Dear Husband

Dear Husband
Check in



Berjam-jam menjalani perawatan salon, Sofia dan Bella keluar dari sana dengan wajah ceria. Semula Bella melarang Sofia memakai kerudungnya karena takut merusak tatanan rambut barunya yang sangat cantik tadi. Ya, bukan hanya perawatan saja, sang sepupu juga memaksanya berganti model rambut baru. Dan Sofia hanya menuruti semuanya tanpa bantahan kecuali saat disuruh lepas kerudung, sang dokter bersikeras menolak. Bella sangat memakluminya dan memilih setuju. Dia tau Sofia dibesarkan dikampung yang sangat religius dan menjunjung tinggi nilai keagamaan. Toh sang kakak ipar juga tampil sangat mempesona dengan pakaian tertutup dan hijab modernnya.


Bella mengantar sang ipar sampai dipintu rumah. Tanpa menunggu lama mantan pengacara terkenal itu segera pamit karena harus mengurus Aling dan Elle.


"Titip Elle ya Bel."


"Tentu kak. Nikmati saja malammu dan bagikan sedikit cerita padaku nanti." kata Bella sambil mengerling jenaka. Dari tadi dia sangat senang menggoda Sofia yang selalu tersenyum malu-malu dengan wajah merah dadu.


Dering ponsel menghentikan lamunan Sofia. Wanita cantik berhijab biru itu segera mengangkatnya. Tampaknya dari rekannya dirumah sakit yang memberitau jika mulai minggu depan dia sudah dialih tugaskan ke Hutama husada untuk beberapa waktu kedepan. Rupanya obsesi sang suami menempatkannya dirumah sakit keluarga sudah terealisasi dengan cepat. Sofia menutup panggilan itu lalu menuju kamarnya. Dia butuh mandi agar lebih segar. Toh hari sudah menjelang sore. Nando baru akan pulang satu jam lagi.


Bau harum mawar dan suasana remang-remang yang romantis menyambut kedatangan Sofia yang baru saja membuka pintu kamarnya. Ahh...selain memoles tubuhnya, ternyata Bella juga menyulap kamarnya menjadi sebagus ini dengan tatanan sekelas paket bulan madu di hotel berbintang. Entah kapan dia menyuruh orang melakukannya. Dengan senyum lebar, dia bergegas mandi dan sholat ashar.


Ketukan pintu membuatnya berjingkat kaget. Diliriknya jam dinding, masih pukul empat lebih belum waktunya Nando pulang. Dan lagi suaminya itu pasti segera masuk setelah mengetuk pintu, tidak menunggu lama seperti sekarang. Bergegas dia membuka pintu tanpa melepas mukenanya. Terlalu lama jika menunggunya berganti pakaian.


"Selamat sore nyonya." Suara berat sekretaris Alex menyambutnya. Pria itu sedikit membungkukkan tubuhnya.


"ohh..eng..ada apa?"


" Tuan menyuruh saya menjemput anda. Ada tamu khusus dari Jepang berkunjung dua jam lagi. Kolega tuan ingin bertemu dengan anda untuk acara makan malam keluarga. Ini pakaian untuk anda kenakan, harap anda segera bersiap, saya akan menunggu dibawah." terang Alex sangat sopan. Sofia hanya mengiyakan, menerima paperbag dari tangan Alex lalu menutup pintu. Dia harus segera bersiap-siap agar sekretaris Alex terlalu lama menunggu, belum lagi kemacetan yang akan menghambat perjalanan mereka nanti.


Turun dengan gaun biru tua dan hijab senada membuat bi Mimi dan Maria yang kebetulan ada didekat tangga terpana. Riasan natural juga gaun sederhana namun terkesan elegan dan mahal karena berasal dari brand ternama. Sofia juga memadu padankan outfit cantik pada tas, sepatu hak tinggi juga aksesoris senada yang benar-benar merubah penampilannya seratus delapan puluh derajat. Dia yang biasanya hanya memakai celana bahan, baju lengan panjang dan jilbab instan tampil berbeda malam itu.


"Subhanallah...anda cantik sekali nyonya." puji bik Mimi sambil tak henti-hentinya menatap wajah nyonya mudanya.


"Terimakasih pujiannya bik. Saya pergi dulu ya. Assalamualaikum semuanya..."


"Walaikumsalam nyonya." sahut Bik Mimi dan Maria hampir bersamaan.


"Silahkan nyonya." Sekretaris Alex yang berdiri di dekat pintu mempersilahkan Sofia jalan duluan menuju mobil lalu mengikutinya dari belakang. Pak Mun, sang sopir sudah membukakan pintu untuknya lalu menutupnya lagi saat sang nyonya muda sudah masuk dan duduk dikursi penumpang. Pun Alex membuka pintu depan dan duduk disamping pak Mun yang mulai menjalankan mobil itu menuju kantor Hutama grup.


Hampir satu jam melawan kemacetan, mobil yang ditumpangi Sofia sampai juga di depan lobi hotel bintang lima yang akan menjadi lokasi makan malam Fernando karena permintaan sang klien. Alex yang memandunya hingga sampai diruangan yang sudah dipesan secara privat oleh sang tuan muda.


" Bagus, beberapa menit lagi mereka akan sampai. Jadi Sofia........" Kalimat yang tak usai karena Nando yang sudah membalikkan tubuhnya bersitatap dengan Sofia. Seperti bi Mimi dan Maria, tampaknya tuan muda Hutama itu juga terpesona. Dandanan Sofia sangat berbeda malam itu. Cantik dan sangat elegan. Memancarkan aura lain dalam dirinya. Tanpa sadar Nando mendekat dan menarik pinggang Sofia mendekat padanya.


"Malam ini kau cantik sekali nyonya muda Hutama." bisiknya sensual didekat telinga kirinya sambil mencuri ciuman singkat dipipinya yang langsung merona tanpa diminta. Nando menatap sang istri tajam hingga Sofia hanya mampu menundukkan kepalanya. Malu.


"Tuan dan nyonya Atsuka sudah sampai tuan muda." beritau Alex hingga membuat Nando kembali menegakkan tubuhnya. Benar saja, pintu terbuka dan masuklah pasangan suami istri yang mungkin berusia beberapa tahun lebih tua dari mereka menghampiri meja itu. Mereka saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.


"Istri anda cantik sekali tuan Fernando." kata nyonya Atsuka ramah.


"Terimaksih atas pujian anda nyonya. Senang berjumpa dengan anda." balas Sofia tak kalah ramah. Nyonya Atsuka begitu terkejut saat Sofia membalas perkataanya dengan bahasa jepang yang fasih. Tadinya dia mengira Sofia tidak bisa berbahasa Jepang. Tak hanya nyonya dan tuan Atsuka yang terkejut, Nando juga tak kalah terkejut pada sang istri yang duduk disampingnya karena selama menunggu makanan dihidangkan, Sofia kembali bercakap-cakap dengan mereka dengan obrolan ringan namun berkelas.


"owhh..jadi anda seorang dokter juga nyonya? sepertinya kita akan lebih akrab nantinya karena satu profesi. Tapi sungguh anda lebih hebat dari saya karena bisa bahasa kami, sedang saya sama sekali tidak mengerti bahasa negara anda. Amazing." Tutur nyonya Atsuka yang memang juga berprofesi sebagai dokter dinegaranya.


"Anda terlalu banyak memuji saya nyonya Atsuka. Kedepannya jika kerja sama suami kita teralisasi saya akan mengajarkan anda bahasa Indonesia." janji Sofia seraya tertawa ramah dan disambut antusias oleh nyonya Atsuka. Dua wanita itu terlibat pembicaraan akrab sambil menemani para suami mereka membuat kesepakatan.


Makan malam berlangsung lancar dengan suasana akrab hingga Atsuka dan Fernando sepakat menandatangani kerjasama mereka.


''Aku akan menagih janjimu padaku Nyonya muda Hutama." kelakar istri Atsuka san saat kesepakatan itu terjadi. Sofia langsung mengiyakan.


Hampir saja Sofia melonjak kaget saat sebuah tangan menyetuh pahanya dan mengelusnya lembut. Tak hanya sampai disitu, tangan kekar milik Fernando itu juga mulai meraba paha dalamnya dan membentuk gerakan erotis disana. Saat mendongak, Sofia melihat suaminya itu mengerling nakal padanya.


"Aku juga akan menagih janjiku padamu nyonya muda." bisiknya mesra tanpa menghentikan elusan tangannya.


Bisa dibayangkan bagaimana malunya Sofia saat itu. Belum lagi menahan nafas karena perbuatan suami esnya yang berubah mesum dengan menaikkan roknya dan nekat mengelus inti tubuhnya yang masih tertutup ****** *****. Gerakan nakal yang hampir membuatnya meleguh nikmat. Untung saja acara makan malam itu segera berakhir karena Atsuka san ada janji diluar.


"Kita mau kemana mas?" bisik Sofia saat Nando malah menariknya memasuki hotel itu, bukannya langsung pulang sesuai perkiraanya.


"Check in. Aku sudah tidak tahan Sofia." desisnya.