
Aku bisa merasakan bahwa ada lebih dari seribu bola ungu hitam di dalam dan di sekitar akademi yang cukup banyak. Tapi mengingat jumlah siswa dan instruktur yang dapat bertarung, maka jumlah ini sebenarnya cukup seimbang. Aku hanya perlu mencegah monster dari tempat lain untuk berkumpul ke arah akademi.
Filia:"Tidak ada..."
Aku menggunakan kekuatan mentalku untuk menyebar ke seluruh akademi, tapi sepertinya tidak ada monster yang akan membahayakan akademi.
Arsh:"Ada, apa Filia?."
Filia:"Aku sedang memeriksa apakah ada monster yang cukup kuat di akademi."
Arsh:"Lalu bagaimana?."
Filia:"Ibu tidak perlu khawatir, tidak ada kehadiran yang kuat di akademi ini selain makhluk yang ada di peti itu. Hanya ada beberapa sosok yang cukup membahayakan, tapi jumlahnya kurang dari sepuluh."
«Candlelight»
Di telapak tanganku, sebelas api perak kecil seperti api pada lilin menyala secara bergantian membentuk lingkaran. Api-api kecil itu mulai berputar dan membuat suara bersiul di telapak tanganku, terlihat seperti komet perak kecil yang indah. Namun meskipun terlihat kecil dan indah, ada aura kehancuran yang mengerikan di dalamnya.
Api yang berputar semakin cepat membentuk sebuah cincin perak dan terbang semakin tinggi hingga melebihi ketinggian seluruh bangunan akademi.
Bang... Siuuuu....!
Api-api yang berputar cepat itu langsung terpisah dengan sekejap mata, menimbulkan suara ledakan keras akibat akselerasi yang tiba. Sebelas api itu menyebar ke sebelas tempat yang berbeda dengan suara siulan panjang yang melengking layaknya suara peluit.
Dalsam:"Apa itu?."
Instruktur Dalsam bertanya padaku dengan aneh.
Filia:"Itu hanya sihir kecil untuk menghilangkan beberapa monster yang agak kuat di sekitar akademi. Saya sengaja membiarkan monster lainnya yang tidak memiliki ancaman bagi akademi sebagai bahan latihan untuk para siswa. Selain itu, mungkin para instruktur juga mulai bosan, jadi ini akan menjadi hiburan yang cukup bagus. Kita hanya perlu mencegah monster dari kota untuk berkumpul di akademi supaya tidak menimbulkan bahaya bagi mereka."
Kiki:"Ide yang bagus, nona Filia."
Dalsam:"hahaha... Aku memang sudah lama tidak pergi keluar untuk merenggangkan otot, sekarang sepertinya aku tidak perlu terlalu khawatir."
Melihat instruktur Dalsam yang bersemangat, ibu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala tak berdaya. Lagi pula, instruktur di akademi ini bukan hanya instruktur yang pandai dalam teori, mereka adalah mantan kesatria atau penyihir dengan penuh pengalaman. Mereka sengaja dipilih untuk menciptakan generasi baru yang berkualitas dengan teori dan skill yang mumpuni bagi kerajaan.
Tentu saja ada yang selain dari kalangan militer, seperti contohnya adalah para profesor yang berasal dari kalangan peneliti yang pernah bekerja di laboratorium kerajaan. Meskipun demikian, mereka juga memiliki pengalaman tempur yang kaya, jadi menurutku tidak akan ada masalah dengan beberapa ekor monster di bawah level 110.
Arsh:"Apakah kamu yakin ini tidak akan membahayakan siswa?."
Senyum ibu memudar dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
Arsh:"Apakah ini tidak akan membahayakan para siswa?."
Mendengar pertanyaan ibu, aku hanya tersenyum dan menjawabnya dengan serius.
Filia:"Ibu, mereka tidak akan tumbuh jika tidak menghadapi bahaya. Lagi pula, mereka di persiapkan sebagai pendukung kerajaan di masa depan, jika mereka hanya menjadi bunga dalam rumah kaca, mereka tidak akan mampu melindungi kerajaan. Selain itu, akan ada para senior dan instruktur yang dapat menjaga siswa kelas rendah, jadi bahaya bis menjadi sangat minim. Selain itu ibu, bukankah korban para senior cukup besar setiap tahunnya saat melakukan praktik di lapangan. Aku rasa, banyak siswa senior yang terbunuh di luar karena mereka tidak memiliki cukup kesiapan dan pengalaman untuk menghadapi bahaya, jadi saya rasa, ini adalah waktu yang baik untuk menumbuhkan pengalaman bagi para siswa."
Arsh:"Ibu tahu. Kiki..!"
Kiki:"Ya, Dekan."
Arsh:"Sampaikan perintahku kepada para instruktur akademi, 'Seluruh instruktur bisa mengawasi para siswa melawan monster yang tidak diketahui. Mereka hanya diizinkan untuk ikut campur saat ada siswa yang terancam nyawanya, selain daripada itu, mereka hanya bisa menonton dan membimbing para siswa untuk berlatih melawan monster'."
Kiki:"Dekan, jika ada yang terluka, bukankah para bangsawan itu akan mengeluh kepada kita?."
Arsh:"Abaikan saja mereka. Jika kita memiliki penjelasan yang masuk akal, mereka hanya bisa berteriak seperti anjing yang menggonggong tanpa bisa menggigit."
Dalsam:"Lalu, bagaimana kita sekarang?. Apakah kita ingin tetap di akademi atau pergi ke kota?."
Filia:"Instruktur, saya sarankan bahwa kita akan pergi ke kota. Siswa dan instruktur yang ada di akademi sudah cukup untuk mengatasi monster-monster itu. Lebih baik kita mengurangi monster di kota dan mengurangi beban prajurit. Selain itu, kita bisa menjauhkan monster di sekitar akademi supaya tidak menambah beban bagi para siswa dan instruktur."
Arsh:"Ide bagus. Ke arah mana kita akan pergi?."
Kota ini sangat luas yang lebih luas dari kota modern, tapi kekuatan mental Tier lima dapat mencapai seluruh kota tanpa melewatkan satu sudut pun. Dengan demikian, aku dapat mengetahui keadaan di kota saat ini.
Tiba-tiba aku menemukan bahwa kondisi ini sebenarnya sangat menarik. Ada lebih dari satu juta monster dengan kebanyakan adalah level 150 ke bawah. Sekitar seribu monster Tier satu awal, lebih dari tiga ratus Tier satu menengah dan puncak, dan ada empat tier dua. Di tempat-tempat monster itu pula dimana bola monster tingkat rendah paling padat.
Filia:"Ada monster yang cukup kuat di jalan utama barat, timur, distrik barat laut, dan distrik tenggara. Pasukan Kerajaan termasuk ayah dan mama masing-masing sedang menuju ke distrik bangsawan di tenggara dan house of God di jalan besar Utara."
Aku tidak tahu apakah memang ini adalah sebuah kebiasaan, tapi setiap rumah di kota memiliki ruang bawah tanah yang cukup aman yang bisa menjadi tempat berlindung bagi para warga sipil, jadi tidak ada kebutuhan untuk mengungsikan mereka, setidaknya untuk saat ini. Namun, mengingat bahwa di dunia ini sering terjadi perang, jadi aku rasa wajar mereka memiliki ruang perlindungan bawah tanah. Terutama ini adalah dunia yang penuh sihir yang tidak masuk akal.
Filia:"Ayah tidak mungkin mengalahkan monster itu, jadi Bu, lebih baik kita mengikuti ayah untuk membantunya."
Arsh:"Bahkan Rovell tidak bisa mengalahkan monster itu, seberapa menakutkan monster seperti itu?!."
Ibu berseru dengan terkejut. Jika di bandingkan dengan orang normal Tier zero, ayah dan mama memang sangat Kuta, tapi Tier satu di hadapan Tier dua hanyalah anak-anak yang baru lahir. Meskipun kesenjangan itu dapat dijembatani menggunakan item dan skill tingkat tinggi, tapi seberapa banyak skill tingkat tinggi yang ayah miliki.
Filia:"Monster di daerah yang saya sebutkan sebelumnya lebih menakutkan daripada apa yang kamu bayangkan Bu, tapi itu juga tidak semenakutkan itu."
«Connection»
Filia:"Ayah, aku akan membantumu. Monster itu tidak bisa dikalahkan dengan mudah."
Rovell:"Filia?. Apa maksud mu dengan monster?."
Filia:"Bola-bola Ungu itu berisi monster yang sedang tidur, jadi ayah harus berhati-hati."
Rovell:"Monster."
Filia:"Benar. Aku akan segera pergi ke sana bersama ibu."
Rovell:"Tidak, jika monster ini sangat berbahaya,lebih baik kamu membantu mama mu terlebih dahulu. Ayah akan menahan monster di distrik bangsawan."
Filia:"Tidak ada monster yang kuat di arah ibu pergi, jadi aku akan membantumu terlebih dahulu."
Rovell:"Aku mengerti, aku akan segera menghubungi kesatria kerajaan untuk segera bersiap untuk berperang."
Ayah tidak tahu bahwa bola-bola ungu itu berisi monster, jadi mungkin ayah hanya di perintahkan untuk menyelidiki terlebih dahulu. Meskipun banyak kebingungan yang terjadi, ayah dan para kesatria bisa bertindak segera. Dari sini, aku bisa melihat seberapa baiknya prajurit dan kesatria ibu kota.
Filia:"Ibu, instruktur Dalsam, kita harus segera pergi."
Arsh & Dalsam:"Ya!." 2x
Aku memimpin ibu dan instruktur Dalsam untuk pergi ke tempat ayah. Terlalu lama jika kami mengambil jalur darat, jadi kami memilih untuk melompati bangunan untuk pergi. Bukan karena aku tidak mau menggunakan teleportasi atau terbang, jika aku menggunakan itu, hal itu akan sedikit merepotkan.
Jika orang yang tidak terbiasa dengan teleportasi, maka mereka akan mengalami pusing sesaat yang akan merugikan apalagi jika di teleportasi ke area pertarungan. Dan utuk terbang, kami membutuhkan kontrol mana yang sangat tepat, setidaknya kontrol mana setara Tier satu. Jika ini di dunia tingkat rendah, maka level dibawah 50 sudah bis terbang, namun di Altera, gravitasi terlalu besar sehingga tidak mungkin untuk terbang sebelum mencapai kontrol mana yang sangat kuat.
Jadi, jalan tercepat saat ini adalah dengan berlari dan melompat di atap bangunan untuk menghindari belokan dan tikungan jalan kita yang rumit.
Filia:"Ma, ini Filia, bisakah mama mendengarku?."
Harnas:"Sayang, apakah ini kamu?."
Harnas:"Bagaimana kamu melakukannya, dimana kamu?."
Filia:"Kita bahas itu nanti dulu. Sekarang, mama harus mendengarkan ku."
Mama tidak menjawab untuk beberapa saat. Setelah sekitar lima detik berlalu, akhirnya suara mama kembali berdering di kepalaku.
Harnas:"Ya, tolong katakan."
Filia:"Bola-bola Ungu itu berisi monster, jadi ma, kamu harus segera memberikan peringatan bahaya dan segera mengerahkan kesatria untuk melawan mereka."
Harnas:"Apa!!!... Apakah kamu yakin?!."
Filia:"Iya ma, aku yakin."
Harnas:"Aku mengerti."
Komunikasi terputus. Dengan kekuatan mama, aku yakin dia bisa mengatasi monster-monster itu, namun jumlah monster yang banyak, itu mungkin juga akan membawa kesulitan bagi mama dan tidak mungkin untuk mama keluar dari pengepungan monster tanpa terluka.
Ketika kami sudah hampir mendekati posisi ayah, sebuah asap merah darah membumbung tinggi dari arah Utara, arah tempat mama menuju. Asap merah darah adalah tanda peringatan khusus untuk para prajurit bahwa kota sedang dalam kondisi berbahaya dan semua kekuatan siap untuk segera berperang.
Beberapa rakyat sipil yang masih penasaran dan menolak untuk berlindung, mereka langsung lari ke dalam rumah begitu peringatan asap merah muncul. Dari berbagai sudut kota, banyak petualang yang siap bertarung mulai muncul di banyak tempat, bergabung bersama barisan prajurit dan kesatria.
Distrik bangsawan sebenarnya cukup jauh dari akademi, tapi dengan kecepatan kami, hanya perlu waktu sekitar beberapa menit untuk sampai. Akhirnya aku melihat ayah bersama banyak kesatria. Kesatria-kesatria itu adalah kesatria pribadi para bangsawan, termasuk kesatria Rosefield. Kami bertiga melompat dari atap langsung ke dapan ayah.
Filia:"Ayah...!."
Arsh:"Rovell...!."
Ayah menyambut kami dengan senyum sambil mengangguk.
Rovell:"Kalian sudah tiba."
Eden:"Putri, Nyonya."
Itu adalah Eden yang sudah lama tidak terlihat karena pergi ke garis depan untuk berperang. Saat melihatnya lagi, Eden sudah berada di level 103 yang sudah lebih tinggi dari sebelumnya. Makhluk pribumi di dunia ini naik level dengan sangat lambat, jauh lebih lambat daripada periode Alterion. Aku tidak terlalu memahami apa penyebabnya, tapi mereka tidak selalu menerima exp dari pembunuhan yang membuat naik level menjadi begitu sulit. Bahkan kadang tubuh mereka menolak exp yang harusnya bisa menambah level mereka.
Ayah dan ibu bisa sampai di level saat ini karena tubuh mereka lebih mudah menyerap exp dan juga karena akumulasi waktu. Makhluk berumur panjang akan memiliki lebih banyak keuntungan dari sulitnya naik level saat ini, tapi kebanyakan dari mereka akan terjebak di level 200 karena tidak mampu menembus Tier satu. Mungkin di dunia ini memang ada Tier satu lain selain ayah dan ibu, tapi mereka biasanya adalah makhluk kuno atau orang yang mendapat keberuntungan tertentu dalam sebuah petualangan.
Kami tidak terlalu banyak bicara karena semua orang harus waspada. Di area bangsawan, aku merasakan bahwa kehidupan monster-monster itu semakin berkurang karena para kesatria menyerang dan menghancurkan bola serta makhluk di dalamnya sebelum makhluk itu keluar. Yah, ini hal yang bagus, setidaknya beban mereka akan berkurang saat monster-monster itu keluar nantinya.
Dang...!!
Sebuah suara lonceng berbunyi keras di seluruh kota. Suara lonceng itu berasal dari peti mati yang melayang di atas akademi. Bersamaan dengan suara lonceng itu, riak udara seperti gelombang air menyebar ke seluruh kota.
Krak...!!
Krak...!!
Suara benda yang retak tiba-tiba terdengar secara bergantian. Di permukaan bola-bola ungu hitam, retakan kecil mulai menyebar dan akhirnya bola ungu hitam itu hancur, menampakkan makhluk di dalamnya yang terselimuti oleh aura ungu hitam.
Makhluk di dalamnya sangat bervariasi, mulai dari makhluk berbentuk goblin, hingga makhluk seperti manusia dan orc. Makhluk-makhluk itu di sebut sebagai budak gelap. Mereka adalah orang-orang atau monster yang di perbudak oleh dark creature, seperti seorang vampire yang memperbudak makhluk lain.
Makhluk-makhluk ini sudah tidak memiliki kecerdasan, mereka hanyalah makhluk yang hidup tergantung dari naluri seperti binatang buas level rendah. Mereka hanya tahu menyerang dan membunuh, tapi tentu saja kecerdasan tertentu masih di pertahankan, seperti untuk menilai lawan atau membuat rencana sederhana untuk bertarung, seperti binatang yang berburu.
Di seluruh kota, auman monster-monster itu terdengar. Semua monster yang ang sudah keluar dari bola ungu, mereka langsung menyerang semua orang yang ada di sekitarnya dengan ganas.
Pertempuran langsung di mulai tanpa aba-aba dalam waktu yang sangat singkat. Suara berbagai senjata yang berdentang bergema di setiap sudut kota, seperti musik yang di mainkan secara bersamaan.
Rovell:"Semua pasukan, serang...!!"
"Hyaaa....!!."
Ribuan pasukan yang mengikuti ayah langsung berlari ke arah monster dengan suara teriakan yang menggema di angkasa. Suara teriakan perang dan sepatu besi yang menghantam tanah menimbulkan suara keras dan berirama seperti gelombang tsunami.
Aku tidak ikut menyerang, tapi aku lebih memilih melayang di udara dan memeriksa keadaan di seluruh kota. Ini adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk menaikkan level, bagaimana mungkin aku tega mengambil kesempatan dari mereka. Lagi pula, sasaranku yang sesungguhnya masih tertidur...
Aku mendongak dan melihat peti mati di atas akademi yang mencolok dengan sinar kemerahan. Bagi orang lain, mungkin hanya terlihat seperti bintik kecil dari tempat ini, tapi aku bisa melihat peti mati itu dengan sangat jelas dari posisiku saat ini.
Korban di seluruh kota mulai berjatuhan, setiap monster yang terbunuh, aura ungu di hitam di sekitar mereka akan menghilang. Ada sebuah aura yang tidak terlihat yang pergi dari tubuh monster-monster itu dan memasuki peti mati setiap kali ada monster yang terbunuh. Ini seperti berada di ruang bos tertentu yang dimana saat pemain memasuki ruangan bos itu, mereka akan disambut oleh sejumlah besar monster lemah.
Jika pemain membunuh semua atau membunuh monster creep dalam jumlah tertentu, maka bos akan muncul. Ini benar-benar sesuatu yang tidak asing bagiku.
Hingga pertarungan berjalan untuk beberapa saat, aku merasa bahwa bola ungu hitam yang menyembunyikan monster Tier dua juga mulai retak. Begitu keluar, monster-monster itu mulai membuat kesatria yang unggul sejak awal menjadi langsung ditekan.
Ayah membuat area dipenuhi oleh bunga mawar yang menutupi area yang cukup luas. Sulur dari bunga-bunga mawar itu meraih serta menghancurkan monster yang ada di sekitarnya, membuat area bebas monster yang sesuai untuk kesatria yang terluka mundur. Di dalam area mawar, kesatria yang kelelahan dan terluka mulai mendapatkan pengobatan dari para cleric.
Semakin lama, tekanan untuk ayah dan kesatria lainnya menjadi lebih besar. Tekanan itu berlipat ganda setelah monster Tier dua keluar dari bola ungu hitam.
Bang...
Seorang kesatria terpukul oleh monster Tier dua dan tubuhnya terhempas ke kerumunan monster di kejauhan.
«Candlelight»
Untuk menghindari supaya kesatria itu tidak tercabik oleh sejumlah besar monster, aku membunuh semua monster yang menghampirinya. Jika itu bukan kesatria dari House of Rosefield, aku tidak akan terlalu peduli, lagi pula aku bukan dewa yang begitu dermawan.
«Chains of restraint»
Rune rantai merah muncul di atas kepala monster Tier dua yang menyerang kelompok ayah dan kelompok monster Tier dua lainnya yang ada di seluruh kota. Puluhan rantai merah transparan mulai menjulur untuk mengikat tubuh monster itu. Tidak peduli seberapa keras monster itu meronta, rantai merah transparan itu tetap melilit tubuhnya dengan erat tanpa goyah sedikitpun. Begitu rantai melilit, rantai itu mulai menghilang, hanya menyisakan tato rantai berwarna merah di permukaan tubuh monster itu.
Sihir ini berfungsi untuk mengekang tindakan monster itu dan membatasi gerakan, serta kekuatan serangan yang bisa di keluarkan oleh monster itu sehingga akan sangat meringankan beban ayah dan yang lainnya. Aku tidak ingin membunuh monster Tier dua yang ada di kota karena mereka adalah exp bagi ayah dan mama.
Area tempat mama bertarung juga memiliki banyak mayat monster di sekitarnya. Monster-monster yang lebih kuat mulai pergi ke arah mana dan ayah karena mereka berdua lah yang menewaskan monster paling banyak.
Namun karena sihir yang mengekang mereka, monster-monster Tier dua itu hanya bisa melakukan serangan setara dengan monster Tier satu normal, namun sebenarnya statistik mereka tidak pernah berubah, sehingga exp yang bisa di dapatkan oleh ayah dan mama tidak berkurang saat mereka bisa membunuh monster-monster itu.
Namun, meskipun aku sudah membantu dan membatasi monste ruang kuat, tapi korban di pihak kerajaan dan warga sipil terus bertambah. Bagaimanapun, jumlah monster yang muncul di ibu kota sangat padat dan muncul secara tiba-tiba tanpa persiapan yang benar-benar layak.
Krak... Cring...!!
Suara retak yang jelas tiba-tiba terdengar di seluruh kota bersamaan dengan suara rantai besi yang putus. Peti mati yang terlilit rantai itu mulai retak terbuka dan rantai yang mengikatnya mulai putus.
Apakah sudah dimulai...?
(Akhir dari chapter ini.)
Rumahku sedang di renovasi, dengan konsep gotong royong, jadi aku juga ikut membantu yang membuatku sedikit sibuk akhir-akhir ini.
Oh ya, saat aku sedang membaca manga atau novel dengan konsep female protagonis, aku kadang menemukan komentar orang yang tidak menyukainya dan terlihat bahwa female protagonis tidak terlalu populer, Apakah ada yang salah dengan MC perempuan?.