I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Kenapa Harus Dia Lagi



(Maaf ya Readers setiaku, bab ini dan beberapa bab selanjutnya belum aku revisi ulang. Mohon pengertiannya 🤗 terima kasih )


Sandy melangkah keluar ruangan dengan kesal. Langkahnya sangat kasar ia hentakkan. bahkan saat memasuki ruang pribadinya pun ia terdengar membanting pintu dengan keras .


"Sial ! Wanita itu lagi ! Kenapa gue ngga sadar saat menanda tangani kontrak itu !" Keluh Sandy dengan kesal . Ia mengacak-acak rambutnya sendiri hingga terlihat sangat berantakan . Ia juga melempar beberapa benda di ruangan itu , setidaknya itu adalah cara pria menenangkan hatinya . maybe .


"Hei men ? lo ngga sedang berencana bunuh gue kan?" Reno yang sedari tadi mengikuti Sandy mencoba menghindar dari benda yang melayang tepat di atas kepalanya .


"Sudahlah . Mau lo puter balikin ni bumi, ngga akan dah bisa lepasin lo dari jeratan kontrak itu ." Reno melangkah, ia membanting tubuh dengan kasar di atas sofa . Tiba-tiba saja bayangan kata-kata Cherry kembali melintas di benaknya . Saat wanita itu berdiri dan lepas dari kursi roda, saat wanita itu berbisik dengan mengancam jelas terdengar di telinganya . Wajah sinis nan Licik yang saat ini memenuhi pandangannya.


"Haaahh !" Giliran Reno yang mengacak-acak rambutnya .


"apa stress bisa nular secepat itu ?" Sindir Sandy bingung . Ia tak paham apa yang membuat sahabatnya bertingkah seperti itu. Sebelumnya, ia hanya menasehati dan tidak bercerita apapun padanya .


"Ah ? engga . gue . . . gue hanya laper , apa lo tidak ada rencana buat ngajak gue makan siang ?" Reno membujuk . ah tidak! dia hanya mencoba mengalihkan perhatian Sandy, agar pria itu tidak membaca suasana hatinya saja . Ia tak ingin Sandy lebih stress jika tahu rencana buruk Cherry.


"Makan saja nomer satu ." Sandy memukul ringan wajah Reno . Ia mengaambil dompet dan ponsel dari atas meja lalu segera bergegas keluar ruangan .


"Selamat Siang pak, nanti jam 1 ada meeting dengan bu Cherry ." Fira sudah berdiri di depan pintu . Sebelumnya ia berniat memberi tahu Sandy dengan masuk ke ruangannya. Tetapi, belum sampai melangkah dari bangkunya, ia sudah melihat Sandy keluar bersama Reno .


"Kamu saja ....."


Rasa kesal yang belum menghilang, membuat Sandy sangat malas menemui Cherry . Meskipun, sebatas hubungan kerja sekalipun. Ia mewakilkan semua pada Fira yang sudah jelas ia tak kan sanggup menyelesaikan semua seorang diri. Cherry orang yang susah, proyek yang mereka jalani pun bukan proyek kecil, tidak mungkin jika hanya mengandalkan seorang asisten pribadi. Namun apa mau di kata ? Sandy tidak bisa di bantah selain Keysha yang melakukan .


"San ? Cherry berpengaruh besar di proyek baru lo sekarang . Lo yakin tetep bertahan dengan ego lo ?" Reno berbisik. Ia benar kali ini, Cherry adalah orang paling kuat di proyek barunya.


"Lo sudah kenyang ?" Jawab Sandy ketus . Ia masuk mobil tanpa mempedulikan wajah kesal Reno .


Bagaimana ini ? Apa gue harus melepas diri ? atau bertahan namun melukai ? Ah , biarkan saja dulu semua berjalan dengan wajar. Keysha jangan sampai tahu dulu .gue ngga mau dia salah paham dan sakit hati . ~Sandy


"*San ? Istri lo tiap hari ke butik sekarang?"


"Engga lah . Dia ngikutin anak-anak . Kalau mereka ngizinin ya ke butik .Kalau engga ya di rumah*. " Sandy mengaduk-aduk minuman yang baru saja dia pesan .Pikiran yang kalut, membuat harinya tidak bergairah . Ia hanya menahan diri untuk tidak terlihat banyak berpikir.


"Wah hebat ! Key benar-benar lebih dewasa daripada lo ya ." Sindir Reno . Ia tahu, sahabat nya sedang tidak bersemangat .


"Ya, dan beruntungnya dia memilih suami seperti gue. Dan bukan lo , ya kan ?" Ketusnya . Ia menatap Reno dengan wajah garang .


" Hahaha ! milih ? bukan di paksa ya San ?" Ups ! Reno memutar kembali kenangan indah di masa lalu Sandy. Seketika itu, membuat sahabatnya meringis menahan malu . Awal yang mengejutkan, sempat di warnai dengan drama menyedihkan dan kini kebahagiaan bersama di setiap detik waktu mereka .


Drama belum usai Sandy, garis awal di level berbeda baru saja di mulai. Kau tahu ? Cherry sudah beraksi dengan cara-caranya yang di atur sedemikian cantik .Apa kau telah bersiap ? ketika bom mulai meletus di hadapan matamu ? Kita tunggu . Semoga waktu selalu berpihak padamu .Hingga kegagalan cukup menghantui rencana buruk Cherry.


Reno tersenyum sinis memandangi Sandy. Demi apa , demi dia .Ia lelaki yang selalu meledeknya tanpa berfikir ini yang sedang dia keluhkan . Tentang nasib hidupnya yang penuh dengan teka-teki . Tentang bahagia yang mulai saja di renggut kembali .


Tuhan memang selalu punya caranya masing-masing untuk setiap hamba-Nya . Yang masih sendiri tidak selamanya merasa sepi dan meradang dalam rindu . Yang hidup berpasangan pun , tidak mulus tanpa suatu hambatan . Ada cerita tentang orang ketiga, ada cerita tentang sudah tak saling cinta , ada cerita tentang perpisahan , ada cerita tentang tawa dan duka . Bahkan ada cerita mencintai sebuah raga yang sudah menjadi milik orang lain ...Dan ini, adalah hal besar yang akan menyulitkan kisah mereka , kisah Sandy dan Keysha .


"Lo hanya perlu sabar men . Semua akan baik-baik saja" Reno menepuk lengan Sandy .


"Maksud lo ?" Tanya Sandy heran .


"Mmm ....gue udah kenyang . gue balik ya ? Bayarin sekalian . Bye ! " Ia tak sadar mengucap kalimat itu. Kalimat yang muncul begitu saja setelah otaknya sedikit berpikir tentang Sandy . Mencoba menyudahi dan tidak meneruskan pembicaraan, Reno segera berpamit agar Sandy tidak memaksanya menjawab .


"Gila ya tu bocah . Benar-benar ! gini nih, kalau kelamaan ngejomblo ! " Sudah terbiasa bersama orang yang banyak bicara . Sandy pun ikut dengan cara Key ngomel .