Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 110: Perkamen



saat turun dari kereta, aku sudah melihat Ilma yang menungguku di depan pintu. sebelum masuk ke dalam, aku berbalik dan melihat ibu Arsh yang sedang duduk di dalam kereta.


Filia:"apa ibu tidak beristirahat dulu di dalam?"


Arsh:"maaf sayang. ibu masih memiliki sesuatu yang harus di kerjakan. oh, juga tolong sampaikan permintaan maaf ku kepada ibu"


Filia:"saya mengerti. kalau begitu, ibu hati-hati di jalan"


Arsh:"iya. sampai jumpa lagi"


ibu menutup pintu kereta dan melanjutkan perjalanannya. setelah melihat kereta yang di kendarai ibu Arsh menghilang di tikungan jalan, aku masuk ke dalam rumah.


Ilma:"selamat datang kembali putri"


Filia:"ya"


sambil berjalan masuk ke dalam rumah, aku menyerahkan mantel biru itu kepada Ilma dan juga mengajukan beberapa pertanyaan terutama tentang Felmina dan nenek. menurut yang di katakan Ilma, Felmina baru saja beristirahat di kamarnya setelah belajar dengan pengasuhnya. kemudian Ilma juga memberitahuku bahwa ada orang dari Holy Kingdom yang datang untuk menemui nenek.


ada orang dari Holy Kingdom yang mencari nenek?. aku tidak yakin, tapi apakah ada masala?. lagi pula nenek yang termasuk dalam pimpinan puncak sebuah negara sudah meninggalkan negaranya dalam waktu yang cukup lama. yah, meskipun lama ini relatif bagi manusia biasa. bagi ras Elf yang memiliki umur hampir abadi, sepuluh atau dua puluh tahun bukanlah waktu yang lama sama sekali. mungkin setelah mencapai seratus tahun baru akan terasa sedikit lama bagi mereka.


awalnya aku ingin langsung ke kamar dan beristirahat, tapi aku melihat nenek sedang duduk dan membicarakan sesuatu dengan tiga orang lain yang tidak aku kenal tepat di ruang tamu sebelah tangga menuju ke lantai dua. jadi mau tidak mau, aku harus menyapa mereka. bukannya aku keberatan, tapi setelah mendengar dari Ilma bahwa nenek menerima beberapa tamu dari Holy Kingdom, aku takut kalau aku menemuinya sekarang, aku hanya akan menggangu. tapi siapa yang sangka bahwa nenek melakukan pembicaraan di ruang tamu ini, bukan di ruang tamu dalam.


aku memperhatikan di depan mereka terdapat beberapa gulungan perkamen coklat yang nampaknya terbuat dari kulit yang agak usang. itu terlihat dari warnanya dan kondisinya yang sepertinya sudah termakan waktu dan lapuk di beberapa bagian. ada dua perkamen yang masih di gulung, dan satu perkamen yang di buka sehingga aku bisa melihat isi di dalamnya. di dalamnya gulungan itu terdapat simbol-simbol dan huruf-huruf kuno yang sudah agak kabur karena terlalu lama.


Filia:"nenek...!"


aku memanggil nenek dengan lembut dan memberikan salam dengan hormat.


Trainee:"sayang. kemarilah"


nenek mengalihkan perhatiannya dari perkamen kepadaku, lalu mengundangku untuk datang kepadanya. mendapat undangan itu, tentu saja aku tidak akan menolak.


saat aku berjalan dan mendekati nenek, tiga orang yang tidak aku kenal itu berdiri lalu membungkuk ke arahku.


"senang bisa melihat sang putri"


bagaimana aku akan mengatasi ini?. aku melemparkan tatapan bingung kepada nenek yang melihatku dengan senyuman di wajahnya.


Trainee:"mereka adalah tiga peneliti reruntuhan kuno dari Holy Kingdom"


Filia:"maafkan saya karena tidak bisa mengenali anda semua"


"tidak. seharusnya kami yang harus meminta maaf karena lancang dan tidak meperkenalkan diri terlebih dahulu"


aku duduk dan mendengarkan pengenalan diri ketiga peneliti itu. seorang arkeologi perempuan bernama Arina, yang merupakan satu-satunya perempuan di kelompok itu. dia memiliki rambut biru dan mata biru seperti lautan yang cernih. kulitnya putih dan halus dengan sisik biru indah di sepanjang tulang pipinya. meskipun ada sisik, tapi itu tidak menjijikkan atupun aneh, sebaliknya. dengan adanya sisik itu, dia terlihat menawan dan wajahnya seperti di hiasi dengan permata biru yang cantik. apalagi di tambah dengan tanda tetesan air di bagian keningnya, dia tampak lebih menawan. dia merupakan seorang Ocean Elf yang biasanya tinggal di wilayah perairan. mereka lebih unggul dalam pengendalian elemen air daripada suku Elf yang lainnya.


sementara dua lainnya memperkenalkan diri dengan nama Rodrig dan Eddar. mungkin karena mereka adalah ayah dan anak, jadi wajah mereka memiliki fitur wajah yang mirip. mereka memiliki rambut kuning cerah dan meta mereka juga kuning kecoklatan. di dahi mereka memiliki lambang segitiga terbalik dengan warna coklat kekuningan. yang melambangkan bahwa mereka adalah Elf Varian khusus. lebih tepatnya mereka adalah Varian Mons Elf. meskipun mereka adalah ayah dan anak, jika orang yang tidak terbiasa mungkin akan mengira bahwa mereka adalah saudara seumuran. faktanya aku mengetahui bahwa Rodrig, ayah dari Eddar, mereka terpaut lebih dari dua ratus tahun. Rodrig sendiri dia telah berusia kurang lebih lima ratus tahun.


setelah beberapa percakapan ringan, mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka tentang isi dan misteri dalam perkamen itu. kemudian aku juga mengetahui bahwa ke tiga perkamen itu di bawa kemari karena mungkin ke-tiga perkamen itu berisi cara pengobatan. setidaknya itu yang bisa mereka terjemahkan saat ini. kenapa perkamen itu di bawa kemari, kalian tanya?.


sebenarnya perkamen itu di bawa kemari saat aku sedang terluka karena jiwa pendendam yang meledak waktu itu, karena panik, nenek memberikan perintah untuk membawa perkamen itu kemari yang mungkin terdapat cara untuk mengobatiku. aku benar-benar tersentuh dengan perlakuan seperti ini. aku rasa Tuhan masih menyayangiku dan memberiku kehidupan yang baik. baik itu di bumi maupun di sini.


Filia:"nenek. maaf sudah membuatmu khawatir dan membuat nenek kerepotan."


Trainee:"apa yang kamu katakan sayang. kamu tidak perlu meminta maaf. lagi pula tidak ada yang merepotkan. meskipun aku meminta orang untuk membawa perkamen ini, tapi sepertinya itu akan sia-sia karena bahkan belum setengahnya dapat di terjemahkan. sangat beruntung bahwa kamu memiliki berkah yang besar"


Arina:"saya benar-benar minta maaf karena kami yang tidak kompeten"


"kami meminta maaf"


bibi Arina dan ke dua paman itu meminta maaf setelah mendengar apa yang di katakan nenek. mungkin mereka merasa bersalah karena setelah penelitian yang begitu lama, mereka bahkan belum memecahkan salah satu dari perkamen tentang medis ini.


Trainee:"tidak apa. ini bukan salah kalian. aku tahu bahwa untuk memecahkan misteri peninggalan kuno itu bukanlah hal yang mudah"


Arina:"terima kasih atas pengertian anda, Yang Mulia"


sambil mendengarkan percakapan mereka, aku mengambil perkamen yang sudah di buka itu dan melihatnya secara hati-hati. tanpa di sangka, ternyata ini.


Filia:"Saya tahu ini..."


eh?


Arina:"Putri, apakah anda mengatakan sesuatu?"


Filia:"ya, aku tahu apa ini. ini sebenarnya adalah daftar bahan-bahan obat. kalau aku tidak salah ingat, sepertinya yang tercatat di sini merupakan bahan untuk membuat «Living Corpse Potion»"


Aneria:"a, apa itu. itu terdengar menakutkan"


Ehemm...


terdengar suara berdehem dari nenek yang menyadarkan bibi Arina. karena menyadari bahwa tindakannya tidak pantas, bibi Arina meminta maaf karena terlalu bersemangat dengan wajah yang malu-malu.


Trainee:"sayang, bisakah kamu menjelaskan apa itu!"


aku hanya bisa tersenyum melihat penampilan bibi Arina yang seperti itu. entah itu di manapun, para peneliti fanatik itu pasti akan tanpa sadar bersemangat saat mereka menemukan sesuatu yang baru dalam bidang pengetahuan mereka.


Filia:"seperti ini. «Living Corpse Potion» itu memiliki dua fungsi utama, salah satunya adalah untuk menjadi potion bagi ras mayat hidup. kemudian fungsi yang ke dua adalah untuk menambah peluang kesuksesan dari seorang Necromancers untuk summon undead level atas. jadi, Living Corpse Potion ini sangat berharga bagi para Necromancers. hanya saja ini merupakan potion tingkat rendah"


seperti yang di ketahui. di dalam permainan Alterion terdapat berbagai macam ras dan jobs yang dapat dipilih pemain secara bebas. salah satu ras tersebut adalah ras mayat hidup, seperti: vampir, zombie, skeleton, dan lainnya. mungkin terdengar aneh, tapi sebenarnya tidak. seperti zombie, penampilan mereka mungkin akan terlihat mengerikan saat masih di level rendah, tapi setelah mereka menaikkan level, penampilan mereka akan berubah secara berkala dan berubah menjadi seperti Avatar manusia normal. yah, mungkin warna kulit mereka lebih pucat.


meskipun di sebut sebagai mayat hidup, mereka akan tetap terluka dan kehilangan HP saat di serang, dan kehabisan mana saat menggunakan sihir. jadi mereka juga membutuhkan potion seperti pemain lainnya. hanya saja potion biasa akan menjadi racun bagi makhluk Undead. oleh sebab itu, pihak perusahaan Pengambangan game, mereka menciptakan potion khusus yang dapat di gunakan untuk ras Mayat hidup.


Trainee:"aku belum pernah mendengar hal yang seperti ini. apakah ramuan ini bisa di buat?"


Filia:"tentu saja asalkan bahan-bahannya tersedia. ada apa, apakah nenek tertarik untuk memanggil Undead?."


Trainee:"tidak, aku tidak mau melakukan hal yang mengerikan seperti itu. umumnya pemanggil mayat hidup akan di anggap sebagai tabu. tentu saja dalam keadaan khusus itu merupakan hal yang di izinkan. sebagai contoh saat perang."


Filia:"ya, saya mengerti. lalu, apa yang akan nenek lakukan dengan potion mayat hidup?."


Trainee:"di bagian Utara benua Sabbia terdapat sebuah negara besar bernama Zandkasteel Empire. negara itu berada di wilayah gurun mati yang merupakan kerajaan mayat hidup. pemimpin mereka Lostfrime merupakan seorang Lich yang sangat kuat. meskipun Negera itu merupakan tempat mayat hidup, tapi itu merupakan negara yang memiliki budaya, dan salah satu dari tiga negara terbesar di benua itu. mereka juga memiliki tambang mineral yang sangat berlimpah. karena itu, kami sudah mencoba berkali-kali untuk bernegosiasi dengan mereka, hanya saja sikap Undead kepada makhluk hidup tidak terlalu bersahabat. jadi, kami sudah gagal berulangkali. mungkin dengan potion ini, kami dapat membuat kesepakatan dengan mereka."


Filia:"saya mengerti. saya bisa membuat potion ini, tapi mungkin memerlukan beberapa hari untuk membuatnya."


Trainee:"tidak. bagaimana mungkin seorang putri melakukan hal seperti itu. aku bisa mencarikan seorang peramu yang berkualitas, dan kamu bisa mengajarinya cara membuat potion ini"


Filia:"mungkin nenek tidak tahu, meskipun ini adalah potion tingkat rendah, tapi memerlukan keterampilan yang cukup tinggi. melihat potion yang beredar saat ini, saya ragu bahwa peramu saat ini mampu menyulingnya. dan nenek, jika memang saya seorang putri, bukankah wajar kalau saya melakukan sesuatu untuk negara saya!"


nenek berdiri dan melangkah ke arahku. dengan senyum di wajahnya, nenek mengelus kepalaku dengan lembut.


Trainee:"kamu benar sayang. sepertinya ini harus merepotkanmu"


Filia:"saya senang bisa membantu"


karena aku sudah berencana untuk menyuling potion, karena itu aku meminta nenek untuk menyiapkan bahannya. seperti yang pernah aku katakan. aku tidak memiliki bahan obat tingkat rendah, jadi ini harus merepotkan nenek. sebenarnya aku juga memiliki berbagai macam jenis resep potion mayat hidup, hanya saja tingkatannya terlalu tinggi. aku takut jika menggunakannya akan membuat kerusuhan. sikap asli mayat hidup adalah kebencian kepada mereka yang masih hidup, jadi jika aku memberikan potion yang terlalu kuat untuk mereka, mereka bisa saja menjalankan invasi ke kerajaan makhluk hidup. aku tidak mau menjadi penyebab perang.


Arina:"putri, bagaimana anda bisa mengetahui isi perkamen ini?"


tiba-tiba bibi Arina menanyakan hal ini.


Filia:"tentu saja dengan membacanya."


aku tidak tahu mengapa, tapi setelah mendengar perkataan ku, bibi Arina nampak kosong dan tidak beraksi untuk waktu yang lama.


Arina:"a, apakah anda bisa membaca tulisan kuno!?"


Filia:"bukankah mudah membaca tulisan kuno ini?"


"mudah...?"


pada akhirnya dua paman dan satu bibi itu memintaku untuk mengajari mereka cara membaca huruf kuno.


di Alterion sendiri, untuk bisa memahami tulisan kuno, kamu harus belajar dari dasar. yah, mirip dengan belajar membaca sejak awal. di Alterion benar-benar mengejar realistis yang sesungguhnya. terkadang aku berfikir, apakah orang-orang itu berusaha untuk menciptakan dunia yang baru?.


Arina:"maaf karena lancang, tapi bisakah tuan putri membantu kami untuk menterjemahkan dua perkamen yang tersisa ini?. mungkin perkamen-perkamen ini dapat membantu perkembangan negara lebih lanjut."


Trainee:"tunggu kalian. Filia baru saja sembuh dan tubuhnya masih lemah. dia perlu beristirahat."


nenek dengan keras menolak permintaan itu.


Filia:"tidak apa nenek. saya bisa melakukannya."


aku menjangkau dan mengambil salah satu perkamen yang belum terbuka. saat perlahan aku membuka gulungannya, aku melihat sesuatu yang benar-benar mengejutkanku.


Filia:"ini..."


(akhir dari chapter ini)


satu Minggu lagi ujian akan berakhir. sampai saat itu aku harus meminta maaf kepada kalian karena akan sangat jarang update. maafkan aku. see you next time:)


perhatian: jika ada kesalahan dalam pengetikan atau kata yang tidak tepat, dimohon untuk segara memberi tahu di kolom komentar.