
aku menebaskan sabit itu ke arah langit dan membuat langit memiliki bekas terbelah di kekosongan. bekas belahan menjadi semakin meluas. dari dalam retakan itu, keluar aura hitam legam yang menyebar dan menutupi langit. aura hitam itu membuat langit berubah menjadi gelap, benar-benar gelap seperti malam tanpa cahaya.
aku merasa bahwa aku telah dikurung di ruangan tertutup tanpa cahaya apapun. benar-benar gelap. tidak ada yang bisa dilihat kecuali kegelapan yang kosong. aku tidak tahu seberapa luas kegelapan ini menyebar, seluruh visiku hanya di penuhi oleh kegelapan pekat.
meskipun samar, aku merasa bahwa kegelapan ini mulai menyusut semakin kecil. aku tidak mau berbohong, sejujurnya aku menggunakan skill ultimate ini untuk pertama kalinya. aku tidak pernah menggunakannya karena skill ini merupakan skill AOE skala besar yang tidak membedakan kawan atau lawan. satu-satunya yang tidak terpengaruh secara langsung oleh skill ini adalah sang pengguna, sementara yang lainnya akan terkena dampak dari penggunaan skill ini. karena aku tidak memiliki partner Players dan semua anggota party ku adalah NPC, aku tidak mau menggunakan skill ini yang dapat membuat kerugian besar bagiku.
tidak ada yang bisa dirasakan dalam area gelap ini, baik mana ataupun cahaya semuanya menghilang. bisa dikatakan bahwa ini adalah area kebutaan mutlak. karena bahkan mana menghilang, penggunaan skill dan sihir sama sekali tidak dapat digunakan. hanya aku satu-satunya yang bisa menggunakan skill dalam area ini.
seluruh area kegelapan terus menyusut dan beberapa saat kemudian, batas area kegelapan itu melewati ku. setelah aku berada di luar area kegelapan, aku memperhatikan bahwa area kegelapan itu adalah sebuah kubah setengah lingkaran berwarna hitam gelap yang terus menerus menyusut hingga semakin kecil dan menghilang.
seluruh proses terjadi dalam waktu beberapa menit lalu berakhir. karena efek skill sudah berakhir, aku bisa melihat dengan jelas dampak dari «Ethernal Night» yang belum pernah aku lihat sebelumnya. apakah ini kekuatan penghancuran dari salah satu Divine Weapon artefak kuno?. aku pernah melihat kekuatan penuh dari Divine Weapon, tapi bahkan Divine Weapon Artefak kuno yang tidak lengkap dapat menyaingi Divine Weapon normal. seberapa kuat jika aku bisa memulihkannya?. apakah dia akan sampai di senjata yang lebih tinggi dari Divine Weapon?.
senjata yang kelasnya lebih tinggi dari Divine Weapon?. bahkan aku tidak tahu apakah ada senjata di atas Divine Weapon. selama ini yang aku ketahui adalah bahwa Divine Weapon merupakan yang terkuat, lalu kelas apa yang ada di atasnya?. aku tidak bisa membayangkannya.
efek penghancuran ini benar-benar diluar harapanku. jika awalnya aku melayang di atas tanah yang hancur dan terbakar karena efek dari berbagai skill, maka sekarang aku telah berpindah dan melayang di atas gurun tandus dengan pasir abu-abu kekuningan.
dalam jarak yang sangat luas, hanya ada hamparan pasir tanpa kehidupan sedikitpun. pohon, binatang, mayat monster, bahkan bebatuan dan kerikil ikut menghilang, digantikan oleh daratan berpasir yang mati dan tandus. udara kering yang mati berhembus sambil membawa butiran-butiran pasir abu-abu kekuningan dan menerpa tubuhku. hancur, semuanya benar-benar hancur dan mati.
mana dalam radius gurun ini benar-benar menghilang. Eternal Night benar-benar menelan semua kehidupan dan bahkan melenyapkan mana yang ada di tempat ini. meskipun mana menyebar di udara seperti oksigen, tapi jika seluruh mana dalam area tertentu dimusnahkan, maka akan perlu waktu untuk mengisinya kembali.
di dunia sihir ini, mana sangat diperlukan untuk menjaga kehidupan. bahkan tanah yang subur memerlukan mana untuk menjaga kesuburan. saat ini, seluruh area sejauh lebih dari satu kilometer telah menjadi area tandus dan mati. perlu beberapa tahun untuk membuat pasir ini bisa menumbuhkan tanaman. tapi meskipun dalam beberapa tahun tanah telah mendapatkan mananya kembali, tapi itu masih tanah tandus dengan mana yang sangat tipis. akan sangat sulit bagi tumbuhan untuk bertahan hidup di tempat yang tandus tanpa mana. setidaknya untuk seluruh lingkungan ini bisa kembali seperti semula memerlukan waktu yang tidak sedikit.
huff... skill ini terlalu berbahaya. aku hanya bisa menghela nafas dan turun, mendarat dalam di pasir. karena mana telah menghilang di area ini, aku tidak bisa terus melayang di udara. kepalaku menjadi sangat pusing dan berat. tubuhku kembali menjadi tembus cahaya seperti sebelumnya, tapi kali ini jauh lebih parah. aku melihat bahwa bahkan cukup sulit untuk melihat kakiku yang sudah sangat transparan dan hampir menghilang.
sabit besar itu melayang dan muncul sebuah kartu di depanku. kartu itu mengeluarkan banyak sekali rantai hitam dengan aura merah gelap yang melilit dan menarik sabit itu kembali ke dalam kartu. setelah sabit itu kembali, gambar bagian depan yang menggambarkan sabit itu berubah menjadi warna abu-abu, hal itu menandakan bahwa aku tidak akan bisa menggunakan senjata itu untuk beberapa waktu sebelum kekuatanku pulih.
tubuhku menjadi sangat lemah dan rentan saat ini. karena kelelahan dan kehabisan tenaga, kakiku sudah tidak mampu lagi menopang berat badanku dan akhirnya terjatuh ke pasir halus dibawah. aku merasakan bahwa pasir-pasir halus ini menopang pipiku.
aku tidak bisa terbang ataupun berteleportasi karena mana di seluruh area ini telah lenyap. aku hanya bisa menunggu bantuan datang dari Arkne dan yang lainnya. dengan ketinggian kapal udara, aku yakin mereka akan baik-baik saja. lagipula Arkne sudah mengetahui bahwa aku akan menggunakan teknik itu, jadi dia sudah menambah ketinggian hingga dirasa aman.
ugh... aku tidak bisa bergerak. tenaga mentalku telah habis dan rasa sakit di seluruh tubuhku menyerang secara bersamaan. rasa sakit yang parah karena pertarungan membuat tubuhku seakan di cabik-cabik, terutama sakit pada bagian lengan.
pandanganku semakin buram, sepertinya aku akan segera masuk kedalam mode tidur.
"Yang Mulia... Yang..."
sebelum kesadaranku benar-benar memudar, aku bisa mendengar seseorang memanggilku. samar-samar aku melihat sosok berlari ke arahku. karena pandanganku semakin kabur, aku tidak dapat melihat sosok itu dengan jelas, tapi dari suaranya, aku yakin bahwa itu adalah mereka. akhirnya sampai juga.... dengan begini, aku... bisa...ti...dur..
(sudut pandang Arkne)
aku tahu sejak Yang Mulia mengatakan bahwa dia akan menggunakan itu, Yang Mulia akan menggunakan skill yang tidak pernah dia gunakan karena akan membahayakan teman-teman dan bawahannya. tapi kerena kali ini musuh yang kami hadapi cukup sulit, jadi Yang Mulia akan menggunakannya.
aku melihat kekuatan Yang Mulia yang bahkan mampu membelah langit. kehampaan hitam mulai turun dan membentuk sebuah kubah hitam raksasa yang menyelimuti seluruh area seluas lebih dari tiga kilometer. bahkan dalam layar pengawas di dalam kapal, area itu benar-benar gelap tanpa ada apapun.
kenapa, kenapa Yang Mulia begitu memaksakan diri?, jika kita semua bekerja sama dan memanggil Sister Selene, aku yakin bahwa kita bisa mengalahkan monster itu dengan cepat seperti saat melawan World Destroyer.
benar, itu semua gara-gara monster itu. dia berani menantang Yang Mulia. siapapun yang tidak sopan dihadapan Yang Mulia, maka aku akan mencabik-cabiknya dan memberikan siksaan yang sangat mengerikan hingga dia akan berharap untuk mati. menentang Yang Mulia adalah dosa yang tidak termaafkan.
Upirina:"sister, nampaknya monster itu benar-benar membuat Yang Mulia marah"
Arkne:"itu benar. monster itu, aku ingin memotong-motongnya dan melenyapkan seluruh rasnya. berani sekali dia melukai Yang Mulia..."
jika Yang Mulia tidak memberiku tanggung jawab untuk mengambil komando, aku akan langsung terjun kembali ke Medan perang dan bertarung dengan monster itu. beberapa menit kemudian, seluruh efek skill menghilang dan memperlihatkan dampaknya yang sangat mengerikan. seluruh area yang pernah tercakup dalam area kubah hitam itu telah musnah. kejutan yang mengerikan.
layar monitor menunjukkan semua pemandangan kehancuran itu dengan sangat jelas. tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi dalam area serangan. bahkan makhluk hidup seperti binatang, pepohonan, dan rerumputan yang ada beberapa ratus meter dari area skill telah layu dan mati mengering.
skill yang sangat mengerikan itu bukan berarti tidak memiliki dampak pada Yang Mulia, tapi dampaknya cenderung tidak langsung. aku melihat tubuh Yang Mulia menjadi semakin lemah dan ilusif hampir menghilang. tidak, tidak...!!.
Arkne:"Cepat, arahkan kapal menuju Yang Mulia!!".
aku tidak bisa membiarkan Yang Mulia dalam keadaan seperti itu. aku harus segera menolongnya.
"maaf komandan. kapal tidak bisa mendekat ke area kematian"
area kematian adalah sebutan yang di berikan untuk sebuah area yang tanpa mana. kapal ini mampu bergerak karena menyerap Ether di udara dan merubahnya menjadi mana. ether adalah penyusun dari mana, tanpa mana, itu berarti tanpa Ether. kapal, sihir, dan skill mustahil untuk digunakan dalam area tanpa mana ataupun Ether. itulah kenapa itu disebut sebagai zona mati.
Arkne:"sialan!!. cepat pergi ke area luar jangkauan zona mati dan mendarat!. kita harus segera menolong Yang Mulia!!".
"baik!!"
selesai memberikan instruksi, aku dan Upirina berlari ke geladak kapal dan melihat ke arah Yang Mulia.
Arkne:"kenapa lambat sekali?"
terlalu lambat. aku merasa bahwa kapal ini bergerak sangat lambat. tidak, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. tanpa banyak berfikir, aku melompat turun kebawah. tanpa mana, aku tidak bisa terbang atau membuat pelindung untuk melindungi tubuhku dari dampak udara dingin dan tekanan udara yang berat dari ketinggian empat puluh ribu kaki.
Bang...!!
aku mendarat diantara pasir dan menciptakan lubang besar seperti kawah meteorit. debu dan pasir terangkat ke udara bersama dengan udara yang mati.
Bang...!!
bunyi tabrakan keras lain terdengar. tidak jauh dariku, Upirina juga mendarat dengan keras bersama dengan Cerberus.
Cerberus:"cepat naik dan selamatkan tuan"
meskipun aku cepat, tapi kecepatan Cerberus ada di atasku. aku seger naik ke punggung Cerberus bersama Upirina. Cerberus segera berlari dengan kecepatan yang luar biasa. meninggalkan asap debu di bagian belakang.
aku segera melihat sosok yang mulia yang terjatuh di atas pasir. keadaannya sangat menyedihkan.
"Yang Mulia"
"Tuan"
kami terus berteriak dan memanggil Yang Mulia, tapi Yang Mulia sama sekali tidak merespon. sepertinya keadaannya lebih parah dari yang kami duga.
Arkne:"Cerberus!, Lebih cepat!!"
Cerberus:"baik"
kecepatan Cerberus tiba-tiba meningkat menjadi lebih cepat dan akhirnya kami sampai di tempat Yang Mulia. aku segera turun dan menghampiri Yang Mulia.
Arkne:"Yang Mulia... Yang Mulia... Upirina!"
Upirina langsung maju dan melihat kondisi Yang Mulia.
Upirina:"luka pada jiwa Yang Mulia sangat parah, kita harus segera membawanya kembali ke kapal"
Arkne:"aku mengerti"
aku membawa Yang Mulia dan membawanya naik ke punggung Cerberus. aku meletakkan Yang Mulia di pangkuanku dan memberikan perintah ke Cerberus untuk keluar dari area ini secepatnya....
(akhir dari chapter ini)
beberapa chapter lagi dan arc ini akan segera berakhir...
see you next time:)