian yang akan memenuhi kebutuhan kami. kalian tahu, meskipun Felmina dan Rurui bisa di andalkan, tapi bagaimanapun mereka adalah anak-anak, jadi mereka masih perlu seseorang untuk memberikan instruksi yang tepat. itulah tugas Sebastian, dia akan mengatur tugas bagi Felmina dan Rurui supaya mereka tidak melakukan kesalahan.


Filia:"Sebas. bisakah kamu menceritakan tentang akademi?"


lagipula aku tidak tahu banyak tentang akademi. di tempatku dulu aku bahkan tidak di izinkan pergi ke sekolah karena tubuh yang lemah. yah. memang teknologi sudah sangat maju, bahkan sebenarnya sekolah bisa di lakukan di dunia virtual dengan memanfaatkan teknologi, tapi sekolah di dunia nyata tetap ada karena bersosialisasi secara langsung di anggap penting dan sangat bermanfaat bagi perkembangan masa depan dari anak-anak.


Sebastian:"tentu saja putri. apa yang ingin anda tanyakan tentang akademi?"


Filia:"bagaimana di akademi, apakah ada pembagian kelas atau yang lainnya?"


Sebastian:"benar putri. di akademi akan ada pembagian kelas. pembagian akan di dasarkan pada nilai dari hasil pengujian...."


menurut penjelasan Sebas, para siswa akan di didik selama tiga tahun di akademi. mulai dari siswa tahun pertama sampai siswa tahun ketiga. setelah pendidikan dasar selama tiga tahun, siswa akan melanjutkan ke pendidikan tingkat lanjut selama tiga tahun dan magang selama satu tahun. menurutku ini adalah masa pendidikan yang tidak terlalu panjang, lagipula di duniaku yang dulu manusia akan menempuh pendidikan belasan tahun. di bandingkan dengan ini, ini hanyalah masa sekolah yang singkat.


di akademi akan ada pembagian kelas yang di bagi menjadi lima kelas, kelas S, kelas A,


kelas B, Kelas C, dan kelas D. siswa terbaik biasanya akan di masukkan ke dalam kelas S dan selanjutnya hingga kelas terendah adalah kelas D. biasanya bangsawan akan menempati sebagian besar kelas S. karena itulah kadang-kadang akan ada siswa yang bahkan tidak berkemampuan datang ke kelas S. karena para bangsawan tidak perlu di uji, jadi hal seperti itu cukup wajar.


namun, setiap tahun akan di adakan latih tanding antar kelas, kelas yang lebih rendah dapat menantang kelas yang lebih tinggi dalam berbagai bentuk tantangan, baik pertarungan ataupun alkemis, ataupun yang lainnya.


jika siswa yang menantang menang, maka dia akan menggantikan tempat yang kalah dan masuk ke kelas yang lebih tinggi, sementara yang kalah harus di turunkan dari kelasnya yang semula ke kelas yang lebih rendah.


tapi kurasa tahun ini akan berbeda, lagipula dengan peraturan yang baru di sahkan oleh istana, kemungkinan siswa yang tidak memiliki bakat masuk ke kelas tinggi akan sangat kecil.


di sana juga akan ada tiga pelajaran utama, yakni: sihir, seni beladiri, dan liberal. liberal art biasanya mencakup pelajaran politik, sejarah, dan pengetahuan umum lainnya, termasuk bahasa.


di akademi juga akan ada berbagai kelompok belajar yang di bentuk oleh siswa. menurutku sistem pendidikan di sini hampir mirip dengan sistem pendidikan dari zaman kuno, tepatnya di abad ke 21.


setelah banyak mempelajari tentang akademi, aku mengalihkan perhatianku ke kertas yang di serahkan oleh Sebas dan mempelajari konten yang ada di dalamnya. konten di dalamnya berisi tentang perkembangan dari pekerjaan yang aku serahkan kepadanya.


nampaknya dekorasi sudah mencapai 80% dan akan selesai lusa. aku kagum dengan kecepatan kerja mereka, kurasa tidak rugi mengeluarkan uang sebanyak itu untuk para pekerja itu. selain itu, dana yang aku berikan kepada nona Lidia nampaknya masih banyak tersisa. aku bisa memanfaatkan sisa itu untuk merawat anak-anak.


Filia:"bagus sekali Sebas. kamu melanjutkan sesuai instruksi ku, dan katakan pada nona Lidia supaya sisa uang itu digunakan untuk perawatan anak-anak"


Sebastian:"sesuai perintah anda putri"


perjalanan menuju akademi berlangsung sekitar dua jam, hingga sebuah suara lonceng yang sangat keras terdengar. lonceng itu merupakan penanda waktu. dalam satu hari penuh, lonceng itu akan berbunyi sebanyak tujuh kali. setiap bunyi lonceng akan terpisahkan selama tiga jam. mungkin jika di duniaku yang dulu, lonceng ini akan berbunyi setiap pukul, 6 pagi, 9 siang, 12 siang, 3 sore, 6 sore, 9 malam, dan 12 malam. tapi karena tidak ada konsep jam, di dunia ini akan menandai bunyi lonceng setiap tiga balikan pasir.


bersama dengan bunyi lonceng yang keras, kami juga melihat akademi yang megah dan banyak kereta yang berlalu-lalang. kereta-kereta itu memiliki lambang di bagian belakangnya yang menandakan bahwa itu adalah kereta bangsawan.


inilah awal dari kehidupan sekolah ku...


Regalia Royal Academy, aku datang....


(akhir dari chapter ini)


mohon dukungannya. see you next time;)