I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
maaf untuk kali ini



 


Cherry masih saja berlaku begitu keras . Tak mau menghargai sedikit saja niat baik orang lain . Mungkin jika mata bisa melihat ,tak ada lagi yang mau mendekat dengan Cherry. Wanita yang hatinya telah menghitam tak berbekas. Hei Reno ? buka matamu dengan kejadian ini,please ! kau masih ingin melanjutkan rasamu itu ? Percayalah hei ! kau akan sering terluka karenanya.


 


"Kak Sandy sudah lepaskan !" Keysha memberontak . Ia mencoba menarik lengannya yang kuat di genggam oleh Sandy . Lelaki yang benar-benar murka dengan kelakuan Cherry. Ia tak bisa terima jika wanitanya di perlakukan tidak sopan oleh siapapun, dengan cara apapun, dan dengan ataupun tanpa alasan . Bahkan, untuk membunuh saat itu juga, mungkin sanggup dia lakukan . So sweet . Ah, bukan ! Bukan ! Seram sih !


"Kamu tidak perlu melakukan seperti itu kak . kamu itu laki-laki, tidak baik main tangan dengan wanita .Apalagi dia di posisi selemah itu . Aku tidak suka ya Kak" Protes Keysha . Ia sangat marah dan kesal dengan Sandy yang secara spontan telah menampar Cherry . Hal yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Reno, ia hanya menatap dari kejauhan, melipat tangan di depan dada dengan gaya cool nya . Suara yang terdengar hanya sayup-sayup tak begitu dia pahami .


"Sayang ! Dia sudah kelewatan sama kamu .Ya jelas aku marah. Aku ini suamimu , mana bisa lihat orang lain kasar sama kamu ." Sandy membela diri . Ia masih bersikeras, jika apa yang dia lakukan adalah benar. well , lelaki ini masih sama seperti awal mereka kenal , keras kepala dan sangat menyebalkan di saat-saat tertentu.


Cinta telah hilang, menjelma dengan singkat merubah tatanan hati menimbulkan kebencian . Rasa yang tertanam selalu sulit di lupakan . Sandy adalah jiwa pendendam . Goresan luka yang secara terang Cherry goreskan di masa lalunya di tambah penderitaan yang Keysha rasakan, menjadi bahan bakar paling ampuh membuatnya terbakar emosi . Ia tak dengan mudah mengiyakan apa yang Keysha pintakan . Matanya, membulat seketika seolah mempertanyakan ulang kalimat singkat Keysha . Alisnya bermain riang penuh nada penolakan.


"Maaf sayang, aku tidak bisa untuk itu ." Sandy melemah . Perlahan ia melepas jemari Keysha . Menunduk pilu tak sanggup menatap binar mata sang istri . Ia paham, di depan sana ada hati yang selalu ia takutkan jika bersedih . Bahkan, mata bulat yang tak mampu berbohong itu selalu mudah membuatnya berubah keyakinan .


"Untuk kali ini, ku mohon jangan meminta dengan cara yang lebih menyakitkan lagi . Sayang, kau tahu betapa bencinya aku terhadap wanita licik itu ? kau juga tahu, apa yang membuat aku membencinya ? kau tak ingin menyakiti ku bukan ? " Sandy berbalik badan . Ia benar-benar tak sanggup menolak permohonan sang istri . Namun, dengan satu hal ini , ia harus menolaknya . Di pikirannya sudah tergambar jelas niat busuk Cherry .


Hentakan kaki yang tak rela meninggalkan jejak . Ia tahu, di belakangnya ada jiwa yang tak merubah cara memandangnya . Ia paham, kemauannya tak berdasar pada hati yang luas . Wanita itu hanya kasihan dengan kondisi yang dia lihat . Sejatinya, dia juga akan terluka jika Sandy mengizinkan mulutnya berlutut dan memohonkan maaf .