I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Masalah selesai



"Saya sebagai saksinya"


"Dan saya juga"


Chandra dan sang istri memberikan kesaksian kepada pendemo. Bianca terdiam seolah terbius dan tak lagi berkutik. Tidak ada satu pun dari ribuan masa yang berani bersuara karena Chandra adalah orang yang paling berpengaruh dalam bisnis mereka. Mereka mulai membubarkan diri dan siswa kembali ke kelas masing-masing. Sudah tiada lagi kesalahpahaman di antara mereka.


Key menghampiri Chandra dan Meera. Key memeluk tubuh Meera lalu mencium tangannya. Namun kepada chandra Key hanya mencium tangan dan mengucapkan terimakasih.


"makasih ya ma, pa, semua bisa selesai karena bantuan kalian" Key tersenyum.


"Sudah seharusnya seperti itu sayang" Meera membelai lembut kepala Key.


"harusnya sih berterima kasih juga sama aku" Sandy menyindir Key dengan gaya coolnya.


Chandra dan Meera tertawa begitu pula dengan Rania. Keysha tidak menggubrisnya. Dia merasa canggung dengan adegan pelukan yang baru dia sadari setelah mendengar Bianca kembali protes. Rania hanya tersenyum-senyum karena menyadari jika sahabatnya salah tingkah.


"oh ya ma, pa, kenalin ini sahabat Keysha. Dia sudah kaya saudara juga. Dia Rania...


Ran, kenalin, mereka orang tua baru buat aki..." Key tersenyum.


Mereka saling berjabat dan memperkenalkan diri mereka. Dirasa situasi sudah terkendali, Chandra berpamitan karena ada janji dengan klien. Begitu juga Sandy dia mengusap kepala Key dan berpamit untuk kembali ke kantornya.


" eh cie...istri pengusaha dong ternyata. Hahahaa" Rania menyenggol kan tubuhnya ke tubuh Key. Dia menggoda sahabat nya yang wajahnya mulai merah padam karena malu.


"terpaksa diawal,tapi lama-lama juga suka kan ? Toh kamu baru tujuh belas tahun dan dia sekitar dua puluh tujuh. Mana ada anak sepuluh tahun punya anak ? " goda Rania lagi.


"Sudah dong Rania! Kamu kenapa sih" Key membantah lagi.


Rania tersenyum menggoda. Dia menertawakan sahabatnya yang benar-benar salah tingkah. Ya, mungkin Keysha mulai jatuh cinta sama Sandy.


"kalau aku jadi kamu ya Key. Aku pasti sudah senanhg banget. Secara, dinikahi sama laki-laki idaman para wanita. Semua kenal dia, dari hal besar bahkan hal sepele seperti ukuran baju saja banyak yang tahu. Dia kan lebih terkenal di bandingkan artis-artis ibukota. hahaha" Rania mulai berkhayal.


Key hanya mendengarkan sahabatnya dan sesekali melihat raut wajahnya yang sedang bermimpi. Dia lebih fokus pada buku di tangannya. Belajarnya terganggu beberapa hari terakhir. Kini dia harus mengulang kembali banyak materi yang hanya lewat diingatan otaknya.


Sandy POV


"Semua sudah selesai. Kalian bisa tinggalkan tempat itu. Masalah anak itu nanti akan menjadi urusan saya" Sandy menyudahi telepon secara sepihak.


Di dalam sebuah gedung yang menjulang tinggi, di lantai paling atas Sandy menghabiskan hari-hari nya. Tidak ada karyawan yang di izinkan memasuki kecuali asisten pribadi dan Reno. Laki-laki gila yang mencap dirinya adalah satu-satunya teman dekat Sandy. Ya, walau memang seperti itu nyatanya tetapi Sandy tidak menyukai kalimat itu.


Sandy merenung di tengah keheningan ruangan. Bibirnya menggambar senyuman terindah dalam sejarah hidupnya. Bibir tipis, yang menjadi ciri khas dirinya terlihat lebih menawan dari sebelumnya. Dia tidak mndengar pintu yang di ketuk berulang, bahkan Reno yang sudah berdiri dibelakang pintu dan sedang mengernyit memperhatikannya. Bayangan wajah indah Keysha benar-benar mengalihkan dunianya. Semua terpenuhi dengan gambaran-gambaran wanita itu. Senyumnya, tawanya, bahkan galaknya wanita itu sudah mempunyai tempat tersendiri di hati Sandy.


Kamu dulu yang kecil banget dan sangat manja.. Hahaa! Sekarang sudah tumbuh menjadi gadis pemberani, hebat dan sangat kuat. Kesabaran yang perlu dijadikan panutan...


Keysha Larasati aku telah jatuh hati padamu!