Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 193: Bergabung.



Bahkan belum lima kedipan mata, seluruh permukaan tanah telah penuh dengan kekacauan. Tak terhitung nyawa yang mati. Permukaan tanah yang padat sudah di penuhi oleh lubang dan retakan yang panjangnya bisa ribuan meter, membentuk ngarai yang lebar. Selain itu, terdapat gunung-gunung dan sungai baru yang terbentuk akibat berbagai teknik pertarungan yang sangat kuat.


Singkatnya, seluruh permukaan telah berubah bentuk, membentuk sebuah daratan yang sangat berbeda dari di awal. Pertarungan jutaan makhluk yang tak terhitung terlihat sangat spektakuler dan menakutkan. Tapi, pertarungan yang paling mencolok adalah ratusan orang di udara.


Setiap pertarungan berjarak puluhan kilometer. Sama sekali tidak ada petarung lain yang berani mendekati wilayah perang mereka. Para dewa itu sangat mengerikan saat mereka bertarung. Seluruh langit seakan di hancurkan dan daratan serta lautan bertukar tempat.


Bahkan gunung yang tingginya sepuluh kali lipat dari gunung tertinggi yang pernah aku lihat telah di hancurkan menjadi kawah yang dalam di tanah. Pertarungan mereka benar-benar tak terbayangkan.


Swoss....!!


Tiba-tiba ada benda yang terlempar sangat cepat ke tanah sambil terbakar.


Bang...!


Ledakan besar terdengar saat benda itu menyentuh permukaan tanah. Karena kecepatannya sangat cepat, sebuah lubang besar terbentuk. Batu dan debu terbang ke angkasa dan menutupi cahaya matahari.


Sebelum debu mengendap, sesosok humanoid terbang dari dalam debu tanpa luka sedikitpun. Sebelum sosok itu keluar sepenuhnya dari selimut debu, sesosok perak emas melesat dengan cepat dan mendaratkan sebuah tendangan tepat di dada sosok itu. Gerakannya sangat cepat, tapi sosok humanoid itu bisa menanggapi serang seperti itu. Dia menyilangkan tangannya untuk menghalangi serangan itu.


Bang...!


Gelombang kejut yang sangat kuat tercipta dan menyapu semua yang ada di sekitarnya. Seluruh area beberapa kilometer telah di ratakan menjadi tanah datar yang tandus.


Yang membuatku tidak bisa berkata-kata, sosok humanoid itu hanya mundur dua langkah dalam menghadapi serangan seperti itu. Sabit hitam di tangan Yang Mulia Filia di selimuti oleh aura merah berdarah dan langsung di ayunkan ke arah sosok itu.


Dengan kilatan cahaya, sosok itu menghilang di tempat. Serangan sabit itu tidak berhasil mengenai sasarannya dan aura merah berbentuk bulan sabit melesat ke kejauhan menuju ke medan perang di darat, tempat dimana monster berkumpul.


Ratusan kilometer jauhnya. Ribuan monster yang sangat kuat langsung terpotong menjadi dua. Darah dan potongan tubuh langsung tersebar di Medan perang.


Yang Mulia Filia juga menghilang dari tempatnya. Hanya ada kilatan cahaya perak dan merah yang saling bersilangan di udara. Aku sama sekali tidak bisa melihat gerakan mereka.


Setelah banyak kilatan, akhirnya sosok monster humanoid itu berhenti di udara sambil memegang dadanya yang berdarah. Di dada yang sangat kokoh itu terdapat bekas sayatan horizontal yang panjang dan dalam.


Lingkaran di belakang monster itu sedikit lebih redup daripada sebelumnya. Pada saat ini, Yang Mulia Filia juga tiba. Lingkaran cahaya di belakangnya menjadi cerah dan membesar hingg akhirnya menelan kedua sosok itu dan menghilang di antara langit dan bumi tanpa jejak.


Bukan hanya di area ini. Para dewa yang bertarung di tempat lain juga saling menghilang satu persatu karena ditelan oleh cincin cahaya. Kadang lingkaran cahaya pada kelompok manusia dan binatang buas yang menelan monster humanoid itu, tapi terkadang juga sebaliknya.


Filia:"Kalian tidak perlu bingung. Mereka menghilang karena mereka masuk ke dunia yang di ciptakan oleh para dewa. Para Tier enam akan bertarung hingga salah satu lawannya lengah atau kekuatan dunia mereka berkurang sebelum melempar mereka ke dunia mereka sendiri. Tier enam dapat langsung melempar orang lain ke dalam dunianya, tapi jika sesama Tier enam, maka dunia mereka berdua akan berbenturan dan terjadi pertarungan antara kekuatan dunia. Di perang yang panjang seperti ini akan sangat merugikan jika kehilangan kekuatan dunia terlebih dahulu. Maka dari itu mereka akan melemahkan lawan mereka sebelum memasukkannya ke dunia mereka sendiri untuk menghemat penggunaan kekuatan dunia."


Aku tidak paham dengan apa yang dia katakan, tapi terdengar sangat mengagumkan. Penciptaan dunia, hanya yang di sebut sebagai dewa yang mampu menciptakan dunia mereka sendiri. Ini benar-benar sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehku.


Filia:"Jika dua Tier enam dengan dunia saling bertarung, maka dunia terkuat akan menang. Tentu saja ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi."


Karena sosok-sosok dewa yang mengagumkan itu telah menghilang antara langit dan bumi, aku hanya bisa mengalihkan perhatianku dan melihat pertarungan di daratan. Meskipun tidak sangat spektakuler seperti para dewa, tapi pertarungan di bawah juga sangat mengerikan.


Filia:"Erasion adalah dunia yang jauh lebih kuat daripada duniamu. Jika pertarungan ini terjadi di duniamu, mungkin seluruh dunia akan di hancurkan menjadi debu terbang."


Pemandangan perang itu terus bergerak dan kami pindah ke kedalaman lautan. Monster-monster raksasa yang panjangnya beberapa kilometer saling berbenturan dan menyebabkan tsunami raksasa yang menyapu seluruh daratan. Karang-karang keras yang tajam berubah menjadi bubuk dan lautan dalam di aduk menjadi sangat keruh.


Potongan daging dan darah bercampur dengan lumpur yang membuat seluruh lautan yang gelap menjadi lebih suram seperti kedalaman neraka.


Di atas makhluk-makhluk besar itu ada manusia atau binatang buas tipe air yang menunggangi mereka. Aku merasa bahwa air bukan lagi air, melainkan badai yang bergejolak. Setiap tetes air setajam pisau yang dapat merobek tubuh manusia sepertiku.


Filia:"Pertarungan yang kalian lihat saat ini hanya salah satu Medan perang terbesar. Seluruh dunia ini sedang mengalami perang. Bukan hanya dunia ini, tapi seluruh dunia Alterion sedang berperang dengan Extraterrestrial Being. Jutaan dunia, Puluhan semesta telah hancur, dan bahkan makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya mati pada perang ini."


Itu adalah jumlah yang tak terbayangkan bagi kami. Aku mengira bahwa perang pertama dan perang zaman kelabu antara manusia dan binatang buas di duniaku sudah perang yang sangat besar. Tapi jika di bandingkan dengan perang di dunia ini, maka itu hanyalah lilin redup disiang hari. Sangat tidak berarti dan tidak dapat di bandingkan. Itu mirip seperti kunang-kunang yang di bandingkan dengan matahari.


Kami kembali ke darat dan melihat perang yang teramat tragis. Tapi aku juga melihat hal lain yang sulit aku bayangkan dapat terjadi. Aku melihat seorang manusia yang mati karena menyelamatkan beast, dan aku juga melihat ras beast yang mati karena menyelamatkan manusia.


Meskipun pasukan di tempat ini berasal dari pasukan dan kekuatan yang berbeda, tapi mereka saling membantu dan bekerja sama untuk menghadapi musuh asing.


Sekarang aku tahu apa yang di maksud oleh Yang Mulia Filia bahwa ras manusia dan beast selalu hidup berdampingan. Dan memang wajar jika kedua ras yang berbeda yang tak terhitung jumlahnya akan memiliki beberapa kontradiksi. Terutama saat kedua ras itu tersebar luas di seluruh tempat.


Tapi semua kontradiksi dan perbedaan itu tidak akan membuat hubungan manusia dan beast menjadi lebih renggang karena mayoritas dari kedua ras itu hidup berdampingan. Hidup dan mati bersama.


Yang Mulia Filia kembali ke kursinya dan kembali duduk. Seluruh gambaran perang itu menghilang seketika dan kami kembali ke pandangan ruang takhta seperti sebelumnya..


Meskipun seluruh ruangan kembali normal, tapi guncangan di hatiku setelah melihat pertarungan seperti itu belum bisa di padamkan. Perasaan rendah dan kecil ini benar-benar tidak nyaman.


Aku mengira bahwa kekaisaran sudah sangat kuat dengan memiliki tiga pejuang God of War. Tapi sekarang, bahkan jika seluruh kekaisaran merupakan God of War, kekaisaran akan bisa di hancurkan dengan mudah oleh negara kuat yang sesungguhnya.


Pantas saja sejak awal Yang Mulia Filia mengatakan bahwa kami adalah katak di dasar sumur. Aku menyadari bahwa dunia yang tak terbatas selama ini ternyata hanyalah seperti debu di semesta yang luas. Kemudian di luar sana, masih banyak semesta.


Di seluruh ruangan ini tidak ada yang berbicara. Yang Mulia Filia hanya memperhatikan kami yang sedang bingung mencerna informasi yang kami dapatkan.


Filia:"Bagaimana, apakah sekarang kamu masih tidak ingin bergabung dengan kami?. Jika kalian tidak mau bergabung, aku juga tidak akan memaksa."


Beberapa saat kemudian, Yang Mulia Filia bertanya lagi kepada kami. Aku sedikit berfikir dan akhirnya hatiku memutuskan untuk ikut bergabung.


Dunia yang lebih luas, kekuatan yang lebih kuat, dan alam semesta yang tak berujung, aku ingin melihat itu semua.


Lusian:"S, saya akan bergabung."


Liez:"Lusian, kamu..."


Kakak ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak menyelesaikannya. Dia menunduk dan mengigit bibir bawahnya.


Liez:"Saya juga bergabung."


Criss:"Saya juga."


Filia:"Sangat bagus. Mulai sekarang, kalian adalah murid dari Moon Palace. Kalian akan belajar di Moonlight Academy."


Yang Mulia melambaikan tangannya dan empat buah kartu melayang di depan kami. Saat aku menangkap kartu itu, di dalamnya terdapat gambar pakaian yang indah dengan gaya militer.


Filia:"Karena kartu itu tanpa keamanan, jadi kalian hanya perlu mengalirkan mana atau yang biasa kalian sebut energi untuk mengaktifkannya."


Aku mencoba dan kartu di hadapanku berubah. Kartu itu membesar seperti sebuah gerbang yang bergerak ke arahku. Saat gerbang itu melewatiku, pakaian seluruh tubuhku telah berganti menjadi pakaian yang mirip seperti yang ada di kartu itu.


Filia:"Kalian akan di didik sesuai dengan bakat kalian masing-masing."


"Terima kasih atas kemurahan hati anda, Yang Mulia." x4


Kami berempat mengungkapkan rasa terima kasih secara bersamaan tanpa persetujuan sebelumnya. Aku tidak tahu apakah rasa terima kasih yang yang selalu di ucapkan oleh siswa baru di akademi akan sesuai dengan Moon Palace, tapi karena ini kebiasaan, jadi kami mengucapkannya secara refleks.


Filia:"Ya. Kemudian..."


Dia mengarahkan matanya pada nenek buyut dan sesepuh Dorma dari Ambergris Empire. Nenek buyut juga menyadari bahwa dia di tatap oleh Yang Mulia Filia. Nenek buyut menunduk lebih dalam saat di tatap.


Filia:"Angkat kepala kalian...!"


Eleina & Dorma:"Baik!."


Filia:"Apakah kalian berdua tertarik untuk bergabung dengan Moon Palace?."


Eleina:"Kami?."


Dorma:"Tapi, kenapa..?"


Filia:"Karena kalian menarik."


Dorma:"Menarik, Yang Mulia?."


Filia:"Kamu memiliki darah keturunan Succubus. Sementara dia..."


Yang Mulia Filia melirik nenek. Nenek menjadi gugup saat dilirik oleh mata emas itu.


Filia:"Dia memiliki darah Elf yang sama sepertiku. Meskipun darah kalian berdua sangat tipis, tapi aku bisa memurnikannya dan membangkitkan Bloodline itu sepenuhnya. Dengan begitu, kalian akan menjadi Tier satu yang sesungguhnya dengan warisan keturunan. Bagaimana, apakah kalian ikut bergabung?."


Warna kontemplasi jelas terlihat di wajah nenek buyut saat mendengar pertanyaan itu. Sepertinya nenek juga tertarik.


Filia:"Bukankah jika kalian ikut, kalian juga dapat mengawasi keluarga Kalian."


Dia berbicara seperti itu sambil melirik kami.


Dorma:"S, saya akan bergabung."


Filia:"Kalian tidak perlu khawatir. Aku tidak akan memisahkan kalian dari keluarga dan tidak akan ikut campur dalam urusan keluarga kalian. Kalian menjadi murid dari Moon Palace seperti seorang siswa yang pergi ke akademi. Namun, saat Moon Palace membutuhkan, kalian akan langsung menanggapinya. Apakah kalian mengerti?!."


"Kami mengerti." X2


Dia melihat kakek buyut dan melambaikan tangannya. Nyala api putih menyala dan menyelimuti kedua lengannya yang telah hancur.


Eleina:"Tidak!!."


Nenek buyut dengan panik bergegas ke arah kakek buyut, berusaha untuk memadamkan api. Namun saat nenek buyut mendekat, dia langsung mundur ke belakang seperti di dorong oleh sesuatu.


Intrometida:"Jangan khawatir... Api Yang Mulia akan menyembuhkan luka-lukanya."


Benar saja. Setelah api itu padam, tangan kakek buyut telah pulih seperti semula tanpa luka sedikitpun. Ini benar-benar menakjubkan. Tapi aku sudah tidak bisa terkejut lagi. Para dewa, kekuatan yang tidak dapat di jelaskan dengan akal sehat. Apa lagi di dunia ini yang bisa membuatku lebih terkejut?!.


Filia:"Selain orang-orang yang aku sebutkan tadi, Moon Palace menyambut semua yang ingin bergabung."


Tap ..Tap...Tap...


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru. Seorang kesatria wanita berarmor emas berjalan memasuki ruangan. Dua membungkuk hormat pada Yang Mulia Filia. Setelah mendapatkan izin, wanita kesatria itu maju dan memberikan sesuatu sebelum mundur menjauh dari takhta. Dia berlutut dan menunggu instruksi selanjutnya.


Yang Mulia Filia melihat benda yang di berikan itu untuk beberapa saat. Wajahnya yang semula tenang dengan sedikit senyum menjadi sangat gelap dan mendung, seakan badai akan segera tiba.


Filia:"Seret orang itu ke hadapanku!."


"Di terima, Yang Mulia."


Setelah kesatria itu pergi, Yang Mulia Filia tetap duduk di tempatnya. Nyala api putih perak muncul di tangannya, membakar benda yang di berikan oleh kesatria itu menjadi abu.


Tidak ada yang berani berbicara. Semua orang takut jika mereka berbicara saat Yang Mulia sedang marah. Kami takut jika saat kami mengatakan sesuatu, Yang Mulia akan lebih marah. Tidak ada yang mampu menanggung konsekuensi dari kemarahan keberadaan seperti Yang Mulia Filia.


Tap... Tap... Tap...!


"Lepaskan...!"


"Lepaskan kami dasar sialan...!"


"Binatang buas, makhluk terkutuk."


Derap langkah kaki kembali terdengar. Kali ini tiga orang kesatria wanita menyeret dua sosok yang babak belur dengan pakaian yang compang-camping. Di sekujur tubuhnya terdapat banyak bekas luka besar dan kecil. Meskipun demikian, kedua sosok itu masih meronta dan menyumpahi para kesatria yang membawa mereka.


Meskipun orang-orang itu meronta-ronta dan berkata kotor, kesatria wanita itu seakan tidak mendengarnya sama sekali dan ekspresi mereka tetap tidak bergeming. Mungkin merasa sedikit kesal, seorang wanita kesatria memandang mereka dengan dingin, lalu dia menendang lutut salah satu orang itu.


Krak...!!


Ahhhh....!


Suara patah tulang yang renyah di sertai dengan jeritan yang memilukan sudah dapat menggambarkan seberapa besar rasa sakit itu. Mereka melemparkan orang itu dengan kasar lalu berlutut di hadapan Yang Mulia Filia.


"Yang Mulia!." X3


"Yang Mulia, saya sudah membawa kedua orang itu."


Kedua orang yang di maksud adalah Lumesus dan Barbrosa dari Etienne Empire yang melarikan diri di tengah pertarungan melawan kawanan serigala. Melihat kedua orang itu, semua orang di kelompok kami memiliki wajah yang gelap dan aura membunuh. Sangat jelas bahwa semua orang sangat membenci kedua orang itu yang lari meninggalkan kelompok saat kelompok dalam keadaan bahaya.


Barbrosa:"Kalian... Kalian berani sekali memperlakukanku seperti ini. Kalian tahu siapa aku?!."


Filia:"Berisik."


Barbrosa:"Apa kamu bilang?!... Dasar bi_"


Lumesus:"Barbrosa, Diam...!!"


Melihat pangeran Barbrosa yang ingin terus menyumpahi, orang tua dari Etienne Empire itu berteriak dengan keras, menghentikan kicauan dari Barbrosa. Dia melihat Yang Mulia Filia dengan keringat dingin, berusaha menahan rasa sakit dari lututnya yang telah di patahkan.


Yang Mulia Filia Juga memperhatikan kedua orang ini dengan sangat acuh tak acuh. Setelah itu, dia memalingkan wajahnya untuk melihat gadis kecil dengan tanduk yang awalnya menyamar sebagai gadis pembawa barang.


Filia:"Arene, karena orang ini bersalah padamu, jadi aku serahkan kedua orang ini kepadamu."


Arene:"Iya kakak."


Gadis itu dengan senang hati berjalan ke arah kedua orang itu. Dia menatap kedua orang itu dengan senyum dingin di sudut bibirnya.


Arene:"Apa kalian ingat aku?."


Lumesus:"Kamu, siapa kamu?."


Arene:"Bukankah kamu suka menendang seorang pembawa barang?."


Barbrosa:"Kamu,kamu gadis pembawa barang itu?!. Tidak, bagaiman mungkin?!."


Bang...!


Tendangan keras mendarat di tubuh Barbrosa, membuatnya terlempar ke sebuah tiang besar. Suara parah tulang dikaburkan oleh suara benturan yang keras, membuatnya terlihat sangat tragis.


Tidak ada teriakan dari Barbrosa karena dia langsung kehilangan kesadarannya. Sesaat kemudian, gadis itu menarik tangannya, membuat Barbrosa yang tidak sadarkan diri di kejauhan langsung mendekat kearah gadis itu seperti di tarik oleh sesuatu. Aku bisa melihat benang yang sangat tipis di jari-jari gadis itu yang mengikat Barbrosa. Jika bukan karena benang itu yang memantulkan cahaya, aku tidak akan bisa melihat benangnya sama sekali.


Arene:"Kakak, bolehkan aku membawa mereka berdua?."


Filia:"Lakukan sesukamu."


Arene:"Terima kasih kakak."


Dia menyerat Barbrosa dengan benang, sementara Lumesus di seret oleh para kesatria berarmor emas. Melihat mereka berdua di bawa pergi, ruangan kembali hening hingga Yang Mulia Filia memecahkan keheningan.


Filia:"Aku tidak akan tinggal lebih lama lagi. Urusan selanjutnya, aku akan menyerahkannya kepada Intrometida."


Intrometida:"Bawahan tidak akan mengecewakan anda, Yang Mulia."


Setelah mengatakan itu, Yang Mulia Filia menghilang dari takhtanya bersama semua kesatria berarmor biru. Melihat kepergian Yang Mulia Filia, semua kesatria membungkuk hormat untuk beberapa saat.


Intrometida:"Karena Yang Mulia menyerahkan semuanya pada ku, maka aku akan membicarakan hal selanjutnya."


Dia berhenti berbicara dan melihat semua orang yang masih berlutut di atas karpet merah.


Intrometida:"Kalian yang sudah bergabung dengan Moon Palace, kalian akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Selain itu, kalian akan bertemu dengan berbagai siswa Moonlight Academy lainnya dari berbagai dunia yang berbeda. Kalian akan memiliki banyak persaingan dari siswa lain untuk menjadi siswa terbaik. Setiap bulan, siswa terbaik akan mendapatkan hadiah dari Moon Palace. Bahkan mereka berhak pergi ke Moon Palace secara langsung untuk pelatihan lebih lanjut."


"Terima kasih, Nona."


Intrometida:"Kalian tidak perlu memanggilku seperti itu. Mulai sekarang, aku yang mengurus seluruh Moonlight Academy. Jadi, panggil aku sebagai kepala sekolah."


"Ya, kepala sekolah."


Intrometida:"Sangat bagus. Selain itu, aku yakin banyak perwakilan akademi di tempat ini."


Viruda:"Ya, Nona."


Intrometida:"Kalian sebagai perwakilan akademi, aku ingin membuat sebuah kerja sama dengan kalian."


Semua orang diam dan memperhatikan Kapala sekolah. Dari mata para perwakilan akademi itu, aku bisa melihat harapan dan semangat yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.


Intrometida:"Setiap tiga tahun, aku ingin kalian mendaftarkan murid yang baik ke Moonlight Academy. Kalian bisa mengadakan pemilihan dari semua siswa terbaik di seluruh akademi yang ada. Siswa itu akan di pilih sebagai siswa Moonlight Academy. Akademi yang paling banyak memiliki siswa di sepuluh tempat teratas, mereka berhak mendapatkan hadiah langsung dari Moon Palace. Aku tidak peduli bagaimana kalian memilih siswa terbaik dari seluruh akademi kalian, tapi aku berharap bahwa kalian tidak mengecewakanku."


"Ya, Nona."


Mata semua perwakilan akademi menjadi terbakar. Hadiah dari Moon Palace. Meskipun itu hanya sampah di Moon Palace, tapi itu adalah harta karun yang luar biasa bagi kami. Apalagi setelah melihat kekuatan Moon Palace, apakah mereka punya benda tidak berguna?!. Jawabannya tidak.


Aku tidak bisa melihat masa depan, tapi aku yakin bahwa keseimbangan kekuatan di seluruh benua akan segera goyah...


(Akhir dari chapter ini.)


Aku tidak mau menulis pertarungan besar itu lebih jauh dan mengungkapkan terlalu banyak kekuatan Filia, jadi aku akhiri cerita pertarungan besar para dewa Tier enam.


Jangan kecewa, akan ada di masa depan yang jauh.