I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Selamat tinggal



Keysha POV


Kak Sandy, kau tahu? Aku bagaikan tak memiliki kaki saat mendengar kau mengatakan hal yang selama ini ku takuti! Ragaku lumpuh, tiada semangat hidup yang berarti. Langkahku juga kian menepi tanpa arah tujuan. Kak Sandy, kau ingin kan ku pergi? Mengapa kau sebegitu kejam terhadapku? Lalu, untuk apa selama ini kau berbaik hati dan selalu menyenangkan hatiku? Ah Entahlah, aku hanya perlu pegangan untuk kembali berdiri.


Drrrrttt drrttttt


Ponsel itu terus saja berdering, setelah Keysha membaca sebuah pesan tanpa membalasnya. Berulang kali, hingga peringatan baterai habis dan ponsel benar-benar mati. Setiap layar menyala, ia hanya meliriknya dan seperti itu berulang kali.


"Nak, kamu ada masalah?" sayup-sayup Danu menyapa putrinya yang sedari tadi terus terlihat melamun..Wanita itu, menggambar secuil senyum di sudut bibir lengkap dengan gelengan ringan kepalanya . Terus saja, dia selalu berpura-pura tegar di depan Danu. Ia tidak mungkin menceritakan semuanya dalam keadaan Danu yang seperti itu. Laki-laki paruh baya itu butuh ketenangan. Setidaknya, itu akan membantu proses pemulihan lebih cepat.


"Itu telepon sudan berapa puluh kali Key berdering, kenapa tidak diangkat? " Danu mengangkat tubuhnya untuk menyamankan duduk nya.


Dari Sandy?" tambahnya.


Key menunduk, dadanya sesak setiap kali telinganya mendengar nama Sandy. Mungkin, jika tidak di depan Danu dia pasti saja sudah menangis.


"Bukan yah, itu dari teman kuliah Keysha." Key mengatur nafasnya. Batinnya sedang menjerit memperingati mata untuk tidak mengalirkan buliran yang sudah membendung di dalamnya.


Danu menatapnya ragu dan segera memberikan seutas senyum saat matanya bertemu dengan mata Key. Ah, dia tetaplah Ayahnya. Mau sebagaimana pun Key berusaha bersembunyi, dia tetap saja bisa menebaknya.


Ayah tidak akan memaksamu bercerita, nak.


Danu kembali merebahkan tubuhnya, ia berpamit pada Key untuk kembali tidur. Sepertinya, obat ini benar benar membiusnya.


Key membantunya dan merapikan selimut yang Danu pakai.


--


Key menyeret langkahnya, menelusuri lorong rumah sakit yang seharian ini menemaninya. Waktu telah berpulang, meninggalkan terang menyapa petang. Tidak ada gairah yang membawa langkahnya untuk menemui Sandy. Untuk apa, pasti semua nya hanya akan menyakitkan. Untuk menggali seberapa dalam titik lemahku. Lalu kembali menghujamnya dengan pisau-pisau tajam? Hahahaha! Aku bukan wortel yang kau kupas lalu kau bentuk dengan indahnya, dan tanpa kasian kau siram aku dengan air mendidih, sudah gitu kau ganti dengan sebutan sayur sop pula. Zzzzz kagak nyambung !


Rintikan hujan semakin beramai-ramai menyapa. Seolah mengerti keluh kesah hati Keysha, langit malam pun ikut menangis dengan senandung kegundahan. Tiada rembulan yang merajai, juga sang bintang yang lincah menari. Semua gelap! Hanya hujan dan sepi yang berani menampakan diri.


Dorrr dorrrr


Apa seperti ini yang dimaksud semua akan indah pada waktunya? Langit itu, tadi menangis bersama nya. Kini sudah berbahagia dengan letusan kembang api yang sangat cantik. Seolah berlomba dengan hasilnya, semua berlomba menunjukkan rupanya di tengah malam.


Maaf kak, aku tidak paham dengan apa yang sedang kamu pahami..


Keysha melirik arah jarum jam di pergelangan tangannya. Tampaknya, ini sudah larut.


Aku harus cepat-cepat, jika keduluan kak Sandy, aku tak kan sanggup melangkah lagi..


--


Tidak banyak lagi yang perlu dilakukan. Setiap detik waktu akan terbungkus menjadi kenangan. Percayalah, semua tetap indah pada masanya. Jika sekarang berbeda, mungkin memang waktu yang diizinkan hanya berhenti dititik ini.


Koper kecil yang dia isi dengan beberapa pakaian dan keperluan kuliah nya sudah siap. Tetap saja, hatinya tak rela meninggalkan tempat yang setahun kebelakang menjadi saksi dimana cinta memang bisa datang tiba-tiba, dimana pun, kapanpun dan kepada siapapun. Bodohnya, kenapa Aku bisa jatuh cinta sama dia yang dari awal sempat kubenci! Dia yang sama sekali tidak aku harapkan, dan dia yang menikahiku dengan cara membeliku. Ah, miris sekali.....


Key, kembali melangkah kan kaki menuju pintu utama. Dia memang sudah memutuskan untuk keluar dari rumah itu karena dia bukan lagi istri sah Sandy. Iya sih, rumah itu memang lah atas namanya. Tapi pahamkan? Keysha bukan lah wanita yang gila harta dan tahta. Ya, itu bukanlah hasil keringat nya.


Lucu sekali, waktu benar-benar sedang ingin bermain-main denganku.....


Keysha tersenyum miris, ujian itu datang tanpa selang waktu. Semua beruntun pada menit yang sama. Semua menghilang, tak lagi disamping nya, tiada lagi raga yang bisa diandalkan.


Selamat tinggal kak Sandy....


Aku bisa, akan ku tunjukkan.....


Key semakin menjauh dari rumah, dia menuju arah kampus karena memang dia sudah menemukan kontrakan tak jauh dari kampus dimana dia belajar.