Dear Husband

Dear Husband
Draft



"Amanda kau........????" pekik Roy tak percaya. Jika tak melihat wajah putrinya maka dia pasti mengira itu wanita lain. Tapi dia sangat hafal cara berjalan dan tersenyum putrinya. Amanda berjalan pelan mendekati papanya dan mengambil mikrofon dari tangan sang ayah tanpa disadari Roy karena masih dalam mode kaget.


"Perkenalkan saya Amanda Larsons, putri yang sempat tak diakui oleh tuan Roy Larsons." katanya tanpa beban. Kasak kusuk mulai terdengar kembali. Amanda memang begitu cantik dengan wajah orientalnya.


Fernando menatap lurus sosok Amanda dengan tangan terkepal. Entah sejak kapan Alex sudah berada disampingnya. Saat dia menoleh, sekretaris tampan yang juga adik iparnya itu sudah selesai menghubungi seseorang.


"Kita akan melakukan tidakan darurat jika Amanda membuat kegaduhan tuan muda." bisik Alex penuh penekanan. Menyakiti Fernando sama saja dengan menampar dirinya. Citra keluarga Hutama dipertaruhkan saat ini. Roy benar-benar berniat buruk pada mereka. Sungguh lelaki jahat.


"Kita lihat dulu apa yang akan dia sampaikan."


"Baik tuan muda." sahut Alex dengan patuh. Dia kembali ke sisi Bella yang berdada sedikit dibelakang kakaknya, menatap nanar Amanda.


"Memang benar jika istri Fernando sama sekali tak bisa memuaskan suaminya saat itu, wanita lumpuh dan baru saja melahirkan bisa apa untuk melayani suaminya....." Fernando mengepalkan sebelah tangannya kuat hendak bergerak maju menguliti Amanda saat istrinya disebut-sebut. Entah kenapa hatinya begitu sakit saat ada orang yang menjelekkan belahan jiwanya itu.


"Hubby, tahan dulu." bisik Sofia menahan Nando dengan tubuhnya. Posisi mereka bukan lagi bergandengan, tapi seperti berpelukan karena Sofia menahan dada suaminya. Entah apa jadinya jika suami arogannya itu tak dihentikan. Bisa-bisa seluruh ruangan itu hancur dan akan jatuh korban di dalamnya. Nafas Fernando tersengal.


"Hal itulah yang dimanfaatkan seseorang untuk menjebaknya. Saya disuruh datang ke kamarnya dan membuat foto-foto yang kalian lihat seolah kami sedang berhubungan badan. Orang itu juga menjebak saya berhubungan badan dan membuatkan video laknat itu. Kalian tau siapa yang melakukannya? dia adalah ayah saya, tuan Roy larsons."


"Amandaaaaa!!!!!!"


........plak....plak.......


Dua buah tamparan keras hinggap dipipi mulus Amanda, membuat bibir kirinya pecah dan mengeluarkan darah. Tak ada tangis dari wanita itu, seolah dia sudah biasa menerimanya. Senyum getirnya mengembang, membuat semua orang iba.


"Terus pukul aku ayah! ini bukan yang sering kau lakukan pada aku ataupun ibuku? Jika kau tidak mengancam nyawa ibuku, maka aku juga tak sudi melakukan semua ini! Kau laki-laki biadab Roy Larsons, aku membencimu!" teriak Amanda keras, meluapkan sakit hatinya.


"Sekarang bunuh saja aku seperti kau sudah membunuh ibuku!"


"Dasar anak brengsek!" Roy Larsons kembali maju akan memukul anaknya saat sebuah tangan kuat memengang tangannya dan menghempaskannya kesamping.


"Sean....." bisiknya. Sean berdiri dengan wajah sedingin es. Matanya menyiratkan kemarahan.


"Sekali lagi kau berbuat kasar pada wanita maka akan kupatahkan tanganmu ini tuan Larsons." katanya datar. Roy Larsons mundur kala tangan yang memegang senjata api itu mendekat.


"Lanjutkan Amanda." Ucap Sean sambil menodongkan pistolnya pada kepala Roy yang sudah mengangkat tangannya. Beberapa pengawalnya melangkah mundur saat Roy memberi mereka aba-aba menjauh atas perintah Sean.


"Pria ini...orang yang mengaku ayahku malah menjebakku melakukan hal mesum dan mempublikasikannya untuk menghancurkan Fernando dan papanya. Orang tua macam apa dia? anak gadis yang seharusnya dia lindungi malah dia jadikan umpan demi menebus nyawa ibunya. Dan apa kalian tau? Setelah aku melakukan yang dia minta dia malah dengan tega menghabisi ibuku!"


"Amanda jangan bicara omong kosong!" teriak Roy tak terima.


"Diam kau Roy larsons!!" bentak Sean lebih keras. Seketika Roy terdiam. Amanda menghidupkan ponselnya, sebuah video terputar, menampakkan Roy yang membekap wajah seorang wanita yang terbaring tak berdaya dirumah sakit hingga tewas lalu meninggalkannya begitu saja.


"Lex...suruh polisi menangkapnya!!" Perintah Nando keras dengan mata rahang mengeras.


"Pak, tangkap dia!" seketika dua polisi yang baru masuk berlari mendekat dan memborgol tersangka.


"Dia pembunuh...dia membunuh ibu saya pak,dia juga menyebarkan video saya. Tolong hukum dia." tangis Amanda pecah.


"Apa sekarang kau sudah puas tuan Larsons? Kau tidak hanya membunuh istri sirimu, tapi juga istriku Emily dan kakaknya Andreas karena tak bisa menjalankan perintahmu dengan benar!" bentak Sean dengan tubuh bergetar. Fernando dan Alex hingga tersentak kaget karenanya. Jadi Roy lah otak dari semua kejahatan ini. Itu alasan kenapa Emily dan Andreas juga tiba-tiba datang dalam kehidupan Fernando.


"Sebelum itu terjadi aku akan membuatmu membusuk dipenjara tuan larsons. Kau bukan hanya seorang pembunuh, tapi juga bandar narkoba dan pelaku kejahatan dimana-mana. Semua bukti kejahatanmu sudah kukumpulkan. Pak, bawa manusia durjana ini pergi!" sentak Sean dengan bibir bergetar. Polisi segera membawa paksa Roy yang terus berteriak mengucapkan sumpah serapah pada Sean dan Amanda.


"Jika kalian menganggap aktor video itu adalah Fernando satria hutama maka kalian salah besar. Sayalah orangnya." ungkap Sean seraya membuka kemejanya dan menariknya lepas, memperlihatkan punggungnya yang memiliki tato naga merah berukuran kecil disana. Sama persis dengan pelaku video mesum tadi. Kasak kusuk kembali terdengar, tapi Sean sudah tak peduli. Tugasnya dan Amanda sudah selesai. Memperlihatkan kebenaran dan membersihkan nama baik Fernando.


Alex bergerak cepat bersama para bodyguard untuk membubarkan semua tamu undangan. Meski ada beberapa yang masih ingin tinggal untuk sekedar duduk menetralkan pikiran, tapi mayoritas dari mereka memilih pulang.


Sean menatap Amanda yang masih meraung dalam tangisan. Dia amat tau beban moral yang ditanggung wanita itu. Pria tampan berdarah Australia itu mendekatinya dan memeluknya secara spontan, menenggelamkan Amanda di dadanya.


"Jangan menangis Amanda. Ada aku yang akan selalu menjagamu." bisiknya seraya mengecup kepala wanita itu lembut.


"Tuan Fernando...bisakah aku meminta tolong padamu??" tanya Sean. Nando mendekati mereka bersama seluruh keluarga Hutama.


"Katakan Sean, aku akan membantumu semampuku." ucapnya penuh penekanan.


"Tolong nikahkan kami."


"Sean..." pekik Amanda dengan mata membulat. Sontak dia melepaskan pelukan Sean kasar.


"Aku orang yang sudah merampas kehormatanmu Amanda. Dijebak ayahmu atau tidak akulah pelakunya, dan aku akan tetap bertanggung jawab." tukas Sean menatap netra hitam Amanda lekat.


"Sean aku....."


"Amanda jangan membantah atau menolak! Ini demi kebaikanmu!" tegas Sean tak ingin dibantah. Amanda hanya mengangguk lemah pada akhirnya, tak kuasa menolak tatapan dingin Sean yang mengintimidasinya.


"Amanda...selamat ya." ujar sofia yang datang memeluknya. Amanda kembali menangis dalam pelukan Sofia.


"Terimakasih sofia, kau yang membuatku banyak berubah."


"Bukan aku Amanda...tapi hati nuranimu. Tuhan yang menggerakkan hatimu untuk melakukannya. Terimakasih sudah menolong suamiku." lirihnya.Mereka kembali berpelukan.


"Sebaiknya kita pulang." kata Teguh hutama, disetujui anak-anaknya. Sean tersenyum sopan dan menundukkan tubuhnya memberi hormat.


"Silahkan tuan." ucapnya mendapat pelototan tajamTeguh dan Fransisca.


"Kau dan Amanda juga akan ikut pulang kerumah kami." tegas Fransisca sambil memberi isyarat Sofia agar membawa Amanda serta.


"Tapi nyonya...."


"Hey, bukannya kau yang minta tolong pada putraku untuk menikahkanmu? ayo pulang! Kami akan menikahkan kalian!" Teguh hutama berjalan lebih dulu diikuti anak-anaknya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hai readers.....capek juga aku nungguin reviewnya yang nggak selesai-selesai dari jam 5 sore. Udah bolak-balik lihat notif hingga gabut dan milih terus nulis sambil nungguin hujan reda hingga 3 bab. Semoga rivewnya cepat selesai ya.


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗