
Key telah sampai di halaman butik . Ia menyempatkan diri untuk menghentikan langkah dan melihat sekitar. Menarik nafas dan memanjatkan do'a lalu perlahan menghembuskan . 'Semoga semua lebih dari harapan, niat baik akan meraih dan berakhir dengan baik ' pekiknya sebelum kembali melangkahkan kaki .
"Kamu ? Benar-benar wanita tidak tahu diri ." Belum selesai dengan satu langkah, Keysha kembali berhenti karena mendengar seseorang berbicara di belakangnya .
"Cherry ? Kamu udah sembuh ?" Key terkejut, ia berbalik arah dan mendekat dengan wanita yang masih setia dengan kursi rodanya . Dan Keysha, kamu belum tahu saja, jika ini adalah bagian dari rencana buruknya .Dia sudah bisa berjalan, dan ini hanya siasat !
"Kamu tidak buta kan Key ?" Kata Cherry kasar .
"Hmm, lalu untuk apa kamu kesini? Bukankah kantor mu jauh dari sini ?" Keysha menatap sekeliling . Tidak ada aktivitas lain selain lalu lalang orang yang lewat . Dan di hadapannya hanya ada Cherry bersama seorang wanita yang mungkin menjadi asisten Cherry .
"Oh, aku yang seharusnya bertanya Keysha . Kamu itu seorang istri dan ibu dari dua anak . Buat apa masih berjalan seorang diri dan ...oohh kamu mau shopping? apa kamu kesulitan menghabiskan uang suamii ? hmm atau jangan-jangan kamu mulai bosan dengan Sandy dan hendak cari pria tajir yang lebih muda ?" Cherry berbicara panjang lebar, Key awalnya tidak begitu menggubris namun setelah ia cermati kalimat terakhir yang Cherry ucapkan sungguh merendahkan diri nya .
"Oh maaf nona Cherry Veronika ! Anda terlalu pandai berbicara tanpa memahami kondisinya. Ini adalah butik saya nona, silahkan berkunjung saya pasti akan memberikan diskon besar khusus untuk anda ! Barangkali dengan melihat pakaian-pakaian muslim seperti ini, pikiran anda bisa lebih jernih dan anda ingin memperbaiki diri !" Keysha menutup katanya . Ia kembali berbalik badan dan masuk ke dalam butik .Bangunan megah dan cukup besar, ini cukup untuk membungkam dan membuat Cherry diam membisu . Awalnya Key menolak dengan ukuran bangunan yang Sandy berikan, namun bukan Sandy jika kemauan nya masih bisa di nego .
Sial, kenapa aku selalu mati kutu di depan wanita murahan itu ! Lihat saja, seberapa lama kamu bisa bertahan dengan keangkuhan mu itu . Permainan baru di mulai Keysha Larasati ." Alis Cherry ikut bermain dalam peran Antagonis nya . Sorot mata penuh kedustaan terpancar dengan terang .Aura yang tidak menyamankan bagi siapa saja yang berada di dekatnya .
"Kamu kenapa diam saja ? ayo jalan ! Dasar bodoh !" Cherry meluapkan amarahnya pada asisten barunya . Hei ketahuilah wahai semua , dia adalah orang ke 9 dalam satu minggu . Tidak ada satu orang pun yang merasa tahan dengan sikap buruk Cherry. Selalu menumpahkan emosi pada orang-orang di sekitarnya jika merasa kalah dengan orang yang dia anggap musuh .
"Selamat pagi Bu Keysha ..." Ucap semua penjaga toko secara bersamaan. Mereka menyambut Keysha dengan ramah dan sopan .
"Selamat pagi . Silahkan kalian bekerja kembali " Sahut Keysha seraya berjalan masuk ke sebuah ruangan pribadinya . Ia juga menyapa setiap pelanggan setia nya . Ini adalah satu hal yang menjadikannya mudah di kenal dan di ingat orang . Sikap ramah dan tidak pernah pilih-pilih untuk berbuat baik .
------
Semua staff yang Sandy panggil sudah ada di sana, termasuk Reno yang merupakan bagian dari klien Sandy kali itu .Hanya ada satu kursi kosong setelah Sandy duduk .
"Apa meeting hari ini bisa kita mulai ?" Sandy memainkan pulpennya. Matanya tak terlepas dari kursi kosong di sebelahnya duduk . Seolah memberi kode pada sekertaris pribadinya . Menanyakan tentang keterlambatan seseorang di sana .
"Maaf pak .Ada klien yang belum datang . beliau meminta waktu lima menit ." Kata Fira, sebelum Sandy bertanya . Ia sudah lama bekerja dengan Sandy . Hingga ia paham betul kode-kode mematikan dari boss besarnya .
"Oke . setelah lima menit ? Apa saya berhak memutuskan kerja samanya ? " Gertaknya dengan tegas . Tidak ada yang berani menatapnya dengan jelas selain Reno yang notabenenya memang sahabat Sandy dari kecil .
"Maaf Pak Sandy atas keterlambatan saya. Saya hampir menyerah tadi karena kondisi saya yang seperti ini." Sahut seorang wanita yang baru saja memasuki ruangan . Dengan terburu-buru ia mendekat ke meja meeting dan mengucapkan maaf .
Sandy melongo, ia membulatkan mata dan memutarnya untuk melihat Fira . Menggeleng pelan tanda tak suka dan bersiap menyerangnya .
"Fira ?" Lirih nya dengan nada yang marah .
"Oh maaf pak . Anda tidak perlu seperti itu dengan asisten bapak . Kita memang sudah menandatangani kontrak kerja sama dari beberapa bulan yang lalu . Ini kontraknya " Wanita itu mengeluarkan sebuah dokumen . Merasa berjaya dengan selembar kertas di tangannya . Wanita licik yang sedang bersembunyi di balik kursi rodanya, Cherry Veronika .
Wanita ini akan menghantui rumah tangga Sandy dalam beberapa tahun ke depan .Dengan keterikatan kontrak yang tidak bisa Sandy lepaskan begitu saja .Konsekunsi paling utama yang ia terima adalah bangkrut jika ia egois untuk memutusnya begitu saja .
"Jangan katakan ini adalah bagian dari cara licik mu Cherry ? " Reno berbisik .Ia menekan setiap katanya, dan berbicara dekat dengan telinga Cherry .Ya mereka sedang duduk bersebelahan sekarang .
"Apa yang anda katakan Pak Reno ? Mohon maaf, saya tidak mengerti. " Ah, dia memang pandai bersandiwara. Ia menjawab Reno dengan begitu keras . Bahkan semua orang menatap penuh tanya saat melihat Reno .Membuat pria itu menunduk malu dan kebingungan.