Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 192: Masa Lalu.



Intrometida:"Semuanya berlutut!."


Tiba-tiba sebuah tekanan yang sangat besar menimpa tubuhku. Kakiku tidak mampu menahan tekanan itu dan kami semua jatuh berlutut ke tanah. Tidak peduli seberapa keras aku melawan, tekanan ini sama sekali tidak berkurang, bahkan kekuatan di dalam tubuhku tidak dapat mengalir.


Setelah semua orang berlutut, tekanan itu menjadi lebih ringan dan akhirnya menghilang, tapi tidak ada yang berani untuk berdiri. Aku hanya merasakan keringat dingin mulai merembes di punggungku.


Benar-benar mengerikan. Aku belum pernah bertemu dengan orang-orang yang mengerikan seperti ini. Jika mereka berniat untuk menyerang wilayah manusia, bukankah seluruh manusia akan musnah?!.


Aku hanya mengangkat kepalaku dan melihat gadis kecil yang duduk di kursi takhta dengan sangat tenang sambil melihat semua orang yang berlutut. Ada sedikit senyum di sudut mulutnya yang membuatnya terlihat seperti gadis kecil yang sangat menawan.


"Kalian bisa berdiri."


Suara gadis kecil itu terdengar sangat kekanak-kanakan, tapi juga lembut dan menyenangkan, bukan suara tajam dari anak perempuan yang biasanya.


Setelah suara itu, semua kesatria yang ada di ruangan itu mulai berdiri dengan tertib. Meskipun ada perintah berdiri, tidak ada dari kami yang berani berdiri, kami hanya bisa tetap berlutut dan melihat gadis kecil itu.


Tidak ada aura berbahaya dari gadis itu. Sebaliknya, dia memberikan perasaan tenang dan dapat di andalkan. Aku merasa seperti rakyat jelata yang kesulitan, dan memohon kepada raja untuk membantuku, kemudian raja itu menerima permintaan tolong dariku. Seperti itulah perasaan yang dia berikan. Perasaan yang tidak dapat di jelaskan dengan kata-kata, tapi dapat dirasakan.


Melihat bahwa kami memandangnya, gadis itu tersenyum dan dari kilatan di bawah matanya. Aku bisa melihat kilatan seperti sedikit senang darinya. Bukan karena aku peka terhadap seseorang, tapi gadis kecil itu memang sengaja tidak menyembunyikan ketertarikannya saat melihat kami.


Tiba-tiba aku merasakan gerakan di saku ku. Sesaat kemudian, token dari gadis Arene itu melayang di udara dan terbang ke arah gadis kecil yang duduk di kursi takhta. Keempat token melayang di depannya dan memancarkan cahaya perak yang indah.


"Token Moon Palace?."


Setelah dia memperhatikan token kami, dia menatapku dan pemegang token lainnya. Matanya tiba-tiba berubah menjadi pupil emas dengan lingkaran cincin merah yang sangat aneh, tapi juga menakjubkan.


Matanya yang menatap kami menjadi lebih cerah dan senyumnya menjadi lebih dalam. Gadis kecil itu sedikit mengangguk.


"Sepertinya sangat tidak sopan jika aku tidak mengenalkan diri terlebih dahulu. Aku Filia, penguasa Moon Palace."


Pengenalannya sangat singkat, tapi itu bisa menjelaskan posisinya dan kekuatan apa yang dia pegang. Dia melambaikan tangannya dan token itu kembali ke arah ku dan yang lainnya.


"Apakah kalian tahu arti dari token itu?."


Aku sangat bingung. Tidak ada yang tahu apa fungsi dari token ini.


Lusian:"Y, Yang Mulia. Jika anda berkenan, bisakah anda menjelaskannya kepada kami?."


Filia:"Orang yang menerima token ini, berarti bahwa dia adalah anggota Moon Palace. Dengan menjadi anggota Moon Palace, kalian berhak mendapatkan perlindungan kami. Tapi, kalian harus bersumpah setia kepada Moon Palace, apakah kalian bisa?."


Aku terkejut saat mendengar makna dari token itu. Jika pemegang token itu akan mendapatkan perlindungan dari Moon Palace, bukankah aku tidak perlu takut lagi akan sesuatu?. Tapi, jika aku ingin menjadi anggota Moon Palace, aku harus bersumpah setia terhadapnya. Apakah hal seperti ini layak?.


Aku menoleh dan melihat kakak serta yang lainnya. Mereka juga terlihat bingung dan tidak pasti. Kami saling memandang untuk sementara waktu, tapi tidak bisa mengambil keputusan untuk saat ini. Pilihan ini terlalu sulit. Jika kami bersumpah setia, kami takut jika mereka ingin melawan umat manusia. Dilihat dari manapun, mereka bukanlah ras manusia. Jika sampai hal itu terjadi, maka kami pasti akan di paksa untuk melawan ras manusia dan menjadi pengkhianat dari ras kami sendiri. Hal ini adalah sesuatu yang tidak kami inginkan sebagai manusia.


Criss:"Sebelum kami mengambil keputusan, bisakah saya mengajukan satu pertanyaan?."


Filia:"Ya."


Criss:"Apakah anda akan menjadi musuh dari umat manusia?."


Filia:"Hahaha... Untuk seukuran anak muda, sepertinya kamu cukup berani. Hanya ada dua macam orang yang akan menjadi musuhku. Pertama, dia adalah orang yang ingin menghalangi ambisiku. Dan yang kedua, mereka adalah orang yang ingin memusuhiku. Tidak peduli ras mana dan siapa, jika mereka termasuk dalam salah satu orang-orang itu, maka aku tidak akan ragu untuk memusnahkan mereka. Tapi jika mereka tidak termasuk, maka aku tidak akan terlalu peduli dengan mereka. Aku lebih suka hidup berdampingan dengan mereka."


Setelah jawaban itu, semuanya yang ada di ruangan itu menjadi hening. Tidak ada yang bicara sepatah katapun. Bahkan kakek dan nenek buyut tidak berbicara. Mungkin mereka menunggu kami untuk mengambil keputusan sendiri.


Tapi, jawaban yang dia berikan masih sangat ambigu. Dia tidak berniat memusuhi manusia, tapi jika manusia menghalangi tujuannya, dia juga akan berperang dengan umat manusia. Lalu, apa tujuannya itu?!.


Jika tujuannya bertentangan atau membahayakan kepentingan umat manusia, aku ragu bahwa umat manusia tidak akan melawan. Pasti umat manusia akan melawan dan berperang dengannya.


Julius:"Saya akan bergabung."


Pangeran Julius tiba-tiba berbicara dan mengejutkan semua orang. Tidak ada yang menduga bahwa pangeran Julius akan menjanjikan untuk bergabung dengan Moon Palace.


Dorma:"Julius, kamu..."


Julius:"Nenek, aku yakin dengan pilihanku. Di dunia ini, dimana ada orang yang bisa mentolerir adanya penghalang untuk rencananya?!. Aku tahu apa yang nenek khawatirkan, tapi menurut nenek, dengan kekuatan mereka saat ini, bukankah sangat mudah untuk memusnahkan umat manusia?. Jika memang tujuan dari Moon Palace adalah untuk memusuhi umat manusia, maka kita sudah lama akan punah dari dunia ini. Jadi menurutku, tidak perlu bagi kita untuk terlalu khawatir."


Mendengar penjelasan dari pangeran Julius, tiba-tiba aku juga menyadari. Tidak perlu bagi manusia untuk terlalu khawatir. Dengan kekuatan mereka yang sebesar itu, akan mudah untuk memusnahkan umat manusia jika memang mereka menginginkannya. Tapi saat ini, manusia masih hidup dengan damai, itu berarti bahwa mereka memang tidak menginginkan perang dengan manusia.


Aku juga sedikit tergerak. Dengan kekuatan yang mereka tunjukkan, aku tidak tahu akan seberapa besar keuntungan yang bisa aku peroleh jika bergabung dengan mereka. Lupakan perlindungan dari Moon Palace, hanya dengan memiliki sedikit pengetahuan dari mereka, aku yakin bahwa kekaisaran dapat berkembang menjadi kekuatan teratas di dunia ini.


Filia:"Sangat bagus. Jika kalian ingin bergabung, maka gunakan token itu untuk melukai tangan kalian dan biarkan token itu menghisap sedikit darah."


Aku menatap token dengan sedikit ragu. Saat aku melirik ke arah pangeran Julius, dia sudah menggores jari telunjuknya dengan bagian pinggir token itu hingga mengeluarkan darah. Darah yang menetes ke atas token tiba-tiba terserap seperti air yang di teteskan ke permukaan spon kering.


Token yang telah menyerap darah itu bercahaya dan hancur menjadi partikel cahaya perak yang selanjutnya partikel cahaya itu menyatu ke dalam tubuh pangeran Julius.


Liez:"Aku.... Aku tidak mau bergabung."


Aku terkejut saat mendengar kata-kata kak Liez. Dalam situasi seperti ini, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika menolak untuk bergabung, tapi kak Liez menolaknya, dia memiliki keberanian yang sangat besar. Aku juga ingin menolaknya, tapi aku juga sedikit ragu apakah akan menolak atau menyetujui untuk ikut bergabung.


Filia:"Katakan alasannya."


Dalam suaranya, sama sekali tidak ada amarah atau kebahagiaan. Nampak apa yang menjadi pilihan kami, sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Liez:"Jika, jika aku bergabung, bukankah aku akan berada di sisi yang berseberangan dengan manusia?!."


Itu juga alasanku ingin menolak. Tidak peduli apa tujuannya, tapi jika kami bergabung, kami akan tetap di anggap pergi dari sini manusia.


Gadis itu berdiri dari kursinya dan berdiri di hadapan kami. Tidak ada aura berbahaya darinya. Tapi saat dia mendekat, tekanan besar datang kepada kami. Ini bukan tekanan seperti beban berat di awal, tapi ini merupakan tekanan dari dasar jiwa, seperti seekor kelinci yang bertemu harimau. Meskipun harimau tidak berniat memangsanya, tapi kelinci akan tetap merasa ketakutan dan berlari. Itulah perasaan yang aku rasakan saat ini.


Filia:"Sepertinya kalian memiliki kesalahpahaman tertentu. Sejak awal, ras manusia dan ras binatang buas tidak bermusuhan. Mereka telah hidup secara berdampingan."


Doglas:"Apa maksudmu. Sejak zaman dulu, ras manusia dan monster selalu bermusuhan. Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa kedua ras itu hidup secara berdampingan?!."


Filia:"Katak di dasar sumur.!"


Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan kembali duduk di kursinya sambil menatap kami.


Filia:"Permusuhan kalian dan bangsa beast hanya di anggap sebagai pertengkaran kecil yang tidak berarti. Sejak awal, bangsa beast dan manusia sudah bekerja sama dengan berbagai bangsa lainnya untuk bertarung melawan Extraterrestrial beings dan The Void. Dengan jumlah yang tak terhitung antara manusia dan beast di seluruh kuadran, wajar jika ada pertengkaran kecil. Bukankah bahkan kalian manusia juga memiliki perselisihan di antara kalian?."


Semua orang terkejut mendengar pernyataan seperti itu. Perlu di ketahui, saat perang pertama dan perang masa kelabu, jumlah manusia dan beast yang bertarung mencapai miliaran dan jutaan korban. Jika dalam jumlah seperti itu disebut sebagai pertengkaran kecil, aku tidak tahu akan seperti apa yang dia sebut sebagai perang.


Tiba-tiba seluruh ruang takhta berubah menjadi hitam. Kami semua seakan di pindahkan ke dunia yang hitam ini. Di kejauhan, nampak banyak bintang-bintang yang bersinar. Meskipun terlihat bahwa kita tidak menginjak apapun dan berada di kekosongan hitam, tapi nyatanya kami masih berada di tempat yang sama.


Eleina:"I, ilusi. Apakah ini ilusi?"


Filia:"Ini bukan ilusi, tapi sebuah proyeksi. Ini akan memproyeksikan kekosongan kuadran tingkat atas Altera."


Kami mendekati salah satu bintang yang jauh. Saat semakin mendekat, aku melihat benda melayang yang tak terhitung jumlahnya di kekosongan ini. Benda-benda itu melayang di kekosongan dengan membelakangi bola cahaya di kejauhan. Sejauh mata memandang, aku hanya melihat benda-benda logam melayang seperti ini dengan bentuk dan warna yang berbeda.


Filia:"Benda bercahaya seperti bintang itu adalah bola semesta. Apa yang ada di dalam bola itu adalah sebuah alam semesta yang luasnya tidak terkira. Semua benda melayang itu adalah kapal perang para Alterian. Kalian tidak akan pernah bisa melihat seberapa banyak jumlah kapal-kapal itu karena barisan kapal-kapal itu membentang milyaran tahun cahaya. Namun, tidak ada gunanya kalian melihat ini karena kalian tidak akan mengerti."


Kami mendengar apa yang dia bicarakan dan terus menatap apa yang ada di sekitar kami. Kami terus bergerak lebih dekat dan mendekati bola cahaya. Saat mendekat, aku melihat bahwa benda melayang itu ternyata memiliki ukuran yang sangat besar dan bahkan yang terkecil muat untuk sebuah negara.


Saat kami melewati sebuah kapal perang, aku mengulurkan tanganku ke kapal itu. Tanganku menembus benda itu, tapi dari salah satu jendela kecil, aku bisa melihat ras manusia dan binatang buas yang berkumpul dalam sebuah ruangan dengan pakaian aneh.


Lusian:"A, apa yang mereka lakukan?."


Filia:"Mereka sedang bersiap untuk menunggu kedatangan Extraterrestrial Beings yang akan datang menyerang Altera."


Pandangan kami terus maju hingga sangat dekat dengan bola cahaya itu. Meskipun tadi terlihat sangat kecil, tapi setelah mendekat, aku bahkan tidak bisa melihat bentuknya karena terlalu besar.


Kami terus maju dan seakan melewati sebuah penghalang berwarna putih yang sangat tebal. Sesaat setelah itu, kami tiba di sebuah tempat gelap yang sangat gelap. Bahkan aku tidak melihat setitik cahaya pun di tempat ini.


Aku tidak tahu apakah kami bergerak atau tetap diam di tempat karena tidak ada sesuatu yang bisa menjadi acuan. Tak beberapa lama waktu berselang, aku melihat sebuah garis putih di kejauhan. Garis itu tersusun dari debu dan batu-batu yang tak terhitung jumlahnya.


Batu terkecil hanya seukuran kerikil, tapi yang terbesar, jauh lebih besar dari batu yang pernah aku lihat sebelumnya. Perlahan, ada cahaya di kejauhan yang terlihat sangat kecil.


Semua cahaya di kejauhan terlihat menjadi biru, kemudian berubah menjadi merah dan akhirnya semua cahaya menghilang sepenuhnya.


Hanya beberapa detik, kami mulai melambat dan cahaya merah kembali terlihat kemudian menjadi biru dan terlihat menjadi titik cahaya lagi.


Kali ini titik cahaya menjadi lebih besar. Ada bola raksasa yang mengelilingi bola cahaya itu.


Filia:"Itu adalah bintang dan yang mengelilinginya adalah planet tempat makhluk hidup tinggal. Ada dua puluh planet yang mengelilingi bintang ini, tapi hanya satu yang terlihat saat ini karena setiap planet berjarak sangat jauh."


Sambil mendengar apa yang dia katakan, kami terus bergerak maju dan mendekati bintang itu.


Filia:"Aku sudah menyesuaikan supaya cahaya dapat di terima oleh mata dan tidak akan merusaknya. Jika kalian melihat kecerahannya secara langsung, kalian akan langsung buta karena magnitudo mutlak bintang ini hanya sekitar 3 yang membuat bintang ini jauh lebih cerah daripada matahari yang ada di dunia kalian."


Saat semakin dekat, ukuran benda ini tidak bisa di bayangkan. Banyak orang yang mengira bahwa bintang adalah bola cahaya atau permata yang tergantung di langit. Namun saat aku semakin mendekat, aku tahu bahwa itu ternyata merupakan sebuah bola api yang sangat panas.


"B, bola api. Apakah bintang benar-benar bola api?!."


"Ini tidak mungkin."


"Pati bohong."


Dia tidak menjelaskan lebih lanjut dan kemudian pergi ke perjalanan lain. Bola cahaya kembali berubah menjadi pita cahaya merah dan akhirnya menghilang sepenuhnya hanya menyisakan kegelapan di sekitar kami.


Kemudian kami kembali berhenti di depan sebuah bola berwarna biru yang sangat besar. Bola biru itu juga di kelilingi oleh banyak kapal perang.


Filia:"Ini adalah Erasion, tempat dimana aku berasal."


Kemi mendekat dan akhirnya melihat daratan serta lautan biru. Di bawah, banyak makhluk yang berdiri di udara dan di pulau-pulau terbang dengan ukuran yang sangat besar. Di daratan juga terdapat banyak orang yang tidak bisa dihitung jumlahnya. Semuanya memakai armor dan senjata yang berkilau dan terlihat sangat kuat.


Lusian:"Ini, apa yang terjadi."


Lowen:"S, sangat kuat."


Doglas:"Ini, benarkah manusia bisa sekuat ini?."


Filia:"Mereka adalah manusia dan binatang buas yang siap bertarung. Semua yang melayang di langit saat ini adalah mereka para dewa tingkat enam."


"Dewa...!"


Semua orang terkejut. Dewa adalah eksistensi yang tidak bisa kami bayangkan. Meskipun kami menyebut tingkat dewa perang, tapi kami sebenarnya tidak tahu seberapa kuat dewa itu. Sekarang aku tahu. Hanya dari gambar-gambar ini, aku bisa merasakan kekuatan yang sangat mengerikan berasal dari tubuh mereka. Aku dapat yakin bahwa hanya satu lirikan, kami semua akan mati.


Akhirnya kami melihat sebuah pulau terbang besar dua tingkat. Diatasnya terdapat kota raksasa dan sebuah istana perak yang lebih tinggi dari gunung. Banyak naga perak yang terbang di sekitar pulau atau bertengger di akar-akar pohon besar yang menjuntai.


Di sebuah alun-alun besar, ada banyak kesatria yang memiliki wajah tegas dengan senjata di tangan mereka. Mereka berbaris sangat rapi dengan jumlah yang banyak. Yang membuatku terkejut, kebanyakan dari kesatria ini adalah perempuan. Selain manusia dan binatang buas, banyak jenis monster yang belum pernah aku lihat yang semuanya juga ikut berbaris rapi tanpa suara sedikitpun seakan mereka sedang menunggu sesuatu.


Di depan para kesatria itu ada banyak kesatria berarmor biru yang semuanya adalah wanita, sama seperti kesatria yang mengawal gadis kecil itu. Menghadap barisan kesatria ini, ada lima kursi takhta tinggi dengan desain yang berbeda. Satu takhta di tengah berwarna perak dan putih dengan patung burung Phoenix. Dan salah satu dari dua takhta disebelah kanan terlihat seperti takhta yang terbentuk dari jalinan akar pohon emas raksasa, serta yang satu lagi seperti takhta yang tersusun dari berbagai potongan logam serta roda gigi berwarna ungu emas.


Dua takhta di sebelah kiri memiliki desain yang juga berbeda. Takhta terdekat di sebelah kiri memiliki bentuk seperti serangga raksasa yang sangat mengerikan dengan cakar depan berupa sabit. Satu lagi seperti takhta yang tersusun dari banyak tulang seputih mutiara yang indah.


Di bawah terik matahari yang sangat panas, kelima takhta itu memantulkan cahaya matahari yang sangat indah dan berkilau, seperti berlian. Para kesatria yang berdiri dengan rapi menghadap takhta itu dengan penuh pemujaan di mata mereka yang tegas. Di bawah matahari yang terik, mereka sama sekali tidak mengerutkan kening. Bahkan satu tetes keringat pun tidak terlihat.


Sesaat kemudian, ada banyak kilatan cahaya berbagai warna. Banyak sosok yang muncul dan berlutut di samping takhta.


"Semua berlutut."


Seorang wanita tinggi dengan armor hitam yang berlutut menghadap takhta berbicara untuk memberi perintah. Di belakang punggungnya terdapat enam kaki tajam seperti ujung tombak yang menakutkan. Semua kesatria segera berlutut tanpa berbicara sepatah katapun.


Suara armor yang bergesekan memberikan suara yang menyenangkan saat bersuara dengan sangat teratur. Beberapa saat kemudian, sepuluh cahaya yang berwarna-warni muncul. Lima cahaya langsung muncul di atas kursi takhta sementara lima lainnya berdiri di samping kursi takhta.


Lima yang berdiri di samping takhta, aku tidak bisa melihat seperti apa sosok mereka karena mereka semua tertutup oleh tirai cahaya.


"Moon Palace's Five Supreme Lords, bawahan menyambut kedatangan anda."


Kelima sosok yang muncul di atas takhta adalah lima sosok wanita yang luar biasa dengan aura yang menakutkan. Kelima sosok itu melihat semua kesatria di bawahnya dengan anggukan. Melihat mata itu, semua orang akan merasa rendah diri tanpa sebab.


Filia:"Ini adalah salah satu perang besar di masa lalu."


Gadis itu berbicara sambil melihat kelima sosok agung itu. Matanya menunjukkan kerinduan dan seakan mengingat masa lalu yang jauh.


Filia:"Itu adalah aku dan keempat saudariku."


Dia berdiri dan seakan ingin meraih punggung sosok yang muncul dalam gambar. Saat dia mengatakan bahwa itu adalah gambar dirinya dan saudarinya, aku tiba-tiba memperhatikan wanita yang duduk di tengah. Dia memakai pakaian serba putih dengan ornamen perak dan biru. Di kepalanya terdapat sebuah perhiasan berbentuk teratai kristal biru yang sangat indah.


Namun, dia memegang sebuah sabit hitam dengan kepala tengkorak yang mengerikan, yang sangat kontras dengan penampilannya yang anggun dan lembut.


Sosoknya sangat berbeda dengan Filia yang saat ini berdiri di hadapan ku. Meskipun ada kemiripan di wajahnya, tapi yang muncul di gambar memiliki sosok yang tinggi, sementara yang ada di depanku dia memiliki sosok anak kecil.


Aku tidak tahu apa yang menyebabkannya menjadi seperti ini, tapi dengan kekuatan seperti itu, aku yakin pasti akan ada cerita tersendiri. Lagi pula manusia tidak pernah tahu metode macam apa yang di miliki oleh para binatang buas.


Di tangan wanita berambut perak itu, muncul sebuah kristal sebesar lengan orang dewasa dengan kilau tujuh warna yang indah..Dia perlahan mengangkat tangannya dan kristal itu hancur, menghilang di antara kekosongan.


Sesaat kemudian, di seluruh pulau, terdapat pilar cahaya putih yang melesat jauh ke angkasa. Ada ratusan pilar cahaya yang melesat ke langit. Akhirnya, sebuah perisai putih transparan menutupi seluruh pulau raksasa yang agung ini.


Filia:"Semua berdiri!."


Semua kesatria dan orang yang berlutut di tanah mulai berdiri dengan rapi secara bersamaan, menghadap sosok-sosok yang berada di takhta.


Filia:"Bersiaplah untuk perang besar. Demi kemuliaan Moon Palace, berjuanglah hingga akhir."


"Demi Moon Palace, berjuang hingga akhir!!"


"Demi Moon Palace, berjuang hingga akhir!!"


"..."


Suara sorakan itu seperti membuat seluruh langit berguncang. Tidak ada sedikitpun keraguan atau ketakutan di mata mereka semua. Semua orang ingin berjuang dengan kekuatan penuh demi kehormatan dan keyakinan.


Jika saja kekaisaran memiliki prajurit seperti ini, bukankah kekaisaran akan menjadi negara yang sangat kuat?!.


Filia:"Tier tiga ke bawah akan bertarung di permukaan planet, sementara Tier empat dan dia tasnya aku memerintahkan kalian untuk menjaga seluruh Moon Palace dari tangan kotor para Extraterrestrial Beings."


"Sesuai perintah, Yang Mulia."


Filia:"Lalu..."


Dia membuat beberapa perintah yang sangat terperinci untuk beberapa saat hingga semua pasukan mendapatkan tugas. Selesai membuat pengaturan, seluruh alun-alun jatuh ke dalam kondisi diam.


Aku tidak tahu sudah berapa lama melihat proyeksi ini, tapi aku tidak bisa merasakan berlalunya waktu karena apa yang aku lihat benar-benar luar biasa. Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan seluruh pemandangan yang agung ini. Mulai dari kekosongan hitam dan pasukan manusia dan beast yang tak terhitung jumlahnya. Ini... Aku tidak tahu lagi.


Waktu terus berlalu dan tiba-tiba, di langit biru, muncul retakan hitam yang tak terhitung jumlahnya. Seluruh langit seperti saringan dengan banyak lubang menganga yang menunjukkan kegelapan tak berujung di belakangnya.


Filia:"Sepertinya sudah mulai."


"Filia, sepertinya kita akan bersenang-senang hahaha...."


"Aku ingin tahu berapa banyak mayat yang bisa aku dapatkan..."


"Ini adalah kesempatan untuk menguji senjata baru temuanku... Aku tidak sabar."


"Hey, kalian akan membantuku mengumpulkan makanan untuk anak-anakku dan bahan untuk membuat banyak homokulus."


"Humph, makhluk daging menjijikkan mu. Aku pasti menghancurkan semua bahannya."


"Setidaknya itu lebih baik daripada kaleng besi yang kamu buat."


"Tidak peduli apa, Tekno adalah masa depan."


"Hahahaha.... Apa yang kamu bicarakan. Bio selalu jalan masa depan."


"Berhentilah bertengkar kalian berdua."


"Humph" 2x.


.....


Saat kelima sosok itu saling berbicara, lubang-lubang di langit mengeluarkan berbagai macam makhluk besar yang mengerikan dengan berbagai bentuk. Banyak sosok humanoid yang terbang dari dalam kekosongan itu. Mereka seperti monster yang agak k mirip seperti manusia dengan seluruh tubuh yang di lapisi oleh armor coklat abstrak.


Selain di langit, di darat juga banyak sosok yang tiba-tiba muncul. Ada banyak makhluk aneh yang memenuhi permukaan planet. Baik itu di darat maupun di laut.


"Mereka lebih jelek daripada yang aku bayangkan."


"Yah, setidaknya kita tidak akan ada tekanan dengan memotong-motongnya."


"Yah, itu benar."


Filia:"Semua pasukan, bersiap."


Dari seluruh pulau yang melayang di langit, banyak pasukan yang terbang ke langit atau turun ke permukaan untuk berhadapan dengan makhluk-makhluk itu, seakan mereka semua adalah lebah yang keluar dari sarang.


Di pulau ini, tanah-tanah yang di cor mulai bergerak. Saat tanah terbelah, banyak pintu raksasa yang terbuka. Dari dalam tanah, muncul berbagai benda terbang logam yang memenuhi langit. Di bagian bawah, terdapat lambang burung Phoenix dan bulan sabit.


Bukan hanya di pulau ini. Pulau terbang lain juga memiliki banyak benda terbang dengan warna dan bentuk yang berbeda, menunjukan identitas mereka masing-masing.


Kelima sosok di Takhta juga berdiri saat ini. Di sekeliling mereka muncul banyak kartu persegi panjang yang melayang dan terus berputar mengelilingi mereka.


Kedua belah pihak mulai bergerak. Tanpa aba-aba sedikitpun, seluruh pasukan mulai berbenturan dan pertarungan pecah. Sosok-sosok dengan kekuatan yang sangat menakutkan, mereka juga mulai berbenturan di udara. Satu benturan dapat mengacaukan langit dan memecah ombak besar, dan menciptakan tsunami setinggi ratusan meter.


Berbagai keterampilan yang sangat memukau di tampilkan secara bergantian. Satu serangan dapat meruntuhkan seluruh akal sehat yang aku ketahui selama ini. Teknik terhebat seribu binatang buas kakek buyut, hanya mungkin menjadi tetesan air yang tidak berarti dalam perang ini.


Semua sosok Moon Palace juga bergerak. Semuanya berubah menjadi kilatan cahaya dan menghilang dari alun-alun dengan sekejap mata.


Kelima sosok itu bergabung bersama ratusan sosok yang melayang di udara. Mereka saat ini belum ikut bertarung. Aku tidak tahu apa yang mereka tunggu, tapi melihat dari penampilannya, mereka sedang menunggu sesuatu.


Tidak ada dari ratusan sosok itu yang berbicara. Mereka terus menunggu dengan sabar. Meskipun mereka tidak bergerak, tapi tidak ada yang berani mendekati mereka.


Tiba-tiba, dari kekosongan muncul ratusan makhluk humanoid yang juga sangat kuat. Mereka saling berhadapan dengan tenang.


"Wswhsla...!"


"Cek... Bahasa mereka benar-benar seperti orang yang berkumur."


Seorang pria tinggi besar dengan armor merah berkata. Aku bahkan tidak menduga bahwa hal seperti itu adalah bahasa, aku mengira bahwa makhluk humanoid itu hanya mendesis seperti ular.


Filia:"Dragon, bukankah itu mirip dengan suaramu?."


Dragon:"Cursed Silver, sebaiknya kamu jaga kata-katamu, sebelum aku memukulmu."


Filia:"118 pertandingan, aku menang sebanyak seratus delapan belas kali. Mari kita hitung seberapa banyak kamu sudah menang."


"Menurut perhitungan komputer milikku, maka Dragon menang sebanyak 0,000%."


"Kalian Moon Palace benar-benar sombong dan menyebalkan."


"Laki-laki menjijikkan. Makhluk seperti kalian tidak layak menyebut nama Moon Palace."


"Hanya karena kamu membenci laki-laki, bukan berarti kamu bisa menyumpahi semua laki-laki."


"Hey, kalian masih sempat bertengkar di saat seperti ini?!."


Meskipun mereka menghadapi makhluk-makhluk yang sangat mengerikan, tapi aku sama sekali tidak merasakan ketegangan di antara mereka. Mentalitas orang-orang yang di sebut dewa itu benar-benar Laur biasa.


Filia:"Aku tidak mau membuang banyak kata untuk para sampah."


Pakaiannya tiba-tiba berubah menjadi armor emas dengan enam sayap besar di punggungnya. Setiap bulu berwarna putih bersih dengan corak emas dan perak yang sangat indah. Api putih dan petir emas menyala dan menyelimuti sayap itu, membuatnya seperti burung api yang terbakar.


«World Creation: Silver Flame World»


Sebuah lingkaran cahaya muncul di punggungnya, dan dia langsung berlari ke arah makhluk-makhluk humanoid itu dengan sabit hitam di tangannya.


Melihatnya yang pergi menuju kawanan monster, ratusan orang yang masih tenang juga segera membuat lingkaran di punggung mereka dan berlari mengikuti Yang Mulia Filia.


Ratusan sosok di langit itu mulai masuk dalam pertempuran. Dari benturan pertama, mereka menghasilkan gelombang kejut dan ledakan energi yang mengerikan. Semua petarung yang ribuan meter di tanah langsung menguap menjadi debu karena benturan itu.


Petarung lain segera menjauh dari area ratusan dewa itu berperang dengan ketakutan. Satu serangan, satu serangan bisa memusnahkan ribuan pejuang kuat yang aku tidak tahu berapa kali lebih kuat dari pejuang terkuat yang aku tahu.


Inikah, perang para dewa...


(Akhir dari chapter ini.)


Ada kekurangan dan saran, bisa langsung di ketik dalam kolom komentar. Aku akan senang menanggapi kalian semua dengan senang hati.