
aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, tapi perasaan menyegarkan setelah istirahat yang cukup ini membuatku sangat puas. apalagi setelah lebih dari tiga hari tidak tidur karena menjaga formasi.
aku melihat keluar jendela. langit biru tanpa awan, dengan sesekali ada naga perak yang terbang di langit, membuat perasaan di dunia fantasi menjadi begitu nyata. bahkan, ini ribuan kali lebih baik daripada di dalam game.
setelah membersihkan diri, aku naik ke menara tertinggi di istana. sejauh mata memandang, aku melihat berbagai bangunan indah dan megah, percampuran antara bangunan moderen yang canggih dan klasik yang menawan. perasaan angin sepoi-sepoi yang mengalir dan membawa aroma yang samar saat membelai pipi memberikan perasaan sangat menyenangkan untukku.
aku menghirup udara dengan rakus dan menghembuskannya secara perlahan. aroma samar dan udara yang sejuk, meresap jauh ke dalam hatiku seperti sebuah gelombang banjir.
Filia:"Arkne, bukankah perasaan ini menyenangkan?."
aku berbicara dengan pandangan yang tetap lurus melihat ke kejauhan langit biru. meskipun biru, aku tahu bahwa di luar penghalang Moon Palace adalah langit merah maroon yang memberikan perasaan menindas.
Arkne:"saya tidak mengerti Yang Mulia. apakah pemandangan seperti ini adalah sesuatu yang istimewa?."
mendengar jawaban Arkne yang datar itu, aku hanya tersenyum tipis. setting yang aku berikan kepadanya memang hanya menghargai pertumpahan darah, jadi wajar jika pemandangan seperti ini mungkin hanya biasa saja untuknya.
Filia:"ya. pemandangan seperti ini sangat istimewa. aku jadi ingin melihat langit dan bulan di berbagai dunia."
langit dan bulan adalah dua hal yang paling berkesan untukku. dengan tubuh yang lemah dan sistem imun yang sangat buruk, aku hanya bisa memandang langit dan bulan di luar jendela. hanya sesekali ayah atau ibu akan mengajakku pergi keluar saat kondisiku baik. aku ingat dari kecil, saat melihat langit dan bulan, aku akan selalu mendengarkan keindahan di masa lalu dari ayah dan ibu.
ibu mengatakan bahwa langit di masa lalu sangat berbeda. langitnya begitu biru, bulan begitu besar dan cerah seperti permata raksasa yang melayang di langit. burung-burung bercicit dan mengepakkan sayapnya dengan bahagia, menelusuri biru dan luasnya angkasa.
suasana yang terdengar begitu damai sudah tidak bisa lagi di nikmati di abad ke 22 karena pencemaran dan pengembangan yang berlebihan. selain itu, jarak antara bumi dan bulan menjadi lebih jauh, sehingga bulan terlihat lebih kecil daripada di masa lalu.
tapi di dunia fantasi ini, dimana berbagai dunia dapat di jelajahi. langit dan bulan yang berbeda dan memiliki keistimewaannya masing-masing. aku ingin melihatnya.
memikirkan hal itu, entah kenapa aku merasa bahwa semangatku sebagai seorang gemers yang merindukan petualangan menjadi semakin besar. yah, pikirkan itu untuk lain kali.
Arkne:"karena Yang Mulia menginginkan hal itu, maka bawahan ini berjanji untuk mempersembahkannya di hadapan Yang Mulia."
tanpa banyak memikirkan arti di balik kata-kata Arkne, aku hanya tersenyum dan berbalik menghadap Arkne yang membungkuk memberi hormat di belakangku. mungkin karena dia merasakan tatapanku, Arkne menghentikan postur hormatnya dan berdiri tegak.
Filia:"kalau begitu, mohon bantuannya, Arkne!."
Arkne:"saya akan berusaha yang terbaik, Yang Mulia!!"
Filia:"ya.... udara sudah mulai dingin, ayo pergi!"
aku berteleportasi kembali ke dalam ruang takhta. saat aku muncul di ruang takhta bersama dengan Arkne, di dalam ruang takhta sudah ada Selene dan Upirina yang menungguku sambil berlutut menghadap takhta utama. Arkne juga langsung mengambil sikap dan berlutut di sebelah kanan Selene dengan posisi yang lebih di belakang daripada Selene yang sebagai pemimpin dari tiga bersaudara.
Filia:"aku akan kembali ke daratan utama. jika kalian melihat ngengat itu mulai mengerubungi api, kalian akan segera melaporkannya kepadaku."
Selene:"saya mengerti, Yang Mulia."
setelah aku mengatakan"ya" aku langsung berteleportasi dan kembali ke ruangan nenek. aku belum memasang tempat teleportasi tetap di mansion ini, tapi aku sudah membuat titik teleportasi sementara. dimana itu?!. tepatnya aku memasukkan titik teleportasi sementara itu di dalam tubuh tanah liat yang menyamar menjadi diriku.
hanya sedikit kilatan cahaya, tiba-tiba pemandangan di hadapanku berubah. aku berdiri di samping tempat tidur nenek.
menakutkan jika ada yang melihat ada dua Filia di dalam ruangan itu, jadi aku langsung mengambil tanah liat itu dengan cepat. berjalan keluar, aku merasakan atmosfer sibuk dari para penghuni di mansion ini.
berjalan ke bawah tangga, aku melihat bahwa ruangan pesta sudah di siapkan dengan baik, hanya beberapa pelayan saja yang masih mondar-mandir mengangkut makanan dari dapur atau memeriksa beberapa detail kecil yang mungkin terlewatkan.
"Putri...!"
setelah melihatku, mereka memberikan salam dan membungkuk seperti biasa.
Filia:"ya, terima kasih atas kerja kerasnya."
aku berkeliling ruangan dan melihat hidangan macam apa yang akan di sajikan. sebenarnya ada banyak hidangan baru di sini. aku kagum dengan Jors karena mampu mengembangkan beberapa resep sendiri setelah dia mempelajari beberapa jenis masakan dariku.
bukannya mudah untuk mengembangkan sesuatu yang baru. kamu harus melalui banyak percobaan dan perhitungan yang tepat untuk dapat ciptakan sesuatu yang baru.
.....
jam yang di tentukan untuk pesta akhirnya datang. sesuatu yang tidak aku sangka adalah bahwa Yang Mulia raja akan datang dengan sendirinya.
saat aku bertanya kenapa, nenek mengatakan bahwa raja meminta undangan untuk datang bersama pangeran dan putri.
aku duduk di sofa yang berbeda dengan Raja dan yang lainnya. lebih tepatnya aku duduk bersama dengan ibu. dari percakapan kami, aku tahu bahwa ibu mengkhawatirkan ku selama beberapa hari ini. selain itu, semua persiapannya untuk membuat sebuah organisasi siswa yang aku usulkan sudah siap.
aku tidak tahu kenapa ibu menungguku untuk masuk akademi sebelum mengesahkan organisasi itu, tapi jika demikian, mungkin ada sesuatu yang harus aku lakukan.
Arsh:"oh benar, sayang. ibu dapat surat titipan dari Nana."
Filia:"dari ibu?!."
Arsh:"itu benar."
sepertinya sudah beberapa saat aku tidak mendapatkan surat dari ibu di bulan ini. jika aku jujur, aku memang mengkhawatirkan keadaan ibu dan ayah. lagi pula itu ada di Medan perang, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Medan perang.
aku mengambil surat yang di serahkan oleh ibu kepadaku. surat ini hanya polos dengan segel keluarga Rosefield dari lilin perekat merah di atasnya.
saat aku membuka surat itu, surat itu benar-benar menceritakan apa yang di alami ibu saat ini. karena musim dingin telah tiba, pasukan dari Doranggo Empire melakukan serangan yang lebih ganas lagi. tanpa di duga, ternya pasukan utama dari kerajaan juga di mobilisasi untuk serangan ini.
tidak biasanya hal ini terjadi. menjelang musim dingin, mereka memang selalu memobilisasi pasukan, tapi bukan pasukan utama yang di datangkan langsung dari ibu kota.
sepertinya tahun ini kekaisaran sangat ingin untuk menduduki wilayah perbatasan. aku tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai mengerahkan pasukan seperti itu. meskipun mereka berhasil menerobos benteng di perbatasan, bukan berarti mereka tidak akan mengalami kerugian besar. apakah benar hanya karena ada lumbung besar di sana hingga kekaisaran mampu menelan kerugian sebesar itu?!.
entah kenapa aku seperti merasakan ada sesuatu yang salah dengan ini. mungkinkah mereka menemukan sesuatu di perbatasan yang tidak di sadari oleh kerajaan?!. yah, lagi pula ini bukan urusanku. aku yakin bahwa kerajaan mungkin sudah memikirkan kemungkinan seperti ini.
malam pun semakin larut, tawa dan canda bergema di mansion seperti lagu ceria yang mengiringi di malam hari. meskipun ini adalah pesta kecil, tapi cukup banyak orang yang hadir, tentu saja termasuk pelayan di mansion ini juga ikut bersenang-senang. meskipun akan selalu ada jarak antara pelayan dan bangsawan.
seperti pesta-pesta pada umumnya, saat malam tiba dan hidangan telah di selesaikan, sekarang waktunya untuk melihat beberapa bakat yang menunjukkan kemampuan bermusiknya di depan umum.
tanpa di duga, orang yang pertama maju adalah Felmina. dia memainkan biola yang di buat khusus untuknya dengan ukuran yang di sesuaikan. dengan Sebas yang memainkan piano sebagai pengiring, Felmina perlahan menarik nafas dan menutup matanya.
saat bow mulai di gerakkan, jari-jari kecil Felmina mulai menari di atas string. melihat gerakannya, aku tahu bahwa dia telah berlatih keras untuk memainkan alat musik itu. aku juga pernah mendengar dari nenek bahwa Felmina tiba-tiba menginginkan guru untuk les bermain biola. keesokan harinya, Felmina mendatangiku dan meminta lagu dariku.
alunan merdu antara Violin dan Piano yang saling bersahut-sahutan seperti nyanyian burung di pagi hari. mendengar musik yang di mainkan, aku benar-benar tidak asing dengan lagu itu. itu adalah lagu yang di minta oleh Felmina untuk aku tulis. saat itu aku mengira bahwa dia tidak serius, ternyata dia benar-benar mempelajarinya.
lagu yang dia mainkan berjudul River Flows in you. salah satu lagu klasik yang aku simpan di album ku. tanpa di duga, ternyata Sebas juga mempelajari lagu itu dengan serius.
aku mendengarkan alunan musik yang di mainkan oleh Felmina dan Sebas dengan penuh minat. entah kenapa, meskipun masih ada beberapa bagian yang harus di perbaiki, tapi kesalahan Felmina untuk memainkan lagu itu sangat sedikit. mungkin orang yang belum pernah mendengarnya tidak akan menyadarinya.
banyak orang yang memberikan tepuk tangan kepada Felmina setelah dia selesai memainkan biola.
Felmina:"terima kasih atas pujian anda, Yang Mulia!"
Felmina membungkuk lalu datang ke arahku sambil tersenyum. sampai di depanku, aku mengelus kepalanya dan memberikan pujian kepadanya.
Filia:"kamu hebat...!"
senyumnya menjadi lebih cerah dan cerah, bagaikan matahari terbit di pagi hari. aku bukan orang yang pelit untuk memberikan pujian. aku tidak akan segan-segan dengan hal itu, apa lagi jika Felmina bisa memberiku senyum seperti itu setelah hanya memberikannya pujian kecil.
setelah Felmina, berikutnya adalah Pangeran Elion yang menunjukkan bakatnya. seperti Felmina, pangeran juga menunjukkan bakatnya dalam bermain musik Violin. aku belum pernah mendengar lagu yang di mainkan oleh pangeran.
lagu yang di mainkan oleh pangeran terdengar seperti lagu klasik romance dengan tempo yang pelan. aku bisa dengan jelas menerima perasaan yang coba untuk di utarakan musik itu.
nadanya pelan dan perlahan, mendayu-dayu seperti angin sepoi-sepoi di sore hari. membawa perasaan berdebar di hati saat di dengarkan dengan serius. aku harus mengakui, selain pencipta lagu ini yang luar biasa, aku harus mengakui bakat pangeran Elion.
tidak mudah untuk menggambarkan dan menyampaikan perasaan kepada penonton melalui musik. pangeran selesai memainkan Violinnya dengan di iringi oleh tepuk tangan dari penonton. setelah pangeran, ada beberapa anak lagi yang maju untuk menunjukkan bakatnya. seperti Putri Sophia yang maju dan menunjukkan bakatnya dalam bermain piano.
Filia:"anda bermain dengan sangat luar biasa, pangeran."
Elion:"terima kasih atas pujian anda, nona Filia, tapi jika di bandingkan dengan anda, saya masih harus belajar lebih giat lagi."
Arsh:"anda tidak perlu merendah seperti itu pangeran."
Elion:"itu karena anda belum pernah mendengarkan nona Filia bermain."
entah kenapa pangeran menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. aku melihat ibu memasang wajah penasaran setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh pangeran.
Leonis:"itu benar. tidak akan luar biasa jika putri Filia tidak menunjukkan kemampuannya. saya yakin bahwa Putri akan memberikan kejutan."
Trainee:"oh?. kenapa anda begitu yakin Yang Mulia?."
Leonis:"karena aku merasa seperti itu."
tiba-tiba banyak suara yang mendorongku untuk naik dan menunjukkan permainan musik.
tanpa daya, aku hanya bisa mengikuti perkataan mereka. saat aku berdiri di depan semua orang, aku menjadi bingung. aku tidak tahu apa yang harus aku mainkan. entah kenapa tiba-tiba aku memikirkan alat musik itu.
aku mengeluarkan Gitar Akustik 6 senar dari dalam ruang penyimpanan. saat alat musik itu banyak suara terkejut yang aku dengarkan.
Trainee:"ohh... itu adalah alat musik dari Stivalion Union."
Leonis:"sangat jarang ada orang yang mempelajari alat musik itu. siapa yang menduga bahwa putri Filia mempelajarinya."
aku duduk di kursi dan mencari posisi yang nyaman. setelah merasa cukup nyaman, aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
setelah mendapatkan ketenangan dari pernafasan, aku mulai memetik senar gitar satu persatu. untuk sementara, aku masih membiasakan tanganku dengan gitar.
alunan senar gitar perlahan menjadi jauh lebih stabil dan halus. sepertinya tubuh ini sudah terbiasa. kali ini sebenarnya aku agak gugup. bukan hanya alunan gitar, tapi aku juga harus membuka mulutku untuk menyanyikan lirik lagu.
jariku perlahan menggeliat dan menari di atas senar-senar gitar. alunan merdu dan perlahan yang menyegarkan telinga. kali ini aku bermaksud untuk menyanyikan lagu Orion dari Kenshi Yonezu yang di rilis di awal abad ke 21, pada tahun 2017.
Jari-jari Anda, dada Anda, mata Anda
Beberapa malam menyilaukan dan sedikit pusing
Itu jatuh tiba-tiba dan terlalu hangat
Bintang tujuh warna ditelan
Itu sangat menggangguku seperti percikan yang meledak
....
awalnya saat ingin menyanyi, aku agak gugup, tapi setelah beberapa kata, tiba-tiba aku memulai terbenam ke dalam lagu. aku sudah tidak memperhatikan hal-hal lain lagi.
bahkan aku tidak memikirkan apakah mereka memahami bahasa dari lagu ini. aku hanya membenamkan kepalaku dalam lagu dan petikan setiap senar gitar.
hanya butuh beberapa menit sebelum lagu selesai dan aku membuka mata. aku terkejut melihat ekspresi semua orang yang tampak membeku seperti patung batu. kemudian aku memikirkan tentang masalah bahasa yang di gunakan.
Leonis:"ini..."
Filia:"m, maaf jika_"
awalnya aku ingin meminta maaf, tapi tiba-tiba aku mendengar suara kejutan dari ibu.
Arsh:"ini luar biasa. sayang, kamu bisa menyanyi menggunakan bahasa dari suku Oriole."
Trainee:"mengagumkan..."
plok...!!
plok...!!
...
tepuk tangan meriah tiba-tiba terdengar secara serempak, menggema di seluruh ruangan.
Leonis:"suku Oriole terkenal karena suara dan lagu mereka. banyak orang yang mempelajari bahasa khas dari suku Oriole karena hanya ingin mendengarkan lagu mereka. tanpa di duga, anda sudah mahir menggunakan bahasa Oriole."
Filia:"apakah tidak ada yang bisa menggunakan bahasa suku Oriole?"
Trainee:"bukan seperti itu. banyak orang yang telah mempelajari bahasa itu dengan lancar, hanya saja aku belum pernah mendengar lagu seperti yang kamu mainkan."
Elion:"sepertinya jarak kita lebih jauh daripada yang saya kira. huh..."
karena lagu itu, aku mendapatkan banyak informasi tentang suku Oriole. suku Oriole merupakan salah satu suku terbesar dan terhormat di dalam ras Harphi. mereka di sebut sebagai anak para dewa dan Miko.
lagu mereka biasanya di dedikasikan untuk para dewa yang mereka percayai, tapi tidak sedikit lagu yang di gunakan sebagai lagu umum dan sambutan untuk tamu penting. bisa di katakan bahwa suku Oriole merupakan Diva di antara ras Harphi.
aku jadi ingin mengunjungi mereka. aku ingin tahu, seperti apa mereka di dunia ini.
sepertinya masih banyak perjalanan ku di masa depan...
(akhir dari chapter ini)