Dear Husband

Dear Husband
Pesta Roy



Suasana pesta pembukaan perusahaan baru keluarga Larsons terlihat amat meriah dengan lampu terang benderang dan nuansa kuning terang yang melambangkan keagungan. Empat pasangan keluarga Hutama memasuki ruangan luas itu dengan formasi sesuai urutan. Ada Teguh dan Fransisca dibarisan terdepan, disusul Karin dan Luis, Nando menggandeng istri tercintanya yang dibalut busana senada dengan dirinya yang berpakaian semi formal serta Bella dan sekretaris Alex diurutan paling belakang. Mereka memang sengaja tidak mengajak anak-anak ikut serta dan menitipkannya pada Maria dan pembantu dirumah. Toh Sofia sudah meminta agar mereka tak terlalu lama disana.


"Selamat atas dibukanya perusahaan barumu Roy." ucap Teguh Hutama menyalami mantan sahabatnya itu. Roy hanya tersenyum tipis dan mengucapkan terimakasih. Tatapan matanya terus mengikuti saat Teguh juga menjabat tangan istrinya. Kilat kemarahan tak kasat mata tampak disana.


"Selamat untukmu tuan Larsons." ucap Fransisca membuat pandangan Roy teralih sementara padanya. Lihatlah wanita bule di depannya itu..bahkan dia lebih cantik dari pada istrinya, tapi kenapa Teguh hutama masih tak bisa melupakan istrinya?


Rumit. Itu kata pertama untuk menjelaskan hubungan asmaranya dengan sang istri Alisia. Dia yang pertama kali jatuh hati pada gadis berdarah Eropa itu.Dulu, dia, Teguh dan Alisia adalah tiga orang yang bersahabat dekat dan punya hubungan seperti saudara hingga Roy tau jika Alisia jatuh cinta pada Teguh. Hati Roy hancur kala melihat keduanya menjalin kasih secara terang-terangan di depannya. Berbulan-bulan Roy diam menahan sakit dalam hatinya dan mencoba membuat jarak dari pasangan itu hingga seseorang datang menghancurkan hubungan itu. Ya, dia adalah Fransisca.


Fransisca yang memang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Teguh hutama kali menjadi anggota senat dikampus mereka, memaksa papanya yang memang kaya raya untuk menjebak Teguh agar mau menikahinya. Bukan Fransisca namanya jika tak bisa berbuat nekat. Gadis itu punya seribu cara agar membuat Teguh hutama mencintainya dan bertekuk lutut padanya. Pernikahan mereka akhirnya digelar. Alisia begitu terpukul karenanya. Moment inilah yang dimanfaatkan oleh Roy untuk mengambil hati Alisia dan menikahinya. Bertahun-tahun berlalu hingga Roy tau jika Alisia tetap tak bisa melupakan Teguh dari dalam hatinya. Itulah yang membuat Roy berang dan menantang Teguh hutama dikantornya. Perkelahianpun terjadi. Teguh yang tau sahabatnya sedang emosi sama sekali tak melawan. Dia jadi bulan-bulanan Roy larsons hingga dilarikan ke rumah sakit dan membuat Fransisca terus menangis tanpa henti.


Ternyata benar..lebih baik dicintai dari pada mencintai. Sikap Fransisca yang baik hati, perhatian dan penuh kasih sayang sudah mengetuk hatinya. Sungguh, tak ada wanita yang mencintainya dengan tulus selain Fransisca. Dia mendengar saat wanita itu minta maaf dan berjanji akan melepasnya saat dia sadar dari koma. Perkataan yang benar-benar ditepati oleh Fransisca. Dia mengugat cerai Teguh dihari pertama suaminya sadar. Sebuah perjuangan panjang yang harus dilakukan Teguh hutama untuk mendapatkannya kembali.


"Terimakasih nyonya Fransisca." balasnya seraya menjabat tangan itu hangat.


Karin dan suaminya yang memang tak begitu kenal dengan keluarga Larsons bersikap biasa saja dan cepat berlalu kala sudah mengucapkan selamat. Lain halnya dengan Fernando, pria itu merasa amat jengah dengan keramahan berlebihan kala sampai dihadapan Roy. Pria seusia dadynya itu malah terlihat menyebalkan dimatanya dengan senyum yang tak biasanya. Oh ya..Sean? dimana pria itu? bukannya seharusnya dia ada disana?


Nando, Teguh maupun Karin dan Alex berjalan masuk dan menyapa beberapa kolega bisnis mereka. Sedikit beramah tamah atau sekedar berjabat tangan. Siapa yang tak mengenal keluarga Hutama. Mereka salah satu ikon bisnis di dalam maupun luar negeri.


Untung saja Sofia yang menantu baru mereka sama sekali tak kesulitan membawa diri. Ibu muda itu selalu ramah, mudah bergaul dan amat sopan. Nando baru tau jika istrinya itu juga amat fasih berbahasa Mandarin kala bisnisman dari China menyapanya. Tak terhitung berapa kali senyum mengembang di bibir tipisnya. Rasa bangga begitu menyeruak dalam dirinya kala mengenalkan istrinya pada sesama pelaku bisnis. Sofia memang tak secantik Emma, tapi dia begitu cerdas dan bisa membawa diri. Suami mana yang tak bangga kala istrinya membuat kagum para istri pengusaha lain dengan tampilannya yang tertutup namun amat elegan? kecantikan memang tak melulu soal rupa, tapi juga tingkat kecerdasan dan kepercayaan diri yang tinggi. 'Ahh Sofia...kau adalah ratuku malam ini.' batin Nando.


Detik demi detik berlalu. Tibalah saat Roy memberikan sambutan. Pria itu naik ke atas podium dan mengucapkan pidatonya yang terkesan serius hingga membuat semua orang menatapnya. Jika dipikir-pikir dia seperti melakukan sambutan pada forum resmi, bukan pada sebuah pesta yang katakanlah sebuah tasyukuran.


Lampu menyala kembali setelahnya. Semua orang menutup bibirnya tak percaya. Pandangan mereka serentak mengarah pada Fernando yang masih berdiri dengan minuman dingin ditangan kanannya. Pria itu tetap bersikap tenang, apalagi jemari Sofia langsung tertaut pada tangannya. Sebuah kekuatan baru muncul dalam dirinya. Netra teduhnya menatap lembut sang belahan jiwa yang mengangguk menguatkan hatinya.


"Yang kalian lihat adalah orang yang benar. Dia putra keluarga Hutama yang sudah menodai putri saya dan menjadikannya pelampiasan hasrat karena istrinya sama sekali tak bisa memuaskannya. Perbuatan yang sama sekali tidak pantas dilakukan seorang suami saat istrinya baru melahirkan dan mengalami kelumpuhan. Kini putri saya Amanda hamil karena perbuatan bejatnya! dan dia sama sekali tidak mau bertanggung jawab. Saya harap tidak akan ada lagi korban yang akan jatuh karena nafsu manusia tak beradab ini." Semua hanya diam mendengarkan perkataan Roy yang terus menggiring opini publik agar Nando terlihat buruk dan bersalah. Bisik-bisik mulai terdengar diseluruh ruangan, namun sama sekali tak membuat Fernando, Karin maupun Bella terusik. Apalagi pasangan mereka. Mereka semua tetap anteng ditempatnya, menyimak adegan demi adegan mendebarkan itu seolah menonton sebuah drakor atau sinetron kumenangis saja. Tak ada yang berniat pergi atau membela diri. Hanya Teguh hutama yang terus membisiki istrinya yang terlihat gelisah dengan penuh kesabaran. Dia sudah memperhitungkan jika akan ada yang beres. Akan terjadi sesuatun di pesta itu. Bertahun-tahun berteman dengan Roy sudah membuatnya hafal jika mantan sahabatnya itu adalah tipe pendendam.


"Putrimu? sejak kapan kau punya seorang putri tuan Larsons?" tanya Fransisca lantang. Otak cerdasnya tentu saja langsung bekerja karena setahunya Roy hanya punya satu putra saja. Hal itu juga menjadi pertanyaan dibenak banyak orang yang hadir disana.


"Aku punya seorang putri dengan wanita berkebangsaan Jepang nyonya. Dia lahir beberapa tahun dari putraku." Balas Roy amat percaya diri, masih menggunakan pengeras suaranya.


"Apa itu berarti kau menikah lagi? atau hanya menikah siri?" Fransisca masih mencari tau versi dirinya. Dia juga pelaku bisnis yang juga biasa menjumpai kecurangan didalamnya. Ada banyak cara menjatuhkan lawan.


"Ya, kami menikah."


"Wahh..rupanya anda cukup hebat menjadi pelaku poligami. Itu bagus. Tapi kenapa kau sembunyikan putrimu dari publik? apa dia membuatmu malu? dan ya..bisakah kau tunjukkan pada kami semua siapa putrimu?"


"Ohhh...tentu saja nyonya Fransisca yang terhormat. Dia juga akan membeberkan pada anda kronologinya hingga anda tau jika anda dan suami anda adalah orang tua yang gagal mendidik anak." kata Roy sinis. Dia menepukkan tangannya, memberi isyarat kala pintu di sampingnya terbuka. Sesosok wanita berpakaian seperti Sofia masuk dan menuju ke arahnya. Semua mata memandang takjub padanya kecuali Roy yang tampak kaget seketika.


"Amanda kau.........????"