
aku mengikuti mereka menuju sebuah ruangan. sebenarnya ruangan ini berada di gedung yang terpisah dari gedung pengajaran. gedung ini memanjang dengan dua lantai. secara keseluruhan, gedung ini terlihat besar dan indah. saat memasuki gedung, ada banyak anak yang lalu-lalang dengan berbagai kesibukan.
di dalam ruangan terdapat banyak meja yang memanjang dan di atas setiap meja terdapat tumpukan berbagai macam buku dan gulungan kulit binatang yang terlihat kuno. di ruangan ini juga terdapat banyak siswa yang sedang membaca berbagai gulungan mupun buku-buku itu. dilihat dari jauh pun sudah terlihat bahwa mereka sedang mempelajari sihir atau bisa juga disebut sedang meneliti sihir dari berbagai catatan yang tersedia di ruangan ini.
Klogan:"selamat datang di ruang penelitian kami, putri"
Filia:"tempat ini sangat luas. apa semua buku dan gulungan itu adalah catatan tentang sihir?"
Klogan:"itu benar putri, kami mengumpulkan berbagai macam catatan dan tulisan tentang sihir untuk melakukan penelitian. bahkan kami juga memiliki beberapa tablet batu yang berasal dari reruntuhan kuno"
Filia:"sepertinya di tempat ini penuh dengan barang berharga. apakah ada tempat untuk melatih sihir disini?"
aku takut jika tanpa sengaja menghancurkan catatan ataupun hasil penelitian mereka. akan sangat buruk jika hasil penelitian mereka selama ini tanpa sengaja hancur saat latihan sihir. meskipun ini hanya latihan dasar, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusakan.
Klogan:"anda tidak perlu khawatir dengan ini"
plok...plok...!!
instruktur Klogan berbalik dariku dan menghadap ke dalam ruangan. dia bertepuk tangan dua kali dan para siswa yang sedang meneliti langsung mendongak dengan wajah yang tampak penasaran.
Klogan:"cepat bereskan kemudian berkumpul untuk belajar...!"
"BAIK...!!!"
mereka menjawab secara bersamaan, lalu segera membereskan semua gulungan dan buku yang berserakan di atas meja. satu persatu, mereka membawa semua buku dan gulungan, serta hasil pekerjaan mereka ke ruangan lain yang aku duga sebagai tempat penyimpanan. setelah semua meja dikosongkan, mereka kembali dengan buku catatan dan berkumpul didepan instruktur Klogan.
Klogan:"kali ini akan ada pelatihan sihir cahaya. kalian mungkin bisa mendapatkan satu atau dua petunjuk setelah melihat pelatihan ini, jadi aku harap kalian akan memperhatikan dengan serius...!"
"iya, instruktur...!!!"
mendengar jawaban serempak dari anak-anak itu, instruktur Klogan mengangguk dan kembali menghadapku.
Klogan:"sekarang anda bisa memulai, putri Filia"
Filia:"maaf telah merepotkan anda instruktur Klogan"
Klogan:"tolong jangan dipikirkan"
aku menarik Aria ke tengah ruangan yang agak kosong. Aria sepertinya agak tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian. yah, bukan hanya Aria. sejujurnya aku juga agak gugup saat ini. huh.... baiklah, mari kita mulai.
Aria:"p, putri. mata anda...
Filia:"tidak apa-apa, ini salah satu skill yang aku miliki"
aku menggunakan Omniscient Eyes untuk melakukan pengamatan, jadi wajar jika Aria yang belum pernah melihat ini akan terkejut. lagi pula perubahan pada warna mata yang tiba-tiba memang terlihat aneh dan tidak wajar.
Filia:"sekarang mulai fokuskan pikiranmu untuk merasakan elemen mana"
berlatih sihir sekuat apapun harus dimulai dari dasar. dasar yang paling penting adalah memupuk kepekaan terhadap mana yang saling tercampur dan berantakan di udara.
Aria mulai menutup mata dan mencoba merasakan perasaan yang ada di sekitarnya. dengan mataku, aku bisa melihat berbagai macam elemen mana yang kacau di udara.
Filia:"apa kamu sudah bisa merasakan mana di udara?"
Aria:"saya bisa. t, tapi mana ini terlalu berantakan"
inilah salah satu keunggulan pemilih tubuh mana murni. jika orang lain akan kesulitan membedakan mana yang ada di lingkungan sekitar. biasanya jika itu adalah orang biasa, mereka akan merasakan setiap elemen mana adalah sama. berbeda dengan pemilik tubuh mana murni. pemilik tubuh mana murni dapat merasakan perbedaan dari setiap elemen mana. mereka bisa membedakan antara yang satu dengan yang lain. itulah kenapa mereka memiliki keunggulan mutlak pada jenis elemen yang cocok dengan mereka.
Filia:"bagus. sekarang rasakan setiap elemen mana satu-persatu dengan perasaanmu"
jika semua orang memiliki Omniscient Eyes, mereka dapat melihat banyak sekali lampu-lampu kecil seukuran debu dengan berbagai warna yang terbang diseluruh ruangan. ya seukuran debu. lampu-lampu ini sangat kecil, tapi dapat dilihat dengan jelas. ini seperti lampu yang menyala dalam kegelapan. selain itu, cahaya-cahaya kecil itu sangat padat. jika belum terbiasa melihat pemandangan seperti ini, aku yakin bahwa orang-orang itu bahkan tidak akan bisa bernafas karena takut menghirup lampu-lampu cahaya kecil dan membuat mereka tersedak.
tapi itu adalah hal yang mustahil. itu karena mana bukan merupakan eksistensi fisik, tapi mana hanya merupakan energi murni.
Filia:"bagaimana?"
Aria:"ini... ini seperti banyak cahaya. setiap cahaya memiliki perasaan sendiri. merah... panas. setiap warna berbeda. tajam, dingin, dan perasaan yang tidak jelas"
Filia:"itu dia. kamu sudah memiliki perasaan mana. sekarang carilah partikel mana yang membuatmu merasa nyaman, lalu pisahkan dari yang lain. setelah kamu bisa memisahkannya, kamu bisa mencoba untuk memandu mana itu dengan mana internal"
Aria:"s, saya akan mencoba"
Aria memang mengatakan bahwa dia bisa merasakan berbagai macam warna dan sifat mana, tapi itu berbeda denganku. meskipun Aria bisa merasakannya, itu hanya dalam bentuk perasaan, sementara aku bisa melihatnya secara langsung.
wajah Aria nampak kesulitan. dia mulai mengerutkan kening dan beberapa titik keringat mulai menetes turun dari pipinya yang masih agak berlemak bayi. dengan Omniscient Eyes, aku melihat partikel mana elemen cahaya mulai berpisah dengan mana yang lain dan mulai berkumpul di sekitar Aria.
ini belum sempurna. masih sangat banyak kekurangan dalam kontrol mana yang dilakukan Aria. masih banyak partikel mana dengan atribut lain yang bercampur. meskipun atribut lain itu tidak akan terwujud menjadi bentuk sihir, tapi itu akan membuat sihir elemen cahaya tidak bisa di bentuk secara sempurna dan akan menjadi lebih lemah dari yang seharusnya.
kontrol mana yang dia lakukan memang masih sangat kasar. dalam kasus ini, aku merasa mungkin perlu waktu satu Minggu supaya Aria bisa menggunakan sihir cahaya tingkat dasar. meskipun satu Minggu terdengar cepat, tapi bagiku yang mantan player Alterion, perkembangan ini sangat lambat.
mana yang mengelilingi Aria semakin padat, tapi itu juga bercampur dengan elemen lain. selain itu, semakin lama, kontrol Aria menjadi semakin lemah. ini mungkin karena Aria mulai kelelahan dan konsentrasinya mulai melemah.
Filia:"sekarang bimbing mana atribut cahaya menggunakan mana internal yang ada di dalam tubuhmu!"
Aria:"mana internal?"
Filia:"rasakan di dalam dirimu"
meskipun Aria belum memahami mana internal, aku bisa melihat bahwa mana yang ada di dalam tubuhnya mulai di mobilisasi dan mengikat mana atribut cahaya yang ada di sekitarnya.
ikatan mana ini mirip dengan proton dan neutron yang membentuk atom. ini sama dengan mana internal dan eksternal yang membentuk Fenomen magis berupa sihir.
tapi itu belum bisa menimbulkan fenomena magis. jika mau membuat fenomena magis, Aria perlu merangkai setiap atom dan membentuk ikatan kimia. dalam sihir, Aria perlu membuat formula khusus dari mana internal dan eksternal yang telah ia satukan.
Filia:"kamu melakukannya dengan baik. selanjutnya, kamu perlu melakukan pembentukan mana menjadi fenomena magis"
kerutan di antara alisnya menjadi semakin erat dan keringat menetes lebih deras dari sebelumnya. aku tahu bahwa dia semakin panik dan fenomena magis tidak akan bisa terbentuk dengan suasana hatinya saat ini.
Filia:"jangan panik. tenanglah dan bayangkan bahwa kamu sedang memegang kristal cahaya"
Aria:"saya akan coba"
Aria membuka matanya dan mengangkat tangannya ke depan. perlahan tapi pasti, cahaya berbentuk bola seukuran kacang mulai terbentuk di telapak tangannya. cahaya kecil itu berwarna keemasan dan masih redup. cahayanya terus berkedip seakan cahaya itu dapat padam kapan saja.
Filia:"kendalikan manamu!"
Aria:"b, baik...!"
Filia:"t, tunggu_"
swos...!!!
ahhh....!!
tiba-tiba cahaya yang ada ditangan Aria membesar dan terang secara tak terkendali seperti kilatan flash kamera. cepat dan menyilaukan.
Filia:"Aria...!"
aku langsung menangkap Aria yang akan terjatuh ke lantai kedalam pelukanku. Aria nampak tidak sadarkan diri dengan mata yang terpejam dan kulit yang pucat. cahaya tadi, meskipun hanya sekilas, tapi itu sudah menghabiskan semua mana internal dan konsentrasi Aria. aku menyadari bahwa di akhir, Aria tiba-tiba kehilangan kendalinya atas mana dan tanpa sengaja membuat mananya lepas kendali.
instruktur dan yang lainnya berlari mendekat dan menanyakan keadaan Aria.
Elion:"bagaimana keadaan nona Aria?"
Filia:"dia baik-baik saja, hanya saja, dia kehabisan mana internal dan konsentrasi. dia akan kembali seperti semula setelah beristirahat"
Elion:"syukurlah"
aku mengalihkan perhatianku kepada instruktur Klogan.
Filia:"maaf instruktur, bisakah saya minta tolong untuk membawa Aria ke ruang perawatan?"
Klogan:"tentu, putri. kalian!, segera bawa nona Aria ke ruang perawatan!"
"iya, instruktur!!"
beberapa siswa laki-laki maju dan mencoba mengambil Aria.
Filia:"tunggu..!"
aku mengeluarkan sebuah tandu dari storage untuk mengangkat Aria. bagaimana mungkin aku akan membiarkan Aria disentuh oleh anak laki-laki sembarangan. aku segera membaringkan Aria di atas tandu. wajahnya yang pucat tampak sangat lelah.
Filia:"sekarang kalian bisa membawanya"
"b, baik"
raut wajah yang polos dan bingung dari anak-anak itu cukup lucu sebenarnya. tapi meskipun begitu, mereka tidak di izinkan menyentuh wanita sembarangan, oke.
aku melihat ke empat anak laki-laki itu membawa Aria keluar dari ruangan dan segera menghilang di balik pintu.
Klogan:"bisakah saya mengajukan beberapa pertanyaan, putri?"
Filia:"tentu saja"
Klogan:"saya belum pernah melihat latihan sihir yang seperti itu. bisakah anda menjelaskannya?"
Filia:"sebenarnya itu sederhana. latihan yang biasa anda lihat adalah latihan biasa. mereka menggunakan mana eksternal yang berbintik untuk menciptakan fenomena magis, sementara latihan Aria hari ini, saya mencoba melatihnya untuk membuat fenomena magis dengan mana murni, sehingga hasil sihirnya akan lebih kuat. latihan itu selain untuk melatih kontrol atas mana, itu juga berfungsi untuk melatih pemisahan mana"
instruktur Klogan nampak serius mendengarkan apa yang aku katakan. yah, ini sangat jarang untuk mendengarkan dan menganggap serius penjelasan dari generasi muda sepertiku. lagi pula instruktur Klogan sudah berkecimpung di dunia penelitian sihir untuk waktu yang lama. biasanya orang seperti itu akan menganggap bahwa pengetahuannya akan lebih dari generasi muda sepertiku.
Klogan:"jadi seperti itu. lalu, apakah ada perbedaan dari keduanya, antara pelatihan yang kami lakukan dengan yang anda ajarkan?"
Filia:"itu sangat berbeda. maaf jika menyinggung, tapi pelatihan yang ada saat ini bisa di anggap sebagai pelatihan cacat, sementara pelatihan yang dilakukan Aria adalah pelatihan yang lebih baik. yah, meskipun prosesnya lebih sulit dan melelahkan"
aku melihat ekspresi instruktur Klogan. aku kira instruktur akan tersinggung, tapi wajahnya nampak bersemangat. itu seperti wajah seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru. bukan hanya instruktur Klogan, tapi semua anak dari kelompok penelitian memperhatikan dengan serius sambil mencatat.
"maaf... bolehkah saya bertanya?"
aku melihat seorang anak perempuan berambut coklat panjang yang mengangkat tangan untuk bertanya. anak perempuan itu memegang catatan di tangan kirinya dan sebuah pena bulu di tangan kanannya yang terangkat tinggi.
Filia:"silahkan"
"saya Lucy Halecris. bisakah putri menjelaskan maksud anda dengan pelatihan cacat?"
anak perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Lucy Halecris itu nampak semangat saat bertanya.
Filia:"itu di sebut pelatihan cacat karena mereka menggunakan mana yang berbintik. artinya, mereka menggunakan elemen mana yang bercampur dengan elemen lain. seperti contohnya, jika anda menggunakan sihir api, tapi mana jenis api masih bercampur dengan elemen lain, terutama elemen air dan tidak di pisahkan, alhasil sihir api yang di keluarkan akan lebih lemah daripada yang seharusnya. jadi, sebelum menggunakan sihir tertentu, sebaiknya memisahkan mana elemen antara yang satu dengan yang lain. itulah fungsi dari latihan ini, latihan ini berfungsi untuk memisahkan atribut elemen tersebut dan membuat hasil sihirnya menjadi lebih sempurna"
Lucy:"saya mengerti"
dia mengatakan itu sambil mencatat sesuatu. aku tidak tahu apakah ini berguna bagi kelompok penelitian sihir, tapi aku akan menjawab yang aku bisa.
aku menjawab beberapa pertanyaan lagi, dan setelah itu pergi bersama dengan pangeran Elion untuk berkeliling akademi....
(akhir dari chapter ini)
aku mengambil cuti untuk beberapa hari, tapi aku rasa tidak ada masalah. meskipun aku cuti cukup lama, tidak akan ada yang merindukanku. malang sekali....
huh... yasudah lah. see you next time.