I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Salah paham



" Happy Birthday Keyshaaaaaa" teriakan khas ala Rania menyambut pagi Key di kelas.


Sorakan dan tiupan terompet-terompet kecil bersaut-sautan. Kue tart yang mereka semua siapkan sebagai ucapan dan permohonan maaf pun dipersembahkan.


Haru, senang Keysha meneteskan air mata.


"ah kalian" satu persatu diantara teman wanita nya dipeluk.


Hari yang tidak akan bisa dilupakan dalam sejarah hidupnya. Mungkin benar kata dia


Buah dari sabar itu manis. Dan ini, ini lebih dari perumpamaan manis.


--


Key berjalan menelusuri halaman sekolah, bergerak mereganggakan ketegangan otot-ototnya. Mondar-mandir menunggu kedatangan Sandy. Ia mendengar samar-samar seperti ada yang berbisik. Berbicara dengan suara yang tidak ingin ketahuan orang lain. Key mengayun mengarahkan kaki ke sumber suara. Diintip dari sisi dedaunan yang menghalangi.


Ada Ibnu dan Cherry, mereka seperti merundingkan sesuatu. Tapi tidak jelas terdengar oleh Key. Tak selang lama wanita itu pergi.


"Nu" Key menghampiri.


"eh Key kamu sudah lama?" Jawab Ibnu gagu.


"oh, baru! Itu... Cherry kan Nu? Kamu kenal?" Key menunjuk ke arah melajunya mobil Cherry.


"oh, iya.. Dia kakak aku. Kamu kenal juga?" Ibnu bertanya balik.


"oh, tidak begitu. Cuma pernah ketemu" Keysha mencoba mengelak. Menutupi masalah diantara mereka. Ibnu mengangguk paham.


"hahaha!" ibnu tertawa lepas.


Key hanya mengernyit menyaksikan itu. Dia membisu tak memahami apa yang membuat laki-laki itu tertawa atau ada yang dianggap lucu dari aku? Ah! Tidak! Semua sama.


"Keysha, kamu tau kan kalau hati dan cinta ku, sudah buat kamu? Kamu juga tau kalau aku mendekati Rania hanya karena kamu" Ibnu berbicara dengan percaya diri seolah tidak akan ada yang mendengarnya.


"'Nu kamu juga sudah tau kan kalau aku sudah menikah!" Key mulai kesal. Bicara benci, dia sangat membenci dan ingin sekali menghajar lelaki yang tidak punya hati seperti itu. Key tahu Rania akan benar-benar sakit hati jika mendengar ini.


"jadi seperti itu?" Suara yang terbata air mata. Suaranya serak seperti menahan tangis. Key menoleh kearah sumbernya. Bak di sambar petir Key merasa hancur melihat Rania yang sudah berdiri kaku tak jauh dari mereka.


Dilihat dari tingkahnya, gadis itu pasti sudah mendengar semuanya. Semua apa yang Ibnu katakan. Ya! Itu memang jujur dari hatinya. Tapi seharusnya Ibnu bisa mempertimbangkan segalanya.


"jadi kamu sudah tahu, kalo Ibnu itu sukanya sama kamu? kamu juga sudah tahu kalo dia dekati aku hanya karena pingin kenal sama kamu?" Rania menguatkan langkahnya, dia berjalan mendekati Key dan menundukkan wajah key. Bukan marahnya dia yang membuat Key semakin hancur dan rapuh. Tetapi makiannya dan kata-kata kasar yang tidak pernah Rania ucap sebelumnya.


" Ran aku bisa jelaskan semuanya. Bukan kaya gitu" Key mencoba meraih tangan sahabatnya yang semakin bringas karena emosi.


"jelaskan apa lagi Key? Kamu benar-benar tidak ada hati ya. Kamu sudah bersuami Keysha ! Sekarang kamu juga mau sama Ibnu ? Apa sih Key mau kamu ?Oh, jangan bilang kamu itu ngga benar-benar anggap aku sahabat kamu ? Kamu juga cuma manfaatkan aku seperti apa yang dilakukan Ibnu? Iya kan Key?" pertahanan Rania tumbang. Air matanya kini membanjiri wajah cantiknya. Begitu pula Keysha dia mencoba menenangkan Rania tapi ditepis dengan kasar.


Rania sangat marah dengan Key yang tidak bisa melarang Ibnu memilih pada siapa dia akan jatuh cinta. Key terpuruk dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tanah sesaat setelah Rania pergi. Ibnu? Dia sepertinya bingung harus siapa yang akan dia tenangkan.


"Nu, kejar Rania Nu" Key berkata drngan lirih. Suaranya tertahan tak kuasa dengan kesedihan yang melebihi hari dimana dia dituduh sebagai seorang wanita murahan. Laki-laki itu mengerti apa yang Key katakan dan berlari malas mengejar Rania.


Bersambung..............