Dear Husband

Dear Husband
Suami



Sofia mengendong tubuh mungil Elle dalam dekapannya dan masuk ke kamar Nando.Pria itu masih setia duduk di sofanya saat mereka masuk.Ekor matanya menangkap kehadiran dua wanita beda generasi itu saling tertawa renyah karena Sofia berulang kali mengajak Elle bercanda.


"Papa,dimana dirimu?" tanya Elle agak keras.Nando segera bangun dan mendekati mereka.


"papa disini sayang."


"Terimakasih sudah mengijinkan Elle tidur bersama kalian." sama seperti Maria dan Sofia,sudut mata Nando juga berair mendengar perkataan polos putrinya.Kata sederhana yang seakan menampar harga dirinya sebagai orang tua,sebagai seorang ayah dan kepala rumah tangga yang gagal mengatur keluarga kecilnya.


Dia adalah Fernando satria Hutama yang ditakuti di dunia bisnis karena arogansi,ketepatan dan keberhasilannya.Tapi dia hanya ayah yang gagal untuk putri semanis dan sebaik Hellena.Miris bukan?berulang kali dia menepis semua itu,namun hari ini Helena sudah meruntuhkan tembok yang dia bangun diatas keegoisan dan peraturan palsu yang dia ciptakan.Seorang anak yang mengucapkan terimakasih hanya untuk tidur bersama orang tuanya sendiri adalah hal paling menyakitkan baginya.Bukankah itu sebuah kewajiban baginya?Elle bahkan sudah dewasa sebelum waktunya saat Emma memaksa dia tidur sendirian saat usianya gebao dua tahun.Wanita itu bahkan tak menghiraukan tangis ketakutan Elle kala itu.Dia teralu mencintai Emma hingga mengabulkan apapun yang diinginkan wanitanya tanpa berpikir jika Elle kecil butuh kebersamaan dan kehangatan keluarga yang tidak pernah bisa dia berikan saat masih bersama Emma.Fernando terlalu takut Emma meninggalkannya hingga menutup mata dan telinganya rapat-rapat pada semua kelakuan Emma tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Elle sayang,kau boleh tidur disini kapanpun kau mau." Luruh sudah air mata pria dingin itu.Diambilnya Elle dari gedongan Sofia,memeluknya erat dan menciumi seluruh wajah putrinya.Setitik air yang jatuh membasahi dahi Elle membuat nona kecil keluarga Hutama itu tau jika papanya menangis.Tangan kecilnya bergerak meraba dan menyusut air mata sang papa.


"Jangan menangis papa.Maafkan Elle yang menyusahkan papa."


"Tidak sayang.Elle tidak menyusahkan papa.Secepatnya papa akan mencarikan donor mata agar Elle bisa melihat lagi." Elle mengagguk.Nando membawanya ke tempat tidur dan meletakkan putri kecilnya ditengah ranjang king size itu.


Cukup lama mereka mendengar celotehan Elle yang menceritakan pengalamannya selam berada di kediaman Bella juga kebersamaannya dengan Ling-ling sang sepupu yang seumuran denganya.Gadis kecil itu tertawa riang sambil sesekali menguap karena mengantuk.Sofia mengelus kepalanya.


"Elle sudah mengantuk ya?mau mama bacakan cerita pengantar tidur?" tawar Sofia yang disambut anggukan kuat dari Elle.Wanita itu mengambil ponselnya dan membuka aplikasi dongeng anak.Sekarang gantian Fernando yang mengelus kepala putrinya karena melihat Sofia yang sibuk membuka ponselnya.


Dokter cantik itu mulai membaca dengan penuh penghayatan hingga Elle serasa hadir dalam dongeng itu.Sofia menyudahi ceritanya saat mendengar dengkuran halus dari bibir Elle yang sudah terlelap dan pergi ke alam mimpi.Tangannya dengan sigap menyelimuti tubuh kecil itu lalu mencium pucuk kepalanya penuh kasih sayang.


"Ikut aku." perintah Nando tiba-tiba.Pria itu bangkit menuju balkon kamar.Mau tidak mau Sofia mengikutinya kesana.


"Ada apa tuan muda?"


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu.Jika Elle mendengarnya itu akan sangat berbahaya."


"Lalu?"


"Emma selalu memanggilku honey." mata Sofia melotot tak percaya.


"Jangan suruh aku memanggilmu begitu karena itu sangat menggelikan bagiku tuan muda." sarkas Sofia berapi-api.Sungguh dia tidak bohong.Hanya dengan membayangkan saja perutnya sudah mulas karena terlalu banyak tertawa.


"Terserah kau saja." Nando membuang pandangannya tidak suka.Sofia cukup tau itu.Beberapa jam bersama Nando membuatnya banyak belajar kilat tentang mimik wajah dan sifat Nando.


"Lupakan masalah itu.Apa yang ingin anda bicarakan denganku?"


"Bagaimana aku bisa melupakannya begitu saja saat aku tau putriku bisa mendengarmu memanggilku begitu Sofia?Kau istriku,bukan pelayanku.Jadi stop memanggilku dengan sebutan itu."


"Terserah kau saja.Toh kau juga tidak mendengarkan perkataanku." sanggah Nando masih dengan wajah kesal dan hati dongkol.Sofia mengerutkan keningnya,bingung.Terlalu lama berdebat dengan Fernando hanya akan membuatnya pusing karena selain sifat aslinya,Fernando juga kadang kekanakan dan egois.


"aku akan memikirkannya nanti."


"sekarang Sofia,tidak ada nanti!" sentak Nando lirih lengkap denga wajah kesalnya.


"kakak...aku akan memanggilmu kak Nando."


"aku bukan kakakmu."


"lalu?"


"Sofia,kau lulusan kedokteran dengan predikat sempurna.Jangan membuatku merasa kau lulus dari hasil main belakang atau ijasah palsu.Harusnya otakmu cukup encer kalau hanya untuk menentukan panggilan pada suamimu.Kau ini bodoh sekali." omel Nando dengan wajah ditekuk.


"Mas saja."


"Aku tidak mau.Panggilan itu mengingatkan aku pada tukang ojek,penjual bubur atau apalah itu namanya.Aku tidak mau panggilanmu padaku sama dengan mereka.Aku ini tuan muda Hutama.Aku ini istimewa." protes Nando dengan wajah sangar.


"Tidak mau ya sudah.Aku tidak akan memanggilmu." balas Sofia tak kalah garang.Menghadapi orang keras kepala seperti Nando hanya akan membuat dia hipertensi.


"Terserah kau.Tapi aku tidak akan pernah mengijinkanmu keluar rumah apalagi bekerja di rumah sakit."


"Kau tidak punya hak untuk melarangku Fernando satria Hutama!" serang Sofia berang.Dia merasa Fernando sudah mengingkari janjinya.


"Aku punya hak untuk itu karena aku suamimu!”


" Suami diatas kertas." ejek Sofia dengan bibir menyeringai penuh ejekan.


"owwhh ...apa itu berarti kau ingin aku menjadi suamimu dalam arti yang sebenarnya dokter?" tanya Nando lirih.Tangannya bergerak cepat merengkuh pinggang Sofia dan merapatkannya ke tubuh kekarnya.


"ja..jangan..le..lepaskan." Sofia berusaha berontak,namun Nando sudah mengunci pergerakannya.Pria itu dengan kasar meraih dagunya dan menyatukan bibir mereka.Merasa tidak mendapatkan reaksi dari Sofia,dia nekat menggigit bibir bawahnya hingga wanita muda itu mengerang sakit.Kesempatan yang dengan cepat dimanfaatkan Nando untuk memasukkan lidahnya dan bermain disana.Sofia hanya menutup matanya rapat,tidak tau akan melakukan apa.Ini ciuman pertamanya,dan Nando sudah mengambil paksa darinya tanpa ijin.Dengan sekuat tenaga diinjaknya kaki Nando dan mendorongnya kuat.Nando yang tidak siap karena terlena dalam ciuman panasnya berteriak dan melepaskan dekapannya.Nyaris saja tubuh Sofia terhempas ke lantai jika tidak terbentur tralis pembatas.


"Kau sangat kurang ajar Fernando!" makinya dengan wajah merah padam dan nafas tersengal.Nando tersenyum miring,balas mengejeknya.


"Jangan bilang itu ciuman pertamamu dokter.Kau terlihat sangat bodoh." Hati Sofia memanas.Bukanya minta maaf,pria itu malah mengejeknya.Benar-benar pria tak berperasaan.