I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Pura-pura



Sandy membopong Cherry dibantu oleh Abu. Memindahkan ke mobil pribadinya.


Dengan kecepatan tinggi laki-laki itu membawa Cherry ke rumah sakit terdekat.


Keysha POV


"Tidak seperti biasanya kak Sandy pulang hingga selarut ini" Key mondar-mandir di balik pintu utama. Menatap jarum jam yang terus berputar, tapi pintu tidak kunjung terbuka.


Sebelumnya dia mencoba memejamkan mata tanpa berniat menunggu Sandy pulang. Hatinya tidak setuju akan hal itu, memaksa nya tetap terjaga dan berpindah keruang tamu.


Jam yang terus bergulir, tepat pada pukul tiga dini hari. Gadis manis itu terkulai dalam pangkuan sofa. Dia terlena dan lelap tertidur.


--


Cherry membuka matanya perlahan, terukir senyum licik yang tak tergambar di sana.


"Sandy pasti tidak akan tega meninggalkan aku sendiri di sini." Cherry berasumsi. Dia mencoba bangun dengan pelan, melihat sekeliling ruangan. Tidak ada seorangpun di sini. Sandy kemana?


Cherry memencet-mencet bel yang terpasang di dekat tempat tidurnya. Tak lama seorang perawat datang menghampiri Cherry yang bermuka masam.


"nona Cherry sudah bangun?" Sapa perawat itu sangat ramah.


"Sandy mana?" ketusnya.


"o-oh tuan Sandy sudah pulang setelah menyelesaikan admistrasinya non." jawab Perawat dengan semyum.


"Pulang?" mata Cherry membelalak.


Dasar gilaaa! Sandy kamu benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan ku? Aku sudah mati-matian akting agar kamu percaya kalau aku pingsan. Tapi kamu cuma ngntar aku ke rumah sakit doang? Sandy ! Aku ngga sakit tapi kamu San. Kamu yang sakit !


Cherry menggerutu dalam hati, wajahnya lebih masam dari asam jawa sekalipun. Kini dia membanting tubuhnya dan membaringkan diri dengan kasar di atas kasur sempit itu.


Ya, sepertinya dugaan Sandy memang tepat. Jika Cherry hanya berpura-pura pingsan....


---


Sandy berlarian kecil setelah sampai di halaman rumahnya. Lampu ruang tamu masih nyala dengan terang. Firasatnya kian tak karuan saat dia mendekati pintu utama.


Cekrekkk


Dia membuka pintu dengan sangat pelan. Jam yang sudah menjelang pagi, seluruh penghuni rumah pasti sudah terlelap dalam mimpinya .


"Sayang?" Sandy kaget melihat istrinya yang terlelap di sofa. Dengan posisi tidur yang sangat tidak nyaman. Langkah nya pelan mendekati tubuh mungil itu.


"Sayang, kenapa kamu tidur di sini?" Sandy membelai mesra rambut sang istri.


Sandy dengan perlahan mengangkat tubuh istrinya, tidak ada pergerakan sama sekali. Key sangat nyenyak dalam tidurnya. Direbahkannya tubuh mungil itu dengan lembut. Sandy mengecup kening Keysha sebelum dia menyusul untuk tidur.


--


Cahaya matahari pagi menembus masuk, menerobos celah-celah jendela kamar. Key mengusap halus matanya karena terganggu dengan silaunya sang surya.


"Pagi sayang" Sandy membawakan segelas susu dan sandwich untuk istrinya.


"Sandy? Kamu pulang jam berapa semalam?" tanyanya sedikit kesal.


"Maaf sayang, aku lupa mengabarimu. Aku lembur hingga malam, dan...." dia menghentikan ucapannya.


"Dan apa?" ketus Keysha.


"Kamu sarapan dulu, nanti aku lanjutin ceritanya" Sandy menyodorkan segelas susu.


"Baiklah! Aku harus mandi dulu baru sarapan" Bantah Key. Dia bergegas ke kamar mandi dengan wajah yang masih kesal.


"Istriku kalau lagi ngambek cantik juga" ledek Sandy. Dia tersenyum senang merasa jika Key sudah mulai mencintainya.


5 menit, 10 menit, 20 menit, 35 menit hingga hampir satu jam Keysha tidak kunjung keluar kamar mandi.


"Sayang? Sudah belum?" Sandy menggedor pintu kamar mandi yang dikunci oleh Key.


"Sayang?"


"Sayang, kalau kamu ngga jawab aku rusak ni pintunya" Sandy mengancam.


Ah! Bilang saja sih, kamu lagi khawatir kan sama aku?


Gimana rasanya khawatir? Ngga enak kan?


"Sayang? Kamu mandi apa tidur sih?" Sandy masih terus menggerdor pintu.


Laki-laki itu, dia sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.


"Apa sih kak? Kamu ngapain kaya gitu? Mau balet?" Key nyengir. Melihat lelakinya berpose seperti bersiap hendak balet.Ya, aku tau sih kamu pasti bersiap mau dobrak pintu kan.


"Sayang, kamu ngerjain aku ya?" tebak Sandy.


"ih, engga! Buat apa coba" Key menjawab dengan cengingisan. Membuat Sandy merasa gemas dan menggelitikinya.


Bersambung..............