Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 13: Putra mahkota



(perspektif Filia)


mungkin karena para koki sudah memiliki dasar yang baik, saat aku mengajari mereka memasak, mereka bisa dengan cepat mengerti dan memahami apa yang aku ajarkan. tapi dalam hal memasak, memahami dan mengerti adalah satu hal. yang lebih penting adalah pengalaman dan insting memasak.


mereka masih melakukan beberapa kesalahan kecil. tidak, ini tidak kecil. lupa memasukkan atau berlebihan dalam menambahkan bumbu adalah masalah serius.


aku mengajari mereka masakan yang paling sederhana, nasi goreng. di dunia ini terdapat beras dan gandum. saat aku bertanya dari mana beras itu, padahal selama perjalanan dari Rosefield Dukedom aku tidak melihat sepetak tanah pun yang dijadikan sawah. saat aku menanyakannya, Jors hanya menjawab bahwa beras itu di kirim dari negeri damai di seberang lautan.


Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah, nasi goreng sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.


biasanya nasi goreng akan ditambah kecap, tapi di sini sepertinya tidak ada kecap. tapi aku secara pribadi kurang menyukai nasi goreng dengan kecap.


Jors:"nona bagaimana menurut anda?"


Jors menyerahkan sepiring nasi goreng dengan telur sambil menunggu pendapatku dengan cemas. di sini telur merupakan makanan mahal dan biasanya hanya akan dinikmati oleh orang-orang kaya atau aristokrat.


Filia:"terlalu banyak minyak. ini membuat tenggorokanku tidak nyaman, tidak bisa dimakan. lain kali cobalah untuk mengurangi minyaknya!"


Jors:"baik nona"


Jors kembali mengambil makanannya dan berbalik untuk memakan hasil masakannya. banyak orang diluar yang kelaparan dan kekurangan makanan, tidak mungkin bagi Jors yang menyadari keadaan di luar sana untuk membuang-buang makanan.


aku tidak akan bersikap lunak saat mengajarkan sesuatu. terutama dalam hal seni dan memasak. ini belum seberapa daripada pelatih ku yang memiliki lidah tajam saat melatih ku dulu.


waktu terus berlalu. sambil mengajari beberapa koki memasak, aku juga memasak steak yang sama seperti di awal.selain itu, aku juga memasak iga asam manis khas Tiongkok tapi ini adalah iga sapi.


tanpa menyadarinya, aku membuat cukup banyak porsi yang tidak mungkin untuk aku habiskan sendiri.


aku mengakhiri acara memasak nya dan bersiap untuk makan siang yang agak terlambat daripada waktu yang seharusnya.


tadinya aku mau membawa makanan ku sendiri dari dapur, tapi mengingat identitas ku saat ini, aku menyuruh para maid untuk mengantarkan makanannya ke ruang makan sementara aku pergi untuk membersihkan diriku dari bau asap dan minyak.


aku mengganti pakaian ku dengan gaun bergaya gotik berwarna merah dan hitam dengan hiasan kepala yang cantik. aku cukup puas dengan kemampuan ku dalam berdandan.



aku pergi menuruni tangga dan datang ke ruang makan. sesuai tradisi dan kebiasaan, meja ini penuh dengan hidangan dan buah buahan, makanannya kebanyakan adalah yang tadi aku masak, tapi juga banyak yang di masak oleh para koki. lagian tidak semua hidangan yang mereka buat tidak enak, seperti jus dan salad ini bisa di terima dan mereka juga bisa membuat beberapa hidangan sederhana yang aku ajarkan.


namun, di tengah-tengah aku menikmati makan siang, ibuku yang memakai baju militer masuk ke ruang makan. ibu menggunakan pakaian militer berwarna hitam dan wajah yang tegas dengan pedang di tangannya.



Filia:"ibu... selamat datang"


aku segera turun dari kursiku dan melakukan etiket kebangsawanan. ibuku tersenyum dan menepuk bagian atas kepalaku.


Harnas:"tidak perlu seperti itu. kamu bisa melanjutkan makannya"


Filia:"baik ibu"


aku tersenyum dengan manis, tapi aku juga memperhatikan bahwa di belakang ibu ada seorang anak laki-laki dengan rambut pirang dan berusia sama denganku. setidaknya menurutku begitu.


anak itu memiliki wajah yang baik dan sopan, rambutnya pirang, matanya biru. dia mengenakan setelan putih dengan ornamen emas dan sebuah mahkota kecil di atas kepalannya.



"selamat siang nona Rosefield"


dia membungkuk layak nya seorang bangsawan dan menyapaku. aku melirik ibuku, lagian aku tidak mengenal anak ini. atau aku tidak mewarisi ingatan tentang anak ini.


Harnas:"Dia yang mulia putra mahkota.


Elion Von Regulus. dia pernah datang di ulang tahunmu yang ketujuh, tapi kamu sudah melupakan nya. sungguh pangeran yang malang"


ibuku memandang Elion dengan kasihan.


Filia:"oh... s, selamat siang yang mulia. maaf karena tidak mengenali anda yang mulia"


aku membungkuk dan mencubit kedua ujung rok ku dan mengangkatnya dengan ringan.


Elion:"tidak apa".


Harnas:"baiklah kalian, jangan bicara di depan pintu. ayo duduk dan makan"


meja kami berbentuk persegi panjang dengan dua belas kursi. lima kursi di masing-masing sisinya dan dua di setiap ujung.


ibuku duduk di salah satu ujung dan Elion duduk dihadapan ku. karena aku dari zaman modern, aku kurang terbiasa untuk menyebut pangeran dan lainnya. tapi demi jati diriku sebagai bangsawan aku harus menyebutnya pangeran.


ibu dan Elion mulai makan. dengan aroma harum makanan yang memenuhi ruangan, akan sulit bagi orang untuk menahan diri.


Harnas:"itu benar. sepertinya Jors telah menemukan resep baru, aku harus memberinya penghargaan. An... panggil jors kemari!"


An:"baik nyonya!"


ibu dan Elion terlihat puas dan sangat menikmati hasil masakan ku. tapi dia akan memanggil Jors?. apa yang harus aku lakukan.


aku mulai panik. jika ibu mengetahui bahwa aku yang memasak, dia pasti akan menganggap ku aneh. seorang anak dari Duke pergi ke dapur untuk memasak?. lelucon macam apa ini.


tak selang berapa lama, Jors dan An datang ke samping ibuku dan membungkuk dengan hormat.


Jors:"bawahan ada di sini nyonya"


kata Jors.


Harnas:"makanan yang kamu masak hari ini sangat lezat. daging apa yang kamu gunakan?"


Jors melirik piring yang ada di depan ibuku, sekilas dia sudah tahu bahwa akulah yang memasak hidangan itu. Jors langsung menundukkan kepalanya dan berbicara dengan hormat.


Jors:"dengan penuh hormat nyonya. pujian seperti ini tidak layak untuk diberikan kepada saya. yang memasak hidangan ini adalah nona Filia"


Harnas:"apa!. apa kamu bercanda?"


Jors:"hamba tidak berani"


ibuku terkejut dan menatap bodoh. dia diam untuk sementara waktu sambil memandangku seolah berkata 'apa yang terjadi?' tertulis di wajahnya.


Filia;:"anu.. itu. itu sebenarnya saya mempelajari memasak dari buku di perpustakaan dan melihat Ilma memasak di perjalanan, jadi saya mencobanya".


ibuku memiliki ketidak percayaan di wajahnya. tapi dia hanya mengangguk dan tersenyum sambil berkata.


Harnas:"anak ku memang yang terbaik".


Elion:"seperti yang di harapkan dari nona Rosefield"


ketidak percayaan di wajah ibuku langsung lenyap seperti debu yang tertiup angin dan digantikan dengan ekspresi kebanggaan di wajahnya. ini adalah kepercayaan buta kan?!.


bahkan dengan alasan yang tidak masuk akal seperti itu, tanpa banyak memikirkannya ibuku langsung percaya. sekarang aku menyadari, betapa dia sangat menyayangi anaknya.


aku merasa sedikit bersalah saat berbohong. tapi jika aku mengatakan yang sesungguhnya mungkin ibu akan sedih. apa lagi jika ibu mengetahui tentang kematian tuan rumah.


aku segera mengalihkan pembicaraan. selain untuk menghilangkan rasa bersalahku, ini juga untuk menanyakan apa yang terjadi. biasanya ibu akan pulang saat makan malam dan sangat jarang saat makan siang.


Filia:"ibu...apa yang terjadi?. kenapa ibu sudah pulang?. biasanya ibu akan pulang larut"


Harnas:"oh... tidak ada. hari ini Eden dan Ilma akan sampai di ibu kota, jadi ibu pulang untuk menanyakan tentang penyelidikan mereka"


Ilma dan Eden di tinggalkan di hutan untuk menyelidiki tentang kejadian yang menimpa ku saat itu. karena para kesatria tidak bisa memasak dan satu-satunya pelayan yang bersama kami adalah Ilma, jadi dengan terpaksa, Ilma harus tinggal untuk membantu para kesatria.


Harnas:"oh ya sayang. apa kamu tahu?. tadi di perjalanan ada kejadian yang aneh".


Filia:"kejadian apa?".


Harnas:"ada seseorang yang menggunakan satu koin platinum untuk membayar makanan yang berharga sembilan koin perunggu dan tidak mengambil kembaliannya".


tunggu. sepertinya ini agak mirip dengan ceritaku. tapi yang aku berikan waktu itu adalah koin perak. kan?.


Filia:"seperti apa itu koin platinum?"


Harnas:"oh benar. kamu belum pernah belanja sendiri".


ibu menjawab sambil tersenyum penuh pengertian. dia mengambil sebuah koin dari dalam sakunya dan meletakkannya di samping meja. aku mengambil koin itu dan terkejut, ini adalah koin perak kan?. tapi memang perak dan platinum itu mirip sih.


Filia:"berapa nilainya koin Platinum jika dibandingkan dengan koin Perunggu?"


Harnas:"um, itu sekitar 100.000 Perunggu. dengan uang itu, rakyat biasa bisa makan setahun penuh tanpa bekerja. bahkan bangsawan sangat jarang memiliki koin platinum"


apa!!!. jika begitu aku mengalami kerugian sebesar 99.991 koin perunggu. sepertinya aku harus mulai mempelajari tentang mata uang di dunia ini, aku tidak mau mendapatkan kerugian seperti ini lagi.


Harnas:"tapi meskipun koin yang di gunakan orang misterius itu sama, tapi bahan yang digunakan untuk membuat koin itu lebih murni dengan desain yang lebih kuno. diperkirakan kalau harganya sedikit lebih tinggi dari koin Platinum biasanya"


cukup!!!. aku tidak mau mengingat bahwa aku telah merugi. aku akan menganggap itu sebagai tanda terima kasih atas layanan yang baik. benar, itu adalah uang tip. sebagai orang kaya itu hal yang wajar.


(akhir dari chapter ini)


beruntung tugas sekolah agak longgar. tangan ku sampai sakit karena banyak menulis.


ok. see you next time:)