I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Prolog



"ternyata, bapakmu jauh lebih bisa ngertiin aku ya jika dibanding sama kamu ! " kata wanita berseragam SMA itu.


Laki-laki yang lagi asyik dengan buku bacaan ditangannya itu terkekeh. Ia memegangi perutnya, yang sakit karena terlalu berlebihan saat tertawa.


"lalu, kenapa kamu tidak minta bapakku buat nikahin kamu?" Jawabnya santai sesaat setelah ia bisa mengatur nafasnya lebih tenang.


Wajahnya kembali ia tutup dengan buku ditangannya, yang seolah sedang fokus membaca. Padahal, dibalik topengnya ia menyembunyikan wajah yang masih sulit untuk di kontrol. Ia sangat senang melihat gadis didepannya memasang wajah kecut seperti itu. Baginya itu adalah hiburan.


Well, dia adalah Keysha atau lebih akrab disapa Key. Gadis cantik yang baru duduk dikelas sebelas SMA. ia selalu berpenampilan anggun dengan jilbab yang setia membalut kepalanya. Sifatnya, tidak selalu lembut, dia selalu ketus dan acuh pada Sandy. Laki-laki yang dua minggu ini menikahi nya. What?? Nikah? Iya! Ngga perlu kaget. Key menikah juga dengan dasar terpaksa. Ia tidak mengenal sandy sebelumnya, ia menikah siri tanpa ada yang tahu selain keluarga dan pihak-pihak yang terkait. Bahkan, Rania sahabat dekat Key pun tidak mengetahui itu, Key selalu menyembunyikan identitas aslinya dihadapan semua orang. Sandy, terpaut usia yang cukup jauh dengan Key, entahlah apa yang membuatnya tertarik saat ayahnya menawari dia untuk menikah dengan Key, gadis berjilbab yang masih mengenyam bangku SMA. Memang dari segi fisik, Key sangat cantik, sangat menarik, sangat manis pula. Tiada kebosanan saat memandangi wajahnya, apalagi saat ia tersenyum. Namun, dibalik itu ia sangatlah galak dan keras kepala. Sedangkan Sandy? Dia pria yang penuh ketenangan, dia santai, dia juga ramah, tentu dia bisa lebih lembut daripada Key.


--


Pernikahan sirih yang mereka jalani, tidak berdasar cinta. Tidak ada perkenalan khusus diantara keduanya. Selain pertemuan singkat, saat mereka berpapasan diperusahaan tekstil milih ayah Sandy. Ia menatapnya biasa, sama halnya menatap para wanita sexy yang berlalu lalang dihadapannya setiap hari.


"tapi yah, key masih sekolah! Dan key masih terlalu muda untuk menikah!" Bantah Key saat Danu mengatakan niatnya pada keluarganya.


"sudahlah key, terima saja! Kapan kamu bisa balas budi sama kami. Jika tidak sekarang." lita, ibu tiri Key membela Danu. Tertebak jelas betapa bahagianya dia mendengar jika key lah yang bakal menikah dengan laki-laki yang belum mereka ketahui sebelumnya itu. Ia merasa lega saat Danu menunjuk Key dan bukan Sinta adik Key, yang terpaut usia hanya satu tahun. Adik dari hubungan gelap antara Danu dan Lita, wanita licik yang kini menjadi ibu tirinya.


Key tidak lagi ingin berdebat dengan Lita, ia hanya berani menundukkan kepala dan menyembunyikan genggaman tangannya yang sangat keras. Dia ingin marah, tapi tak bisa. Ingin sekali lagi menolak, Tidak! Itu hanya akan membuatnya semakin tersiksa.


Dalam mimpi dan setiap langkah yang dia pilih. Dalam alunan detik yang menjadi menit, ia hanya berharap jika laki-laki itu tidaklah terlalu buruk untuk dia tatap setiap harinya.


Bersambung.......