Dear Husband

Dear Husband
Bertikai



Delia menatap tajam Sofia yang masih berdiri tegak di depan suaminya. Tatapan tidak suka berbalut dendam seolah Sofialah pelakor yang sesungguhnya.


"Dasar tidak tau malu!" sergahnya lagi. Untung Sofia waspada dengan tetap menahan tubuh suaminya yang berada dalam mode siap serang. Manusia sekelas Fernando sama sekali tak punya hati bila disakiti.


"Hubby, jangan kotori tanganmu dengan melakukan apapun pada wanita ini. Kami para wanita punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah." tutur Sofia dengan senyum manis mengembang di bibir sensualnya. Tangannya menyusap pipi Fernando lembut, membuat pria itu menahan tangannya dan mengecupnya lembut.


"Aku takut wanita gila itu menyakitimu." lirih Nando penuh kasih. Mata teduhnya seolah menghipnotis Sofia agar tak berhenti memandangnya. Tiba-tiba dia merasa jadi wanita beruntung di dunia karena bisa mendapatkan cinta Fernando seutuhnya. Hal yang bahkan tak berani dia bayangkan sebelumnya.


"Percayalah padaku seperti aku percaya padamu hubby." ujarnya lagi. Nando hanya mengangguk lalu mundur dua langkah dari tempatnya, memberi ruang pada istri tercintanya menyelesaikan masalah.


"Sejak kapan kau jadi suami takut istri tuan Fernando? apa tuan muda sepertimu sudah kehilangan wibawa dan hidup dibawah ketiak wanita?" tukas Delia terkekeh. Entah mendapat keberanian dari mana wanita sombong itu memprovokasi Nando agar bertindak arogan. Nando mengeram marah, namun lagi-lagi senyum Sofia meluluh lantakkan emosi yang membara dihatinya.


"Apa kau begitu ingin tau nyonya Delia? Itu karena suamiku pria beradab. Tidak ada suami yang takut pada istrinya. Mereka hanya menghargai pasangannya. Harusnya kau memang menikah dengan suamiku agar kau tau rasanya dihargai."


"Kalau begitu enyahlah!! aku yang akan menggantikanmu. Dasar wanita rendah!!" maki Delia penuh intimidasi. Bukannya marah, Sofia malah tersenyum amat lebar.


"Delia felati....mantan model majalah dewasa yang punya banyak sensasi sepanjang karirnya. Menurut beberapa majalah gosip bahkan kau menjadi bintang film biru untuk menunjang gaya hidup dan kesenangan hidupmu. Kau bahkan lari ke Singapura dan menikah dengan John Montenegro, pacar gelapmu sehari sebelum rencana pernikahanmu dengan suamiku. Apa ini yang kau sebut wanita kelas atas nyonya? lalu kelas atas mana yang anda huni karena mau diajak kawin lari oleh John montenegro yang hanya....yah...pelatih fitnes?" sinis Sofia sambil berjalan pelan mengitari tubuh Delia sambil bersedekap.


"Diam kau setan!!!" hardiknya kasar.


"Setan? Sungguhkah ada setan secantik aku nyonya??"


"Bedebah!!!" dan tanpa ancang-ancang Delia menjambak rambut panjang Sofia hingga kepala sang dokter yang masih terkejut menengadah padanya yang amat marah. Nando sontak mendekat, namun kode tangan Sofia menghentikannya.


"Beraninya kau berkata yang tidak-tidak. Kau pikir kau siapa hem? wanita miskin, kotor, pantas kau jadi perebut calon suami orang. Pasti orang tuamu yang kampungan itu yang mengajarkan kau untuk jadi kaya tanpa bekerja!!"


.........Braakkkk!!!!.........


Fernando hingga harus meloncat mundur lagi saat tubuh Delia terpental dan berguling di bawah kakinya. Terlalu cepat, bahkan dia masih belum sempat berkedip saat istri cantiknya sudah membanting tubuh yang lebih besar darinya itu hanya dalam satu gerakan. Benar-benar gerakan yang cantik.


"Aku bisa terima saat kau menghinaku, atau suamiku. Tapi aku tidak bisa terima jika kau menghina orang tuaku." ucap Sofia sinis. Kaki kanannya bahkan sudah menginjak tangan kiri Delia tanpa belas kasih. Rintihan wanita arogan itu bahkan sama sekali tak mempengaruhi dirinya. Sofia sudah seperti orang lain saat marah. Jiwa belas kasih dan kemanusiaannya bahkan sudah raib entah kemana. Seebentar kemudian dia berjongkok, memegang leher Delia kasar.


"Ini untuk hinaanmu pada suamiku."


.......plaaakkk......


"ini untuk tuduhan kotormu pada orang tuaku!" wajah cantik dan teduh itu menggelap. Bibir Delia pecah karena kerasnya tamparan sang nyonya muda. Air mata sudah mengalir tak terbendung dipipinya.


"Sofia lepaskan aku....ampun Sofia...." rintihnya pilu. Nando mendekat, memegang pundak istrinya dan memaksanya berdiri. Tatapan nyalang Sofia membuat Nando menghentikan aksinya. Sungguh dia tak ingin Sofia bertindak diluar batas dan menyebabkan repurtasinya terancam.


"Pergi kau dari sini...jangan pernah kembali kemari karena aku tak akan segan mematahkan tanganmu atau merontokkan tulangmu jika aku masih melihatmu disini!" dan tergopoh Delia bangkit berlari kepintu. Niatnya hanya satu..pergi sejauh mungkin dari rumah itu.


"Sayang sudah...."


"Apanya yang sudah???!!!" bentak Sofia kasar. Nando sendiri juga terkejut karenanya. Sejak menikah, baru sekarang Sofia berani membentaknya.


"Sayang sudahlah, lupakan semuanya. Ayo kita menemui Rafa." bujuk Nando pelan. Tapi lagi-lagi tangan kekar yang berada di bahunya itu ditepis kasar.


"Mudah bagimu melupakan sesuatu mas. Tapi tidak aku!! kupikir selaramu adalah wanita tehormat yang sekelas denganmu. Ternyata hanya para ******. Pantas saja kau juga menikahi Emma dulu, wanita itu sama saja dengan mantan istrimu. Memalukan!!!" sentak Sofia penuh amarah. Mendengar nama Emma disebut-sebut membuat pria itu naik pintam.


"Apa kau pikit kau wanita terhormat hemm?? kau hanya...."


"Anak petani miskin yang kau biayai hingga jadi dokter dan kau nikahi agar jadi wanita terhormat dan kaya raya tentunya." lanjut Sofia tersenyum kecut. Amarahnya berangsur berganti dengan rasa nelangsa.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Hai readers...


Niat awal saya cuma kasi extra part untuk kalian jadi berubah haluan. Semangat, kritik, saran, dorongan dan sambutan positif kalian semua membuat saya ingin melanjutkan novel ini. Terus beri saya dukungan ya....jangan lupa tab❀❀ agar kalian mendapat pemberitahuan up terkini.


Terimakasih dan selamat membaca😘😘😘