Dear Husband

Dear Husband
Extra part 1



Pesta pernikahan yang amat khidmat. Semua lebur dan mengaminkan doa penghulu setelah ijab kabul dilakukan dan dinyatakan sah. Amanda mencium tangan kekar Sean dan dibalas kecupan di kening wanita cantik berdarah jepang yang ditutup hijab putih, senada dengan kebaya pengantinnya.


Ini adalah murni permintaan Sean dan Amanda yang tak ingin terlalu merepotkan keluarga Hutama. Dinikahkan saja sudah membuat mereka berdua bahagia, mengingat kini mereka sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dibanggakan. Seluruh aset mereka disini sudah disita sebagai barang bukti.


"Sean, Amanda..selamat ya.." ucap seluruh keluarga Hutama dengan senyum bahagia. Kedua mempelaipun membalas dengan senyum yang sama. Meski dibilang sederhana, namun takaran sederhana bagi keluarga kaya sangat berbeda. Lihatlah rumah besar Hutama yang dihias cantik oleh orang wedding organizer andal. Begitu juga hidangan katering kelas satu yang jadi santapan para tamu yang kebanyakan petinggi Hutama grup dan para tetangga yang khusus diundang untuk acara pernikahan Sean yang juga diakuai Teguh hutama sebagai keponakannya.


"Hubby..." Fernando yang asyik menimang baby Rafa seketika menoleh saat sebuah tangan lembut menyentuh punggungnya. Senyum pria tampan itu terkembang.


"Ya sayang."


"Mau kuambilkan makan? dari tadi kau tak sempat makan." Tentu saja Sofia khawatir dengan suaminya. Sarapan saja tidak sempat karena begitu heboh mengurusi pernikahan Sean Moraima.


"Atau kau mau makan sendiri? biar Rafa aku yang gendong." Tangan Sofia sudah terulur menggapai tubuh gembul Rafa saat Nando malah mengenggamnya dan menciumnya lembut. Lagi-lagi wajah Sofia merona dan bisa dipastikan Nando amat gemas karenanya.


"Mas....ada banyak orang disini." protes Sofia berbisik. Nando tertawa ringan melihat kepanikan istrinya itu. Seperti anak remaja yang baru pacaran dan takut ketahuan. Padahal mereka sudah menikah, punya anak dan selalu mesra.


"Memangnya kenapa kalau banyak orang hem?? mereka semua tau kalau kau istriku sayang. Jadi jangan panik begitu."


"Sudahlah. Kau memang susah diajak bicara mas. Jadi diambillkan atau mau ambil sendiri?" tanya Sofia kembali ke tujuan awalnya menghampiri Nando.


"Sayang, aku pengennya disuapin kamu." bisik Nando tepat ditelinga kiri Sofia. Sekali lagi pipi mulus itu merona merah. Kepala sang dokter terus menunduk menyembunyikan rasa malu dan desiran tak menentu dalam hatinya. Jemarinya bergerak memberi cubitan kecil di lengan Fernando.


"Sayang..."


"Suamimu ini hampir mati kelaparan. Cepat ambilkan makanan." pinta Nando memelas. Sofia yang baru tersadar dari lamunannya bergerak cepat ke meja panjang tempat semua menu ditata rapi. Wanita itu berjalan anggun mengambilkan makanan untuk suami tercintanya lalu kembali menghampiri Fernando.


Nando yang terus mengawasi pergerakan istrinya dibuat terpana pada penampilannya. Sejak pagi mereka sama-sama sibuk hingga tak sempat saling memperhatikan. Istrinya yang dulu biasa saja saat pertama kali datang dalam kehidupannya berubah total karena berbagai perawatan mahal yang dia paksakan. Sebagai suami, dia ingin istrinya tampil sempurna hingga tak akan ada yang memandang rendah dirinya. Momy baby Rafa itu juga terlihat anggun dengan balutan kebaya modern yang senada dengan kemejanya hasil rancangan desain terkenal tanah air. Tapi bukan itu saja yang mencuri perhatian Nando. Pria itu lebih tertarik pada ukuran dada dan pinggul istrinya yang makin seksi setelah melahirkan. Dia benar-benar dibuat kesulitan menelan ludah karenanya. Pun saat Sofia sudah duduk disisinyapun dia masih terpana.


"Siniin Rafa mas...biar ku gendong."


"Sayang aku maunya disuapi." tegas Nando keras kepala. Bibir seksinya bahkan sudah cemberut dengan ekspresi dongkol. Sofia menarik nafas panjang dan mulai menyuapinya. Dia tidak akan menang jika harus berdebat dengan Fernando.


Rasa lapar membuat Nando menghabiskan isi piringnya dengan cepat. Sofia segera mengambil tisu untuk mengelap bibir suaminya, juga mendekatkan gelas berisi jus melon ke bibir suaminya agar bisa minum.


"Kau cantik hari ini." desis Nando dengan tatapan tajam khas dirinya.


"Aku tau pujianmu tidak gratis hubby." timpal Sofia yang amat hafal watak suaminya.


"Tentu saja, karena tak ada yang gratis di dunia ini nyonya muda Hutama." ujarnya sambil mengerling mesum pada istrinya.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


*Hai readers....author balik lagi untuk menepati janji memberikan extra part bagi kalian. Terimakasih untuk anda yang sudah mengingatkan saya untuk up tadi. Saya sangat menghargai apresiasi dan dukungan kalian. Jangan lupa tetap simak dan berikan komentar kalian untuk menyemangati penulis ya.


Happy reading🀩🀩🀩*