Dear Husband

Dear Husband
Ejekan



"Anda...siapa?" tanya Sofia sesaat setelah membuka pintu utama sore itu. Hari ini dia memang pulang cepat karena jadwal praktiknya dimajukan. Jadi sehabis menjemput Rafa dia bisa langsung pulang. Melepas lelah dan bermain bersama putranya sambil menunggu dady tampannya pulang. Tatapannya menelisik wajah wanita cantik berbody aduhai dengan pakaian minim yang berdiri dihadapannya.


"Saya Delia. Apa Fernando ada di dalam?" Delia????? sepertinya dia sangat tidak asing dengan nama itu. Sekali lagi dia menatap wanita itu. Garis wajahnya...kenapa mirip dia? walau tak identik tapi terlihat sedikit mirip saja.


"Suami saya belum pulang." balas Sofia datar.


"Suami? jadi kau istri pengganti itu?" kata Delia terkekeh. Seketika ingatan tajam Sofia berputar. Istri pengganti adalah kata kuncinya. Sekarang dia ingat jelas siapa wanita di depannya itu. Dia Delia felati. Wanita yang dicari Alex atas perintah Nando saat pertama kali mereka berjumpa karena salah paham dan salah tangkap. Jadi begini rupa wanita yang akan dinikahi suaminya dulu? Seketika rasa panas menjalar dalam diri Sofia. Tangan dokter cantik itu terkepal kuat karenanya.


"Hai...bolah saya masuk?" Delia hingga harus mengibaskan tangannya di depan wajah Sofia yang terdiam.


"Masuklah!" ujarnya kemudian. Walau diserang cemburu, Sofia tetap harus menghormati tamu. Menyuruh masuk adalah tata krama yang dia pegang.


Delia memasuki rumah dengan gaya gemulainya. Melihat-lihat isi rumah Nando, lalu m3 9enuju sofa dan duduk seraya menyilangkan kaki disana. Sangat percaya diri. Sofia akui wanita ini cantik. Dia juga punya potongan tubuh yang ideal, tak seperti dirinya yang bisa dibilang....hanya tinggi semampai saja. Bergegas dia mengambil ponsel dari saku baby dollnya dan mencari nomer ponsel suaminya. Dia tak ingin terlalu lama berhadapan dengan Delia.


Baru saja tersambung, Sofia melihat mobil suaminya memasuki gerbang. Nafas lega keluar dari mulutnya. Dia berdiri dan meraih Rafa yang berada dalam gendongan pembantunya lalu menuju pintu. Sudah rutinitasnya menyambut sang suami di depan pintu.


"Sayang...kenapa ,telepon? apa kau begitu merindukan aku?" tanya Fernando dengan senyum terkembang. Disematkannya sebuah kecupan ke kening istri cantiknya sesaat setelah Sofia mencium punggung tangannya.


"Selamat sore tuan Fernando." sapa Delia memutus kemesraan suami istri penuh cinta itu. Nando menatap pada wanita di depannya sinis.


"Apa kau gila!!" bentak Fernando dengan emosi sampai ke ubun-ubun. Wajah putih bersihnya memerah. Bukannya takut, Delia malah berdiri kembali dan mencoba memeluknya. Namun gerakannya kalah cepat dengan Sofia yang langsung berdiri sigap di depan tubuh Fernando. Tameng hidup.


"Minggit kau istri pengganti! kau tak berhak berada disisi Nando. Hanya aku yang berhak disana. Yang ingin dinikahi Nando adalah aku ..bukan kau ******!!" maki Delia marah. Sofia menahan tubuh Nando yang akan bergerak maju.


"Mbak Maria ..sini sebentar!" panggilnya membuat Maria tergopoh mendekat. Sofia menyerahkan Rafa padanya dan menyuruhnya membawa sang putra ke kamar. Maria segera pergi begitu melihat wajah marah sang nyonya.


"Dari tadi saya dengar anda terus menyebut saya istri pengganti. Sekarang ditambah lagi kata ******. Ck ck ck...hebat anda. Pernah sekolah tidak? Pernah belajar tata krama tidak?" tanya Sofia tenang dengan posisi tubuh tetap menahan tubuh kekar suaminya. Takut pria itu berbuat nekat.


"Kau tidak terima? ha..ha...akhirnya kamu sadar jika itu bukan tempatmu. Menyedihkan sekali." tukas Delia penuh ejekan. Sofia menarik ujung bibirnya.


"Kau yang harusnya sadar nyonya Delia. Saya ini istri sah. Anda hanya wanita yang tak jadi dinikahi bukan? huffftt...saya turut terharu karenanya. Tragis sekali kisag anda nyonya."


"Diam!!"


"Apa saya ada kewajiban mengikuti perintah anda? Tidak bukan???