
Jika kemarin adalah hari yang melelahkan. maka Pagi ini adalah pagi yang cerah saat Sofia yang memang masih menikmati masa cuti melahirkannya tampak sibuk memandikan si kecil yang sudah mulai terlihat lucu. Jangan lupakan pipinya yang makin tembem, lesung pipinya yang menawan dan wajah sangat mirip dengan dadynya yang kebarat-baratan. keputusan tepat baginya memilih cuti diakhir masa kehamilan. Dia bisa melewati fase penyembuhan dan pemberian asi eksklusif pada bayinya.
"Hubby, apa kau jadi meninjau proyek luar kota hari ini?" tanya Sofia yang membantu mengancingkan kemeja sang suami juga memasangkan dasinya. Seulas senyum dan tatapan penuh cinta menghiasi wajah ayunya.
"Apa masa nifasmu sudah usai honey?" ujarnya balik bertanya dengan nada sensual. Bibirnya sengaja meniup leher Sofia lembut. Kedua telapak tangan besar itu juga meremas bokong Sofia yang berbalut dress pendek tanpa lengan warna hitam.
"hmmmm."
"Jawab honey." desahnya lagi sambil mengecupi leher jenjang Sofia yang membuatnya tak tahan.
"Aku...." tangan Nando sudah lebih dulu menggerayangi tubuhnya dan memastikan istrinya tidak lagi memakai pembalut ditubuhnya. Sejatinya memang sejak kemarin Sofia sudah melewati masa nifasnya dan melakukan mandi wajib. Sengaja dia tak memberitau suaminya agar suntikan kontrasepsi yang dia lakukan bertahan dulu 24 jam sesuai anjuran.
"Sayang sudahkan?" kembali bibir nakal itu mencumbuinya. Sebuah ******* halus keluar dari bibir seksi Sofia kala salah satu tangan ini meremas dadanya lembut tanpa melepaskan pagutan bibirnya.
"Hubby, kau harus ke kantor." bisik Sofia diantara ******* tak tahannya. Tapi Nando menulikan telinganya. Baginya tak masalah pergi atau tidak. Ada Alex yang akan menggantikan tugasnya. Dikantor juga ratusan karyawan akan tetap bekerja walau tak ada dirinya. Dan soal proyek...dia tinggal menelepon, minta data dan semuanya selesai.
"Masss..." Nando menghentikan ciumannya dan menatap lekat wajah Sofia yang memerah karena ulahnya. Istrinya itu tetap saja terlihat menggemaskan.
"Kenapa?" bisiknya serak menahan hasrat. Tangannya masih tetap bergerak mengelus inti tubuh istrinya yang mulai basah.
"Rafa." bisik Sofia terengah. Nando menoleh pada putranya yang masih bermain dengan kaki dan tangannya diatas ranjang besar mereka.
"Aku titipkan pada Maria dulu." Sofia bergerak cepat membenarkan pakaiannya yang sudah tak karuan. Dia cukup hafal durasi permainan suaminya yang bisa dibilang lama. Mana tega dia membiarkan Rafa sendirian meski dalam satu kamar. Belum lagi suara lenguhan mereka yang terbilang hot saat melakukan begituan. Untung saja kamar mereka kedap suara. Jika tidak mungkin banyak orang akan mendengar betapa liarnya tuan muda mereka diatas ranjang.Baby Rafa bisa terganggu karenanya. Mantan duda memang menggoda.
"Honey jangan lama-lama ..aku menginginkanmu." ujarnya dengan putus asa. Ini saat berbuka pertamanya setelah sekian lama berpuasa. Istrinya juga terlihat sengaja memancingnya dengan memakai dress pendek yang seksi, padahal Sofia tak ada niat kesana. Pikiran mesum Nando saja yang bilang demikian.
Tanpa menjawab Sofia menggendong Rafa ke bawah. Maria memang baby sitter mereka setelah Elle masuk asrama. Dia segera menitipkan Rafa dan kembali ke kamarnya. Singa diatas sana sudah siap menerkam tubuhnya pastinya.
Dugaannya benar, Nando sudah menjangkau tubuhnya kala di baru diambang pintu, menggendongnya paksa lalu menendang keras pintu hingga tertutup otomatis karena gerakan kuat yang mendorongnya. Cumbuan itu terus berlangsung hingga keduanya sama-sama tersengal karenanya.
"Honey...kau sangat seksi." bisik Nando kala memandangi tubuh polos di depannya. Penutup tubuh terakhir sudah dia lemparkan jauh-jauh hingga tubuh polos istrinya terpampang jelas. Menimbulkan gelenyar aneh di dalam dirinya malah makin terasa. Cumbuan demi cumbuan memanaskan suasana.
........ Tring.....
Nada notifikasi ponsel berbunyi nyaring, namun Nando tak menggubrisnya dan terus bergerak diatas tubuh istrinya hingga nada panggilan masuk sedikit membuyarkan konsentrasi mereka.
"Aahhhhhh...." rintih sofia panjang kala mencapai pelepasan pertamanya. Senyum Nando terkembang.
Saat dia kembali melakukan kegiatannya, ponsel kembali berbunyi. Ingin rasanya dia mengambil dan membantingnya saja.
"Lihat dulu mas." ujar Sofia karena merasa telepon sudah dua kali berbunyi.
"No...biarkan saja. Puaskan aku honey." bisiknya penuh permohonan. Mana Sofia mampu menolaknya? Pagutan demi pagutan, tangan saling memilin, tubuh saling menindih hingga keringat membasahi tubuh kedua insan manusia yang menuntaskan hasrat itu.
Dalam sekali hentakan tubuh keduanya menegang dan saling berpelukan erat dengan nafas tak beraturan. Nando menggulingkan tubuhnya kesamping, mengatur nafasnya lalu mengecup kening Sofia mesra.
"Terimakasih sayang...I love U." dan Sofia hanya menganggukkan kepalanya karena kelelahan. Ponsel kembali berdering hingga mau tak mau Nando meraihnya.
"Ohh...momy." desisnya lalu mengangkat panggilan itu. Bukan salam yang dia dengar, tapi bentakan keras dari momynya.
"Hey anak nakal..lama sekali angkat teleponnya. Kemana saja kau!! Segera kirimkan sopir kemari. Mom dan dady di bandara. Dasar anak tak berbakti." semprot sang momy keras. Nando hingga harus menjauhkan ponsel dari telinganya. Kebiasaaan momynya saat marah. Suaranya bisa menggelegar bak petir di siang bolong.
"Mom." desis Sofia yang bisa mendengarnya. Nando mengangguk.
"Mereka di bandara."
"Kalau begitu ayo kesana!"
"No honey, biar Alex saja."
"Tapi hubby... Itu tidak sopan."
"Nah itu istrimu tau! Segera kesini atau kau akan dicoret dari daftar warisan!" teriak momynya lagi lalu menutup sambungan secara sepihak. Rasanya kesal sekali punya anak lelaki yang teramat sellow respon seperti Fernando.
"Ayo." Ajak sofia yang sudah memasuki kamar mandi. Yang mereka butuhkan saat ini hanya mandi kilat lalu segera menjemput pasangan star itu ke bandara.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sumpah authornya capek ditolak terus. 3x review dari kemarin, hasilnya sama. Sabar ya readers...saya juga sedang berusaha bisa up dan berinteraksi dengan kalian. Happy reading😉😉😉