Dear Husband

Dear Husband
Drama pagi



"Sofiiaaaaa...." panggil Nando keras dari arah meja makan.Pria itu berdiri dari duduknya,dan melotot pada Sofia yang berdiri kaku di anak tangga terakhir.Nando memindai tubuhnya dari atas ke bawah membuat Sofia bertanya-tanya...apa kesalahannya?bajunya juga terlihat sopan,bukan tipe pakaian kekurangan bahan seperti difilm-film.Nando mendekatinya dengan langkah panjang dan serta merta menariknya kembali menaiki tangga.


"Hey..apa yang anda lakukan tuan pemaksa?bukanya anda mengajak lekas berangkat?lalu kenapa ke kamar lagi?" pekik Sofia kesal.Namun bukan Nando namanya jika mau menjawab pertanyaan orang lain dengan mudah.Pria tampan itu memilih diam,mengatupkan bibirnya rapat-rapat,menulikan telingannya dan mempercepat langkahnya.


"Bersihkan wajahmu!" sarkasnya dengan tatapan tajam hingga membuat Sofia merinding.


"apa??" tanya Sofia tak percaya.Sebenarnya ada apa dengan robot bernyawa di depannya?kenapa main perintah dan memaksa seenak hatinya.Ada asumsi bahwa Nando adalah tipe orang yang tidak mengidahkan perasaan orang lain.Sebenarnya terbuat dari apa hati manusia satu ini?


"Apa telingamu bermasalah dokter?kubilang bersihkan wajahmu!Aku tidak suka kau berdandan menor seperti itu!" lagi,bentakan tanpa tau kesalahannya letaknya dimana?kenapa sih manusia satu ini sulit dimengerti?


"menor?kurasa anda salah paham tuan Fernando.Saya hanya memakai make up natural." Yang dikatakan Sofia benar.Dia hanya memulas wajahnya secara sederhana walau sedikit menambahkan riasan tertentu dialis dan perona di pipinya.Tapi itu semua hanya untuk menutupi wajahnya yang terlihat capek dan sedikit pucat karena kelelahan.


"Aku bilang hapus.Kau tidak boleh pakai make up begitu didepan semua orang." Ketus Nando semakin tidak mau tau.


"Semua orang?hanya ada kitakan?semua orang siapa yang anda maksud?"


"Sofia dengar,kita akan ke bandara.Artinya kita akan berjumpa banyak orang disana.Aku tidak ingin seorangpun memperhatikanmu."


"Anda cemburu?" Kata Sofia to the point.Nando membuang mukanya.Bagaimana dia bisa cemburu pada wanita yang baru saja dia kenal jika cintanya sudah habis untuk seseorang yang sudah menghabiskan seluruh ruang dalam hatinya,setiap detak dalam jantungnya dan seluruh hidup yang dia pertaruhkan?Nando menarik nafas panjang.Ada kehidupan dan perasaan seseorang yang harus dia jaga.


"Sudah kubilang kau bukan tipeku dokter.Lihat ...kita bagai bumi dan langit." desis Nando sambil membalikkan tubuh Sofia yang berdiri sejajar dengannya untuk menatap cermin.Mata Sofia melebar sempurna.


Fernando benar,alangkah jauhnya perbedaan mereka.Nando terlihat gagah,fresh dan tampan.Pria matang dan mapan yang digandrungi banyak perempuan.Sedang dirinya?terlihat sangat eksotis saat berdekatan dengan pria yang sudah jadi suaminya itu.Nando bahkan berkulit lebih putih darinya,berhidung lebih mancung dan ya...lebih good looking dari pada dirinya yang memang hanya wanita muda biasa saja hingga bisa dibilang telat jodoh diusianya yang hampir kepala tiga.Sofia menundukkan wajahnya.


"Tapi saya punya hal yang anda tidak punya tuan." balasnya setelah beberapa detik menunduk.Kini wajahnya terangkat penuh menatap manik biru itu penuh intimidasi.Nando terkesiap.Wanita di depannya ini sangat percaya diri.Itu yang membuatnya tertarik.Dia memerlukan aura positif seperti ini untuk seseorang dimasa mendatang.


"Apa?katakan apa yang tidak aku punya?" terdengar mengintimidasi tapi kali ini tidak banyak menimbulkan efek pada diri Sofia yang sudah sepenuhnya tersadar.


"Saya tidak harus menjawabnya."


"Harus Sofia!" sentak Nando tidak sabar.Dia bahkan kembali memegang lengan Sofia,membuat dokter muda itu meringis kesakitan.


tok...tok...tokk....


Nando mendengus kesal saat pintu diketuk,dia melepaskan cengkeramannya dan membuka pintu.Sekretaris Alex berdiri disana dengan wajah datar,sama seperti wajah yang biasanya dia pasang.Majikan dan asisten yang menyebalkan.


"Sudah saatnya anda berangkat tuan." katanya penuh hormat sambil menggenggam kedua tangannnya di depan tubuhnya.


"Ayo." Sofia menengadahkan kepalanya tidak percaya.Dia pikir Nando akan memperpanjang masalah mereka,tapi nyatanya dia malah mengajak berangkat.


"Kau mau tetap disitu atau pulang?" Sofia melangkah tergesa.Dia takut Nando berubah pikiran.Bisa hilang kesempatannya untuk hidup bebas nantinya.Dia bergidik ngeri saat membayangkan akan terkurung dirumah besar dengan segala formalitas yang membuat tekanan darahnya menjadi tinggi.


"Pakai!" ujar Nando sambil mengulurkan masker pada Sofia.Lama terdiam,Sofia hanya menatap suami tiba-tibanya itu heran.


"Hey...aku tidak sedang bertugas di rumah sakit tuan.Untuk apa pakai masker?" (maaf ya readers...setting cerita saya buat sebelum virus corona meyerang negara api.Mohon pengertiannya yaa😉😉)


"Ayo pakai!!" perintah Nando setengah membentak.Mau tidak mau Sofia meraih masker medis itu dan memakainya.


"sudah.anda puas???!!!" balas Sofia keras.Nando tersenyum smirk lalu menarik tangannya menuju pintu utama dimana Alex menunggu mereka takzim.Asisten bertubuh tegap itu membukakan pintu belakang untuk kedua majikannya.Nando memaksa Sofia masuk lebih dulu lalu dirinya.Alex baru menutup pintunya saat bayangan seseorang berdiri di dekatnya.Maria.


Gadis mungil itu menyerahkan tas Sofia yang ketinggalan karena harus melewati drama adu mulut dengan Nando tadi.


"Terimakasih Maria." kata Sofia sambil tersenyum lebar,berbanding terbalik dengan Nando yang memasang wajah datarnya.


"sama-sama nyonya." sahutnya cepat lalu segera berlalu dari sana.


Sesaat kemudian Alex masuk disisi kiri depan,bersebelahan dengan sopor keluarga yang sudah duduk manis diposisinya.Mobilpun melaju pelan meninggalkan kediaman Fernando menuju bandara.


"Kau sudah mengosongkan jadwalku beberapa hari kedepan?" tanya Nando pada Alex yang meliriknya dari kaca depan.


"Sudah tuan muda.Tapi apa anda yakin tidak memutuhkan saya selama disana?"


"Tidak Lex,kau harus tetap di perusahaan hingga aku kembali."


"Baik tuan." jawab Alex patuh.Tidak biasanya tuan mudanya ini pergi sendirian.Biasanya Alexlah yang selalu mendampinginya kemana-mana saat dia bepergian.Toh ada sekretais Kim yang akan dengan senang hati mengurus perusahaan.Kim adalah orang kepercayaan papanya,Teguh Hutama yang sudah bekerja disana dari umur 25 tahun hingga sekarang.Bisa dibilang,Kim adalah senior mereka.Pria paruh baya yang tetap lincah dan energik diusianya yang tidak lagi muda.


Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka hingga tiba dibandara.Mereka bergegas turun lalu menuju pesawat.Hampir saja terlambat.


"Duduk!" lagi-lagi Nando berkata dalam nada perintah yang terus terang membuat Sofia sebal.Tapi dia juga tidak punya pilihan selain menurut.Dia segera duduk,melepas maskernya dan menghirup nafas lega.


"Apa sebenarnya tujuan anda menyuruh saya menutup wajah dengan beginian?" bisik Sofia sambil menunjukkkan masker ditangannya.Dia jadi terlihat aneh dengan benda itu.Namun lagi-lagi Nando bungkam,membuat Sofia mengertakkan giginya karena sangat kesal.