
"i,iya. aku baik-baik saja"
gadis itu menerima uluran tanganku dengan wajah yang hampir menangis. dia menundukkan wajahnya. sayang sekali padahal aku ingin melihatnya. kenapa dia menunduk?.
"m,maaf kan aku"
aku melihat air matanya mulai menetes, aku merasa bahwa aku sedang mengganggu seorang gadis kecil dan membuatnya menangis. aku mohon jangan menangis!.
Filia:"tidak, tidak apa-apa."
aku mengangkat wajah gadis itu dan melihatnya sambil tersenyum. title holy queen benar-benar luar biasa, jika aku sendiri yang melakukannya, senyumku mungkin akan terlihat seperti penjahat. lagi pula dulu ada orang yang mengatakan bahwa senyumku membuat bulu kuduk merinding.
gadis itu 'um' lalu berhenti menangis. oh... dia gadis yang kuat. tapi karena tabrakan tadi minuman yang dia beli sepertinya tumpah.
Filia:"ayo. aku akan mengganti minuman mu"
aku menarik lengan gadis itu dan membawanya ke depan seorang wanita gemuk dengan penutup rambut dari kain. dia sekitar awal empat puluhan dengan wajah yang lembut seperti seorang ibu.
bibi itu melihat bekas air mata di wajah gadis itu, kemudian dia keluar dari belakang meja dan membungkuk menghampiri gadis itu dengan prihatin.
"Aria. apa kamu baik-baik saja?. gimana bajumu bisa kotor begini?"
jadi nama gadis itu Aria. nama yang bagus
Filia:"maaf bibi, tadi tanpa sengaja saya menabraknya"
Aria:"tidak, itu tidak benar. akulah tadi yang menabraknya"
Filia:"tidak apa. sekarang aku akan mengganti minumannya"
bibi itu hanya tersenyum dan menepuk kepala Aria. kemudian dia pindah lagi ke belakang meja.
"baiklah, tidak apa-apa. aku kira kalian bertengkar"
Filia:"tidak bibi. oh ya saya akan mengganti minumannya"
Aria:"tidak, itu_"
Filia:"kamu tidak boleh menolaknya"
gadis itu kembali menundukkan kepalanya dan menjawab dengan suara yang sekeras dengungan nyamuk. apa dia pemalu?
growlll....
saat aku akan bicara aku mendengan suara perut yang keroncongan. itu bukan aku, aku hanya menoleh dan melihat Aria, daun telinganya mulai memerah dan terlihat lucu. ya ampun..... apa dia malu?. lucunya.
Filia:"bibi, bisakah saya memesan beberapa makanan dan minuman?"
bibi penjual toko:"tentu saja. makanan apa yang kamu inginkan nona muda?"
entah itu perasaan ku atau memang bibi itu mengetahui bahwa aku adalah bangsawan. mungkin hanya perasaan ku saja, lagipula aku mengenakan mantel yang menutupi tubuhku dan wajah ku. bagaimana mungkin ada yang mengenali identitasku sebagai seorang bangsawan?!.
Filia:"um... saya menyerahkannya pada bibi. tolong dua porsi"
"baik nona muda. kalian bisa duduk di sana"
bibi menunjuk tempat duduk di belakang kami sambil tersenyum dan setelah itu pergi ke dapur. tak lama bibi itu keluar dari dapur dan menghampiri kami.
bibi:"nona muda tolong tunggu sebentar. hidangannya sedang di masak"
Filia:"tidak masalah"
bibi itu kembali ke tempatnya untuk menyambut tamu Yang lain. aku melihat Aria dan dia sepertinya juga melihatku.
Aria:"a,anu.. terima kasih"
dengan malu-malu gadis itu mengucapkan terimakasih.
Filia:"tidak apa. lagi pula minumanmu terjatuh karena salah ku"
tak beberapa lama, bibi itu datang lagi. tapi kali ini dia membawa nampan yang penuh dengan makanan dan dua gelas air minum.
Filia:"bibi. binatang seperti apa itu pepetok?"
aku harus selalu memperhatikan jika memakan daging. ada beberapa daging yang tidak akan Aku makan.
bibi:"pepetok itu sejenis binatang mirip burung, tapi tidak bisa terbang. itu binatang yang berlari sangat cepat dan mengeluarkan suara petok petok. makanya di beri nama pepetok"
bukannya itu ayam, jadi di dunia ini ayam di sebut pepetok. bibi itu pergi meninggalkan meja kami, tanpa sadar, aku membuka tudung kepalaku dan bersiap untuk memakan roti gandum.
um.. rasanya agak kering dan keras. ini seperti roti yang hampir kadaluarsa, tapi masih baru di panggang. sepertinya ini memang rasa dari roti ini. aku beralih dari roti dan mengambil sup. supnya enak walau kurang garam dan agak hambar. aroma dagingnya harum dan tidak amis, sepertinya di masak dengan baik. roti dan sup nya adalah paduan yang sempurna.
aku menggigit roti lalu meminum sup. roti yang tadinya kering dan keras berubah menjadi lembut dan lumayan enak, setidaknya tidak separah sebelumnya. perlahan aku menjangkau minuman yang ada di gelas yang terbuat dari kayu dan meminumnya. rasanya agak asam tapi bercampur dengan manis. mungkin mirip dengan jus jeruk di campur dengan sedikit aroma blue berry.
aku mengangkat kepalaku dan melihat bahwa Aria hanya menatap bodoh ke arahku dan tidak menyentuh makanannya. apa aku makan dengan postur yang memalukan barusan?. ah.. tidak, sekarang citra gadis ku akan hancur.
Filia:"anu.. Aria, kenapa kamu tidak makan?"
Aria:"cantik..eh, anu, maaf. saya tidak bermaksud"
Filia:"kenapa minta maaf. kalau tidak di makan nanti makanannya jadi dingin lho"
Aria:"i,iya"
dia kemudian menunduk dan makan. saat aku memperhatikannya, dia kadang-kadang akan mengangkat kepalanya dan melihatku dengan singkat. apa ada yang aneh di wajahku?.
akhirnya Aria berhenti makan dan kemudian menatap ku.
Aria:"maaf. apa anda seorang bangsawan?"
eh.. darimana dia tahu?. bukannya penyamaran ku sempurna?.
Filia:"eh.. a, apa maksudmu?"
Aria:"itu. tidak mungkin orang biasa akan memiliki rambut seperti itu"
rambut?.aghh... sejak kapan aku melepas tudungku?. ini gawat, aku harus mencari alasan, kamu terlalu teliti Aria.
aku dengan cepat menarik kembali Tudung ku dan menutupi kepalaku. sepertinya bukan cuma Aria yang memperhatikanku, tapi juga beberapa pelanggan dan bibi penjaga toko.
Filia:"bukan. ini hanya kebetulan"
aku berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah bibi itu. aku akan membayar dan pergi. bukan karena aku takut di culik, tapi identitas bangsawan terlalu sensitif. dan lagi, jika sampai kabar ini sampai pada ibu.... tidak, tidak. ini tidak boleh terjadi.
Filia:"bibi berapa semuanya?"
bibi:"eh.. anu. semuanya sembilan koin tembaga"
agh... berapa itu satu koin tembaga?, dan lagi yang aku punya adalah mata uang dari ALTERION. apa ini berlaku di sini?.
Filia:"bibi apa ini bisa di pakai?"
aku mengeluarkan satu koin perak alterion dari ruang penyimpanan ku. di dalam game alterion terdapat beberapa mata uang. ada silver coin dan gold coin. sc dan gc, biasanya di gunakan untuk membeli beberapa item kelas rendah atau digunakan untuk membeli makanan yang dapat memberikan buff pada pemain.
aku memiliki milyaran SC dan GC. dulu SC dan GC bisa di gunakan untuk membeli beberapa item di shop, tapi setelah level pemain cukup tinggi, mata uang yang di gunakan adalah star dust crystal. SDC atau star dust crystal, dapat di beli menggunakan uang sungguhan di dunia nyata. item dan equipment yang ada di dalam shop kelas tinggi akan menggunakan SDC sebagai alat transaksi. bukan berarti SC dan GC tidak berguna lagi, tapi nilainya menurun. meski begitu karena SC dan GC cukup sulit di dapatkan, maka SC dan GC dapat di jual kepada pemain kelas rendah dan di tukar menjadi uang sungguhan.
entah kenapa bibi itu menatap uang di atas meja dengan kosong seperti melihat hantu. apa uangnya tidak berlaku?.
Filia:"bibi..?"
bibi:" m, maaf. uang ini terlalu banyak..."
Filia:"tidak apa-apa. ambil saja kembaliannya"
setelah mengucapkan itu, aku langsung pergi dari tempat itu. di belakang, aku bisa mendengar bahwa bibi itu memanggilku untuk menunggu. tidakk...!!, aku tidak bisa menunggu. aku harus segera pergi sebelum ada yang menyadari kalau itu aku.
tanpa pikir panjang, aku menggunakan sihir akselerasi dan meliuk-liuk di antara kerumunan. aku memasuki gang di sudut kota dan menarik nafas panjang. jika ada yang mengenaliku bisa gawat, aku tidak mau sampai ibu atau ayah tahu kalau Aku menyelinap pergi dari mansion.
(akhir chapter ini)
sorry lama gak update. banyak tugas sekolah menumpuk. :)