I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
berpura-pura



"Kak ? kamu masih marah ?" Keysha tak sanggup terus berdiam diri .Tanpa suara yang menjadi saksi perjalanan keduanya . Hanya kesunyian yang nyaring terdengar .Desir suara AC menusuk dingin di balik gendang telinga . Tiada jawaban pula yang menyahuti . Bahkan sebuah kode ataupun isyarat tak juga Sandy berikan .Ah, dia sungguh sedang kecewa dengan wanitanya .


"Aku pun sedang tak paham dengan rasaku sendiri kak ." Keysha menunduk pilu .Ia menyembunyikan tangis di balik balutan jilbab yang menutup wajahnya . Kedua jemari di pangkuan tangannya itu dia genggam kuat-kuat . Kristal-kristal bening di pelupuk mata sudah bersiap membasahi pipi .


Tingkahnya menarik perhatian Sandy. Lelaki itu, membanting setir ke kiri jalan dan menghentikan laju mobil di sana . di pandangi wajah cantik yang masih bersembunyi itu . Dalam, dan masih tanpa suara .


Waktu terus berputar .Wanita itu tak kunjung membuka mulut . Bahkan ia tak bergerak sedikitpun . Mungkin, ia masih berusaha tegar menyembunyikan tangisnya di balik diam .


"Kamu kenapa ? Ada yang mengancam mu ?" Sandy menyerah . Kesedihan yang tergambar dari diri istrinya sungguh dalam menusuk hatinya , mendorong paksa pintu maafnya . Keysha hanya menggeleng pelan . Namun kali ini dia mencoba mengangkat kepalanya .Menarik nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar .


"Aku hanya bermimpi tentang rasaku pada wanita itu .Lalu, kegundahan mewarnai hariku . Semua terlewat penuh kegelisahan .Dan sebuah rasa yang mengganjal tanpa arah tujuan ." Yaah, matanya sudah tidak bisa lagi di ajak berbohong .air mata itu mengalir dengan bebasnya tanpa pagar yang membatasi ."Aku hanya takut kak .Jika ini teguran untuk dendam yang ku miliki .Jujur, aku pun masih tidak bisa berpikir baik tentang dia , tapi ...."


"Shhhttt " Sandy meraih tubuh mungil istrinya . Menempelkan kepala tepat di dada bidangnya ."Sudahlah ! itu hanya perasaan mu yang sedang lelah ."


-----------


"Shit ! Kamu benar-benar gila ." Reno tampak kecewa .Ia tersenyum pahit membuang segala rasa kasihan yang sempat berlabuh .Detak jantung sedemikian cepat terpompa tak terkendali . Ia sungguh merasa di permainkan oleh wanita yang tak ia akui tentang rasanya .


"Heh , kamu pikir amu semudah itu melepaskan Sandy? hahaha ! jangan harap Reno ! lihat saja, wanita murahan itu akan lebih menderita hidupnya setelah ini ." Wanita iblis .Ia bisa tersenyum dengan wajah kesetanan .Sungguh, kasihan akan kecantikan yang dia miliki .semua tak sejalan dengan sikap yang mewarnai .


"Jangan harap ! aku bakal jadi orang pertama yang membunuh mu jika sejengkal saja kau berani menyentuhnya ." Reno mengancam. Nada bicaranya kini meninggi, mengimbangi rasa kecewa dan marah yang hadir di hatinya . Jari telunjuk nya ia arahkan tepat di depan wajah Cherry . Lagi dan lagi, wanita itu hanya menyeringai, bahkan ia tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman Reno . Begitu juga di iringi dengan beberapa kali tepukan tangan tanda penghinaan.


"Kita lihat Reno .Siapa yang lebih lihai di antara kita ." Cherry kembali duduk di atas kursi roda. Ia menepuk tangan memanggil perawat yang berdiri beberapa meter dari keduanya.


Wajah tampan Reno memerah, di penuhi urat-urat yang tak beraturan .Bahkan, rasa kecewa yang tak bisa tertebak dalamnya . Ia mengepalkan tangan seiring langkah perawat yang mendorong berlalu dari hadapan tubuhnya .


"Kamu benar-benar sudah mempermainkan ku Cherry .Bahkan, rasa ini pun, aku sangat menyesal telah membiarkan semua larut tak terkendali ." ~Reno